The Third Team The Series – Money, Campaign Part 1

14591

Third Team Cast :

JI ChangWook, Bang Sung Joon,Kim Minhee, Kim Woobin,

Park Cheonsa, Ahn Jaehyun, Cha Seungwon

Supporting Cast:

Song Jiyeon, Lee Minho,Kim Jaejoong, Kim Myungsoo

Other Artist (Cameo)

By : Alicia Kim

The Third Team Quarters

Exsercise Room

” Ho – Ho – Ho , Siapa yang sudah kembali.” Jongsukmerentangkan kedua tangannya memeluk Woobin bergantian dengan Sung Joon.

“Welcome back” ucap Sung Joon memeluk Singkat Woobin.

“Thankyou, Im Happy to be here. 3 bulan istirahat bagiku seperti 3 tahun… hufftt! membosankan” Woobin tertawa membalas pelukkan singkat Jongsuk dan Sung Joon.

Minhee tersenyum senang menatap Woobin dan lainnya. Para Agent Third team pun melakukan kegiatannya masing-masing. Changwook datang bergabung untuk membuat tubuh mereka berkeringat. Dimana Jaehyun? Jangan tanya, ia pasti masih berada didalam selimutnya atau memilih untuk menganti seluruh furniture ruang santai Third team beserta kamar tempat kita beristirahat karena menurutnya sudah terlalu OldSchool.

“GOOD MORNING LADIES AND GENTLEMENT” Suara Jaehyun menggema keseluruh ruangan, tanpa menghentikan kegiatan mereka, Seluruh Agent menatap Speaker terdapat diujung ruang Gym bersebelahan dengan camera CCTV.

“Hyuuung!!! NICE TO SE YOU back!!!” Jaehyun bersemangat melihat keberadaan Woobin dari Operation Room. Woobin mendesah mendengar suara Jaehyun seakan-akan sudah lama tak bertemu dengannya, pada kenyataannya Jaehyun selalu menganggu ketentraman Woobin dengan mengunjunginya setiap hari dan hampir mengambil seluruh perhatian Jiyeon darinya.

“Yak!! Ahn Jaehyun!! Fokus!!” Teriak Cheonsa sepertinya melakukan sesuatu pada Jaehyun hingga membuatnya mengaduh.

“Yaa!!” Protes Jaehyun

“Jobs waiting in ops.. Ah,Oppa! Senang melihat mu kembali” Cheonsa mematikan pekeras suara. seluruh Agent meghentikan kegiatanya

“First case and im so Exited” Gumam Woobin meninggalkan ruang Gym diikuti yang lain.

****

Woobin dan yang lainnya melangkahkan kaki memasuki Operation room bersamaan dengan pintu optomatis Ops terbuka, mereka terkejut dengan kehadiran Cha Seungwon bersama Cheonsa dan Jaehyun.

“Welcome back Woobin”

“Thankyou Sir.” Jawab Woobin berdiri bersebelahan dengan Seungwon begitupun para Agent lainya, berjajar dengan Woobin bersiap mendengarkan penjelasan dari Leader Third team Agent.

Cheonsa mengetikan sesuatu pada keyboard computernya, untuk menampilkan Video rekaman tabrak lari bersamaan dengan pemaparan Seungwon”Sebuah kamera merekam kecelakaan lalulintas tadi malam di kawasan Myeongdong-gu.”

“Siapa korban tersebut” tanya Woobin melihat sesorang tertabrak mobil berjenis SUV

“Lim Kwanghee, menurut keterangan paramedis ia meninggal di tempat kejadian akibat benturan hebat.” Jawab Seungwon.

“Was he Military or Former Military?” tanya Minhee menatap serius pada layar besar, meletakkan kedua tangan tepat didepan dadanya.

“Dia bekerja untuk Kim Soenah salah satu calon Presiden di pemilihan kali ini.” Jawab Seungwon bersamaan dengan Foto serta Profile mengenai Kim Soenah muncul di layar besar.

“Ah.. Former Social Worker, aktifis Anak-anak, dan mempunyai organisasi untuk tunawisma. Bagi mereka yang tidak menyukai politisi, Soenah adalah orang yang tepat” Jelas Minhee.

“Terimakasih pejelasannya Nona Kim Minhee, dan pertanyaannya kenapa harus NTS?” Sung Joon angkat bicara.

“Cheonsa, putar video 10 menit sebelum kejadian berlangsung.” Pinta Seungwon, dengan cekatan Seungwon menampilkan video tersebut dilayar besar, terlihat SUV berwarna hitam berhenti jauh dari tempat Lee Kwanghee akan melintas, setelah melihat Lim Kwanghee melintas, SUV tersebut langsung memacu kendaraanya dengan sangat cepat.

” There was not accident.” Gumam Changwook

“Kita harus mencari tahu, apakah pembunuhan Lim Kwanghee terkait dengan kampanye Kim Soenah atau hal lain, jika tidak terbukti maka kasus ini akan langsung dilimpahkan kepada Seoul Police Departement.” Terang Seungwon.

“Jika memang benar, ini merupakan masalah Kemanan Nasioanl.” Ucap Woobin.

“What Do we know about the SUV?” tanya Minhee

“SUV tersebut dilaporkan telah dicuri 2 jam sebelum kejadian berlangsung. Pengenalan wajah gagal karena pencuri menggunakan masker dan topi serta kacamata hitam.” Jawab Jaehyun, meraih Tablet seraya berjalan mendekati Seungwon.

“Korban tinggal sendirian disebuah Loft terletak tak jauh dari Kyunghee University.” Tambah Jaehyun lagi.

“Minhee, Sung Joon. Kalian periksa tempat tinggal Kwanghee” Woobin memberikan Instruksi. “Aku dan Changwook akan mengunjungi kantor Kim Soenah”

“Ya Kim Woobin, kenapa kau meninggalkan ku dan lebih memilih Changwook?” Minhee merajuk, ia tidak mau dipasangkan dengan Sung Joon yang menurutnya sangat amat menyebalkan.

“Nona Kim, Ada apa dengan ku?”protes Sung Joon sengit.

Seungwon memajukan tubuhnya menatap Minhee bergantian dengan Sung Joon “Atau kalian lebih memilih dipasangkan dengan ku?” seketika Minhee dan Sung Joon membalik tubunya meninggalkan Ops, sebelum hari mereka menjadi buruk.

****

Lim Kwanghee’s House

Minhee menghentikan kendarannya didepan sebuah bagunan berlantai 12 , bangunan yang berisi unit-unit loft berisikan 80% diantarannya adalah mahasiswa Kwanghee “Uh-uh, Dont do it or i kick you ass!!” Minhee mengitu arah pandang Sung Joon kepada 4 wanita cantik sedang membagi-bagikan pamflet calon kandidat PEMILU President yang akan diadakan 3 bulan dari sekarang. Minhee melepaskan seatbelt, keluar dari kursi kemudi diikuti Sung Joon yang tak bisa mengalihkan tatapannya dari wanita-wanita cantik tersebut.

“Haii Ladies you Looks soo….” Perkataan Sung Joon terhenti ketika Minhee menarik Lengan Sung Joon kasar untuk masuk kedalam bangunan Loft milik Kwanghee.

“Yaaa, Aku juga ingin mendapatkan calon pendamping, memangnya kau saja yang boleh memilikinya” Minhee melangkahkan kakinya meninggalkan Sung Joon yang terus saja mengajukan Protes serta berbicara tanpa arah.

Keduanya berhenti tepat didepan pintu tempat tinggal Kwanghee, Sung Joon menunggu Minhee untuk melakukan sesuatu “Its Your Job Sweetheart.” Sung Joon menyingkirkan tubuhnya dari pintu unit Loft Kwanghee, membiarkan Minhee untuk melakukan keahliannya dengan membobol pintu . “Me?? Of Course You.” Minhee mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong celana nya, memberikan sebuah alat sebesar IPHONE 4 kepada Sung Joon.

“1 Minutes.” Perintah Minhee, Sung Joon menganggukan kepalanya memulai ritual untuk membuka pintu tersebut dan BEEP.

“30 second By the way” Sung Joon menyeringai seraya membuka pintu, membiarkan Minhee masuk terlebih dahulu.

“Not bad”

“Apa kita dapat…” Sung Joon bersiul memeriksa ruang tamu, Minhee mengera kesal, ia tidak suka mendengar Siulan gagal Sung Joon yang sama sekali tidak merdu, namun ia tidak bisa apa-apa karena ia terancam ditinggal begitu saja.

Sung Joon memeriksa nakas panjang berisikan berbagai figura foto tersusun rapih dekat meja makan dipenuhi oleh berbagai macam kertas,”Woow, tidak ada foto keluarga, hanya foto bersama teman-temannya, dan Look at this, foto bersama Soenah. Kau tahu Minhee…..” Minhee memutar kedua bola matanya kesal mendengar omong kosong rekannya ini.”…. jika aku mendapatkan kesempatan untuk berfoto dengannya, aku akan langsung meminta tanda tangannya dan semua orang akan kagum dengan ku”

“Itu kenapa Tuhan tak menakdirkan mu bekerja dengannya” Minhee melangkahkan kaki, memeriksa tempat sampah berada di sisi Meja makan. Ia mengambil beberapa kertas dari dalam tempat sampah dan mulai membacanya “How Happy dies he look in that foto?” Tanya Minhee mengerutkan dahinya. “Sangat senang, memangnya kenapa?” Sung Joon membalikkan tubunya menghadap Minhee.

“Karena Hwanghee baru saja mencari pekerjaan baru, he was updating resume.” Ujar Minhee, Sung Joon meraih salah satu kertas dari atas meja makan, mulai membacanya” Dia sedang menulis surat rekomendasi untuk dirinya sendiri. sepertinya ia berniat keluar dari pekerjaanya.”

“Jika Kwanghee akan keluar dari pekerjaanya karena Kim Soenah kalah dalam jejak pendapat….” perkataan Minhee terhenti karena Sung Joon pun memberikan kesimpulan “Mungkin pembunuhan dirinya berkaitan dengan rencana Kwanghee untuk mengundurkan diri” Ujar Sung Joon menatap Minhee tajam.

“Atau ia mengetahui sesuatu tentang nya, sesuatu yang besar.” Minhee membalas tatapan Sung Joon.

“Sesuatu yang membuat mereka harus membunuh Kwanghee.” Sung Joon melangkahkan kakinya meninggalkan Loft dengan tergesa-gesa, diikuti oleh Minhee

“Aku akan menghubungi Woobin.” Ucap Minhee

****

Kim Soenah Office

“Mrs Kim sedang Meeting bersama anggota yayasan miliknya, mungkin anda harus menunggu.” Ucap salah satu Karyawan bernama Wendy kepada dua Agent NTS.

“Kami tidak keberatan untuk berdiri, kau tak perlu khawatir.” Ucap Changwook mengeluarkan jurus senyum manisnya, Woobin menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Changwook mendadak genit di hadapan Wendy.

“Aku fikir, lebih baik jika kalian berdua duduk di kursi sebelah sana, akan membantu untuk menghilangkan gugup” Wendy menunjuk sofa panjang berwarna biru dengan kedua tangannya. Hening, Woobin dan Changwook saling bertatapan kemudian memutuskan untuk duduk.

“Oke, thankyou” Woobin menahan tawanya melihat Wendy meninggalkan mereka.

“Hahaha..”Woobin menahan tawanya.

“What?” Changwook menatap Woobin dengan mengerutkan dahinya.

“Nothing.. “Jawab Woobin menyembunyikan senyumanya. ” Oke, apa yang kau lakukan tadi?” Woobin meletakkan kaki kanannya pada lutut kirinya.

“Apa? Aku tidak melakukan apapun”

“Ayolah, Jaehyun yang bodoh sekali pun tahu jika kau sedang berusaha menarik perhatian Wendy” Changwook menatap tidak percaya kearah Woobin. “Bahkan Jaehyun yang bodoh sekali pun tahu jika kau hanya berpura-pura menjadi Peramal.”

“Ehhheemmmm, Kalian menggunakan Microphone.” Jaehyun berdeham kesal mendengar percakapan kedua hyung nya ini. Woobin, Changwook saling bertatapan menahan tawanya karena membayangkan wajah kesal Jaehyun berada di Ops saat ini.

“Okay Jaehyun, Button Cam” Woobin memberi aba-aba kepada Jaehyun untuk menyalakan Kamera terdapat pada Kancing kemejanya.

“Arah jam 10. Big Guy with the Green Tie.”

Jaehyun dan Cheonsa berdiri di layar besar dengan tablet berada di tangan mereka masing-masing, mengarahkan kamera super mini mengikuti instrusi Woobin, Terlihat laki-laki bersama seorang wanita menggunakan Dress berwarna Marron sedang mendiskusikan sesuatu. Mengarahkan kursor pada wajah laki-laki tersebut dan KLIK, semua informasi mengenai nya terpampang di layar besar.

” Jo Hyunjae, He is Soenah’s Campaign Manager. Pernah bekerja dengan salah satu calon Presiden Indonesia beberapa tahun yang lalu, hampir semua calon kandidat yang menggunakan tenaga nya berhasil menduduki tempat yang diinginkan.” Jelas Cheonsa.

“Who is the woman?” Tanya Changwook.

“hmm pretty” Gumam Jaehyun tanpa berhenti mengetikan sesuatu pada layar Tabletnya.

“Han Seungyeon, dia adalah kepala pengelolaan dana kampanye.” Jawab Jaehyun.

“And Who is this Guy? In Black Suit” Woobin tersenyum seadaanya pada pria saat melewati dirinya dan Changwook menuju mini Bar.

“Uhmmm, Wich One?” Tanya Jaehyun karena ia melihat dua orang laki-laki mengenakan stellan Jas kerja dengan warna sama sedang memunggungi Kamera.

“The.. Uh.. Handsome one” gumam Cheonsa tersenyum melihat layar besar bersamaan dengan laki-laki tampan menolehkan kepalanya dan tertangkap kamera.

“Hah!, tidak lebih tampan dari ku, by the way.” Desah Jaehyun kesal. “Lee Kiseop, kepala keamanan” Jawab Jaehyun.

“Gentlemen”

Woobin dan Changwook bangkit dari kursinya, melihat Kim Soenah berjalan menghampiri mereka, saling berjabat tangan sebelum Soenah membawa mereka keruang kerjanya.” Maaf membuat kalian menunggu, ikut aku.”

“Kami sangat terkejut mengenai apa yang menimpa Kwanghee, apa benar seperti yang dikatakan oleh Seoul Police Departement jika ia dibunuh?” tanya Seonah.

“Kami rasa seperti itu.” Jawab Changwook menganggukan kepalanya.

” Oh My God! “Woobin dan Changwook dapat menangkap perasaan sedih dari setiap nada dan perkataan Kim Soenah.

“Apa kau dapat menduga atau mengira-ngira siapa yang mungkin ingin menyakiti Kwanghee?” Tanya Woobin.

“Tidak! Semua orang disini menyukai nya, dia selalu membantu semua orang, bekerja dengan penuh semangat, ia bahkan datang lebih dulu sebelum semua orang datang. Dan aku tak pernah menyesal mempekerjakannya” Kim Soenah menghela nafasnya.

“Pekerjaan apa yang kau berikan padanya? I mean, apa yang ia kerjakan?” tanya Changwook

” Ia menerima dan mengecek ulang apapun yang diberikan oleh penyumbang dana kampanye.” Jawab Soenah.

“Apa kau mengetahui setiap karyawan disini” Tanya Woobin mengalihkan pandangannya menatap keluar ruangan dari dinding kaca, melihat orang-orang sedang sibuk melakukan pekerjaanya.

“Tentu saja, aku tahu nama mereka. Semua orang di luar sana, pekerja ku sendiri bahkan para sukarelawan.” Jawab Soenah tersenyum menatap keluar ruangan.

“Kapan terakhir kau bertemu dengan Kwanghee?” tanya Changwook

” 2 hari yang lalu. Tapi kemarin ia menghubungi ku karena ingin membicarakan sesuatu. Ketika aku ingin menjawabnya, tiba-tiba terputus”

“Jam berapa itu?” tanya Changwook lagi.

“22.00 PM.” Woobin dan Changwook saling berpandangan. Seonah mengetahui jika lawan bicaranya sedang menyimpulkan sesuatu sampai ia sendiri sadar. ” Oh MY GOD. Jangan katakan jika Kwanghee dibunuh setelah berbicara dengan ku melalui telepone?” Soenah menatap panik kearah para Agent.

“Banyak sekali orang menginginkan aku untuk mundur dari pencalonan ini, namun orang-orang seperi Kwanghee dan mereka yang berada di luar sana membantuku untuk tetap berjalan di jalan yang seharusnya. Aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri jika pencalonan diriku menjadi penyebab utama kematian Kwanghee.” Soenah menyandarkan tubunya lemas.

Woobin dan Changwook merasa pembicaraan mereka dengan Kim Soenah sudah cukup, mereka memutuskan untuk kembali ke Ops, mencari tahu apa yang berhasil di dapatkan oleh Jaehyun dan Cheonsa.

“Heii…”

“Heii.. ” Changwook membalikan tubuhnya, tersenyum mendapati Wendy menghampiri mereka. dengan penuh percaya diri Changwook merasa Wendy akan mengajaknya untuk makan malam atau sekedar bertukar nomor telepone.

“Aku dan Kwanghee adalah Partner, dan ia menemuiku semalam.” Changwook kehilangan senyum, merasa bodoh karena Over-PD yang ia rasakan, Woobin membalikkan tubuhnya untuk kembali menahan tawanya.

” Ia terlihat ketakutan karena menemukan sesuatu pada emailnya. Aku tidak ingin memberitahukan pada siapapun karena akan mempengaruhi kinerja anggota.” Wendy mengeluarkan sebuah kertas berisikan foto-foto kandidat yang diberikan tanda silang dengan tinta merah, menyerahkannya pada Changwook. Mendengar hal itu, Woobin pun membalikan tubunya, melihat kertas berada di gengaman Changwook.

Third Team Quarters

“Jika aku tidak salah, kelima kandidat ini adalah Politisi.” Seungwon memegang kertas berisikan foto 5 kandidat yang diberikan Changwook ketika melaporkan hasil penemuannya bersama Woobin.

“Yup, Mereka semua adalah Politisi yang pernah dan sedang mencalonkan diri untuk pemilihan Walikota dan Gubernur serta Presiden kali ini.” Jawab Cheonsa berdiri bersebelahan dengan Jaehyun.

Political Junkie” gumam Jaehyun bosan. Cheonsa meliriknya sekilas bersiap untuk menerima perintah dari Seungwon.

“NSS sudah mulai melakukan pekerjaanya, mereka memperingatkan kandidat lain untuk waspada terhadap serangan, serta menyarankan untuk melibatkan NSS ataupun NTS disetiap kegiatan diluar kantor. Namun fokus utama NSS tetap pada kandidat Kim Soenah” Jaehyun melaporkan .

NSS adalah Nasional Security Services, Badan Intelligent negara setingkat dengan NTS untuk menjaga keamanan Nasional berada langsung dibawah Departement pertahanan. NTS dan NSS mempunyai pekerjaan mereka masing-masing dalam menjaga keamanan Negara dari dalam dan luar negeri. Tak jarang mereka bekerja sama dan tak jarang pula kedua Badan Intelligent negara ini saling bertentangan. Sama halnya dengan FBI dan CIA serta United States Secret Services.

“Cari tahu, apakah kelima kandidat ini memiliki kesamaan.” Perintah Seungwon.

“Yes Sir.” Cheonsa keluar dari ruang kerja Seungwon meninggalkan Jaehyun sendirian.

“Anything, Mr Ahn?” Tanya Seungwon heran kenapa Jaehyun tetap berada diruangannya.

“Jika mereka semua adalah target anda? Kenapa memilih membunuh Staff? Dan kenapa dibuat seperti kecelakaan?” tanya Jaehyun menunjuk pada selembar kertas berisikan 5 foto kandidat, duduk dikursi yang tersedia dihadapan Seungwon, mengusap dagunya menunjukkan Jaehyun berfikir serius.

Seungwon mengerutkan dahinya melihat Jaehyun, ekspresi wajahnya menunjukan keheranan “Kenapa Jaehyun masih disini bukan pergi menuju Ops untuk membantu Cheonsa?”

“Apa Mungkin Kwanghee mengetahui sesuatu yang lebih besar dari perkiraan kita?” tanya Jaehyun Lagi.

“Sepertinya kita harus bicara pada lawannya kali ini. Paling tidak kita mengetahui, apakah ia adalah dalang dibalik kematian Kwanghee atau bukan.” Jaehyun masih berada di posisinya semula, berbicara santai seakan ia sedang berdiskusi dengan Agen lain yang seumuran dengannya. Seungwon meletakkan Bolpoinnya dengan kasar sehingga menimbulkan bunyi cukup keras, Jaehyun terkejut menatap Seungwon yang menatapnya garang.

Jaehyun sadar arti dari tatapan ketua team nya itu, perlahan ia bangkit dari tempatnya, berjalan mundur seraya bergumam “Kau harus mencari tahunya sendiri, Ahn Jaehyun. Dasar Bodoh.” Umpat Jaehyun membalikan tubuhnya, membuka pintu ruang kerja Seungwon dengan Cepat dan membantingnya begitu saja.

“Ahn Jaehyun!!!” Teriak Seungwon kesal kemudian tertawa melihat ekspresi lucu Magnae Tim nya ini.

“Sorry!!!”

****

Changwook dan Woobin memilih untuk mendatangi kandidat Kim Soenah, kali ini mereka membawa Jaehyun, bukan karena perintah Seungwon tapi demi kesehatan telinga keduanya, mereka berdua tak mau Tuli sebelum waktunya karena Jaehyun terus saja mengubungi mereka, merengek dan terus merengek tidak mau berada di Ops karena Ajjhusi Tua tak tahu terimakasih itu membentaknya.

“Kwanghee menemukan gambar ini di emailnya kemarin?” Kim Soenah mengerutkan dahinya terkejut melihat kertas pemberian Woobin. Soenah memberikan kertas tersebut kepada Kepala keamanan , Lee Kiseop.

“Aku rasa, karena hal ini ia ingin bertemu dengan anda.” Jaehyun menyela perkataan Changwook. Changwook tersenyum mengontrol emosi dalam dirinya.

“Kenapa tidak diberikan langsung kepada kita?” tanya Jo Hyun Jae berada disisi Kim Soenah menatap Changwook dan Jaehyun bergantian.

“Thats Good Question.” Jawab Jaehyun memotong perkataan Woobin.

“Dengan kata lain, kalian tidak mempercayai kami?” Tanya Lee Kiseop.

“Kami menyarankan kalian untuk meningkatkan keamanan” Ucap Woobin berhasil mendahului Jaehyun.

“Itu tidak perlu” tolak Lee Kiseop.

“Hanya sampai kami berhasil menemukan siapa dalang dibalik ini semua.” Kali ini Changwook berhasil membuat Jaehyun kesal karena tak mempunyai kesempatan untuk berbicara.

“jika kalian menemukan sesuatu, tolong segera beri tahu kami. Dan selama belum ditemukan, kami rasa, kami tidak perlu meninggkatkan keamanan.” Ucap Lee Kiseop meninggalkan ruang kerja Kim Soenah diikuti Jo Hyun jae.

****

“Mr Chun JungMyung” teriak Sung Joon ketika baru saja tiba dirumah kediamannya bersama Minhee. Terlihat banyak sekali kamera mengerumuninya, seperti sedang membuat film dokumenter tentang pencalonannya.

“Heiii Wait a Second” Chun Jung Myung menghampiri Sung Joon dan Minhee. Ia memberikan tangannya untuk berjabat tangan dengan Sung Joon. Ketika Sung Joon memberikan tangannya, Jung Myung menariknya dengan kencang hingga membuat Sung Joon berada disinya. ” please take our picture” ucapnya pada salah satu Photographer Pribadinya, Sung Joon pun kebingungan dan hanya bisa mengerutkan dahinya pasrah, sementara Minhee menghela nafas bergumam “Weird”

“Heii ada yang bilang kau mempunyai Rahang yang indah?” Minhee menelan ludahnya karena jijik mendengar perkataan Jung Myung yang Minhee sendiri tak menegerti apakah ia memuji atau kandidat ini adalah Homo.

“No.. Aku tak mau, karena aku tidak akan berjabat tangan dengan sembarang orang. Kau tahu, Bakteri bisa menular dari berjabat tangan.” Sung Joon melepaskan diri dari Jung Myung, berdiri bersebelahan dengan Minhee.

“Oh.. Who is this pretty Fairy?”

Minhee mengerutkan dahinya menatap aneh lawan bicaranya kali ini. ” Special Agent Kim, National Anti terorist Security” Minhee menunjukkan lencana miliknya, bersamaan dengan Sung Joon menahan tawanya mendengar pujian sampah kembali keluar dari mulut kandidat calon president korea “Demi apapun, aku takkan pernah membiarkan laki-laki ini memimpin negaraku” gumam Sung Joon dalam hatinya.

“biar ku tebak, kalian datang kemari atas kejadian yang menimpa lawan ku bukan? Aku sungguh berduka dengan apa yang menimpa anak itu. Dan mengenai Urutan kematian?”

“What list?” tanya Sung Joon serius

“hah! Anda meyakinkan sekali.” Ejek Jung Myung menyangka jika Sung Joon sedang berakting tak mengengerti dengan urutan kematian.

“Bagaimana bisa anda mengetahui List tersebut, sementara Badan Intelligent belum merilisnya pada media?” Tanya Minhee mencurigai sesuatu.

“Tidak ada rahasia dalam permainan ini, seperti semua yang di lakukan oleh Member Boyband, bahkan Fans selalu mengetahui informasi mengenai mereka jauh sebelum Management melakukan pemberitahuan resmi.” Papar Jung Myung.

“Dan tentu saja, kau akan mengatakan jika semua itu tak ada hubungannya dengan anda?” Sung Joon kembali bersuara

“Kenapa saya harus melakukannya? Melenyapkan nyawa anak yang seumuran dengan cucuku? Aku bahkan mengalahkan Kim Soenah pada Debat kemarin dengan skore tinggi. Kalian ingin tahu kenapa?” nada bicara Jung Myung terdengar angkuh “Karena dia sangat baik, dan orang baik tidak akan bisa menjaga negara dengan baik.”

“Jadi apa anda tahu siapa dalang dibalik daftar ini?” tanya Minhee ditengah-tengah emosinya kian merangkak naik.

“I dont know.. mungkin salah satu pegawai yang tidur dengannya, atau mungkin mantan suami yang mempunyai dendam padanya?”

“Hah..” Minhee mendesah kesal, ia tidak percaya jika Calon President untuk negaranya bersikap sangat amat menyebalkan, seperti tidak pernah mengenyam bangku pendidikan.

“Lets get out of here.. pastikan keluarga mu takkan memilihnya.” Minhee memutar tubuhnya berjalan meninggalkan Jung Myung diikuti oleh Sung Joon. ” tentu saja tidak, Aku tidak rela memiliki president Homo dan tak punya hati seperti dirinya.”

****

Third Team Quarters

“What did we miss?” Tanya Minhee baru tiba bersama Sung Joon dan bergabung bersama Agent lainnya untuk melihat tayangan berita langsung mengenai Kim Soenah. Kim Soenah membuat Press Confrence tentang kejadian yang menimpa Team nya dan ancaman ditujukan padanya. Kim Soenah bahkan menantang siapapun yang mengancamnya untuk bertemu dirinya saat malam pemilihan dilakukan.

“Seseorang mempunyai semangat yang menggebu-gebu.” Seungwon bergabung bersama Team diruang santai Third team dilantai satu.

“What if her spirit gets her killed?” Tanya Woobin

“Ia menantang dan tidak akan bagus untuknya.” Sung Joon memberikan pendapat.

“Mengundang pembunuh untuk mendekat. Sungguh tindakan yang berani.” Kali ini Changwook angkat bicara.

“Bagaimana dengan mu, Nona Kim?” Tanya Seungwon. Minhee membulatkan kedua matanya, mengalihkan pandangannya perlahan menatap Seungwon.

“You… ask me….About …My Opinion?” tanya Minhee dengan ragu-ragu.

“Yes.”

“Oke…” Minhee menjawabnya dengan ragu. ” I think She is diffrent kind of politician, and we need that.. Korea needs her” Jawab Minhee tidak yakin.

“Great, Kalau gitu bersiaplah karena kau akan membantunya.” Seungwon tersenyum meninggalkan Minhee begitu saja. Minhee membulatkan matanya mengalihkan pandangannya menatap Woobin dan lainnya. Para Agent menahan tawanya mengerti maksud dari perkataan Seungwon, mereka pun meninggalkan Minhee seraya menepuk pundak Minhee dengan lembut.

“Kau pasti Bisa.. Sweet heart.” Bisik Woobin menepuk pundak Minhee pelan sebelum meninggalkannya diruang santai.

“This Ugly Ajjhusii, really!” Minhee mendesah kesal, mengacak-ngacak rambut panjanganya asal.

****

“Woow, you Looks Different Darling.”Minhee menghentikan langkahnya melihat Woobin berada tepat didepan pintu kamarnya, Menatap malas kearah sahabatnya ini karena mendengar Woobin berdecak kagum mengenai penampilannya. Woobin meyugingkan senyumnya tepat ketika Minhee keluar dari kamar tidur pribadi yang ia tempati bersama Cheonsa di sudut lantai 1 Third Team quarters.

“Did i? ” Minhee tersenyum seraya membenarkan kemeja Merah nya, Woobin menganggukan kepalanya membantu Minhee untuk mengenakan Blazer hitam yang sesuai dengan Boots dan celana panjangnya.

“May I?” Woobin memberikan lenganya pada Minhee. “Sure” Minhee tersenyum seraya mengaitkan lengannya berjalan beriringan dengan Woobin.

“Thankyou for comming back” bisik Minhee, Woobin kembali tersenyum menatap Minhee sekilas. ” Thankyou for comforting my Jiyeon, Sweet heart.” Minhee menghentikan langkahnya, lepaskan kaitan lengannya, serta mengerutkan dahinya menatap Woobin yang tak menghentikan langkahnya.

“What?” teriak Minhee, Woobin membalikkan tubuhnya menatap Minhee dengan alis menyatu.

“Nothing.”

Minhee mempercepat langkahnya kembali mengaitkan lengannya pada Woobin dan berjalan beriringan dengannya.

“Ya.. Tak bisakah kau menuruti semua permintaan ku? sebagai ucapan terimakasih mu itu”tanya Minhee sedikit merajuk

“Tidak!”

“Tidak bisa kah kita berhenti sebentar untuk makan ttoppokki Ramen?” rajuk Minhee

“Call”

“Assaaa!”



Kim Soenah Office

“Kau mempunyai kemampuan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, kenapa memilih untuk bergabung bersama kami?” tanya Jo Hyunjae – Manager team Kim Soenah setelah membaca Curiculum Vite milik Minhee atau yang sekarang dikenal dengan Angela Kim.

“Well, Aku ingin menjadi bagian dari Team, karena aku percaya Kim Soenah adalah calon president yang baik untuk negaraku.” Jawab Minhee tenang.

“Apa kau tahu, berapa banyak resume berada ditanganku? Dan berapa kali jawaban serupa aku dengan hari ini?”

“It wont be easy to telling them that you already filling that position.” Minhee tersenyum penuh percaya diri.

“Kau terlalu percaya diri.” Gumam Hyunjae. Minhee mengubah posisi duduknya sedikit mencondongkan tubuhnya mendekati Meja kerja Hyunjae. ” Kau akan memberikan ku posisi ini karena Aku lebih pintar dari kandidat lain.Kau hanya butuh mengingatku karena rasa percaya yang aku miliki” Ujar Minhee menaikkan sebelah bibirnya.

“Wow, Soenah akan sangat menyukai mu.” Jo Hyunjae bangkit dari tempat duduknya begitu pun juga Minhee sengaja tanpa sengaja membuat Mug berisi Kopi tumpah mengenai kemeja bagian bawah Hyunjae.

“Oh My God! Im So sorry.” Minhee panik, ia benar-benar tidak sengaja melakukannya. Hyunjae berusaha menenangkan Minhee dengan mengatakan tidak masalah, Hyunjae meninggalkan Minhee menuju ruang kecil tepat didalam ruangannya untuk mengganti kemeja lamanya dengan yang baru. Minhee memasukan FLASHDRIVE pada Laptop Hyunjae dari tempatnya berdiri saat ini.

“Accsessing His Laptop” bisik Minhee melalui earphone dan Mini Microphone miliknya. “Jaehyun Are you getting This?” Tanya Minhee meyakinkan, Minhee akan selalu menggunakan Bahasa Inggris atau Bahasa aneh lainnya jika ia merasa gugup.

“Yup, Sangat amat Mudah ” Jawab Jaehyun mengetikan sesuatu pada layar laptop miliknya di OPS.

“Dont Jinx, Just Dont…” suara Minhee terdengar menahan emosinya “….and Doing Quikly!” dengan penuh penekanan.

“Noona, apa kau menyadari, jika apa yang ku katakan takkan berpengaruh apapun pada keberhasilan transfer data?” tanya Jaehyun mengerutkan dahinya, Cheonsa tersenyum menatap Jaehyun.

” That USB Drive make her nervous.” Bisik Cheonsa berada bersebelahan dengan Jaehyun. ” I heard that Miss PARK!” Cheonsa langsung menutup mulutnya mendengar nada bicara Minhee sangat tidak bersahabat. Minhee kembali meyugingkan senyumnya dengan terpaksa ketika melihat Jo Hyunjae keluar dari ruang ganti “Aku benar-benar Minta Maaf tuan, Aku tidak sengaja menumpahkan Kopi.”

“Tidak Apa-apa, aku memang tidak suka dengan kemeja ini, namun Isteriku memilihkannya pagi ini.” Jawab Hyunjae seraya memakai dasinya.

“By The Way.. Aku ingin memberikan sedikit hadiah di hari pertama mu.” Hyunjae menunjuk sesuatu kearah luar kantornya. Minhee membalikkan tubuhnya, membulatkan matanya karena melihat 5 DUS dokumen-dokumen sudah berjejer rapih diatas meja kerja tepat diluar ruangan berdinding kaca tersebut.

“Kau akan memproses seluruh penerimaan, siapapun yang telah dan pernah menyumbangkan dana kampanye, semua data sudah ada disana.” Jelas Hyunjae. Minhee kembali membalikan tubuhnya pelan menatap Hyunjae dengan tatapan memohon “Bagaimana dengan bantuan Microsoft?”

“Tentu kau bisa menggunakannya, jangan lupa harus berurutan sesuai dengan tanggal Akan sangat bagus jika kau memulainya sekarang.”

“Kim Soenah for The President.. Yeay..” Minhee mengepalkan kedua tangannya ke udara seakan menunjukkan kalau ia akan melakukan apapun untuk Kim Soenah.

“Go, Happy To have you.” Ucap Hyunjae bersamaan dengan Minhee membalikan tubuhnya berjalan keluar ruangan.

” Cha Seungwon!!” Geram Minhee kesal, sekaligus meratapi nasib buruknya.

****

Minhee mulai mengerjakan pekerjaanya, setiap hal-hal yang dianggapnya aneh langsung ia kirimkan pada Jaehyun dan Cheonsa di Ops, melalui Modem portable miliknya. Sementara Jaehyun dan Cheonsa merasa cukup Muak dengan Email yang tak henti-hentinya dikirimkan oleh Minhee.

“Aku tidak mengerti dengan Minhee Noona, ia memilah-milah atau semua data ia kirimkan pada kita?” Cheonsa meneguk gelas kopi ke 3 sejak Minhee mengirimkan email pertama.

“Aku menemukan hal yang aneh disini.. Seseorang mengirimkan Email menggunakan akun bernama “Pastry Latte”pada Kim Soenah setiap pagi dengan komentar pedasnya..” ujar Jaehyun. Ia bertugas untuk memeriksa seluruh email milik Kim Soenah Campaign Website hingga seluruh karyawannya. Cheonsa menghentikan kegiatannya, menatap layar komputer milik Jaehyun.

“Disini tertera jika Pastry Latte hanya menggirimkan komentar pedasnya, namun berbeda dengan hari ini. Jam 09.00 pagi ini, ia mengirimkan sesuatu berisikan “Last Night was a taste of what’s to come Next.” Cheonsa menghentikan ucapannya.

“Apa itu tidak terlihat seperti sebuah ancaman buat mu?”Cheonsa mengalihkan tatapanya menatap Jaehyun berada disebelahnya.

“Aku akan melacak dari alamat IP Adress tersebut. meminta Woobin dan Changwook Hyung unuk memeriksanya.” Dengan cepat jari-jari Jaehyun kembali menari diatas Keyboard komputer Ops miliknya dan menghubungi Woobin setelah mendapatkan apa yang ia cari.

“Woobin Hyung, Aku berhasil menemukan orang yang mengancam Soenah, dari sebuah Cafe di daerah Hongdae, aku akan megirimkan alamat nya padamu sekarang.” Jaehyun menekan Earphone miliknya.

Little Cafe.

Hongdae

Woobin masuk kedalam coffee Shop kecil diantara Cafe berada di Hongdae, menggerutu karena Changwook meninggalkannya begitu saja dan tak dapat di hubungi. melangkahkan kakinya menuju meja kasir yang tidak rapih seperti cafe-cafe pada umum nya.

“Haiii”

“Oh Haii.. Selamat datang.”

“Menu terbaik apa yang kau punya?” tanya Woobin enggan, ia menatap dengan jijik keseluruh cafe terutama jendela yang menghubungkan dapur dengan kasir sangat kotor.

“Affogato dan Macha latte” Jawab Kasir dengan name tag Yuli bersemangat.

” Apa Macha yang kalian gunakan menggunakan bahan organik.” Tanya Woobin membuat kasir wanita tersebut kehilangan semangatnya, ia bahkan mengerutkan dahi nya seraya menjawab pertanyaaan Woobin. ” Of Course.. hemm.. I think So..”

“Apa kalian menggunakan penyaring ganda untuk Air yang kalian gunakan?” tanya Woobin lagi. ” Hemmmm…..” Belum sempat Yuli menjawab Woobin sudah menaikan nama bicaranya ketika melihat sterofoam berada dalam salah satu lemari pendingin minuman mereka.

“Yaaaa…. Kau menggunakan Sterofoam?” Teriak Woobin melangkahkan kakinya mendekati meja tempat pengunjung yang sibuk dengan laptop nya mereka masing-masing.

“Apa kau yakin air yang mereka gunakan adalah air bersih?” Tanya Woobin cepat membuat Customer memandang Woobin dengan mengerutkan dahi mereka. ” Apa kau memerlukan tissue segitu banyaknya hanya untuk satu cangkir kopi?” tanya Woobin berpindah kemeja satunya.

“Ya.. Kau!!” Woobin menunjuk seseorang yang duduk membelakanginya, hingga dia dapat melihat apa yang dilakukan oleh pria tersebut. Pria tersebut segera membereskan peralatannya dan berusaha untuk melarikan diri dari kejaraan Woobin, namun belum sampai pintu keluar seseorang menjegal kakinya hingga membuat dirinya tersungkur.

“Aaagghhh” ringisnya

“Kau hampir membuat Morning Coffee ku tumpah” Ucap Changwook kesal bersamaan dengan Siwon yang datang.

“Kau kemana saja?” tanya Woobin sengit

“Aku sedari tadi disini, aku sudah tau kalau dia yang melalukan pengancaman terhadap soenah.” Jawab Changwook seraya memborgol kedua tangan tersangka mereka.

“Aku tidak melakukannya” Jawab pria yang tidak lain bernama Julian Song.

“Diam!!!” bentak keduanya.

“Kenapa kau tidak langsung menangkapnya? Kenapa harus menunggu aku?” Woobin mendesah kesal.

“Tentu saja, kau adalah ketua Team lapangan, jadi kau yang harus bertindak, sementara aku mengawasi!” Jawab Changwook kembali duduk seraya menikmati Morning Coffee nya lagi. ” Aiishh.. ini Kopi terburuk yang pernah aku minum.” Changwook mendesah kesal

“Maafkan aku terlambat” Ucap Siwon yang baru saja tiba

“Ya!!!! Kenapa kau datang terlambat!!” ujar Changwook dan Woobin bersamaan Meninggalkan Siwon yang terdiam tak mengerti

“Dega – Wae?” tanya Siwon bingung seraya mengengam lengan Julian Song

To Be Continued

Third Team Episode 4 Hadir saudara- Saudara.. Say Hello dong sama Leader lapangan yang tampan nan rupawan, selalu Jealous sama Lee Soo Hyuk (model tampan berwajah alien) karena sahabatnya KIm Minhee lebih nganggep Lee Soo Hyuk ganteng dibanding dirinya KIM WOOBIN. Kayaknya seru deh kalau bikin Soo Hyuk ada disalah satu episode Third team.. hahaha

Happy reading Everyone..

Main Cast :





Advertisements
Next Post
Leave a comment

9 Comments

  1. Jiyong

     /  June 24, 2015

    Hai Alicia aku oembaca baru, sebenarnya gak baru2 amat sech cuman kemarin2 aku jadi silent reader kkkk Maafkan >.< tapi jujur aku cuman baca The Third Team Series cerita yang lain khusunya yg romance aku gak suka, membosankan soalnya hehehh Maafkan (lagi)

    Ok ini rekapan koment aku

    1. Revenge Mission

    Awalnya aku pikir yang paling deket ama Minhee itu adalah Sungjun eehh ternyata Woobin, abis itu aku pikir mereka bakal dari sahabat jadi cinta eehh ternyata udah punya pacar masing2 hahah ini keren sangat2 memanipulasi

    untuk adegan actionnya aku banget, bisa banget di bayangkan di otakku yang kecil ini, walaupun cast nya buanyakkk banget tapi masih bisa di inget. Leluconnya di tengah2 kejadian suka sekali kkkk kocak banget, tapi ada sayangnya di bagian akhir penjahatnya belum ketangkep, seandainya saja ketangkep pasti lebih OK

    2. Casino Alias

    Lagi actionnya aku suka, penambahan cast juga past banget dan ternyata Woobin cinta banget ya ama pacarnya Jiyeon, Minhee sayang banget juga ternyata ama Woobin Keren.

    3. Twilight Tears

    Sumpah ini menguras airmata banget hahah sepertinya rekan menulis Alicia emang jago bikin sad story ya? rasanya beda banget Feel ok sekali, aku heran dech kok bisa ya kalian kerja bareng padahal "gaya" menulis kalian beda banget kkkkk

    4. Witch

    Naahhh di sini aku semakin penasaran ama Ririn Setyo kkkk enaknya punya temen sama2 suka nulis, jadi bisa nulis bareng. Tetep aku heran banget gimana kalian ngabungin "gaya" kalian yg beda itu (?) tapi untuk Witch "Gaya" Ririn nya mendominasi, lebih dari Twilight Tears

    5. Gapras Syndrom

    No Comment hahah aku gak suka soalnya, terlalu datar dan membosankan heheh maafkan (lagi…lagi)

    6. Money Campaign

    Naahh 3rd kembali Ok dan keren,. aku paling suka ama scene terakhirmya hahah gaya Hollywoodnya kerasa banget, ada 1 cast yg marah2 tapi di sisi lain cast 1 nya terlalu santai dan bagian akhir ad 1 cast yg di marahin ampe binggung hahah

    Request dong scene Woobin Jiyeon ada di Money Campaign soalnya aku kangen ama mereka berdua,. seneng aja liat Woobin yg jadi "aneh" klo udh ketemu Jiyeon yang manis itu.

    Maaf ya Alicia… heemm pke Eooni apa nama aja??? panjang komentnnya, tapi tenang nanti part 2 bakal koment kok dan gak panjang2 lagi, soalnya setelah ini bakal koment di tiap part hahahah

    Annyeong — Jiyong

    Like

    Reply
    • Haiiiii…hahhahaa

      Aku emang ga suka sebenernya sama romance, cuma sedikit terpaksa karena ngikutin selera pembaca… Kalau boleh jujur cerita semacam third team itulah yg “Aku banget”… (The winner next project nya)

      1. Cerita third team ini kyk tv serial yang kemungkinan besar penjahat di episode satu bisa muncul di episode 7 atau mungkin di season kedua (seperti itulah ide awalnya)

      2. Twilight tears and Witch :

      Twilight tears ini project barengan, gimana cara kerja kita berdua? Aku sendiri kurang paham sih, ngalir aja gitu.. Emang gaya penulisan kita beda banget dan ga jarang harus perang bintang dulu barulah akur.. 😄😄😄😄
      Ririn paling jago untuk membuat semua jadi “nyata” kalau aku sih bilangnya “Queen of romance”

      Dan untuk Witch sebenrnya ide awal mau munculin scene romance nya aja (ririn bgt) cuma krna Minhee harus dan wajib ada jadi aja ikutan.. Hahahha
      Memang untuk witch peran aku cuma sedikit

      3 capgrass syndrome : aku juga kurang dapet feelnya.. Karena Woobin nya ga ada.. Kurang greget gitu nulisnya.. (Gpp kok aku seneng.. terimakasih atas kritiknya)

      4. Money campaign : kasus yg tidak terlalu berat namun cukup bagus untuk Woobin yg br sembuh.. (Takut Woobin nya kenapa2) hahahah #penulisngefansberatsamaDuoCoupleSpecialAgentKiM
      Dan Diotak kami berdua cuma ada gimana cara ngebully woobin hahahahha.. Untuk scene Woobin Jiyeon, Minhee Minho, akan dirapatkan dulu dengan Mak lampir ku tersayang (read : ririn)

      Terimakasih atas review nya ,, aku seneng deh baca nya ,, boleh pakai Eonni atau Alicia aja.. Selama ngga manggil dengan “Author atau thor” hiihii

      -Alicia Kim-

      Like

      Reply
  2. Jiyong

     /  June 24, 2015

    Ok Eonni d tunggu ya story Woobin Jiyeon nya hahah

    Like

    Reply
  3. alicia aq nungguin ff ini lama lho hoho . Seneng banget akhirnya woobin bisa tugas lagi , duet minhee dan woobin emang keren banget . Kadang kalo abis baca ff ini suka ngayal sendiri jadi minhe cewek yang keren banget menurut aq

    Like

    Reply
    • Huaaa terimakasih, mohon bantuannya ya, saran kritik atau ide2nya ditunggu lho, part keduanya juga sudah publish (tapi di protect)
      Bisa email aku.,nanti aku kasih password nya secepat mungkin…

      Episode selanjutnya on progress,, secepat mungkin akan di publish ^^

      Like

      Reply
  4. liena

     /  July 26, 2015

    hhhhaaaaaaahhhh ff ny gg ngbosenin crtany..
    pngen deh bsa bkin ff kyk gini..
    hheehhheeee…
    lnjut trz yaaa keep writing..
    ooohh itu kalau mau mnta password hrz lwt email yaaaa..

    Like

    Reply
    • Iyaaa lewat email,nanti yaahhh akuuu bales emailnya pas sudah sampai rumah, kebetilan aku br pulang mudik hehhehehe

      Like

      Reply
  5. liena

     /  July 26, 2015

    hheeeiii ak dah kirim email kuuuu…
    ku tggu yaa blsanny..heheheheeee
    dan ttep semangaat utk buaat ff ff laen yg keerreeeenn… :-* 🙂 😉 😀

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: