OUR HAPPY ENDING – Part 5

Cast :

Park Cheonsa,Choi Siwon

Cho Kyuhyun, Seo Ji Hye

Kang Ha Neul

Supporting Cast:

Park HaeJin, Park Chanyeol

Lee Donghae, Lee Hyukjae,

Kim Ryeowook, Yoo In Na

By : Alicia Kim

Two Months Laters

“Cheonsaaaaaaaa…” In Na merentangkan tangannya ketika melihat Cheonsa masuk kedalam restaurant. Cheonsa berlari untuk memeluk In Na, memeluknya dengan erat seperti ingin membagi semua yang ia rasakan saat ini.

“Bagimana persidangannya?, maafkan aku tak bisa menemani mu.” Ryeowook tidak sabar mendengar cerita Cheonsa. Cheonsa tersenyum menatap Ryeowook seraya duduk bersebelahan dengan In Na.

“Semua nya berjalan dengan lancar dan sekarang aku adalah wanita single, sama seperti kau In Na-ya..” Cheonsa menunjukkan jari kirinya yang sudah tidak terdapat cincin pernikahan mereka. Cheonsa tersenyum seperti tak terjadi sesuatu, namun pada kenyataannya justru kebalikannya, kosong, rapuh seperti siap untuk hancur berkeping-keping.

Cheonsa meraih telepone gengam yang berada dalam tasnya menampilkan caller id nama adik perempuan Siwon.

“Hallo..”

“Eonni..”

Setelah percakapannya dengan Adik perempuan Siwon – Choi Minha. Cheonsa mengundurkan diri dari acara makan siang bersama Kyuhyun dan yang lainnya. Tidak ada hal yang penting disampaikan oleh Minha hanya kedua orang tua Minha meminta untuk bertemu dengan Cheonsa, sekedar untuk menjaga tali silaturahmi.

***

Cheonsa menghentikan kendaraanya tepat didepan kediaman keluarga Choi, memandangi keadaan rumah tersebut , tempat dimana ia dulu dibesarkan bersama Siwon dan Minha, tempat dimana ia pernah menjadi bagian dari keluarga Choi.

“Tok Tok Tok”

Cheonsa terkejut, menatap kesal Lee Hyukjae ” Ya!! Kau mengagetkan ku” dengus Cheonsa keluar dari dalam kendaranya. Ia bertambah kesal mendengar bagaimana Hyukjae menertawakannya. ” Apa yang kau lakukan disini, bukan kah kau datang untuk bertemu keluarga Choi?” Hyukjae menyandarkan tubuhnya pada White Lexus NX 2015 milik Cheonsa.

“Kau harus nya melihat wajah mu itu, sungguh lucu sekali.. hahahha…”

“Yaa.. Lee Hyukjae..!”

“Ayolah,, sepertinya semua sudah menunggu.” Hyukjae melangkahkan kakinya meninggalkan Cheonsa. “Hyukjae-ssi, sebenarnya ada acara apa? kenapa kau ada disini” Cheonsa mempercepat langkahnya agar dapat berjalan beriringan dengan hyukjae.

“Donghae juga datang. Family Tea Time dan makan malam bersama, Aku hanya diberitahu oleh Siwon untuk datang.” Jawab Hyukjae, ia dan Cheonsa masuk kedalam pintu utama kediaman keluarga Choi. Cheonsa mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan, para maid sibuk membawa nampan berisi berbagai macam jenis, tea pot , dan beberapa botol wine.

“Apa ini family tea time nya? Seumur hidup aku tinggal disini, tidak pernah ada family Tea time sesibuk ini” Bisik Cheonsa.

“itu Donghae, aku akan menyapanya..” Cheonsa menghela nafasnya menatap Hyukjae meninggalkannya begitu saja. Cheonsa akhirnya memilih untuk berkeliling, mengingat kembali kenangan indah selama ia tinggal bersama keluarga Choi. Ia pun menghentikan langkahnya menatap Kepala pelayan Song dan isterinya sedang berada didapur dan terlihat panik.

“Paman, bibi ada apa?” Cheonsa menghampiri suami isteri pelayan setia keluarga Choi yang terkejut dengan kedatangannya.

“Nona Cheonsa..”

“Ada apa? ”

“Petugas Catering yang akan menangani snack Tea party akan datang terlambat, kendaraan mereka mengalami gangguan didalam perjalanan.” Jelas bibi Jang dengan nada khawatir. Ia tidak mungkin mendapatkan Catering pengganti dalam waktu singkat.

“Kalau begitu serahkan padaku.” Cheonsa meletakkan tas tangan miliknya di kursi Dapur, mengikat rambut sepundak dengan asal.” Sebaiknya paman mulai menyambut para tamu yang berdatangan.” Cheonsa tersenyum, meraih Apron bermotif Kupu-kupu dari meja dapur dan mengenakannya.

“Apa yang akan anda lakukan nona?” tanya Bibi Jang terlihat bingung.

“Sebaiknya tinggalkan saja aku sendiri.” perlahan namun pasti bibi Jang meninggalkan Cheonsa dengan dahi berkerut, khawatir jika sesuatu akan terjadi pada nona muda nya ini.

Cheonsa mengeluarkan bahan makan dari dalam lemari pendingin, dengan cekatan Cheonsa mencuci dan memotong beberapa jenis buah-buahan, dan sayuran, memotong roti gandum menjadi beberapa bagian, sesekali ia memeriksa pasta yang ia masukan beberapa saat yang lalu. Cheonsa mulai kebingungan karena pasta dan telur yang matang bersamaan, sementara tangannya masih kotor sehabis memotong daun kemangi untuk dijadikan bahan campuran pasta.

“Permisi” panggilan Cheonsa membuat seseorang yang berada tak jauh darinya pun menghentikan langkahnya menatap Cheonsa, orang tersebut pun melangkahkan kakinya mendekati Cheonsa.

“Ada yang bisa saya bantu?” tanya laki-laki yang mengenakan stellan Jas dipadu padankan dengan Tshirt Santai.

“Bisa tolong aku, untuk meniriskan pasta?” laki-laki itu pun terdiam menatap Cheonsa dengan kebingungan, ia menatap kembali penampilan dirinya sendiri seraya bergumam” Apa penampilan ku seperti pelayan?”

“Cepat sedikit, jika pastanya terlalu matang tidak akan enak untuk dimakan!!” Teriakan Cheonsa membuat laki-laki dengan tinggi 177 itu pun terkejut dan langsung membantu Cheonsa. Dan pada akhirnya laki-laki itu pun membantu Cheonsa hingga semua makanan tersaji diatas meja dapur dan siap untuk dihidangkan.

“Selesai sudah” Cheonsa tersenyum menatap lelaki yang berada disebelahnya dengan tatapan lega bercampur puas karena hidangannya terlihat sangat baik.

“Woow, Aku tidak menyangka bisa membuat makanan sebanyak ini hanya dalam waktu – 30 menit.” Cheonsa mengelengkan kepalanya menatap pria yang berada disebelahnya ini. “Kau membantu ku selama 30 menit, namun aku sudah berada di dapur ini hampir selama 2 jam.” Ujar Cheosa seraya melepas Apron dari tubuhnya.

“Memangnya keluarga Choi yang kaya raya tidak mempunyai Catering khusus?”

“Bukannya tidak punya, namun petugas Cateringnya akan datang terlambat jadi aku berinisiatif untuk mengambil alih membuat makanan yang sederhana agar bisa disajikan untuk seluruh tamu undangan.” Jelas Cheonsa seraya memeriksa kembali 6 jenis makanan porsi besar yang berada di hadapannya. “Dan terimakasih aku ucapkan padamu karena telah membantu ku.” Cheonsa menunjukkan senyum manisnya.

****

“Apa?! Cheonsa membuatkan Snack untuk Tea Party sore ini?” Eun Jeung, ibunda Siwon terkejut. Seungwon, Minha dan Siwon pun terkejut mendengar perkataan Eun Jeung. Mereka baru saja dalam perjalan menuju rumah keluarga Choi setelah menghadiri pesta kelulusan Minha.

“Eonni memasak? Sudah lama aku tak merasakan masakan buatanya. Hemm sepertinya enak” Minha sudah tidak sabar menanti.

“Ya.. Choi Minha, kau mengundangnya juga?” Siwon melirik Minha dengan tatapan “Kau mau mati hah?”

“Tentu saja, Cheonsa Eonni, kakak ku juga, dan hubungan kami tetap baik walau statusnya saat ini adalah mantan isteri mu? kenapa kau malu untuk bertemu dengannya?” Cibir Minha

“Yak!! Choi Minha!!” Siwon menaikan nada suaranya

“Wae, Choi Siwon!!” Minha menatap kesal kearah Siwon.

“Kalian berdua berhenti bertengkar!! Berapa umur kalian saat ini?” Minha dan Siwon diam begitu mendengar Seungwon berbicara dengan nada rendah.

“Kenapa aku mempunyai dua anak seperti kalian?” desah Seungwon. ” anak laki-laki ku yang tak tahu rasa bersyukur, dan anak perempuan ku yang hoby sekali membuat keributan.”

“Appa!!” Protes keduanya

****

“Bibi Jang, tolong sajikan makanan ini kepada para tamu” Pinta Cheonsa, ia pun menolehkan kepalanya, mengerutkan dahi karena tak menemukan laki-laki yang sedari tadi membantunya.

“Kemana dia? Aku bahkan belum tahu namanya” Gumam Cheonsa seraya meninggalkan dapur, kembali menuju kendaraan miliknya untuk mencari pakaian ganti.

“Eooniiii…”

Cheonsa mengentikan kegiatannya mencari pakaian didalam bagasi belakang mobilnya menolehkan pandangannya seraya tersenyum melihat Minha berlari kearahnya.

“Eoonniii kau tahu?” Cheonsa menatap Minha penuh minat, menunggu mantan adik iparnya ini untuk melanjutkan perkataanya. “Aku lulus sekolah dengan nilai memuaskan, dan tahun depan aku sudah bisa masuk perguruan tinggi yang aku inginkan – Harvard university?” Cheonsa memeberikan pelukan Selamat kepada Minha ” Minha ku memang hebat, aku tahu itu.”

“Cheonsa, bagaimana kabarmu?” Cheonsa memundurkan tubuhnya menghindari pelukan yang akan diberikan oleh Choi Seungwon. Seungwon mengerutkan dahinya manatap mantan menantu nya dengan heran, begitu pula dengan Eun Jeung dan Siwon.

“Aku berkeringat, dan kalian baru bisa memelukku setelah aku mandi” perkataan Cheonsa membuat Seungwon dan Eun Jeung pun mendesah seraya mengelengkan kepalanya.

“Kalau begitu cepatlah mandi,kau tidak bisa membayangkan kami sangat merindukan mu.” Cheonsa menganggukan kepalanya. Minha pun langsung mengaitkan tangan nya pada Cheonsa, menariknya agar berjalan bersama dengan nya menuju kamarnya. Siwon hanya tersenyum simpul melihat mantan isteri nya setelah dua bulan tidak bertemu. Selama dua bulan ini Siwon bersusah payah untuk melupakan perasaannya terhadap Cheonsa – Perasaan yang terlambat ia rasakan.

Perasaan itu kembali datang bahkan lebih besar setelah melihat Cheonsa saat ini, sedang berbicara dengan laki-laki lain.

Cheonsa tersenyum nanar menatap foto pernikahannya dengan Siwon masih terpajang indah diruang keluarga keluarga Choi. Menangisi? Tidak Cheonsa tidak menangisi atau menyesali sesuatu yang sudah terjadi dalam hidupnya, tidak bisa dipungkiri jika perasaan Cinta dan Sayang terhadap Siwon masih ada dalam dirinya.

“Pantas aku merasa pernah melihat mu.” Cheonsa menolehkan pandangannya, ia tersenyum menatap lawan bicaranya, pria yang membantunya didapur tadi. Pria tersebut belum mengalihkan pandangannya dari foto pernikahan Siwon dan Cheonsa.

“Jadi kau adalah menantu keluarga Choi?”

Cheonsa berdecak, menundukan wajahnya kemudian kembali menatap foto pernikananya. ” Mantan menantu lebih tepatnya.” Pria tersebut menngalihkan pandanganya, tak bisa menyembunyikan ekspresi terkejut mendengar jawaban dari mulut Cheonsa.

“Siwon dan aku bercerai 2 bulan yang lalu. ” Cheonsa meneguk Sparkling Champange yang berada di tangannya.

“Bukannya aku sombong, tapi apa benar kau tidak tahu aku adalah mantan menantu keluarga Choi?” Cheonsa mengerutkan dahinya, pria yang menjadi lawan bicaranya pun mengelengkan kepalanya. ” Aku baru saja kembali ke korea 1 minggu yang lalu.” Jelasnya membuat Cheonsa ber- O ria.

“Pantas, karena berita perceraian ku sempat mengegerkan korea, Bahkan mengalahkan popularitas kabar Wu YI Fan yang memilih Hengkang dari EXO” bisik Cheonsa membuat lawan bicaranya tertawa.

“Hahahhaa, Kau sungguh menyenangkan. Perkenalkan nama ku Kang Ha Neul.”

“Park Cheonsa”

Cheonsa dan Ha Neul pun berjabat tangan, meneruskan pembicaraanya mereka tanpa rasa sungkan sedikitpun, mengabaikan tatapan tidak suka dari seorang Choi Siwon dibelakangnya. Lain Siwon lain pula dengan Kang Ha Neul, pertemuan pertama mereka di dapur serta percakapan mereka di ruang keluarga membuat Ha Neul tertarik dan ingin mengenal lebih jauh seorang wanita berparas cantik bernama PARK CHEONSA.

****

Hyundai Auto Corporation

Choi Siwon’s Office

“Apa?!” Tanya Hyukjae dan Donghae bersamaan. Mereka terkejut mendengar perkataan Siwon tentang niatnya.

“Apa aku tidak salah dengar?” Tanya Hyukjae lagi

“Memangnya ada yang salah dengan niatku?” Siwon mendengus kesal menatap kedua sahabatnya.

“Itu –”Donghae tidak sanggup untuk meneruskan perkataanya.

“Aku hanya ingin mengembalikan apa yang seharusnya menjadi milikku, dan aku membutuhkan bantuan kalian. Aku ingin membuat Cheonsa kembali padaku, menjadikannya isteri dan mengubah namanya menjadi Choi Cheonsa.” Ujar Siwon tersenyum penuh rencana.

“Apa kau yakin Cheonsa mau kembali padamu, mungkin saja ia sudah mempunyai laki-laki lain. Cho Kyuhyun misalnya atau Kang Ha Neul, Aku rasa ia menyukai Cheonsa terlihat dari cara ia memandang Cheonsa saat tea party.” Donghae berbicara dengan santai, tidak peduli dengan tatapan membunuh ala Siwon.

“Ya!! Lee Donghae, kau mau mati haah???” Teriak Siwon murka. Donghae pun beranjak dari tempatnya, ia memilih untuk meninggalkan kantor sebelum Siwon melemparnya kejalanan.

“Aku ada Sidang, See you Again!” Hyukjae pun menahan tawanya melihat kedua sahabatnya ini.

“Jadi apa yang kau rencanakan, Tuan Muda Choi?” Siwon tersenyum menatap Hyukjae, menunjukkan deretan giginya sebelum menceritakan apa yang ia rencanakan.

Zeus Int Corporation

Cheonsa berlari masuk kedalam gedung berlantai 30, ia terlambat menhadiri rapat bersama CEO Zeus dan beberapa petinggi perusajaan tersebut. Ia merutuki Chanyeol karena lupa mengingatkan mengenai rapat bear ini. “Park Chanyeol kau akan mendapat balasnya nanti, Aku berjanji.” Gumam Cheonsa tanpa menghentikan langkahnya, menekan tombol lift dengan cepat tak sabar menunggu pintu lift terbuka.

“Ting!!” Cheonsa menghela nafasnya masuk kedalam lift. ” Tunggu.” Sebuah tangan menghalangi pintu lift untuk tertutup, Cheonsa mengerutkan dahinya melihat siapa yang menghambat dirinya.

“Kang Ha Neul?” Cheonsa membulatkan matanya terkejut. Ha Neul masuk kedalam lift berdiri bersebelahan dengan Cheonsa, mereka pun menuju lantai yang sama.

“Kau bekerja disini?” Ha Neul tersenyum menatap Cheonsa.

“Tidak, Aku ada rapat dengan CEO Zeus Group, dan aku terlambat 15 menit dari waktu seharusnya” Jawab Cheonsa gelisah melihat Jam yang berada di tangan kirinya.

“Kau hanya terlambat 15 menit, tidak perlu sepanik itu”

“Apa kau tidak tahu. CEO Zeus Group tidak suka kata terlambat, ia bahkan lebih menyeramkan dan dingin, tidak berprikemanusiaan.” Bisik Cheonsa. Ha Neul membulatkan matanya menatap Cheonsa, menahan tawanya berganti Senyum simpul.

“Kau tidak percaya?” Cheonsa menatap Ha Neul menunggu jawaban. ” Aku Juga tidak percaya, namun itu kabar yang ku dengar dari beberapa mantan Client nya.” Ucap Cheonsa memotong jawaban Ha Neul bertepatan dengan pintu lift terbuka.

Ha Neul mengikuti langkah Cheonsa menuju tempat rapat, Cheosa bahkan tak menyadari keberadaan Ha Neul ikut masuk dalam ruang rapat sampai panggilan salah satu pegawai membuat Cheonsa menyadari Siapa Kang Ha Neul sebenarnya.

“Selamat Siang Nona Park, Ah kau datang bersama dengan Tuan Kang.” Cheonsa mengalihkan pandanganya pada Ha Neul, ia menahan senyumnya melihat ekspresi wajah Cheonsa yang terkejut.

“Perkenalkan Nona Park, Ceo Zeus Intr Group. Tuan Muda Kang Ha Neul.” Ha Neul tersenyum menyodorkan tangannya menunggu sambutan dari wanita yang berada di hadapannya ini. Cheonsa pun mengulurkan tangan dengan ragu, tak bisa menutupi keterkejutanya.

“Senang berkenalan dengan anda Park Cheonsa Ssi” ucap Ha Neul tersenyum. Cheonsa mendengus menahan tawanya, antara kesal dan malu. Ia pun memikirkan apakah pertemuan nya dengan Ha Neul adalah takdir atau hanya kebetulan belaka. ” Senang berkenalan dengan anda CEO Kang Ha Neul ssi” balas Cheonsa.

Lunch Time

Kang Ha Neul dan Park Cheonsa

Cheonsa kembali mendesah untuk kesekian kalinya, menyandarkan tubuhnya menutup wajahnya dengan kedua tangannya setelah melihat wajah Ha Neul. Ha Neul tersenyum melihat sikap Cheonsa yang menurutnya sungguh mengemaskan.

“Sudahlah, aku tidak apa-apa” Tawa Ha Neul

“Kau membuat ku malu, aku bahkan meminta mu membantu ku dengan semua kerepotan didapur minggu lalu” Kali ini Cheonsa menutup kedua matanya, tak ingin melihat kearah Ha Neul.

“Kau sungguh Lucu, bukan salah mu. Aku bahkan tak memberitahukan siapa aku sebenarnya bukan? Jadi semua bukan salah mu.” Cheonsa menatap Ha Neul tajam hingga membuatnya terdiam. “Benar, kau juga salah! Bahkan semua salah mu” hardik Cheonsa membuat Ha Neul kembali tertawa. Cheonsa menghela nafas lega kemudian memakan makanan yang ada dihadapannya.

“Ya Tuhan, wanita ini sungguh menyenangkan.” Gumam Ha Neul dalam hatinya.

Jeguk Luxury Town House

Cheonsa Private House

Cheonsa mengeliat dikursi meja kerjanya setelah hampir 6 jam berkutat dengan gambar beberapa design untuk seragam para pegawai ZK Hotel, salah satu project kerja sama antara Marvellous Corporation dan Zeus International Corporation. Zeus International Corporations sendiri adalah perusahaan bergerak di bidang Perhotelan, Pusat perbelanjaan dan baru saja memulai bisnis mereka dibidang makanan yaitu Cathering.

Cheonsa meraih tablet yang berada disisi kiri nya, membuka aplikasi Skype ketika terdengar Video Call. Ia tersenyum setelah mengetahui Ha Neul lah yang menjadi lawan bicaranya saat ini. Ha Neul berhasil meminta Account Skype dan Kkaotalk milik Cheonsa dengan alasan agar mempermudah jika mereka ingin membicarakan tentang design pakaian.

“Kau belum tidur?” Cheonsa mengelengkan kepalanya ” Aku masih harus menyelesaikan design seragam baru untuk para pegawai mu, Bukan kah deadline nya minggu depan?” tanya Cheonsa.

“Aku bisa memundurkannya jika kau mau.” Jawab Han Neul menganggukan kepalanya tersenyum menatap layar Tablet yang ia gunakan.

“Eiish.. Aku tidak akan menggunakan kesempatan dalam kesempitan, tidak perlu aku akan menyelesaikannya tepat waktu”

“Cheonsa –ssi” panggil Ha Neul

“Heem?”

“Apa kau percaya bahwa dalam 3 menit bisa menghasilkan sesuatu yang enak dan merubah hidup seseorang?” Cheonsa mengerutkan dahinya, berfikir keras untuk mengetahui maksud perkataan Ha Neul.

“Aaaa, Aku tahu.” Ucap Cheonsa membuat Ha Neul tersenyum malu, “RAMEN! Jawabannya ramen bukan?” Ha Neul tertawa terbahak-bahak, dengan cepat mengontrol dirinya.

“Apa kau ingin mengajakku makan Ramen?” tanya Cheonsa pada Ha Neul, namun sebelum sempat dijawab Cheonsa pun melanjutkan perkataanya. ” Aku sangat menyukai Ramen, apalagi dengan Spicy Kimci dan Ttoppokki.. Ah kau membuat ku lapar”lagi-lagi Ha Neul dibuat kagum dan Tertawa oleh sikap Cheonsa.

“Cheonsa- Ssi” panggilnya lagi

“Hmm?”

“Apa kau memang selalu seperti ini? Ceria dan Menyenangkan” Tanya Ha Neul membuat Cheonsa terdiam menatap layar Tabletnya dengan serius, Ha Neul pun menunjukkan ekspresi rasa bersalah pada Cheonsa bermaksud untuk mengganti topik pembicaraan, namun ia urungkan karena Cheonsa kembali tersenyum.

“Tidak Selalu, namun aku selalu berusaha membuat semua orang yang berada disekitar ku bahagia dengan kehadiran ku, dan bukan hanya untuk semua orang tapi juga untuk diriku sendiri” Jelas Cheonsa. Ha Neul menganggukan kepalanya setuju

“Kenapa kau bertanya seperti itu?” tanya Cheonsa.

“Karena sejak pertemuan pertama hingga saat ini, kau selalu berhasil membuat ku tersenyum dengan semua sikap dan perkataan mu.” Cheonsa memiringkan kepalanya sedikit dengan mengerutkan dahinya tidak mengerti, namun Cheonsa menghela nafas dan kembali tersenyum menatap gambar lawan bicaranya “Syukurlah, jika aku berhasil membuat mu tersenyum.” Ucapnya lagi.

“Tidurlah, ini sudah tengah malam”

“Ne.. Kau juga, selamat istirahat, Kang Ha Neul –ssi” Cheonsa melambaikan tangannya.

“Selamat malam Cheonsa-ssi”

“Aku ingin mengenalmu lebih jauh Nona Park. Jika Tuhan mengizinkan, Aku ingin menjadikan mu sebagai milikku.” Ha Neul tersenyum seraya menutup tablet miliknya.

****

One Weeks Later

Para pemegang saham Zeus International Corporation bangkit dari kursinya memberikan standing applause kepada Cheonsa atas hasil design – design seragam ciptaanya yang berhasil membuat anggota rapat berdecak kagum. Cheonsa ditemani oleh Chanyeol untuk mempresentasikan hasil karyanya pun tersenyum puas.

“Aku ingin seragam ini segera di luncurkan ” Ha Neul berjabat tangan dengan Cheonsa dan Chanyeol bergantian setelah para anggota rapat keluar dari ruangan “Aku akan mengusahakan secepat mungkin, dan…” Cheonsa melirik kearah Chanyeol berdiri disampingnya “..Adikku yang tampan ini akan mempersiapkan peluncuran resmi sesuai dengan tema, kau tak perlu khawatir.” Cheonsa mengalungkan tangannya pada leher Chanyeol, hingga membuat Chanyeol yang lebih tinggi darinya pun harus sedikit menunduk mengerutkan dahi nya menyipitkan kedua matanya kesal. “Ya! Noona, kau membuat leher ku sakit.. Aiigo!” Cheonsa meringis melepaskan tangannya.

“Anda tidak perlu Khawatir, Aku akan berusaha bekerja sebaik mungkin. Selama Noona ku tidak merengek mengganggu waktuku yang sangat berharga.” Cheonsa menghela nafasnya menatap Chanyeol. ” Ya!! Siapa yang selalu mengganggu waktu istirahatku hanya untuk mendengar cerita tentang cinta mu itu.. Cih! Menyebalkan.” Cheonsa mengaitkan kedua tangan di depan dadanya memunggungi Chanyeol. Ha Neul menahan tawanya melihat pertengkaran kakak beradik berumur ini.

“Ha – ha –ha ..”

“Ya!!” bentak Chanyeol dan Cheonsa bersamaan. Ha Neul pun menutup mulutnya perlahan. ” Sudahlah, sebaiknya aku harus kembali kekantor… Ah, Noona!, jangan lupa kau harus mengunjungi HOPE hari ini. Aku tidak mau lagi menggantikan jadwal piket mu. Haejin Hyung akan sangat menyeramkan jika tahu kau membolos dua hari yang lalu” Chanyeol memberikan kecupan singkat di kening Cheonsa, membungkukkan tubuhnya sedikit kepada Ha Neul sebelum meninggalkan ruang rapat.

“Arraso, Aku akan mengabari mu jika sudah sampai HOPE!! Hati-Hati Chanyeol-ii” Ucap Cheonsa, merapihkan barang-barangnya dari atas meja rapat.

” HOPE?!” Cheonsa tersenyum mendengar nada penasaran dari suara Ha Neul.

“HOPE adalah yayasan yang kami bentuk bersama salah satu sahabat ku Cho Kyuhyun, tugasnya memberikan makanan kepada Homeless, mencarikan mereka pekerjaan sesuai dengan kemampuan mereka, memberikan pakaian hangat jika musim dingin, serta memberikan tempat tinggal yang layak serta pendidikan gratis untuk anak-anak terlantar.” Jelas Cheonsa panjang lebar.

“Huah, Sepertinya seru!” Cheonsa menganggukan kepalanya membenarkan penuturan Ha Neul. ” kami selalu menyisihkan 10% dari setiap penghasilan yang kami dapatkan setiap bulannya untuk mereka semua.”

“Apa Aku boleh bergabung..?”

“Sebaiknya kau datang dan lihatlah dulu, jika kau tertarik .. kami akan dengan senang hati menerima uluran tangan mu.” Cheonsa mulai melangkahkan kakinya meninggalkan ruang rapat bersama dengan Ha Neul.

“Aku akan mengirimkan alamatnya kepadamu, silahkan datang kapan pun kau mau. Kau bisa bertemu, Aku, Chanyeol, dan Kyuhyun disana, sesuai dengan jadwal Piket kami.”

“Baiklah, Aku tunggu..”

“Kenapa harus kau menunggu ku? kita akan pergi bersama setelah ini”Ha Neul berjalan mendahului Cheonsa, ia menghentikan langkahnya ketika menyadari Cheonsa tak berada disisinya. “Park Cheonsa-ssi?” Ha Neul mendekati Cheonsa yang masih pada posisinya semula. “Kau sudah terlambat menuju HOPE.”

“Ne..”

HOPE Big House

Cheonsa mematung ketika melihat Siwon, dan Hyukjae sedang menurunkan beberapa kardus dari Truck bersama beberapa petugas dari HOPE, beserta supir dan kernet Truck tersebut. Tidak terlihat keberadaan Kyuhyun disana, Cheonsa meraih telepone gengamnya untuk menghubungi Kyuhyun.

“Yaaa.. Kenapa ada Siwon dan Hyukjae disini?” bisik Cheonsa langsung bertepatan dengan suara Kyuhyun yang terdengar.

“Mana ku Tahu, salah satu pegawai HOPE mengatakan jika mereka berdua ingin menyumbang beberapa bahan makanan dan keperluan sehari-hari, aku tidak menyangka saja jika ia akan mengirimkan sebanyak ini” Cheonsa menghela nafasnya kesal. Ia tahu Siwon bisa melakukan apapun, tapi kenapa harus HOPE bukan kah masih banyak yayasan lain yang mengurusi hal yang serupa dengan HOPE.

“Cho Kyuhyun, Dimana kau?!” geram Cheonsa, kau harus membereskan ini atau aku takkan mau kembali lagi kemari.

“Disebelah mu.” Cheonsa mengalihkan tatapannya, benar-benar terkejut melihat keberadaan Kyuhyun. “Ya Tuhan, Kau mengaggetkan ku.” umpat Cheonsa kesal.

“Kau harus mengusir mereka, Klien ku ingin melihat-lihat HOPE dan aku tak ingin Siwon ada disini.” Cheonsa memegang kedua bahu Kyuhyun. “Ku Mohon.” Kyuhyun menghela nafas menatap Cheonsa bersamaan dengan suara seseorang menyapa, suara yang sangat dikenal oleh Cheonsa.

“Cheonsa-ssi , Annyeong.” Cheonsa mengutup kedua matanya, mengatupkan mulutnya menahan kesal, ia memutar tubuhnya, tersenyum manis membalas sapaan dari lawan bicaranya ini. ” Annyeong Choi Siwon-ssi”

“Aku mengirimkan beberapa barang kepamu.”

“Kau tidak mengirimkannya kepadaku dan itu bukan untukku. Itu semua untuk HOPE dan jangan mengatas namakan ku jika kau ingin berbuat kebaikan.” Cheonsa meninggalkan Siwon begitu saja. ” Usaha mu kurang maksimal jika ingin merebut hatinya kembali, dan aku rasa kau harus lebih giat sekarang.” Kyuhyun menunjuk sesuatu dengan dagunya sebelum berjalan meninggalkan Siwon. Siwon memutar tubuhnya, membulatkan kedua matanya kesal melihat Cheonsa sedang menyambut kedatangan Ha Neul.

“Apa yang dilakukan laki-laki itu disini?” Umpat Siwon kesal. “Sama seperti dirimu, berusaha menarik perhatian Cheonsa.” Jawab Hyukjae berbisik seraya meninggalkan Siwon menuju kendaraan mereka.

“Aiishh, Hyukjae kau…” Siwon kesal bukan main, Ia ingin menghampiri Cheonsa untuk merusak waktunya bersama Ha Neul, namun ia urungkan karena Meeting penting untuk mengatur Strategi mengembalikan Cheonsa padanya saat ini lebih berguna bersama ketiga temannya.

 

Setelah puas berkeliling, Cheonsa mengajak Ha Neul untuk sekedar menghabiskan waktu bersama anak-anak asuh yang sedang belajar Bahasa Inggris bersama dihalaman HOPE. Ha Neul meyugingkan senyumnya melihat bagaimana anak-anak memperlakukan Cheonsa begitu pun sebaliknya. Ha Neul pun ikut larut dalam tawa ketika mengajari anak-anak Bahasa Inggris, celetukan-celetukan khas anak-anak yang masih polos tak jarang membuatnya terkejut, terlebih lagi pertanyaan dari seorang anak bernama Song Mino.

“Paman Ha Neul, Apakah paman adalah kekasih bibi Cheonsa?” tanya nya polos. Ha Neul dan Cheonsa saling memandang tidak tahu bagaimana harus menjawab pertanyaan anak berumur 8 tahun tersebut.

“Hemmm.. bagaimana ya?” Ha Neul mengerutkan dahinya berpura-perpura berfikir dengan sungguh-sungguh. “Aku tidak bisa menjawab pertanyaan mu, karena bibi Cheonsa kalian belum mengajak ku untuk makan ramen bersama.” Papar Ha Neul membuat Cheonsa dan seluruh anak tidak mengerti.

“Apa Hubungannya kekasih dengan ramen?” Tanya seorang anak bernama Jiyeon tidak mengerti. Ha Neul menatap Cheonsa yang menggelengkan kepalanya tidak mengerti dengan maksud perkataan Ha Neul.

“Rahasiaaa… “Ha Neul menjulurkan lidahnya, membuat anak-anak berumur 6-10 tahun tersebut mengerubungi Ha Neul, memohonnya untuk memberikan jawaban atas pertanyaan mereka. Mereka bahkan mengelitiki tubuh Ha Neul untuk memaksanya menjawab rahasia dibalik Ramen tersebut. melihat hal itu Cheonsa hanya bisa tersenyum, ia harus bertanya kepada Chanyeol mengenai arti Ramen dan kekasih seperti yang dikatakan oleh Ha Neul.

“Terimakasih telah mengantarkan ku” Cheonsa tersenyum menatap Ha Neul seraya melepas Seatbelt miliknya. “Eoh.. istirahatlah, sampai bertemu lagi.” Balas Ha Neul. Cheonsa beranjak keluar dari Range Rover milik Ha Neul.

“Cheonsa…” dengan Tergesa Ha Neul keluar dari kendaraan miliknya menghampiri Cheonsa yang berjalan menuju kedalam rumahnya, mendengar namanya dipanggil Cheonsa pun menghentikan langkahnya, membalik tubuhnya menatap Ha Neul berjalan menghampirinya.

“Ada apa?” tanya Cheonsa tersenyum. Ha Neul mengaruk kepalanya dengan Malu-malu “Tidak ada, Hanya… Selamat malam..” Jawab Ha Neul. Cheonsa tersipu, ia menundukkan kepalanya menyembunyikan segurat merah pada pipinya. “Eoh.. Selamat Malam..” Cheonsa membalikan tubunya berjalan menjauh dari Ha Neul.

“Park Cheonsa!!” Panggil Ha Neul lagi. Cheonsa pun membalikkan tubuhnya menunggu kelanjutan perkataan Ha Neul. Cheonsa pun kembali melangkahkan kakinya mendekati Ha Neul yang masih dalam posisinya semula.

“Kang Ha Neul, apa kau baik-baik saja?”

“Aku baik-baik saja, hanya saja…” Cheonsa mengerutkan dahinya tidak mengerti. Ha Neul memegang kedua pipi Cheonsa dan memberikan kecupan singkat pada kening wanita yang berada dihadapannya ini.

” Goodnight Sweetheart” Ucap Ha Neul berlari kecil masuk kedalam kendaraan Miliknya dan segera meninggalkan rumah Cheonsa, seperti anak yang ketahuan mencuri permen dari mini market. Sementara itu Cheonsa masih terdiam pada tempatnya, tubuhnya kaku akibat serangan mendadak dilakukan oleh Ha Neul.

“GoodNight” gumam Cheonsa melangkahkan kakinya perlahan masuk kedalam rumah .

****

“Chanyeol- iiiiii!!!!”

“Ah Waeeee?” Chanyeol menjauhkan telepone gengamnya, ia mendesah kesal akibat suara kakak sepupunya telah menganggu mimpi indah malam harinya.

“Chanyeoliii… Aku sakit” Ucap Cheonsa membuat Chanyeol bangkit dari tidurnya, ia membulatkan matanya panik. “Noona, kau sakit? Bagian mana yang sakit? Apa kau mau aku kesana atau aku panggilkan dokter? Sebentar aku akan bersiap untuk kerumah mu” Chanyeol bergerak cepat menuju walk in Closet miliknya untuk meraih Sweater dan kunci mobil miliknya. “Chanyeol ah…” Chanyeol menghentikan langkahnya tepat sebelum membuka pintu kamarnya. “Jantung ku… Jantungku berdetak sangat cepat.. tapi.. tubuhku tidak demam dan aku tidak habis berlari dengan TredMill” Jelas Cheonsa. Chanyeol tersenyum mengerti apa yang dimaksudkan oleh Kakaknya ini, ia ingat tadi Kyuhyun mengatakan jika Kang Ha Neul berkunjung ke HOPE dan menghabiskan waktunya bersama Cheonsa dan anak-anak.

“Memangnya apa yang terjadi Noona?” Tanya Chanyeol kembali melangkahkan kakinya menuju tempat tidur. Merebahkan tubuhnya dengan Senyum mengembang seraya menebak-nebak jawaban dari lawan bicaranya ini.

“Ha Neul ssi, ia mencium keningku dan seketika itu jantung ku berdetak dengan sangat cepat, aku juga merasa seperti ada kupu-kupu yang terbang diatas kepalaku. Apa yang terjadi Chanyeolii?” Chanyeol hampir saja tertawa terbahak-bahak. Bagaimana mungkin Noona nya tidak mengerti tentang perasaannya sendiri.

“Lalu?”

“Sebelumnya Ha Neul Ssi mengatakan kepada anak-anak mengenai Ramen dan Kekasih, Apa kau tahu apa dibalik itu semua?” Chanyeol mengerutkan dahinya, berusaha membantu Cheonsa untuk menemukan jawaban dan hasilnya nihil. “Aku tidak mengerti” Jawab Chanyeol

“Noona.. Aku rasa kau sedang Jatuh cinta dengan Kang Ha Neul, Begitu pula dengannya.. Aku Rasa Ha Neul juga jatuh cinta padamu”

“Park Chanyeol… Jangan mengada-ngada”

****

Cheonsa berlari dari dalam kamarnya ketika mendengar suara bell rumah nya berbunyi. “Siapa?” Cheonsa membuka pintu rumahnya tanpa melihat dari monitor yang terdapat disisi pintu.

“Selamat Pagi Nona Cheonsa.” Cheonsa terkejut mendapati Supir Pribadinya dulu Liu Xiumin berada dihadapannya. ” Xiumiiin..!!!” Cheonsa tak bisa menutupi kebahagiaanya, ia memeluk Xiumin Singkat.

“Masuklah..”

“Silahkan duduk, Maafkan rumah ku yang berantakan ini.” Cheonsa bergabung dengan Xiumin diruang tamu, ia meminta bibi Jung untuk memberikannya Teh hangat. “Rumah mu indah, Minimalis , seperti dirimu.” Puji Xiumin.

“Ah..Apa yang membuat mu datang kemari?” tanya Cheonsa to the point.

“Aku sudah keluar dari pekerjaan ku dengan keluarga Choi.. Itu…” ucap Xiumin malu-malu.

“Arrasoo, kalau begitu ini kunci mobil ku, jam 8 nanti aku ada jadwal rapat di kantor bersama Chanyeol dan mulai saat ini kau adalah sekertaris pribadiku, Bagaimana?” Xiumin menatap Cheonsa dengan tidak percaya, ia pun menganggukan kepalanya perlahan.

“Kalau begitu selamat bekerja, dan Ah! Kau sarapanlah dulu..” Cheonsa berjalan kembali kekamarnya untuk mengambil sesuatu.

“Xiumin ssi…” Panggil Cheonsa yang duduk dikursi belakang. ” Itu……” Xiumin menatap wajah Cheonsa dari Spion tengah.

“Ada apa Nona?” tanya Xiumin penasaran

“Apa kau pernah jatuh cinta? Bagaimana rasanya?” Cheonsa memajukan tubuhnya , berada disela-sela kursi kemudi dan penumpang. Xiumin menahan senyumnya melirik Cheonsa sekilas. “Tentu saja aku pernah, ah Nona mungkin sama dengan perasaan mu terhadap Tuan Muda Choi saat itu atau mungkin lebih.” Cheonsa terdiam, menyandarkan tubuhnya memikirkan sesuatu yang baru ia sadari sekarang, apakah ia pernah merasakan perasaan yang ia rasakan saat ini ketika bersama Siwon?

“Nona….?”

“Eoh.. mungkin” Jawab Cheonsa singkat mengalihkan pandangan keluar jendela.

*****

“Xiumiiinnn ssi….” Chanyeol berlari memeluk Xiumin Singkat persis didepan lobby utama kantr mereka. ” Senang sekali bertemu dengan mu, sekarang kau bekerja kembali dengan noona?” tanya Chanyeol bersemangat, Xiumin menganggukan kepalanya mengiyakan.

“Iya bukan hanya Driver ku, tapi sekertaris pribadiku” Bisik Cheonsa meninggalkan Chanyeol dikuti Xiumin dibelakangnya.

Chanyeol mempercepat jalanya mengikuti Cheonsa dan Xiumin. ” Noona…. Kang Ha Neul menunggu diruangan mu.” Cheonsa menghentikan langkahnya, membalikan tubuhnya menatap kesal kearah Chanyeol. ” Kenapa kau tidak mengatakannya sedari tadi?” Cheonsa mendesah kesal, melangkahkan kakinya cepat menuju lift yang akan membawanya menuju ruang kerja.

“Kang Ha Neul ssi..” membuka pintu ruang kerjanya tersenyum pada Ha Neul, ia mengalihkan pandangannya, terdiam mendapati seseorang yang tidak ia harapkan turut hadir didalam ruangan pribadinya.

“Siwon-ssi?!” Cheonsa mengerutkan dahinya.

“Annyeong.. Park Cheonsa ssi..” Siwon melambaikan tanganya pada Cheonsa dengan senyum yang mengembang.

To Be Continued

Say Hello to Our New Comer Cast – Kang Ha Neul – Actor, Model and Singer(?). Saingan berat Siwon nih untuk mendapatkan hati Cheonsa secara Chanyeol dukung banget Ha Neul sama Cheonsa.kira-kira apa yang akan dilakukan Siwon untuk membuat Cheonsa kembali menjadi isterinya, ide konyol apa yang akan diberikan oleh Duo penghuni kebun binatang idaman wanita pada Siwon (Donghae and Eunhyuk).

062315_0933_OURHAPPYEND1.jpg

Kang Ha Neul 

Advertisements
Leave a comment

4 Comments

  1. wari

     /  June 24, 2015

    Semakin seru . terus buat siwon panas . sebenar ya lebih suka klau cheonsa sm ha neul aja , mereka serasi juga kok

    Like

    Reply
  2. Huaaa pertarungan sengit antara siwon dan ha neul?

    Hmm tapi apa haneul yg akan menang? Cheonsa udh jatuh cinta sama dia.. Huaa..

    Like

    Reply
  3. Nggak rela aq kalo cheonsa deket2 ha nuel. .kasian siwon nya dunk. . .

    Like

    Reply
  4. desi fitriyani

     /  July 15, 2015

    aku lebih stuju cheonsa sma ha neul.. Secra kang ha neul bias kuuu hahahaha.. Tp emang lebih cocok sma kang ha neul drpd choi siwon.. Ihhh ak gak setuju klo cheonsa balik lagi sama siwon

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: