THE THIRD TEAM – REVENGE MISSION (PART 1)

 

collage_20150309132237735_20150309133049553

 

Third Team Agent Cast :

Cha Seungwon, Kim Minhee

Bang SungJoon, JI ChangWook

Lee Jongsuk, Ahn Jaehyun

Park Cheonsa, Kim Woobin.

 

FBI Team Cast :

Thomas Gibson (Aaron),

Choi Seunghyun (Tempo),

Kenzi, Megan, Granger,

Etc.

 

Supporting Cast:

Kim Jaejjong

Other Artist (Cameo)

Author: Alicia Kim /@Qraelf

Disclaimer: The cast belong to God, their family and themselves. But this story originaly belongs to Me, Don’t be plagiarism. Don’t bash!! Don’t copies or spread this without our permission and credit, andplease make sure you leave comment to help me make a better story for you to read. For the password please write your email address at the end of your comments, I will send it via email as soon as possible.

Thank you and happy reading ^^




Third Team Secret Office

South Korea

“I Dont want to live in your Shadow anymore – I cant live like this lf  you want me.

If – If You really love me , please dont force me”

” what kind of woman it is now? – Tell me?!!”

” Stop Asking Me – I Just need Time For myself!!

“Yaa!!! Minhee Noona!!” Protes seorang laki-laki berumur 20 tahun merasa terganggu oleh seseorang yang merusak waktu sengang nya menonton salah satu Drama Series Favourite nya.

“Kenapa kau selalu menganggu kesenangan ku Hah?!” Protes Jaehyun,ketika seorang wanita bernama Kim Minhee mengganti chanel televisi begitu saja.

“Ahn Jaehyun!!” Dengus Minhee sebelum melanjutkan perkataannya. “Drama lagi? Kau itu anak laki-laki seharusnya melakukan apa yang biasanya di lakukan anak seumuran mu, bermain basket, dating pretty girl atau melakukan sesuatu yang menyenangkan sesuai dengan umur mu”Jaehyun mengerucutkan bibirnya bosan mendengar Minhee yang selalu saja mengatakan hal yang sama jika mendapati dirinya sedang bersantai menyaksikan Artis Favourite nya di televisi—Park Shin Hye.

f9f9edfe44897574a50b0a73ae44ab58

Kim Minhee 24th – Youngest Princess of Shinwa International Corporation pemilik perusahaan telekomunikasi terbesar di korea selatan beserta hotel dan Departement Store dengan cabang yang terdapat dibeberapa negara di Dunia. Minhee sendiri merupakan salah satu Fashion Designer muda berbakat Korea selatan. Namun wanita yang terlihat feminime ini mempunyai hobi yang sangat tidak biasa, yaitu  mahir menguasai senjata tajam dan senjata api sejak berumur 13 tahun. Minhee juga menguasai ilmu bela diri, hampiri seluruh jenis ilmu bela diri ia kuasai. Minhee juga menguasai beberapa bahasa, seperti Inggris, Jerman, Belanda serta Italia. Karena itulah NTS secara diam-diam merekrutnya sebagai salah satu Agent

Screenshot_2015-01-13-00-56-38-1

Ahn Jaehyun 20th– Third team agent dengan kemampuan luar biasa, NTS secara tersembunyi merekruitnya sebagai salah satu agent. Ia dan seorang temannya merupakan Best Korean Data Analyst dan Best Korean Hacker. Ahn Jaehyun sendiri sebenarnya adalah Seorang putra bungsu dari pemilik Silvr Internastional Corporation, namun kebereadaanya tidak pernah di publikasikan atau mungkin lebih tepatnya tidak diakui keberadaanya  oleh karena status yang ia sandang dan marga yang ia gunakan berbeda dengan kedua kakaknya.

“Berbicara soal date?!, Sebaiknya kau yang harus memikirkan hal itu Nona Kim! Apa aku lupa berapa umur mu?! Tahun ini umur mu genap 24 tahun dan You Still Single!” Seorang menginterupsi percakapan Minhee dan Jaehyun yang hobi sekali berdebat walaupun umur mereka terpaut cukup jauh.

“Ya- Lee Jongsuk! Kau mau mati haah?” Minhee melempar buah apel yang berada di dalam keranjang buah yang berada diatas meja tepat dihadapannya  dan tentu saja dapat di tangkap oleh Jongsuk.

“Apa kau tidak sadar berapa umur mu saat ini? Tahun ini kau bahkan berumur 25 Tahun dan kau baru menjadi Single juga kan?” Minhee menjulurkan lidahnya membalas perkataan Jongsuk dengan penekanan pada kalimat “baru menjadi Single”.

“Yaaaaa!!!!! – bisa tidak kau tidak mengungkit!” Jongsuk mendengus kesal mengingat kisah cintahya yang kandas ditengah jalan akibat sang mantan kekasih meninggalkan nya begitu saja dengan laki-laki lain. Ia pun merebahkan dirinya di Sofa tempat Jaehyun berada, membuat Jaehyun mendesah Kesal.

3c03c3fd9fcfcdb039aacee35f8ccad1

Lee JongSuk 25th– Mahasiswa lulusan Kedokteran Forensik yang mempunyai wajah tampan serta tinggi badan yang cukup untuk menjadikan dirinya sebagai Model papan atas. Ia mempunyai IQ diatas rata-rata, mempunyai keterampilan untuk membaca gerak bibir, dan ekspresi seseorang dengan cepat, serta menguasai beberapa bahasa Rusia, Jerman dan Spanyol. Namun selalu bermasalah dengan wanita yang ia kencani karena sepertinya ia lebih mencintai buku-buku kedokteran nya dibanding kekasihnya.”

“So Episode kali ini tentang apa?” tanya Jongsuk pada Jaehyun membuat Minhee mendesah kesal melihat kedua laki-laki dihadapannya yang tergila-gila dengan Park Shin Hye.

“Pathetic!”Minhee mengelengkan kepalanya, ia dengan sangat terpaksa ikut bergabung dengan Jaehyun Dan Jongsuk demi menunggu waktu untuk bertemu dengan salah satu client nya.

“Dimana yang lain?! Kenapa sepi sekali?! Minhee melihat sekeliling terlihat lebih sepi dari biasanya.

“Woobin Hyung, ia mengatakan akan sedikit terlambat karena sedang menciptakan sesuatu alat baru untuk kita semua” Jelas Jaehyun membuat Minhee mengangguk-anggukkan wajahnya seolah mengerti padahal ia sendiri tidak mengerti mengenai alat yang sedang Woobin ciptakan

“Cheonsa Noona sedang ada kuliah tambahan, ia akan langsung kemari jika Profesor anehnya itu tak memberikannya tugas tambahan” Jaehyun menatap Minhee seraya mengangkat kedua bahu nya.

Kim Woobin 25th – Lulusan Fakultas Engineering ini mempunyai kemampuan menciptakan alat yang mempunyai kelebihan yang tak terduga. Woobin pernah membuat seluruh pemerintah Korea Selatan Shock akibat salah satu alat yang ia ciptakan sebesar pelembab bibir berhasil membuat dua gedung berlantai 25 hancur tanpa sisa.

38cbd54f73307dc34ca96732a83b9131

Park Cheonsa 22th– Perempuan Tomboy serba bisa (kecuali memasak) dengan daya ingat yang sangat memukau semua orang, ia bahkan bisa membaca 1 buku dengan tebal 500 halaman dalam 3 jam tanpa melupakan isi yang terkandung didalamnya. Cheonsa adalah Agent NTS specialist Data Analyst dan berkat ketekunan dan kerja sama nya dengan Ahn Jaehyun membuatnya dapat melakukan lebih, yaitu menjadikan dirinya sebagai salah satu Best korean Hacker yang dimiliki NTS”

“Sisanya?!” Minhee menatap Jongsuk dan Jaehyun yang mengangkat kedua bahu nya.

Bang Sung Joon, dan Ji Chang Wook berada. 2 agent terbaik yang berhasil lolos seleksi NTS yang ditempatkan bersama anggota Third Team lainnya.


The Third team adalah sekelompok anak muda pilihan yang mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki orang-orang pada umumnya, ditemukan secara rahasia oleh seseorang bernama Cha Seungwonsang kepala third team Agent dan melatih mereka secara langsung. Cha Seungwon pria berusia 38 Tahun merupakan Agent Senior terbaik yang dimiliki oleh NTS, Ia diberi perintah langsung oleh Departement pertahanan negara untuk membentuk Team Khusus yang akan mendukung keamanan korea selatan dari ancaman atau serangan terorist

“Lalu, dimama Ajhussi tua itu?! Tidak seperti biasanya aku tak melihat batang hidungnya. Biasanya ia akan berteria, mengeluarkan sumpah serapahnya jika mendengar keributan yang tidak perlu!”Minhee melangkahkan kakinya menuju ruang kerja Seungwon untuk melihat keberadaannya.

“Aku tidak tahu karena sejak aku tiba pun Ajhussi sudah tidak ada”Jaehyun menatap Minhee yang sedang membuka pintu ruang kerja Seungwon kemudian menatap Jaehyun yang memberikan jawaban atas pertanyaannya.

“Jaehyun ah! Sudah berapa lama kau ada ditempat ini?”Tanya Minhee yang masih berada didepan pintu ruang kerja Seungwon. Jaehyun mengerutkan dahinya menatap Minhee yang masih tetap melihat ke dalam ruang kerja Seungwon membuat Jongsuk yang awalnya tak peduli pun ikut mengalihkan pandangannya pada Minhee.

“Kurang lebih 45 menit yang lalu!”Jaehyun menatap Minhee yang kemudian menatap dirinya, dengan perlahan Minhee mengangkat sebelah kakinya dan mengeluarkan Beretta 92 handgun yang tersembunyi dibalik celana panjang miliknya. Melihat hal itu Jaehyun dan Jongsuk pun meraih senapan yang terdapat disaku belakang celana mereka.

“Berpencar!” Minhee memberikan kode menggunakan tangan pada Jaehyun dan Jongsuk. Tanpa diminta dua kali mereka pun mengikuti perintah Minhee menyebar keseluruh penjuru rumah.

Ketiga agent terlatih itu pun menyisir bangunan yang merupakan secret office yang khusus diperuntukkan untuk mereka. Memiliki luas 2Ha dengan luas bangunan 900 m2, terlihat seperti rumah pada umumnya namun memiliki teknologi yang hampir setara dengan Blue house yang ditinggali oleh President, memiliki bunker dan gudang senjata serta teknologi cangih lainnya.

“CLEAR!”

“CLEAR!”

“Dimana Jaehyun?!” Minhee menatap Jongsuk yang berlari mendekati dirinya. Jongsuk menggelengkan kepalanya “Aku tidak tahu, kami berpencar!”

“JaeHyuunnnn!!!!” Minhee dan Jongsuk berlari menuju halaman belakang secret Office

“Ahn Jaehyun!!!”

“Disini!! aku disini!!!” teriak Jaehyun. Minhee dan Jongsuk berlari berusaha mencari sumber suara.

“Jaehyuniie!” Minhee berlari menghampiri Jaehyun diikuti Jongsuk dibelakang nya. “Ada yang mencoba masuk kedalam secret office!” Jaehyun menunjuk kepada beberapa ranting kayu yang berserakan diatas tanah, ranting kayu yang patah akibat diinjak oleh seseorang, mungkin beberapa orng lebih tepatnya.

“Bukan mencoba masuk namun mereka sudah berhasil masuk! Ikut aku! ” Minhee berlari kedalam Secret Office diikuti Jaehyun dan Jongsuk

“Hubungi yang lain!, Cari tahu dimana Ajhussi tua itu berada! Periksa CCTV! Beri aku kabar baik Hyunnie!” perintah Minhee.

“Laksanakan! “Jaehyun berlari menuju ruangan khusus yang terdapat dibunker secret office

“JongSuk ssi ikut aku kita harus memeriksa sesuatu!” Jongsuk dan Minhee memeriksa ruang kerja Cha Seungwon dengan seksama walaupun ruangan tersebut terlihat rapih namun Minhee yakin ada sesuatu yang aneh didalam sana.

Jongsuk melangkahkan kakinya mengikuti Minhee menuju ruang kerja Cha Seungwon, ia pun langsung mengaktifkan intercom yang terdapat di sisi meja kerja milih atasannya itu agar mempermudah komunikasi nya dengan Jaehyun yang berada di bunker secret Office.

“Jaehyun kau mendengarku? Apakah kau sudah menemukan di mana Ajhussi?!” tanya Jongsuk yang masih berdiri dihadapan Intercom menunggu jawaban dari Jaehyun!

“Aku belum menemukan Ajhussi. Ia menonaktifkan telepone gengam miliknya, aku akan mencoba melacak keberadaannya melalui GPS yang terpasang di mobilnya!” Jelas Jaehyun yang berada di dalam bunker.

“Apa yang kalian temukan?!” giliran Jaehyun yang bertanya pada Minhee dan Jongsuk. Jongsuk pun memandang Minhee yang sedang terdiam melihat keseluruh ruangan. ” Ini terlalu rapih. Ajhussi bukan typical orang yang akan meninggalkan ruang kerjanya dalam keadaan serapih ini. Kau mengertikan maksud ku?!”Jongsuk menganggukkan kepalanya setuju dengan perkataan Minhee, ia pun mulai meneliti dengan detail semua isi ruang kerja itu.

“i found it! Defense military services!” teriak Jaehyun bersamaan dengan Jongsuk yang menunjukkan sebuah Dokumen yang letaknya tidak sesuai dengan lainya. Jongsuk membuka dokumen tersebut dan membacanya dengan teliti.

” Jaehyun ah! kau tetap disini, laporkan semua yang kau dapatkan. Aku dan Minhee akan ke markas NTS!” JongSuk mematikan intercom dan keluar dari ruang kerja Cha Seungwon menuju garasi mobil diikuti oleh Minhee dibelakangnya.

“Im on It,  berhati-hatilah” Jaehyun mengakhiri percakapannya melalui intercom dan kembali fokus pada CCTV yang terdapat diseluruh Secret Office.

“Baiklah Ahn Jaehyun! – Mari tunjukan kemampuan mu! ” Jaehyun meregangkan kedua jari tangannya sebelum kembali menari diatas keyboard laptop yang ada dihadapanya.

NTS Headquarters

Jongsuk dan Minhee menunjukkan ID card mereka pada security yang bertugas didepan pintu masuk gedung markas besar NTS tanpa menghentikan langkah mereka untuk menuju Operation Room NTS, Jongsuk mengesekkan ID card dan menekan tombol angka rahasia pada alat yang terpasang di dinding untuk membuka pintu masuk Operating room tersebut.

Jongsuk dan Minhee pun dikejutkan dengan keributan yang tiba- tiba terjadi didalam ruang Operation room, mereka berlari mendekat NTS Chief yang memimpin seluruh Team yang terdapat dalam NTS Lee Bum Soo.

“Third Team – Lee Jongsuk dan Kim Minhee melapor Pak!” Lee Bum Soo menganggukkan kepalanya tepat setelah mereka melihat Jongsuk dan Minhee ada dihadapannya.

“Apa yang terjadi?!” Minhee menatap 3 layar yang terdapat dalam Operation Room, layar yang berukuran sangat besar yang sama besarnya dengan yang ada didalam teather.” Seseorang meledakkan gedung di sisi barat dan sisi Timur korea selatan” Jelas Lee Bum Soo

“Mereka juga melakuannya di perbatasan antara Korea Selatan dan Korea Utara. 25 orang meninggal dunia dan 10 lainnya luka –luka!” Jelas seseorang yang tidak lain adalah Kim Woobin membuat Lee Bom Soo, Kim Minhee dan Lee Jongsuk mengalihkan pandangannya padanya yang baru saja datang.

“Aku langsung menuju kemari ketika Jaehyun memberitahukan mengenai kondisi Secret Office, ledakan yang terjadi dibeberapa tempat! aku sudah memerintahkan tim koroner untuk menyisir serpihan-serpihan dan melaporkannya padaku sesegera mungkin.” Jelas Kim Woobin

“Dan di waktu yang bersamaan mereka meledakkan dibeberapa tempat lainya, dibelahan dunia yang lain!” Jongsuk, Woobin dan Minhee menolehkan kepalanya pada seseoang yang tak lain adalah Cha Seungwon yang berdiri bersebelahan dengan Lee Bum Soo

“Seriously, What the?!” Minhee membulatkan matanya kesal menatap Seungwon yang tiba-tiba muncul dimarkas besar NTS. Sementara Seungwon hanya tersenyum seraya menganguk- anggukan kepalanya singkat seperti mengatakan “aku tahu – nanti akan ku jelaskan!”

“Amerika, Korea, Jerman, Belanda !” Cheonsa berlari mendekati anggota lainnya dengan laptop yang berada ditangannya, jari-jarinya kembali menari diatas Keyboard Laptop sebelum semua yang ada di laptopnya muncul pada big screen. Cheonsa menampilkan beberapa ledakakan yang terjadi di 4 negara pada waktu yang bersamaan.

“Lalu apa lagi yang kau dapatkan!” Woobin

Cheonsa mengetik cekatan diatas keyboard laptop miliknya membuat beberapa wajah Most wanted muncul pada big screen.

“Who are they?!” Gumam Minhee menatap 4 wajah asing yang terdapat pada BigScreen karena sisanya merupakan warga negara korea dan mereka semua sudah menjadi target NTS bahkan masuk dalam daftar pencarian FIB serta CIA

“Ahn Jaehyun bicara!” Cheonsa menekan tombol enter pada keyboard menampilkan wajah Ahn Jaehyun yang berada dalam Bunker Secret Office

“Revenge Mission, Aku menamakannya seperti itu!, pertama Kim Young Chul merupakan Mafia korea selatan yang mempunyai kekayaan miliyaran dollar Amerika, ia menguasai jaringan pasar gelap, narkoba dan perdagangan senjata ilegal” jelas Ahn Jaehyun yang menatap webcam laptopnya jari tangannya pun tak berhenti menari diatas keyboard laptop miliknya.”

Steven Yun dalah warga negara Amerika yang lahir di China, kembali ke Amerika setelah di deportasi akibat perdagangan wanita dan aksi teror yang ia lakukan di beberapa negara di hongkong dan Australia 4 tahun yang lalu!” Jelas Cheonsa kali ini

“Lalu?! Apa yang ia lakukan di Amerika?”Kali ini Jongsuk yang bertanya pada Cheonsa dan Jaehyun.

“Mempunyai Kartel Narkoba terbesar diwilayah Amerika bagian selatan- ia bekerja sama dengan Young Chul untuk menciptakan senjata rakitan yang dikirim ke beberapa negara termasuk ke korea selatan!”Jelas Sung Joon yang baru saja tiba.

“SIR!-Take a look at this!”Ujar Seorang data analist mengetik sesuatu agar membuatnya muncul dalam layar besar.

Terdapat gambar yang NTS dapat dari satelit, bus sebuah universitas yang di bajak oleh yang tak dikenal para sandera terdiri dari anak-anak orang yang cukup berpengaruh di Amerika Serikat bahkan diseluruh dunia, beberapa diantaranya adalah Putra President AS, dan Putra Perdana Menteri Korea Selatan, Putri Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Putra dari salah satu angota intelegen China yang ditugaskan di Amerika,Anak salah satu Duta besar Indonesia di Inggris yang bersekolah di Amerika dan masih banyak lagi.

“Mereka mencari perhatian lebih dengan menculik mereka!”Gumam Cheonsa

“Pak! Menteri pertahanan ingin bertemu anda dan Third Team di ruang meeting” bisik salah seorang agent NTS kepada Lee Bum Soo yang masih memperhatikan bigscreen.

“Baiklah! Aku akan segera kesana!”Bisik Lee Bum Soo yang membuat agent tersebut undur diri menuju ruang meeting

“Kalian semua ikut aku – Menteri pertahanan ingin bertemu!”Lee Bum Soo melangkahkan kakinya meninggalkan Operation Room diikuti Third team.

Washington Dulles International Airport

Washington DC

Sebuah Jet Pribadi mendarat pada landasan kedatangan Internasional Washington Dulles International Airport. Third Team mendapatkan tugas langsung dari Presiden Korea Selatan melalui Menteri Pertahanan untuk menangani kasus penyanderaan yang terjadi di Amerika Selatan. Penyanderaan yang melibatkan warga sipil Korea Selatan.

“Choi Seunghyun! Or You can call me Tempo! FBI agent!, You guys really fast” Seunghyun memuji kecepatan NTS korea selatan.

“Cha Seungwon! – NTS Third Team ! ” Cha Seungwon menghentikan langkahnya menyambut uluran tangan Seunghyun kemudian melanjutkan langkahnya menuju mobil Escalade keluaran terbaru milik FBI yang akan membawa mereka menuju markas besar FBI.

“So Whats the status?!” tanya Minhee tanpa mengalihkan pandangannya yang menatap kearah luar.

“You are so fast baby girl!” mendengar perkataan Seunghyun, Sung Joon bersiap untuk menahan Minhee untuk tidak mencekik Seunghyun karena memanggilnya dengan kata yang sangat ia benci. Tidak semua anggota third team berangkat ke Amerika karena Jongsuk dan Cheonsa ditugaskan untuk mencari Informasi dari Korea, Third team mencurigai keterlibatan orang Korea dalam kejadian ini.

“Im Not you baby Girl! – Explain fast Please!” Minhee membalas dengan nada yang tidak bersahabat. Seunghyun menjelaskan dengan detail apa yang sedang terjadi kepada Third team selama perjalanan menuju Washington DC tempat kejadian perkara berlangsung.

“Secret Services Found Dead 10 Minutes ago – the same place they took the kids!, My Forensic Team are On The way!” Jelas Seunghyun bertepatan dengan diakhirinya hubungan telepone antara dirinya dengan FBI agent

“Im the only one who will kill your team if they ruin My Scene!”Minhee ber hi-five dengan Jaehyun membuat Chang Wook dan Woobin menahan tawanya melihat kedua Juniornya yang bersifat kekanak-kanakkan.

Washington International University

Washington DC

Seungwon, Sung Joon dan ChangWook memutuskan berpisah dengan yang lain, mereka bertiga pergi menuju tempat ditemukannya Jenazah salah satu Secret Services Agent yang bertugas mengawal putra president Amerika Serikat saat itu.

US Secret Services (USSS) lembaga pemerintahan Amerika yang salah satu tugasnya adalah untu memberikan perlindungan kepada pemimpin nasional Amerika Serikat, seperti President, Wakil President yang masih aktif atau pun yang sudah tidak aktif beserta keluarganya. Tidak hanya itu US Secret Services juga bertugas memberi perlindungan kepada Pimpinan negara asing yang berkunjung ke Amerika Serikat serta para Kedutaan Asing yang berada di Amerika. Sementara itu FBI (Federal Bureau Of Investigation) adalah Biro Investigasi yang bekerja langsung dibawah Departement Kehakiman Ruang Lingkup FBI adalah menjalankan fungsi keamanan, Intelegen dan penegakkan hukum federal di dalam Negeri Amerika Serikat.”

“So this is what your team does?” Minhee menyungingkan Senyum Sinisnya melihat Aula Universitas yang sangat kacau, FBI agent tidak bisa menangani para orang tua yang bertanya tentang keberadaan anak-anaknya. Seunghyun menghela nafas melihat bagaimana kualahannya para FBI agent menangani kekacauan yang timbul akibat penyanderaan yang terjadi hari ini.

“Noona, Do Something Please!” Bisik Ahn Jaehyun yang berada disebelah Minhee, ia merasa Minhee harus melakukan sesuatu untuk menenangkan para orang tua.

“Thats Not My Job.Im Curious what will happen Next!” Minhee tersenyum sinis berbisik pada Ahn Jaehyun.

Washington International University adalah salah satu Universitas terbaik di Amerika Selatan, memiliki sistem pengajaran yang berbeda dari Universitas pada umumnya, serta tingkat keamanan yang sangat tinggi membuat orang tua tidak akan ragu-ragu untuk memasukan anak mereka disana.

Minhee melangkahkan kakinya mendekati salah satu orang tua yang melempar kertas yang dibagikan oleh salah satu Agent FBI, meraih kertas-kertas yang berserakan di lantai dan melemparkan nya kembali kepada salah satu orang tua tersebut. Sontak apa yang dilakukan oleh Minhee membuat seluruh orang tua dan para agent membulatkan matanya terkejut. Seunghyun yang terkejut pun melangkahkan kakinya mendekati Minhee, namun tiba-tiba ia merasa seseorang menarik lengannya, ia pun meolehkan kepalanya menatap seseorang yang menahan langkahnya yaitu Kim Woobin. Woobin menganggukan kepalanya singkat kepada Seunghyun seakan mengatakan “Biar Minhee yang menangani nya”.

Tell her that you are sorry, Sir!! She is an Agent, You need her to find your Son and Daughter!! So please! Respect Her and other agent do to find them!!” Minhee menatap tajam laki-laki yang melempar kertas tepat kewajah salah satu Agent FBI

“Did you think we want to do all kind of this??As You Know even this is our job, everynight we always pray everything will be oke, nothings will happen to everyone! Because this is already happen — Please Help Us and be Cooperate, Thankyou!!” tambah Minhee dengan penuh penekanan menatap kearah Orang Tua sadera yang mengangguk- anggukan kepala mereka mengerti apa yang dikatakan oleh Minhee. Minhee pun menganggukan kepalanya menatap agent FBI yang memegang Kertas-kertas yang harus diisi oleh para orang tua .

“Kertas yang berada di tangan anda merupakan formulir yang harus diisi, formulir tersebut sebagai data acuan yang kami perlukan untuk melakukan investigasi. Aku minta kalian menuliskan apa yang harus kami tahu tanpa terkecuali!!Nama kalian, apa yang kalian lakukan, nama para pegawai kalian, hingga siapa nama penjaga toko tempat kalian membeli kopi setiap harinya.Terimakasih!” Teriak Minhee yang kemudian melangkahkan kakinya mendekati Woobin dan Jaehyun, ia pun ber Hi-five dengan keduanya menunjukkan senyum manisnya.

“She is Good!” Bisik Seunghyun  pada Woobin yang berada disebelahnya

“Yes She Does!” Balas Woobin tanpa mengalihkan pandangannya dari Minhee.

FBI Building

Washington DC

“Thomas Gibson, You can call me Aaron– FBI, Thankyou for Coming”

“Cha Seungwon – NTS Third Team Chief” Seungwon menyambut uluran tangan Thomas Gibson yang merupakan leader dari dua team sekaligus BAU (Behavioral Analysis Unit) dan Violent Crime Unit. Ia bersama Third team akan bekerja sama dengan FBI untuk misi penyelamatan warga negara mereka yang ikut disandera oleh para manusia yang tidak bertanggung jawab

“Apa FBI sudah menemukan lokasi keberadaan mereka?” Seungwon berjalan dengan Aaron masuk kedalam Operation Room FBI diikuti oleh para anggota Third team lainnya.

“Seluruh pasukan sudah di kerahkan, namun belum ada tanda-tanda keberadaan mereka!” Jelas Aaron yang menerima Map berisi dokumen dari salah satu FBI Agent yang berada disana.

“Mereka tidak main-main! Ini hanya pengalihan aku yakin itu!” Woobin berjalan mendekati sebuah papan tulis yang berisikan angka-angka koordinat yang memungkinkan menjadi tempat para penjahat menyandera para anak-anak.

Minhee berjalan mendekati sebuah Bigscreen berukuran hampir sama dengan yang ada di NTS Headquarters, ia memperhatikan dengan seksama dan memikirkan kemungkinan-kemungkinan untuk bisa menemukan mereka “GPS! – How about GPS inside the kids’s body?!beberapa orang tua menanamkan GPS didalam tubuh anak mereka untuk dapat dilacak”Minhee membalikkan tubuhnya menatap FBI agent dan Thirt team yang berada disana

“Im Working on it!” Ahn Jaehyun memilih untuk duduk diatas meja yang kosong, melipat kedua kakinya seraya mengeluarkan Macbook miliknya mengerjakan apa yang Minhee katakan. Minhee melangkahkan kakinya mengambil alih Dokumen yang ada ditangan Aaron dan mulai membacanya perlahan kemudian menyerahkan dokumen tersebut pada SungJoon.

Seunghyun mengerutkan dahinya “What are he doing?! He—”Seunghyun melirik kearah Minhee yang menatap Jaehyun. “SSSTTTT!”Minhee meletakkan telunjuk diepan mulutnya meminta Seunghyun untuk berhenti bertanya

I found that?!”Teriak Jaehyun yang tak mengalihkan perhatiannya dari layar laptop miliknya. ” Aku akan menghubungkannya ke layar!” Tambah Ahn Jaehyun yang masih fokus dengan layar laptopnya.

“Sebentar lagi,Sebentar lagi. tidak mungkin! Ini tidak mungkin!” gerutu Jaehyun yang masih berkutat dengan tombol-tombol yang berderet rapih dihadapannya

“Ada apa?!” Woobin menghampiri Jaehyun

“Sinyal tersebut ada disini—di dalam gedung FBI “Jaehyun menghentikan perkataannya menatap Woobin dan Minhee bergantian.

“Find That – NOW!!!” teriak Aaron kepada para Agent yang langsung bergerak menyisir gedung untuk menemukan GPS yang Jaehyun maksudkan

“Mereka mengeluarkan GPS yang dipasang didalam tubuh anak-anak!—cerdas!” Minhee melangkahkan kakinya menatap para Agent yang sedang mencari keberadaan alat GPS yang diselundupkan kedalam gedung FBI

“This is Weird! Jika GPS itu ditemukan disini! “Minhee berjalan kembali menuju layar besar kembali memperhatikan 8 para tersangka yang diduga menjadi otak dibalik penyanderaan ini. “Apa yang akan mereka lakukan untuk mendapatkan keinginan mereka!” Minhee melihat kearah Seunghyun yang kini berdiri tepat disebelahnya.

“PARENTS!! They will use the parents!!” ujar Minhee dan Seunghyun bersamaan. “Berikan kami list seluruh orang tua” ujar Seunghyun pada agent FBI

“Sir! Aku dan Agent Kim berpendapat mereka akan mengunakan orang tua atau apapun yang berhungan dengan keluarga mereka.”

“Baiklah! Aku ingin data seluruh orang tua, alamat, pekerjaan dan semua data yang dibutuhkan!” Teriak Aaron yang langsung dilakukan oleh para FBI data anayst yang berada di Operation Room

“Aku ingin kalian memantau seluruh kegiatan mereka, Track GPS mereka, retas telepone gengam mereka dan semua kegiatan Online yang mereka lakukan! Ahn Jaehyun” Cha Seungwon menatap Jaehyun yang langsung menganggukan kepalanya mengerti.

” 3 teams! Bang Sung Joon, FBI Kenzi. JI Chang Wook, FBI Megan. Kim Minhee, FBI Tempo! Move Move!” ke Enam agent berbeda negara pun langsung beranjak meninggalkan FBI building menuju para rumah orang tua.

“So where we going?” Seunghyun bertanya pada Minhee yang meraih telepone gengam yang berada di tas nya.” South Korea Embassy !” Minhee meletakkan telunjuknya didepan bibir meminta  Seunghyun untuk tidak mengeluarkan suara sedikit pun.

“Yes Brother! Where i am? Ehhmm should i told you?? Emm!!” Minhee meringis menjauhkan telepone gengamnya dari telinganya karena mendengar lawan bicaranya berteriak dengan kenncangnya.

“Im here in Washington! Aku mengerjakan sesuatu untuk menunjang karir designer ku, lagi pula aku membutuhkan liburan. How long? Depends i can finish or i cant finish my work here!” Minhee tersenyum mendengar kakak laki-laki nya sangat banyak bicara

“Yes. i will comeback soon, Love you too” Minhee mengakhiri sambungan internasional antara Korea – Amerika dengan kakak kandungnya Kim Jaejjoong.

“You looks so happy?!” Minhee tertegun mendengar pertanyaan Seunghyun. “With someone who call you?”jelas Seunghyun membuat Minhee tersenyum memandang Iphone miliknya yang memasang foto Minhee dengan Jaejjoong.

“My the one and Only Protective Brother” jelas Minhee

“So Designer?! Did your family didnt know what exactly your job?”Minhee menatap Seunghyun yang masih fokus dibalik kemudinya.

“Did your family know, You are FBI agent?!” Seunghyun mengelengkan kepalanya

“Ah!  Are you korean or your parents come from korean? Because I have a lot of friends with CHOI as a last name” Seunghyun tertawa mendengar pertanyaan Miinhee yang ia yakin akan segera ditanyakan oleh Rekan beda lembaga ini.

“Im the only one here! My parents still korean but they are stay in JAKARTA – INDONESIA!” Minhee mengangguk-nganggukan kepalanya mengerti. Seunghyun menghentikan escalade miliknya menandakan jika mereka sudah sampai pada tempat yang di tuju.

Bukankah seharusnya FBI agent ditempatkan disetiap sisi rumah para orang tua?” Minhee menatap sekeliling rumah Kedutaan besar Korea Selatan dengan mengerutkan dahinya menatap Seunghyun

“Yes we do, we ask – “ perkataan Seunghyun terhenti ketika menatap Minhee yang menundukkan kepalanya seperti mengatakan bahwa mereka berdua berfikiran sama, yaitu sesuatu terjadi didalam sana. Mereka berdua turun dari Escalade milik Seunghyun seraya mengeluarkan Handgun milik masing-masing.

“Seriously Where is the Agent?!” bisik Minhee pada Seunghyun. Mereka berdua yang berjalan dengan cepat tanpa menimbukkan suara mendekati kedutaan besar Korea selatan.

Mereka berdua memegang handgun masing-masing dengan posisi siap menembak, dengan gerakan tangan Seunghyun memberi Kode kepada Minhee untuk memutar kearah belakang, sementara Ia akan memilih jalan depan.

Minhee bersembunyi diantara pepohonan ketika melihat beberapa orang yang ia ya keluar dari pintu belakang, ia meraih handphone yang ada di saku celana nya untuk mengambil gambar dan dikirmkan kepada Jaehyun. “cari tau siapa orang itu!”Minhee mengakhiri pembicaraan super singkatnya dengan Jaehyun yang berada di gedung FBI

“FBI!! ” Minhee mendengar Seunghyun berteriak dari dalam rumah keduataan besar korea selatan, dengan cekatan Minhee berjalan melalui pintu belakang, ia dan beberapa orang yang ada dibelakang sana terkejut dan sama-sama mendodongkan senjata.

“NTS!! Siapa kau? Apa yang kau lakukan disini?! Apa yang kau lakukan pada duta besar kami?” tanya Minhee tajam pada seseorang pria yang berada di hadapannya

“Agghhhh!!!”

Minhee tidak sadar jika ada orang lain berada dibelakangnya, ia pun tersungkur pria tersebut itu memukul bagian belakang tubuhnya hingga Handgun yang berada ditangannya pun terlempar. Minhee pun tak tinggal diam, dengan cekatan ia melakukan perlawanan dengan memegang kaki pria yang memukulnya dan memutarnya hingga membuat orang yang tak dikenal itu pun terjatuh. Minhee pun bangkit dari tempatnya semula meraih handgun yang berada tak jauh dari dirinya.

“Dont Move!” Minhee mengarahkan senjatanya pada laki-laki kedua yang tadi memukul dirinya dari belakang. Namun Minhee kembali harus mengalah karena laki-laki pertama yang tadi berada dihadapannya kini mengarahkan handgun miliknya kepada Minhee

“Hands Up Pretty girl and Throw your weapon— Slowly!” ujar laki-laki pertama yang mengarahkan handgun padanya. Minhee manahan nafasnya kesal seraya mengangkat kedua tangannya keatas sesudah melemparkan Handgun miliknya.

“Im Sorry pretty Girl, Where is your friends?” Pria pertama yang mengarahkan Handgun miliknya.

“Im here!” Seunghyun tiba-tiba muncul dibelakang pria kedua yang berada tepat berada dihadapan Minhee. Seunghyun pun mengarahkan handgun miliknya pada pria kedua tersebut seraya menganggukan kepalanya kepada Minhee. Minhee yang menangkap Sinyal dari Seunghyun pun segera melakukan sesuatu.

” Im not your Pretty Girl!” Minhee melakukan tendangan memutar membuat Handgun yang berada ditangan Pria pertama pun terlepas bersamaan dengan jatuhnya pria tersebut. Tak menunggu lama Minhee pun segera meraih kedua tangan Pria tersebut dan memborgolnya dengan borgol yang dilemparkan oleh Seunghyun.

“I need a Back Up here! – Someone who told that im his pretty girl really pissed me off!” Minhee mengakhiri percakapanya dengan salah satu agent FBI melalui telepone gengamnya. SeunHyun pun melakukan hal yang sama, memborgol pria kedua dengan Borgol milik salah satu polisi yang tiba 5 menit kemudian.

Minhee meraih telepone gengam yang bergetar di saku celana nya.“Speak Ahn Jaehyun!”

“Korean Embassy minister found, mereka diantar oleh WPD (Washington Police Departement) 1 menit yang lalu. Mereka sedang berbicara dengan Aaron dan Ajhussi” jelas Jaehyun melalui sambungan telepone gengam milik nya.

“Thankyou Hyunnie! – Yes! You too” Minhee mengakhir percakapannya

“Jaehyun mengatakan Aaron dan Seungwon Ajhussi sedang bicara dengan duta besar korea selatan”Jelas Minhee pada Seunghyun bertepatan dengan Agent FBI yang datang menemui mereka.

“Bawa Mereka menuju gedung FBI dan katakan pada Agent Granger untuk menginterogasi mereka! Dan satu lagi panggil Secret Services tanyai mereka tentang hal ini” perintah Seunghyun pada Agent FBI yang datang bersamaan dengan polisi.

“Pretty girl? Kau terlihat kesal dengan kata-kata tersebut!” Seunghyun berjalan dengan Minhee yang memutar kedua matanya kesal. “Stop calling Me PRETTY GIRL or i will kill you!” Seunghyun tertawa mendengar ancaman Minhee seraya memasuki Escalade hitam miliknya.

“Gadis yang menarik!” gumam Seunghyun

2 days laters

Washington DC Mall

Minhee dan Seunghyun bergabung dengan Aaron dan Seungwon setelah mendapatkan kabar jika ada Bom yang akan meledak di salah satu Mall besar di Washington DC. Seunghyun memberikan jaket FBI kepada Minhee untuk segera ia kenakan. Melihat situasi yang tidak mendukung Minhee memutuskan untuk memisahkan diri dengan ketiga rekannya menuju tenda dadakan yang dibuat oleh anggota FBI tempay dimana Jaehyun berada.

“What we Got?” Minhee berlari mendekati Jaehyun yang berada didalam tenda. Jaehyun berserta 6 analist FBI tak bisa mengalihkan pandangannya dari monitor laptop yang berada di hadapannya.

“Do you know who is she?” Minhee menatap pada layar monitor, memandang wajah wanita yang mengenakan sebuah rompi yang menyerupai rompi anti peluru milik FBI atau kepolisian. Rompi yang dipenuhi oleh Bom rakitan yang dipasang di tubuh wanita tersebut.

“Still searching it” Jaehyun menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari layar.

“What are they doing?!” Sung Joon menginterupsi, ia baru saja datang bersama Kenzi untuk bergabung bersama yang lain. Sung Joon melihat Seungwon dan Aaron berada diantara pengunjung Mall yang dievakuasi oleh anggota FBI mendekati wanita yang dicurigai akan melakukan bom bunuh diri.

“They are damn Crazy!” gumam Kenzi melipat kedua tangan yang diletakkan didepan dadanya tanpa menghilangkan pandangan dari Monitor CCTV yang merekam keadaan didalam Mall.

“Our team too” Jari telunjuk Jaehyun menunjuk monitor dan terdapat Woobin dan Changwook juga berada disana berada diantara pengunjung yang dievakuasi oleh anggota FBI, berada beberapa langkah dibelakang Aaron dan Seungwon.

“Dia adalah ibu dari salah satu sandera yang bernama Eric Wilhem ” Jaehyun menatap Minhee dan Sung Joon bergantian.

” I will told them about these news” Kenzi keluar dari tenda untuk bergabung bersama Seunghyun dan yang lainnya.

“I need information about Eric and his family, everything!” Teriak Sung Joon pada agent FBI yang berada didalam tenda bersama mereka.

“Dont Forget to Bom Squad too, Soon!!” lanjutnya lagi

Minhee, Sung Joon dan Jaehyun memperhatikan layar monitor yang menayangkan CCTV dari dalam Mall. Mereka bertiga mendengarkan baik-baik apa yang dikatakan oleh wanita tersebut. Wanita yang bernama Erica yang merupakan ibu dari salah satu Siswa yang disandera oleh Unknown Mafia.

“Mam, please dont” Aaron berusaha mencegah wanita tersebut untuk menekan pemacu Bom yang berada ditangannya. Kenzi berjalan dengan santai namun cepat menuju Aaron untuk membisikan sesuatu seraya memberikan earphone sebagai alat komunikasi padanya dan pada anggota FBI dan NTS yang lain.

“Im so sorry” Wanita yang bernama Erica itu mengucapkan perkataanya dengan berurai air mata.

“You dont have to do that Mam. We can talk about this” Seungwon mencoba menenangkan.

“They told me that they will kill my son! They will kill all of them” Erica berusaha berbicara disela-sela isakkannya.

“We Promise, we will find your son. Please!” Aaron mengulurkan tangannya untuk menggapai tangan Erica Wilhem yang merupakan isteri dari salah satu pengusaha kaya di Amerika Serikat

“Erica!!!” Teriak seorang laki-laki yang ternyata adalah suaminya – Mathew Wilhem yang meninggalkan rapat pentingnya ketika melihat pemberitaan tentang yang dilakukan oleh isterinya melalui televisi

“Apa yang kau lakukan?”

“Aku harus melakukannya, kumohon pergilah! Aku melakukan ini demi Eric” Erica

“Dont!” Erica menunjukan telapak tangan sebelah kiri yang tak mengengam alat pemacupada Seunghyun, Aaron dan Suaminya yang berusaha mendekati nya “Jangan mendekat atau aku akan meledakkannya!!!”

“Honey Please Dont, Aku takkan membiarkan kau melakukannya. Kumohon jangan membuatnya semakin sulit.” Mathew menatap isterinya dengan memohon hingga mengeluarkan air mata.

“Kalau begitu bawa anak ku padaku sekarang, i just want to see my baby” isak Erica

“Please Bring my baby, Please”

“GUN!!!!” teriak salah satu Agent FBI yang berada disana menunjuk pada seseorang yang tiba-tiba datang dari arah belakang Mathew Williams dan mengeluarkan sesuatu dari dalam jaket yang ia kenakan.

“No No No Dont Shoot!!!” teriak Aaron pada anggota FBI lainnya yang mengarahkan senjatanya pada laki-laki yang belum diketahui namanya tersebut. Tanpa siapapun sadari Woobin meninggalkan scene perlahan untuk kembali kedalam tenda bersama NTS yang lain.

“Who the hell is he?” tanya Woobin pada anggota NTS yang berada dalam tenda.

“Still Searching” Jawab Jaehyun tanpa mengalihkan pandangannya dari layar Macbook pro miliknya.

“Can someone give me information about Erica Wilhem?!” Teriak Minhee membuat semua orang menghentikan kegiatannya, menatapnya dengan pandangan terkejut.

“I never tell you to staring at me, Just give me Information about Her, Everything that you got!!!” teriak Minhee lagi membuat pada anggota FBI yang berada didalam tenda pun kembali pada kesibukannya masing-masing.

“The Angel Transform into the Devil” Sung Joon hampir saja tertawa melihat wajah lucu para FBI analyst yang pucat pasi, namun Sung Joon memutuskan untuk kembali menutup mulutnya ketika Minhee menatapnya dengan tatapan membunuh miliknya.

“Jaehyun?” Minhee menatap Jaehyun yang sepertinya sedang memasukan kode. Jaehyun berusaha membobol database yang dimiliki oleh seluruh dunia, terutama CIA dan FBI.

“I need database for all the Victim and those Jerk!”

“This is Crime!” Minhee menggelengkan kepalanya menatap Jaehyun yang juga menggelengkan kepalanya.” We dont have time, as long as we act like stupid person, i can guarantee we will got children’s body soon” Minhee menatap Woobin dan Sung Joon yang menganggukan kepalanya setuju dengan yang dikatakan oleh Jaehyun.

Tak selang berapa lama Minhee menerima Map berisi informasi yang diberikan oleh FBI analyst, ia membaca dengan cepat seperti yang diajarkan oleh rekannya Cheonsa untuk dapat meraih inti dari setiap halaman bahkan setiap buku yang ia baca, namun tetap saja Minhee tak bisa membaca secepat Cheonsa.

“What?!” Sung Joon menatap Minhee yang menyentuk keningnya seraya mendengus kesal, Sung Joon merebut paksa Map berisi informasi tentang Erica yang berada ditangan Minhee.

“Whats FBI do? They just can get that trash information? Even our rookie can get more than that” Minhee mengeluhkan kinerja analyst FBI tentang data yang saat ini berada di tangan Sung Joon.

“Hey You!, whats your name?” Minhee menyentuh pundak seorang wanita yang berada dua kursi dari tempat Jaehyun saat ini.

“Ella”

“Ella, leave what you’ve done and help me!” Minhee

“Oke, what you need?!” Minhee tersenyum mendengar pertanyaan Ella dengan nada yang bersemangat.

“Back Track what Mathew and Erica Wilhem do since 3 days ago, Every Information that you get really helping us to find what happen exactly”

“Got it” tanpa diminta dua kali Ella melakukan apa yang Minhee minta dengan seksama.

“Damn!” Minhee melangkahkan kakinya mendekati Sung Joon dan Woobin yang sedang mengotak-ngatik sesuatu. Sung Joon sepertinya sibuk dengan laptop yang berada dihadapannya, sementara Woobin sedang membuka notes yang ia miliki seraya menatap layar monitor.

“Fokus kepada Life fest yang dikenakan oleh Erica!” pinta Woobin pada Sung Joon

“Apa?” tanya Minhee

“Aku mencoba mencari tahu, apakah ini adalah BOM sungguhan atau tidak”

“Kau harus cepat, sepertinya wanita itu mulai kehilangan kesabaran”Minhee memandang cemas kearah Woobin

“Mam!” Minhee berlari mendekati Ella. ” aku berhasil membobol CCTV keluarga Wilhem. Aku menemukan Ny Wilhem menerima telepone dari seseorang yang tidak dikenal”Ella menunjuk kepada Erica yang sedang membuka sebuah kotak didalam ruang kerja suami nya dan terekam dalam CCTV.

“Call Agent Granger! Minta ia untuk datang kerumah keluarga Wilhem, temukan telepone gengam itu untukku! Dan kau lacak dari mana panggilan tersebut berasal”

“Roger that”

“Bagaimana? Sudah ada kemajuan?!” Minhee kembali mendekati SungJoon dan Woobin yang masih berkutat dengan Bom yang terpasang pada life fest.

“Aku bahkan baru melihat rakitan seperti ini”keluh Woobin yang tetap membolak balikkan notes yang berada dihadapannya.

Minhee mengambil tempat bersebelahan dengan Jaehyun dan menatap layar monitor Macbook dengan seksama. Ia mengetikan sesuatu pada keyboard yang berada dihadapannya, membuat layar tersebut terfokus pada laki-laki yang mengarahkan baretta handgun miliknya kearah Erica. Minhee kembali menekan tuts keyboard untuk memfokuskan layar CCTV kepada wajah laki-laki tersebut.

“Jaehyun, Hubungi Jongsuk. Aku butuh berbicara dengannya.” Jaehyun mengerutkan dahinya menatap Minhee yang menatap layar laptopnya dengan serius seraya berusaha menghubungi Jongsuk. “You are conected!” Jaehyun meletakkan telepone gengam nya diantara kedua laptop yang berada di hadapan dirinya dan Minhee .

“Heii Bebs, How Washington? I thought you already miss me” tawa Jongsuk yang berada di Korea.

“Uh-huh!” teriak Minhee membuat Jongsuk yang tanpa diketahui oleh Minhee menyugingkan senyumnya . Jaehyun menghubungi Jongsuk melalui telepone satelite yang tersedia didalam tenda.

“Shut Up!! I need your help”

“Whats happen? Tell me!” Jongsuk mengubah nada bicaranya menjadi lebih serius. Tidak dapat dilihat oleh Minhee jika Jongsuk menghentikan makannya untuk fokus dengan yang akan Minhee katakan.

“Listen Carefully handsome. Bitting lips, eyes look down to another side.” Minhee mengatakan tanpa melepaskan tatapannya dari layar monitor

“Guilty and Could be Shame” Jongsuk melanjutkan perkataan Minhee

Minhee mengalihkan pandangannya menatap telepone satelite yang digunakan untuk menghubungi Jongsuk dengan dahi berkerut, menatap Jaehyun sekilas kemudian beralih menatap layar monitor yang berada di hadapannya

“So Whats Happen at there?” tanya Jongsuk yang tidak mengetahui kejadian yang sesungguhnya

“I sent link to your Tablet” Jaehyun mengetikan sesuatu dengan cepat sedangkan Jongsuk yang berada di Korea Selatan segera mengeluarkan tablet dari dalam backpack, menekan tombol Link yang muncul dalam layar tablet 10 inch miliknya.

“Penyesalan, Malu, tertekan!”Jongsuk menganalisa wajah Erica dan laki-laki belum diketahui namanya tersebut dari Korea Selatan melalui Tablet dan telepone gengam nya untuk berbicara dengan 3rd team partner yang berada di Washington DC.

“What Kind of terorist Show Guilty and Shame?” gumam Minhee yang dapat didengar oleh Jongsuk dan Jaehyun.

“His name is Bobby 34 th, Mantan tentara Amerika , ia diberhentikan secara tidak hormat oleh pemerintah 5 tahun yang lalu akibat pengedaran narkoba didalam Camp military di Irak.” Ella menghampiri Minhee dan Jaehyun dengan beberapa lembar kertas yang berada ditangannya

“No No No, There was a Bom on His body!” Woobin bangkit dari kursinya untuk kembali kedalam Mall disusul oleh Sung Joon. “What kind Of Bom?!” Teriak Minhee membuat Woobin menghentikan langkahnya sejenak kembali menatap Minhee dan Jaehyun yang juga bangkit dari kursinya “The Real BOM” Woobin kembali melanjutkan langkahnya.

“I need Bom Squad in 2 minutes” Teriak Sung Joon berlari menyusul Woobin. Minhee mengacak-ngacak rambutnya kesal seraya menatap Jaehyun yang menghela nafasnya khawatir.

To Be Continued

Hello everyone, This is my first Action, Detective, Friendship Genre.

The 3rd team is serial story (means that every episode will appear with different case).

I will let you know that Every episode will be 3-4 part, even more).

Honestly i didnt have confident to make or publish this into my wordpress but my friend Ririnsetyo told me that my story was good and makes me confident to post it here.

Thankyou for Ririn who always busy because of this .. hehehe

Everyone I hope you Enjoying this Story.

Thankyou and Please leave comment.

Notes : Sorry For Typo ^^

 

Advertisements
Leave a comment

7 Comments

  1. esakodok

     /  June 13, 2015

    ngilerrr baca ini
    aigooo
    iri dan dengki ada orang sekeren mereka..cerdasnya luar biasa…
    q paling suka part perkenalannya..kliatan eksklusif banget

    Like

    Reply
  2. Rhea

     /  July 21, 2015

    maaf kak, aku baca yang series baru di kak ririn
    baru nemu disini yang pertama
    keren banget, jenis ff yang kudu mikir buat bacanya
    boleh tu kak buat novel😁😁😁

    Like

    Reply
  3. aku paling suka fanfic dgn genre ini. Apalagi kalau udah ngelibatin wanita dan senjata. Itu keren!

    Like

    Reply
  1. The Third Team Series : Casino Alias (Part 2) | Kim's Cinema
  2. Twilight Tears | Kim's Cinema
  3. The Third Team – Casino Alias (Part 3 – End) | Kim's Cinema

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: