Our Happy Ending – Part 4

Cast :

Park Cheonsa

Choi Siwon

Cho Kyuhyun

Seo Ji Hye

Supporting Cast:

Park HaeJin

Park Chanyeol

Kim Ryeowook

Yoo In Na

Author: Alicia Kim /@Qraelf

Terimakasih telah menyadarkanku bahwa sejak awal kau memang bukanlah untuk ku , maafkan aku yang telah memaksakan kehendakku untuk menjadikan mu pendampingku. Aku mencintai mu, bahkan sangat mencintai mu karena itulah aku rasa ini saat yang tepat untuk mengembalikan mu pada seseorang yang kau cintai dengan hatimu.

-Park Cheonsa-

 

****

“Berhenti!”

“Xiumin – Aku bilang Behenti!!!” Xiumin terkejut teriakan Cheonsa yang meminta nya untuk meminggirkan mobil. Xiumin memandang sekitar dengan tatapan menyelidik mengingat keadaan sudah cukup larut dan sangat sepi. Cheonsa keluar dari mobil dan memilih untuk berjalan tanpa peduli dengan suasana yang gelap dan menyeramkan. ia terus saja melangkahkan kakinya dengan air mata yang terus mengalir dikarenakan pertahanannya selama ini runtuh ketika melihat Siwon bersama Ji Hye dalam satu kamar, dan karena keputusan yang paling sulit telah ia utarakan yaitu perceraian.

“Nyonya muda – Nyonya Cheonsa!” dengan tergesa Xiumin keluar dari kursi kemudi menghampiri Cheonsa yang terduduk lemas setelah 1 km berjalan kaki tanpa arah.

“Nyonya anda baik-baik saja?!” Xiumin merutuki pertanyaan bodoh yang keluar dari mulutnya , mana mungkin keadaan Cheonsa baik-baik saja setelah apa yang terjadi padanya hari ini.

“Sebaiknya kita pulang, ini sudah malam tidak baik untuk anda” Xiumin memanggil menyentuh pundak Cheonsa, ia menatap nanar keadaan Cheonsa yang sangat menyedihkan

“Aku melepasnya , aku sudah melepasnya dan kami akan segera bercerai!” Xiumin menghela nafasnya menatap Cheonsa yang kembali terisak. ” Apa yang harus ku lakukan? – katakan apa yang harus ku lakukan?!!” Cheonsa menundukkan wajahnya seraya mengenggam ujung seragam supir yang Xiumin kenakan .

“Tolong bantu aku Xiumin sshi, tolong kembalikan dia padaku, tolong buat Siwon Oppa sadar jika aku sangat mencintainya, aku sangat membutuhkannya!”

“Kita pulang Nyonya , anda bisa sakit jika seperti ini terus!”

“Aku tidak mau pulang dan bertemu dengan Siwon, tolong bawa aku pergi dari sini, aku mohon bawa aku pergi dari sini kemanapun, Aku akan ikut dengan mu, aku tidak sanggup lagi menerima nya, ini terlalu sakit ” Cheonsa memukul –mukul dadanya

“Nyonya Cheonsa hentikan!”Xiumin mengengam lengan Cheonsa dari belakang membantunya berdiri serta menuntunnya untuk kembali kedalam mobil.

“Mendiang ibu ku pernah mengatakan Tuhan Tidak akan memberikan Cobaan yang tidak bisa diatasi oleh umatnya, dan aku percaya anda bisa melewatinya. Anda mungkin terkejut dengan apa yang terjadi hari ini – dengan apa yang anda putuskan! Anda boleh menangis selama mungkin tapi hanya untuk hari ini, besok kau harus bersikap seperti semua tidak pernah terjadi apapun, tunjukan pada DUNIA bahwa anda bukan wanita lemah yang bisa direndahkan “Xiumin seraya memapah Cheonsa untuk masuk kedalam mobil. Xiumin memperhatikan Cheonsa dengan tatapan iba dari Spion tengah, ia membayangkan jika hal yang Cheonsa alami dialami oleh adik perempuan semata wayangnya, jika Cheonsa adalah Adik atau bagian dari keluarganya ia tidak segan-segan untuk membunuh Siwon.

In The Morning

Park Chanyeol’s Private House

Seoul


“Selamat pagi ” Chanyeol yang masih mengenakan pakaian tidurnya menyapa ketiga maid yang bekerja dirumah sederhana miliknya. Rumah bergaya minimalis hasil menyicil menggunakan uang kerja hasil paruh waktu. Rumah yang diam – diam Haejin dan Cheonsa lunasi sebagai hadiah kelulusan nya 2 tahun yang lalu.

“Aku ingin sarapan – Apapun yang kalian sajikan akan bersarang indah di perutku yang super rata ini” tawa Chanyeol membuat maid dirumah nya pun tersenyum.

“Tuan muda akan sarapan terlebih dahulu atau ingin menunggu Nona Cheonsa?” Chanyeol menatap salah satu maid dengan mengerutkan dahinya.

“Cheonsa Noona?!- kapan ia datang?”

“sekitar pukul 2 dini hari tadi . Nona Cheonsa meminta ku untuk tidak membangunkan anda ” Chanyeol melangkahkan kakinya dengan cepat menuju lantai dua tanpa memperdulikan salah satu maid yang belum menyelesaikan perkataanya.

Chanyeol membuka pintu kamar Cheonsa dengan perlahan, mengedarkan pandangannya keseluruh kamar Cheonsa yang ia design  Minimalis Feminime khusus untuk noona nya tersayang, Chanyeol memutuskan untuk masuk kedalam setelah menajamkan telinganya –ia tidak mendengar suara air mengalir dari pancuran kamar mandi yang terdapat didalam kamar Cheonsa. Chanyeol pun melangkahkan kakinya dan mendapati Cheonsa masih terbaring didalam selimut warna warni miliknya tanpa mengaktifkan penghangat.

“Noona kau masih tidur?!” Chanyeol menyalakan penghangat ruangan seraya mengerutu ” kau bisa sakit dan haejin hyung akan membunuh ku jika kau terus seperti ini!”

“Chanyeol – ii” Chanyeol meraih tangan Cheonsa yang menjulur padanya.

“Aku disini Noona”

“Temani aku ..” Chanyeol merebahkan diri bersebelahan dengan tubuh Cheonsa, ia terkejut karena Cheonsa memeluknya dengan erat . Cheonsa selalu melakukan hak seperti ini jika ia merasa sedih atau sedang ada masalah.

“Sesuatu terjadi Noona?!”

“Aku akan bercerai jangan tanyakan alasannya, karena ini adalah yang terbaik untuk kami berdua!” Cheonsa berusaha menahan isak tangisnya, dengan ragu Chanyeol menarik kakak sepupunya ini kedalam pelukannya , menepuk punggungnya dengan lembut hingga Chanyeol merasa Cheonsa sudah tertidur kembali.

“Hyung! sepertinya kau harus kembali, Cheonsa Noona membutuhkan mu!” Chanyeol mengakhiri pembicaraannya dengan seseorang.

Hyundai Auto Corporation

Choi Siwon’s Office

Siwon hanya bisa termenung di kursi singasananya, beberapa berkas yang dibawakan oleh hyuna dan beberapa karyawannya tak ada satu pun yang disentuhnya “Sebenarnya apa yang terjadi pada mu – hooh?!”Kevin menghampiri Siwon yang terlihat tidak bersemangat dan berantakan.

“Berkas-berkas ini perlu kau periksa dan tanda tangan – sesegera mungkin!” Kevin melonggarkan dasinya ketika perkataannya hanya dibalas tatapan meminta belas kasihan.

“Terserah kau saja!—” Kevin memilih meninggalkan Bos yang terlihat sangat amat menyedihkan. Ia memilih untuk berlindung dibawah mejanya sebelum Siwon mengamuk karena ia terus memaksa Siwon memeriksa berkas-berkasnya.

“Choi Siwon – apa yang kau lakukan pada Cheonsa?!”Donghae masuk kedalam ruangan Siwon tanpa permisi, ia terkejut ketika mendapatkan pesan singkat dari isteri sahabatnya yang juga teman sepermainan nya memintanya untuk menjadi pengacara pribadinya.

“Kau gila – sudah ku katakan sebelumnya jangan pernah menyakitinya!! kau tidak tahu bagaimana dia mencintai mu eoh?!” Donghae melemparkan Surat Kuasa yang telah Cheonsa emailkan padanya 5 menit setelah pesan singkat diterima oleh Donghae.

“Jadi – a melakukan apa yang katakan” Siwon meraih surat kuasa yang ditandatangi oleh Cheonsa.

“Batalkan seluruh jadwalnya Siwon hari ini “Donghae mengakhiri perkataanya tanpa peduli Kevin mengumpat kesal meninggalkan ruangan Siwon.

“Sekarang Ceritakan Padaku.. semuanya secara detail..aku takkan pergi kemana pun sampai kau menceritakan semuanyapadaku” Donghae menunggu Siwon yang akhirnya buka suara menceritakan apa yang terjadi, ia menceritakan kebingungannya – menceritakan apa yang Cheonsa katakan untuk membelanya dan bagaimana ia menyesal telah membuat Cheonsa terluka terlalu dalam.

“Sudah ku katakan jangan lagi kau berurusan dengan seorang Ji Hye.. kau tahu sendiri jika Ji Hye yang sekarang tidak seperti Ji Hye yang dahulu?”Donghae melonggarkan dasinya

“Kau lupa aku juga yang membuatnya menjadi seperti ini”

“Karena kau meninggalkannya untuk menikah dengan Cheonsa ? Come on Mr Choi! – bukan kah dia yang melepaskan mu terlebih dahulu disaat kau ingin mempertahankan hubungan kalian?”Hyukjae menimpali percakapan mereka, Hyukjae langsung datang menemui Siwon setelah Donghae menghubungi nya.

“Kau datang”Donghae bangkit dan memeluk Hyukjae

“Sejak tadi, namun sepertinya kalian sedang serius jadi aku lebih memilih mendengarkan saja, Kevin menceritakan apa yang terjadi padamu” Hyukjae menepuk pundak Siwon dengan lembut

“Lalu apa yang harus ku lakukan? Cheonsa bahkan sudah mengajukan cerai”Siwon Lirih, tatapan Hyukjae beralih pada Donghae seolah menanyakan apakah yang dikatakan Siwon itu benar adanya

“Dia memintaku untuk menjadi Kuasa Hukumnya”

“Apa kau benar-benar tidur dengannya?”Hyukjae bertanya dengan serius

“Aku juga tidak tahu – seingatku aku tidak melakukan apapun, bahkan aku menolaknya saat ia mencoba mencium ku”Siwon menerangkan apa yang ia ingat saat kejadian di hotel beberapa hari yang lalu.

“Apa kau yakin dengan yang kau katakan?”Hyukjae memandang Siwon, seolah tidak percaya dengan yang Siwon ceritakan.

“Are you my friend? – How long you know me?”

“10 years, but isnt enough to me to trust you, kau tidak lupa bagaimana kau memperlakukan Cheonsa sejak dulu bukan? Bagaimana kau selalu mengolok-oloknya saat SMA dulu, bagaimana kau selalu membuangnya dari jarak pandang mu?!

“Sudah ku katakan Ji Hye bukan wanita yang tepat untuk mu! sekarang lihat apa yang ia lakukan?! MEMBUAT HIDUPMU BERANTAKAN! DAN MEMBUAT MU MENYESAL!!” ujar Hyukjae dengan penuh penekanan.

“Sebentar lagi ia akan menemui mu dan mengatakan bahwa ia sedang mengandung anak mu!” Hyukjae mendengus menatap tajam kearah Siwon dan Donghae bergantian.

“Ji Hye tidak akan melakukan hal seperti itu!”

“Cih, kau bodoh! Pantas saja Cheonsa meninggalkan mu begitu saja . Aku berani bertaruh atas 10% saham ku diperusahaan mu. Aku akan memberikannya kepadamu, jika Ji Hye tidak melakukan apa yang ku katakan!” Hyukjae meninggalkan Siwon dan Donghae begitu saja.

“Ya!! Kau itu teman ku atau bukan?!” Teriak Siwon membuat Hyukjae menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya menghadap Siwon dan Donghae.

“Kali ini aku berteman dengan Cheonsa, bukan dengan mu, Tuan Choi!”

****

 Back to Chanyeol Private House

“Noona – ayo kita sarapan?!” Chanyeol dibantu salah satu maid nya menghampiri Cheonsa yang terdiam dengan memandang kerah luar jendela kamarnya. “kau harus makan , aku tak mau jika Hyung melihat mu seperti ini!”

“Haejin Oppa?! Apa Oppa ku akan datang?!” Chanyeol tersenyum seraya menganggukan kepalanya. Cheonsa memalingkan wajahnya menyembunyikan air mata yang turun di kedua pipi nya.

“Kenapa kau menghubungi nya?!”

“Kau membutuhkan nya Noona, aku tahu kau sangat membutuhkan Haejin hyung untuk berada disamping mu.”

“Noona – apa benar yang kau katakan tadi?” Chanyeol menyuarakan apa yang menjadi pikirannya saat ini. “Apa yang sebenarnya terjadi dengan kalian, kenapa kau tiba-tiba memutuskan untuk bercerai?”

“Chanyeol-ii , Aku lelah berpura-pura, sejak awal pernikahan kami memang tidak dalam keadaan baik, Siwon Oppa mencintai wanita lain dan selama ini aku hanya dibutakan oleh rasa cintaku padanya. Aku hanya ingin semuanya kembali normal hidupku dan hidupnya!”

“Karena semua yang dipaksakan tidak akan menjadi indah , Apa yang harus ku perjuangkan? Seseorang yang ku cintai? Atau kalian yang mencintai ku?!”

“Kau sudah melakukan hal yang benar Adikku?!”

Cheonsa dan Chanyeol memalingkan wajahnya menatap seorang lagi bermarga Park yang tiba setelah perjalan panjangnya. Park Haejin langsung memerintahkan Pilot pesawat yang seharusnya membawa Haejin menuju Praha memutar haluannya menuju Korea membatalkan seluruh rapat penting hingga membuat seluruh pegawai yang berada di praha kebingungan. Haejin melakukannya ketika mendapat kabar dari Chanyeol tentang kondisi Cheonsa.

“Oppa!!!”

Cheonsa berlari menghampiri Haejin memeluknya dengan sekuat tenaga, meluapkan rasa rindu dan seluruh perasaan sedih yang ada didalam hatinya saat ini. Cheonsa tidak membutuhkan apapun, ia hanya membutuhkan orang-orang yang tulus mencintainya dan Keluarga adalah tempatnya.

“Apa harus aku mengalami hal seperti ini dahulu agar kau bisa meluangkan waktu untukku?” Haejin merasa tertohok dengan perkataan Cheonsa, memang benar Haejin memang sudah tidak pernah menghabiskan waktunya lagi bersama Cheonsa, terlebih lagi sejak Cheonsa menikah dengan Siwon.

“Aigoo, Chanyeol ii, apa kau tahu dimana adikku yang manis berada? Kenapa aku hanya menemukan wanita paruh baya disini bahkan ia memelukku?!” Haejin melepaskan pelukkanya pada Cheonsa, menatap Chanyeol dengan memasang wajah lucu guna menggoda Cheonsa yang masih sibuk menyeka air matanya.

“Oppa!!!! Kau dan Chanyeol, kalian berdua jahaaat!!” Cheonsa kembali terisak membuat Haejin kembali menarik Cheonsa kedalam pelukkanya seraya tertawa bersama Chanyeol karena berhasil mengoda adik kesayangannya ini. Namun raut wajah Haejin berubah ketika merasakan tubuh Cheonsa kembali bergetar, ia mengeraskan wajahnya, menatap tajam kearah sekitar seraya menepuk lembut punggung Cheonsa guna menenangkannya.

” Lihat aku! kau sudah melakukan hal yang benar, kau harus mencari kebahagiaan mu sendiri, jika perceraian ini adalah jalan awal untuk menemukan kebahagiaan mu maka, lakukan lah! Aku dan Chanyeol akan selalu mendukung semua keputusan mu!” Haejin mengecup puncak kepala Cheonsa dengan penuh kasih sayang.



“Dia anakmu, Putri kandung mu, Adikku! Bagaimana mungkin aku bisa berada disana ketika ia sangat membutuhkan kehadiran keluarga disisinya!”

“Appa! Cheonsa membutuhkan kita, perusahaan tidak akan menjadi bangkrut jika kita meninggalkan nya selama 1 minggu bahkan 1 tahun sekalipun! Kau mempunyai orang-orang hebat yang akan membantu perusahaan untuk tetep bertahan!”

“Dia itu adikku, Cheonsa adalah adikku, Aku bertanggung jawab atasnya, Jadi!! Berhenti untuk mendikte hidup Cheonsa!! Cukup aku saja yang hidup dalam aturan mu, jangan ganggu adikku! ” Haejin mengacak-ngacak rambutnya seraya berbicara dengan seseorang melalui telepone gengam miliknya.

“Sampai kapan pun aku takkan membiarkan kalian menganggu keputusannya!. Biarkan ia bahagia dengan caranya sendiri” nada bicara Haejin terdengar Frustasi, ia mengepalkan tangannya mendengar balasan dari seberang sana.

“Appa!!! langkahi dulu mayatku jika kau berani memintanya untuk kembali bersama laki-laki yang tidak mencintainya!” Haejin mematikan teleponya begitu saja, ia terkejut ketika membalikan tubuhnya mendapati Cheonsa menatapnya dengan tatapan sendu.

“Appa pasti tidak suka dengan keputusan ku, Appa pasti menyalahkan mu karena membela ku, seharusnya kau tidak usah membelaku, biar aku yang mengatakannya langsung pada Appa” Haejin berjalan cepat memeluk Cheonsa yang menitihkan air matanya, ia sangat mengetahui bahwa Cheonsa tidak suka melihat atau mendengar Haejin bertengkar dengan Ayah mereka yang terkenal keras.

“Appa tidak memarahi ku, Appa hanya terlalu mengkhawatirkan kondisi mu, karena Appa sangat mengetahui bagaimana perasaan mu terhadap Siwon?!” Haejin mengusap lembut punggung Cheonsa. Semenjak keputusannya berpisah dengan Siwo, Cheonsa semakin sering menangis, ia menjadi lebih sensitive sehingga membuat Haejin dan Chanyeol ragu untuk meninggalkan nya sendirian. Pada akhirnya Haejin memilih untuk melakukan pekerjaanya di Korea disalah satu perusahaan mereka yang berpusat dikorea, sementara Chanyeol mengambil alih Marvellous yang ditangani oleh Cheonsa.

****

ChocoBonBon Bakery and Cake

Hyukjae Family Business

“Yaa!! Lee Hyukjae seharusnya kau mendukung Siwon bukan malah memusuhi nya seperti itu!!” Lee Donghae masuk kedalam toko, menaikkan nada bicara nya ketika melihat Hyukjae yang sedang mengontrol persediaan roti dan cake di meja display. Hyukjae menghentikan kegiatannya memutar tubuhnya menghadap Donghae tanpa ekspresi apapun.

” jika kau kemari hanya untuk membela nya lebih baik kau pergi, karena aku berniat untuk mengunjungi Cheonsa!” Hyukjae melangkahkan kakinya melewati Donghae yang harus mengeser sedikit tubuhnya agar tidak bertubrukkan dengan Hyukjae.

“YA !!” Donghae mengikuti kemana kaki Hyukjae melangkah “Sebenarnya apa yang terjadi padamu? Kenapa kau menjadi emosi seperti tadi?”

Hyujkae memutar kembali tubuhnya menatap Jengkel Donghae yang masih juga tidak mengerti. “Apa harus ku beritahu alasan aku melakukanya? Aku hanya ingin ia berfikir dan bertindak dengan benar, dia terlalu dibutakan oleh seorang Ji Hye dan memperlakukan Cheonsa seperti selama ini ia memperlakukannya.” Hyukjae menghela nafas.

“Untuk kasusnya dan Cheonsa, Siwon harus menyadari satu hal –lebih baik bertahan untuk seseorang yang mencintai mu dari pada orang yang kau cintai. Kau bisa bayangkan bagaimana bahagia nya hidup Siwon bersama Cheonsa kelak dibandingkan dengan hidup bersama Ji Hye”

“Jadi menurut mu aku harus menahan Berkas perceraian yang diminta Cheonsa mengulur waktu agar mereka dapat kembali bersama?!”

“kau berbicara atas dasar apa? Sebagai pengacara dari Park Cheonsa atau sahabat dari Seorang Choi Siwon?!”

“Jika kau berbicara sebagai Pengacara, bersikaplah profesional kau harus memprosessnya secepat mungkin, membantu Cheonsa untuk melakukan apa yang menjadi keinginannya, membantunya untuk meraih kebahagiaan baru nya.”

“Tapi –”

“Jangan pertaruhkan reputasi mu sebagai pengacara hanya untuk masalah yang sama sekali bukan urusan mu”

Few Days later

Marvellous Corporation

Rooftop

Cheonsa menatap pemandangan indah Kota Seoul diwaktu malam, memandang indahnya lampu-lampu yang menghiasi gelapnya langit dimalam hari. cahaya yang seolah-olah memberikan rasa hangat pada setiap orang, namun perasaan itu justru berbanding terbalik dengan apa yang ia rasakan saat ini. Sudah tidak terhitung berapa tetes air mata yang keluar dari mata indahnya, bahkan Cheonsa tidak menyadari dingin menyerang tubuh nya yang hanya menggunakan Dress kantor tanpa balutan blazer ataupun Coat yang seharusnya ia kenakan hari ini. Jari-jarinya mengenggam erat Amplop besar berwarna Coklat berisi beberapa kertas yang akan mengubah cerita hidupnya.

“Kau akan sakit jika terus seperti ini” Cheonsa terkejut mendengar suara seseorang bertepatan dengan Coat yang dipakaian ketubuhnya, ia tersenyum mendapati Cho Kyuhyun berhasil menemukan keberadaan dirinya.

“Bagaimana kau bisa menemukan ku?” Cheonsa menatap Kyuhyun yang mengambil tempat disebelahnya. “Aku menghubungi Xiumin, ia mengatakan kau masih berada dikantor dan aku tidak menemukan mu diruangan mu, dari sanalah aku tahu kau berada di rooftop. Bukan kah rooftop selalu menjadi tempat persembunyian mu Park Cheonsa?” Cheonsa menundukkan wajahnya, tersenyum kemudian menatap Kyuhyun yang berada bersebelahan dengannya.

“You really know me”

“Of Course i am”

“Apa yang kau pikirkan?? Jangan katakan kau tidak memikirkan apapun. Tidak mungkin kau menyendiri hanya untuk menikmati malam yang dingin ini tanpa menggunakan blazer dan ditemani segelas coklat hangat”Kyuhyun meyuggingkan senyum nya ketika mendengar Cheonsa menghela nafasnya tanda ia menyerah karena Cho Kyuhyun selalu mengetahui apa yang sedang ia pikirkan dan ia rasakan.

“Bacalah..”

Kyuhyun menerima Amplop yang diberikan oleh Cheonsa, ia membacanya dengan seksama isi dari kertas –kertas yang berada didalam amplop tersebut. ia memandang Cheonsa dengan tatapan tidak percaya.

“Kau?! Apa kau serius dengan yang kau lakukan?”

Bodoh sebenarnya jika Kyuhyun bertanya seperti itu, ia ragu apakah Cheonsa sudah benar-benar Siap jika harus kehilangan Siwon yang sangat dicintainya, merubah status nya menjadi seorang Janda. Kyuhyun juga mengingat bagaimana kerasnya Ayah kandung Cheonsa yang sudah pasti akan menentang perceraiannya dengan Siwon.

“Aku tidak tahu! – Aku mencintai nya, sangat mencintainya. Karena rasa cintaku lah yang membuatku mengambil keputusan ini.”

Cheonsa menghela nafasnya memandang kearah langit demi menyembunyikan air matanya. Sungguh wanita mana yang akan sanggup menghadapi perceraian, perceraian yang akan memisahkan nya dari orang yang paling ia kasihi, perceraian yang akan merubah statusnya menjadi seorang janda.

Mouse and Rabbit Cafe

Konkuk University

Keesokan harinya Cheonsa membuat janji dengan Lee Donghae , pengacara sekaligus teman sepermainan Cheonsa dan Juga Siwon. Menyeruput Hot chocolate di cafe yang menjadi langanannya sejak beberapa bulan yang lalu. Minhee sesekali sesekali tersenyum melihat anak-anak remaja yang mengenakan seragam SMA sedang bersenda gurau dengan teman-temannya maupun dengan kekasihnya. Cheonsa juga merasa kagum dengan para Mahasiswa yang berkumpul untuk mengerjakan tugas bersama dibandingkan dengan sekedar bercanda tanpa akhir.

“Maaf aku datang terlambat ”

“Tidak apa-apa aku juga belum lama”

“lalu apa yang harus ku lakukan Nyonya Choi ” Donghae mengambil tempat dihadapannya.”Park Cheonsa As you know Mr Lee Donghae, i never being Mrs Choi from the begining“Cheonsa tersenyum kecut seraya meminum Hoy Chocolate miliknya.

“Oke! Oke! Im Sorry – So What can i do for you now Ms Park “Donghae mengeluarkan Notes kecilnya. “As my lawyer, Please send My Divorce letter to court and of course to Mr. Choi Siwon”

“Wow – Wow- Wow! calm down lady!! You are so fast. i thought i send that 2 days ago and now you gave me back?”

“aku hanya ingin semua nya cepat selesai, menjauh dari kehidupannya dan memulai semuanya dari awal” Cheonsa mengalihkan pandangan keluar jendela seraya menghela nafasnya. “Jadi kau memutuskan untuk menyerah?”Donghae menatap nanar Cheonsa.

“Bukan Menyerah – lebih tepatnya memberikan Siwon jalan untuk menemukan kebahagiaan nya yang hilang.. kebahagiaan yang telah ku renggut sejak 10 tahun lalu”jelas Cheonsa

“10 tahun yang lalu?”

“10 tahun lalu, saat aku datang semua perhatian keluarga Choi yang awalnya hanya untuk dirinya teralihkan untukku dan –”

“-kebenciannya memuncak setelah aku menyetujui perjodohan yang dirancang oleh kedua orang tua kami, yang mengharuskan dirinya meninggalkan Ji Hye kekasih yang sangat ia cintai ”

“Cheonsa sshi…” Donghae menatap nanar Cheonsa yang tersenyum padanya.

“Tolong anggap aku sebagai adik perempuanmu bukan sebagai istri dari sahabatmu. Apa kau tega membiarkan adik perempuan mu mempunyai rasa bersalah seperti yang ku rasakan?”Cheonsa menatap Donghae yang mengelengkan kepalanya. “Tapi kau mencintainy, aku percaya suatu hari Siwon akan sangat bersyukur mempunyai kau disisinya sebagai istrinyaa ”

“Tidak akan ada suatu hari, ini sudah cukup untukku dan untukknya. Aku mohon sebagai pengacaraku lakukan apa yang harus kau lakukan”Cheonsa mengenakan kacamata hitamnya dan pergi meninggalkan Donghae yang masih berkutat dengan pikirannya sendiri.

Few Weeks Laters

Pengadilan Negeri Seoul

“Terimakash sudah membantu adikku ” Haejin melangkahkan kakinya keluar dari ruang persidangan bersama Donghae diikuti Cheosa dibelakangnya. Cheonsa berusaha menutupi rasa sedihnya dengan tetap tersenyum.

“Aku permisi dulu, ada rapat yang harus ku hadiri.” Haejin dan Donghae saling berjabat tangan. Haejin mengalihkan pandangannya menatap Cheonsa. “Kau pulanglah bersama Chanyeol – Aku harus kembali ke kantor!” Haejin mengecup kening Cheonsa sebelum meninggalkan Donghae bersama Cheonsa.

“Donghae –ssi, Terimakasih sudah membantu ku”

“Aku masih berharap semuanya takkan berakhir seperti ini” Cheonsa mengalihkan pandangannya pada Donghae yang berada disebelahnya, ia tersenyum menatap Donghae juga menatapnya. ” Aku tahu –aku tahu, kau tidak perlu mengatakan lagi alasan kenapa kau harus melakukannya. Sebagai teman , aku harap kau bahagia dengan semua keputusan mu”

“Terimakasih – Lee Donghae!”

“Sepertinya aku harus segera pergi” Cheonsa mengikuti arah pandang Donghae dan mendapati Siwon datang menghampiri mereka. Cheonsa tersenyum seraya melambaikan tangannya pada Donghae yang merupakan sahabat sekaligus klien yang mengurus perceraiannya dengan Siwon.

Cheonsa tersenyum menatap Siwon yang sudah berdiri bersebelahan dengannya. “Annyeong Oppa!” Siwon menolehkan wajahnya menatap Cheonsa , Ia seperti terhipnotis dengan senyum tulus yang diberikan isterinya – ah mantan isterinya. Benar yang dikatakan Hyukjae bahwa Ji Hye akan datang dan membuatnya menyesal seumur hidupnya karena telah membuat Cheonsa yang mencintainya dengan tulus pergi dari hidupnya.

“Kau masih bisa tersenyum?” Siwon mendengus kesal menatap Cheonsa yang berusaha menaha tawa nya. ” Bukan kah seharusnya kau senang karena telah berpisah dengan ku? dengan begitu kau bisa menghabiskan waktu mu bersama kekasih mu itu!”

“Park Cheonsa!” Siwon menaikkan sedikit nada bicaranya

“ah-wae?!” Cheonsa memutar kedua matanya menatap Siwon yang mendengus kesal. Cheonsa mengulurkan tangannya menunggu Siwon untuk menyambut uluran tangannya. Cheonsa mengerakkan mata menatap tangannya kemudian berpindah menatap Siwon seakan mengatakan “Kau tidak mau bersalaman dengan ku?!”. Siwon menyambut uluran tangan Cheonsa.

“Perkenalkan Aku Park Cheonsa! Siapa nama mu?” Siwon menatap Cheonsa dengan tatapan penuh kebingungan tidak mengerti apa yang dilakukannya. ” Kau harus mengatakan siapa namamu” Cheonsa merajuk.

“Wae?”

“Wae?! – kita harus memulai hidup baru, babak baru dalam hidup kita, berawal dari perkenalan seperti ini. Siapa tahu dikehidupan yang akan kita akan bertemu lagi dengan keadaan yang jauh lebih baik.”

“Cheonsa” Siwon menatap nanar wanita yang berada dihadapannya saat ini.

“Aku harus pergi, Kyuhyun mengadakan acara amal untuk anak-anak penderita kanker dan ia meminta ku untuk menjadi pembawa acaranya. Sampai bertemu lagi Tuan Choi” Cheonsa melangkahkan kakinya meninggalkan Siwon. Ia menyeka air mata yang sedari tadi sudah meminta izin untuk keluar dari kedua mata beningnya.

“Kyuhyun?! – kenapa harus laki-laki itu lagi?” Siwom geram karena lagi-lagi nama Kyuhyun lagi-lagi keluar dari mulut Cheonsa.

“Ya- Park Cheonsa, Aku akan memberikan mu waktu untuk berfikir ulang, selama itu aku akan mengubah semuanya, aku akan berubah menjadi lebih baik dan membuat mu kembali padaku. Aku berjanji!!”

“Jadi kau sudah mulai mencintai Noona ku? – dengan sangat menyesal aku katakan kau sudah sangat terlambat untuk menyadarinya, dan aku tidak akan membiarkan Cheonsa noon kembali pada mu, kecamkan perkataan ku baik-baik!” Siwon menatap pungung Chanyeol yang berjalan meninggalkannya untuk menyusul Cheonsa, rahang nya mengeras ketika mendengar perkataan Chanyeol dengan penuh penekanan.

To be Continued

Part 4 meluncur saudara-saudara, hhahaha semakin absurb aja yaa cerita ini..

Ya sudahlah, kita lihat saja kelanjutannya gimana…

Ini adalah FF berjamur yang sudah mengendap berbulan-bulan hampir setahun,

males baca ulangnya jadi Typo bertebaran ya kawan-kawan..

hahahahhaa


Advertisements
Leave a comment

8 Comments

  1. fighting ne bwat cheonsa buka lmbaran bru..b.moga jdi lbih baik nantinya…

    next part eonn…
    udh glau bca part ini

    Like

    Reply
  2. desifitriyani

     /  May 22, 2015

    koment apa ya bingung nihh.. Pokoknya lanjuutt eonni.

    Like

    Reply
  3. unwritten

     /  June 15, 2015

    kebahagian itu emg gabisa dipaksakan. jd tindakan cheonsa udh bener. sbnrnya yg butuh waktu buat berpikir ya si siwon.

    Like

    Reply
  4. Sangat di sayangkan mereka akhirnya benar2 bercerai…

    Ahh siwon harus lebih giat untuk mendapatkan cheonsa..

    Like

    Reply
  5. Maaf author. .
    baru sempat mampir lg. .
    Tp pas mau baca,, ada yg diprotec lg. . ;-(
    minta PW nya thor. .
    Trm ksh

    Like

    Reply
    • Kirim aja email ke aku, mau baca ff apa,, tapi ga bisa langsung banyak minta nya yaaa (satu persatu dan leave comment)

      Like

      Reply
  6. Oh iya thor, our happy ending kok gk ada sequel ny lg ya??

    Like

    Reply
    • Lagiii prosess (kebetulan lagi sibuk sama kerjaan dan lagi mudik juga) # kemaren2 ditodong sama Woobin buat nyelesaiin Money campaign terus dipaksa Minhee buat bikin tungsten # hahahhaa

      On progress kok tenang aja… Nanti diposting pelan2… # siwon nya suudah ngadat minta diterusin klo ngga akunya nanti di cerai (?)

      Like

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: