Tangled – Eps 1

16274

Cast :

Lee Soo Hyuk

Bang Sung Joon

Kim Minhee

Supporting Cast :

Kwon Sang Woo, Choi Ji Woo

Kim Sang Joong as Bang Sang Joong,

Shim hye Jin as Bang Hye Jin

Lee Da Hee as Bang Joon Hee

Jae hee as Park Chang Hee

 Kim Sung Ryung as Minhee ‘s Mother ,

Oh SeHun

By : Alicia Kim

Kim Family ‘s house

Study room

 

Minhee mengela nafas lega ketika jam pelajaran terakhirnya sudah selesai. ia sangat bosan nyaris muak mengingat sejak taman kanak-kanak hingga saat ini ia sudah menginjak kelas tiga Sekolah menengah Atas. Minhee hanya belajar seorang diri bersama guru private khusus HomeSchooling dari yayasan ternama di Korea Selatan yang didatangkan khusus oleh Ibu kandungnya Kim Sung Ryung ke rumah. Kim Sung Ryung memang tidak pernah mengizinkan Minhee untuk bersekolah umum seperti anak-anak pada umunya saat ini, membuat Minhee tidak mempunyai banyak teman, mungkin bisa dikatakan Minhee tidak punya teman.

 

“Mom..?”

 

Minhee menghentikan langkahnya menatap heran ibu kandungnya sudah berada didalam rumah, sesuatu hal yang sangat jarang terjadi, biasanya Kim  Sung Ryung akan menghabiskan waktunya di Perusahaan milik Mendiang suaminya Kim Dong Ryul. Minhee membiarkan buttler Lee mengantar guru nya keluar dari rumah, ia melangkan kakinya menghampiri Sung Ryung.

 

“Mom..” Kim Sung Ryung menghentikan senandungnya, menatap Minhee dengan ganjil, lalu berkata dengan serius. “ Aku harus bicara dengan mu.”

 

“ Sure.. Aku mendengarkan..” Minhee mengambil tempat berhadapan dengan Sung Ryung, meraih cangkir teh dari nampan dihadapannya, meminumnya dengan anggun seperti didikan keluarga Kim yang menjunjung tinggi attitude keluarga bangsawan.

 

“Sebentar lagi ujian kelulusan mu bukan?” Mom berbicara dengan tenang, membuat Minhee semakin curiga. “Minggu depan kau akan masuk sekolah umum, aku sudah mendaftarkannya beberapa bulan yang lalu.”

 

“Mom!! Kenapa kau selalu bertindak tanpa berbicara dulu padaku!!” Minhee melayangkan ketidak sukaanya dan seperti biasa titah Nyonya Kim adalah Halal bagi seluruh penghuni rumah. “ Tidak ada penolakan, Sungmin akan mengantar jemput mu setiap hari. Bersiaplah, besok sekertarisku akan mengantarkan seragam serta keperluan sekolah lainnya. Mengerti!” Minhee meninggalkan halaman belakang rumah keluarga Kim menuju kamar miliknya yang terletak di lantai 2 dengan senyum mengembang. Sekolah umum, bertemu dengan teman-teman seumurannya adalah hal yang sangat ia nantikan selama ini.

 

 

One Week later

Jeguk International School

 

 

Minhee tak bisa berhenti menunjukkan kekagumannya sejak kendaraan yang dikemudikan Sungmin masuk kedalam area sekolah “Hoah, jadi seperti ini sekolah umum itu” Minhee tersenyum menatap Sungmin dari kursi belakang, Sungmin membalas tatapan Minhee dengan senyum.

 

Sungmin menghentikan kendaraan mereka tepat di lobby utama Jeguk International School, kembali menatap Minhee dari Spion tengah“Apa kau sudah siap Nona muda?” Minhee menghela nafasnya, berusaha menghilangkan rasa gugup, kemudian menganggukan kepalanya yakin. Sungmin segera keluar dari balik kursi kemudi, berlari kecil menuju bagian belakang untuk membukakan pintu penumpang.

 

“Selamat datang didunia mu yang baru, Nona..” Minhee menatap Sungmin ragu, ini pertama kalinya ia datang kesekolah umum dan seperti biasa, Mom lebih senang berada di Perusahaan dari pada menemaninya menghadapi hal baru. “kau harus bergegas bertemu dengan kepala sekolah sebelum bel berbunyi” Sungmin menganggukan kepalanya, memberikan peta sekolah kepada Minhee, tentu saja Minhee harus menerimanya, mengingat sekolah nya saat ini memiliki luas 2 Hektar. “Terimakasih Sungmin ssi..”

 

Minhee melangkahkan kakinya menuju lantai 3 tempat kepala sekolah berada, ia sangat berterimakasih pada Sungmin sudah menyiapkan denah sekolah, hingga mempermudah dirinya.

 

Setelah memperkenalkan diri dengan Ibu kepala sekolah, Choi Ji Woo. Minhee melanjutkan langkahnya menuju kelas  bertepatan dengan bell tanda pelajaran dimulai berdengung, memperkenalkan dirinya dengan kaku didepan menatap satu persatu siswa siswi yang akan menjadi temannya ini, ia sendiri tidak yakin akan bisa berteman dengan mereka semua, mengingat dirinya tidak tahu bagaimana cara memulai perkenalan.

 

“Bang Sung Joon ibnida..” Minhee mendongakkan kepalanya menatap seorang laki-laki tinggi mengulurkan tangannya padanya, terkejut karena hanya dia yang mengajaknya bicara. Minhee memundurkan tubuhnya, menatap seluruh Siswa memastikan jika laki-laki dihadapannya ini tidak salah mengajaknya berbicara.

 

“Kim Minhee ibnida” Sung Joon menarik kembali tangannya, karena Minhee tidak membalasnya, hanya  menaikan sebelah tangan kanannya saja.

 

Bell tanda istirahat makan siang berbunyi, semua meninggalkan kelas dengan semangat, begitu pula dengan Minhee yang siap untuk pergi ke kafetaria, bayangan jenis makan siang sekolah umum membuatnya bersemangat. Minhee menatap aneh ruang yang diperuntukan khusus untuk anak-anak kelas 2-3  menghabiskan waktu makan siang mereka. Beberapa kali Minhe menundukkan kepalanya kepada Chef yang kebetulan sedang memeriksa ketersediaan makanan, karena para Cheft tersebut pernah bekerja khusus untuk keluarganya. Ia semakin menyadari jika sekolah umum tempatnya saat ini, tidak seperti sekolah umum yang ia inginkan.

 

Minhee mengambil tempat berada disudut ruangan, jauh dari keramaian teman-temanya, memandang bagaimana semua temannya menghabiskan makanan mereka dengan bersenda gurau, tertawa, bahkan ada siswa yang sedang mengganggu siswa lainnya. Ia kembali menatap nampan berisi berbagai macam jenis makanan mewah berada di hadapannya.

 

“Kau sendiri?”

 

Minhee menghembuskan nafasnya kasar, menatap Sung Joon mengambil tempat di hadapanya tanpa meminta izin terlebih dahulu. Minhee mengacuhkannya, mulai memakan makan siangnya agar bisa segera pergi dari hadapan, Joonaa atau Sung Joon, bahkan Minhee sendiri lupa siapa namanya tadi.

 

“Apa kau gagu?” ucapnya Santai menatap Minhee penuh tanya.  Minhee mendesah, menatap tajam kearah lawan bicaranya. “ Apa pertanyaan itu pantas untuk ditanyakan?” Minhee menghentikan kegiatannya, laki-laki dihadapannya ini sukses membuat Minhee benar-benar kehilangan nafsu makan.

 

“Ah.. ternyata kau normal” Sung Joon tersenyum singkat kembali fokus pada menu makan siangnya kali ini, Tenderloin Steak with Mashed Potato. Minhee meletakkan sumpit yang ia gunakan “ Excuse me”

 

“Kau hanya mengeluarkan suara saat perkenalan didepan kelas, jadi wajar saja jika aku mengira kau kesulitan bicara atau semacamnya.” Minhee mengeram kesal, beranjak dari tempat duduknya menuju kelas untuk merapihkan barang-barangnya, seraya meraih telepone gengamnya menghubungi Supir pribadinya “Aku Ingin pulang, Sekarang!”

 

The Plaza Hotel

Kwon Enterprise Group.

 

“Keluarga ku memang aneh. Mungkin bukan Cuma keluarga ku tapi keluarga kaya dengan penghasilan lebih dari 50.000.000 Won/bulan sama anehnya dengan keluargaku.” Gumam Minhee menikmati Smoothies Strawberry menunggu Mom turun dari kamarnya. Minhee lupa jika akhir minggu Mom lebih suka menghabiskan waktunya beristirahat di penthouse pribadi miliknya yang ia bayar untuk 5 tahun penuh dibandingkan dengan bersantai dirumah nya sendiri.

 

“Bagaimana sekolah mu satu minggu ini?” pertanyaan pertama meluncur dari Mom, selalu seperti itu, bahkan Minhee tak pernah berharap ibu kandungnya ini akan bertanya kabar tentang dirinya.

 

“Well, pada kenyataanya aku tak mempunyai teman sama seperti Homeschooling dulu.” Jawab Minhee dengan datar karena bagaimana pun nada bicara Minhee, Mom akan menganggap semua baik-baik saja.

 

“kau tahu pemilik hotel ini?” Minhee mengedarkan pandangannya, pura-pura berfikir serta mengaggumi  Hotel. “ Kwon Enterprise Group, sepengetahuan ku isterinya pemilik K.E Group adalah kepala sekolah ku bukan?” Kim Sung Ryung menganggukan kepalanya,Ekspresi aneh tertangkap lagi oleh Minhee, berarti ia harus bersiap mendengar nasib yang sudah di gariskan oleh Sung Ryung, bukan lagi oleh TUHAN, dan tentu saja Minhee tidak pernah percaya kehadiran TUHAN akan membantunya keluar dari kungkungan keluarga Kim.

 

“Setelah kau lulus nanti, Aku akan menikahkan mu dengan Putera keluarga Bang” Minhee menghela nafasnya, dan jujur saja aku memasukan mu ke sekolah itu karena anak laki-laki mereka berada disana, menurut berita yang aku terima, ia sekelas dengan mu.” Minhee tidak berkomentar, ia sibuk mengosongkan pikirannya dan mulai menyenandungkan lagu, hal itu biasa dilakukan olehnya untuk menghalau emosi dan kata-kata kasar keluar dari mulutnya.

 

“Minhee, apa kau mendengarkan ku? Apa kau mendengarkan apa yang ku ucapkan, semuanya?”

 

“Mom, Aku mohon izin untuk ke kamar mandi sebentar?”

 

Sung Ryung bersandar dikursinya, seperti Ratu yang mendengar pasukannya kalah dalam peperangan, lalu berkata “ Silahkan” memberikan Minhee uang sebesar 200000 Won untuk diberikan kepada penjaga kamar mandi, tentu saja uang tersebut masuk kedalam kantongnya. The Plaza Hotel memiliki kamar mandi khusus perempuan yang sangat indah, dekorasinya campuran Pink dan Biru langit,  ruang Sauna, headryer serta terdapat Sofa-sofa kecil didalamnya, berjaga-jaga jika ada wanita yang pingsan karena terlalu lama berada diruang sauna karena ingin kurus dalam waktu singkat.

 

“Haruskah aku pingsan disini?” Minhee menatap bayangan dirinya pada cermin dihadapannya. “Jika aku pingsan, lalu berpura-pura gila mungkin Mom akan mengurungkan niatnya”Minhee menyalakan keran air, membasuh wajahnya dengan air dingin guna menghilangkan pikiran-piran aneh dalam otaknya.  Setelah meyakinkan dirinya sudah dalam keadaan “Baik” ia pun kembali menemui Sung Ryung, ia menghentikan langkahnya melihat Sung Ryung sedang berbicara dengan seorang laki-laki.

 

“Permisi..”

 

Sung Ryung, dan laki-laki dihadapan nya menolehkan wajahnya, menatap Minhee dengan ramah. “ Minhee, kenalkan ini paman Kwon Sang Woo” Minhee membungkukkan tubuhnya, memberi hormat pada nya. “ Huaah.. kau sudah besar rupaya, kau sangat cantik dan menawan. Berapa umur mu?” Wajah Minhee bersemu, kemudian menjawab.

 

“ 18 Tahun”

 

“ Sungguh Cantik, bagaimana dengan sekolah mu? Isteri ku bilang kau  adalah siswi baru disekolahnnya”

 

“Menyenangkan, terimakasih sudah bertanya” jawab Minhee sopan.

 

Minhee menangkap tatapan aneh dari kedua mata Sung Ryung yang mengikuti kemana Kwon Sang Woo melangkahkan kakinya, kemudian menghilang, kemudian ia kembali menatap Minhee.

 

“Jadi, persiapkan dirimu, setelah Ujian sekolah mu selesai keluarga Bang akan mengundang kita untuk makan malam dirumahnya dan tepat di usia mu yang ke 22, kalian berdua akan menikah”

 

“Mom..”

 

Sung Ryung meninggalkan Minhee begitu saja menuju Penthouse Pribadi miliknya, tak seorang pun diizinkan untuk kesana, The Plaza hotel salah satu hotel termewah di dunia dengan keamanan tingkat tinggi. Minhee kembali menghubungi Sungmin, memintanya untuk bersiap pulang.

 

 

 

Hilton International Hotel

VIP Room

 

 

“Bisa kau pecepat langkah mu? Kita sudah terlambat!!” Minhee berjalan dengan cepat, menatap kesal ibu yang berada dihadapannya. “Memangnya salah siapa kita datang terlambat?” Umpat Minhee dalam hatinya.

 

Seorang penjaga VIP Room membuka pintu untuk Minhee dan Kim Sung Ryung masuk kedalam ruang makan, Sung Ryung tersenyum kepada seluruh keluarga Bang dan juga keluarga Choi yang sudah terlebih dulu datang.

 

“Selamat malam, maaf aku terlambat” Sung Ryung mengambil tempat berhadapan dengan Bang Sang Joong ayah dari Sung Joon teman satu kelasnya, sementara Minhee berhadapan langsung dengan Sung Joon, mereka berdua saling menatap dengan tatapan yang tak dapat diartikan.

 

“Minhee ya…”  Minhee mengalihkan pandangannya dari Sung Joon, menatap Bang Sang Joong dengan senyum menghiasi wajahnya “Saya, Paman”

 

“Kau pasti sudah tidak sabar untuk bertemu dengan calon suami mu”

 

“Heh..?! ah Ne..” Minhee tersenyum menganggukan kepalanya ragu. “Tunggu sebentar lagi, ia akan segera datang”

 

Tak selang berapa lama, pelayan membuka pintu VIP Room, semua penghuni ruangan, menolehkan wajah mereka menatap penghuni terakhir yang dinantikan oleh semuanya.

 

“Maaf aku terlambat” Ucapnya dingin seraya membungkukkan tubuhnya. “Ah,jadi dia yang akan menjadi calon suami ku, Cukup tampan, dingin dan sedikit tidak bersahabat” gumam Minhee kembali sibuk dengan makanannya. Ia tidak peduli siapapun yang akan jadi pasangannya, selama bukan isteri orang .

 

“Soo Hyuk ah, Perkenalkan dirimu..” Pinta Nyonta Bang,  Bang Hye Jin, Soo Hyuk menganggukan kepalanya.

 

“ Selamat malam, aku Lee Soo Hyuk”Minhee kembali menatap Soo Hyuk, sedikit mengerutkan dahinya karena Soo Hyuk berbeda Marga dengan Sung Joon .

 

“Soo Hyuk, adalah putera pertama ku dengan mendiang ibu nya” jelas Tuan Bang  “dan ia memilih untuk tetap menggunakan marga ibu kandungnya” tambah Bang Hye Jin membuat Minhee ber-O ria. “Duduklah disebelah Sung Joon, kau pasti belum makan malam bukan?’ tanya Nyonya Bang dijawab anggukan oleh Soo Hyuk datar.

 

**

 

“Aku sudah selesai makan. Mom, aku akan berkeliling sebentar.. Permisi” Minhee bangkit dari tempat duduknya, membungkukkan sedikit tubuhnya pada keluarga Bang  serta keluarga Kwon.

 

Minhee nenutup kedua mata, membiarkan angin malam menerpa wajah manisnya, ia selalu suka saat-saat seperti ini, Sunyi membuat dirinya tenang, sampai seseorang menginterupsi waktunya.

 

“Ternyata kau disini.. “ Suara berat milik Bang Sung Joon kian mendekat menganggu ketenangannya, Minhee membuka matanya perlahan menatap tajam pemandangan kota seoul di malam hari.

 

“Bagaimana bisa kau menemukan ku?” Minhee bertanya tanpa mengalihkan pandangannya, ia menyadari Sung Joon sudah berada disebelahnya ikut menatap lampu-lampu kota seoul. “Kau selalu sendiri, tidak punya teman dan tidak terlalu suka keramaian..dan Rooftop adalah tempat yang aman untuk mu” Sindir Sung Joon melanjutkan perkataanya “aku terlalu mengenal mu  bukan, Kim Minhee ssi?”

 

“Katakan apa yang ingin kau katakan, lalu.. Get Lost” ucap Minhee datar.

“Aku hanya ingin mengatakan, selamat datang di keluarga ku, Nona muda Kim atau harus aku panggil dengan Kakak Ipar?” Sung Joon menyeringai meninggalkan Minhee yang berada di rooftop sendiri. Minhee mengusap wajahnya kasar dengan kedua tangannya, menghela nafas  berusaha mengeluarkan kekesalanya. Setelah dirasa sudah dalam keadaan baik,Minhee memutuskan untuk kembali bergabung dengan yang lain, namun lagi-lagi seorang meninterupsi langkahnya.

 

“Jadi kau adalah calon isteri ku?” Minhee Membalikan tubuhnya, mendapati Soo Hyuk bersandar pada salah satu pilar dekat pintu ruang VIP. Dengan anggun Minhee melangkahkan kakinya mendekati Soo Hyuk. “Senang berkenalan dengan mu, Lee Soo Hyuk Ssi” Minhee tersenyum membungkukkan tubuhnya singkat.

 

“Sepertinya kita perlu bicara..”

 

“Sure” Minhee mengikuti kemana Soo Hyuk melangkah, setelah meminta izin pada keluarga, Soo Hyuk dan Minhee pun menuju sebuah Coffee Shop kecil, tidak terlalu ramai namun nyaman.

 

“Jadi apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Minhee to the Point, Soo hyuk mengeluarkan sebuah amplop cokelat dari saku dalam Blazer miliknya meletakkan nya diatas meja, mendorongnya tepat dihadapan Minhee.

 

“Apa ini?” Minhee membuka amplop tersebut, tersenyum setelah membaca isinya“ Kontrak pernikahan?”

 

“Disitu tertulis perjanjian antara kita, as you know, pernikahan kita ini adalah pernikahan bisnis antara kedua keluarga.”  Minhee mengangguk setuju “Lalu?”

 

“Dilembar kedua tertulis jika kau akan mendapatkan 5% saham perusahaan, means aku akan membagi saham ku padamu.”

 

“Aku rasa ini tidak cukup untuk ku, bagaimana jika kau menambahkan sedikitnya 1% setiap 1 tahun kita menikah” tawar Minhee.

 

“Gadis Pintar..!” Soo Hyuk tersenyum sinis menatap Minhee.

 

“Kau bisa cek prestasiku selama ini, aku memang gadis yang pintar, dan kau takkan pernah menyesal menikah denganku.” Minhee menyesap Macchiato caramel miliknya.

 

“Sepertinya kita harus menambahkan beberapa hal” Minhee menuliskan beberapa point tambahan diperjanjian mereka.

 

“Senang berbisnis dengan mu, Lee Soo Hyuk ssi..” Soo Hyuk beranjak dari tempatnya. Namun panggilan Minhee membuat gerakannya terhenti, ia menatap Minhee menunggunya untuk melanjutkan perkataanya.

 

“Soo Hyuk Ssi.. Kenapa kau tidak hadir dalam acara perkenalan tempo hari?” tanya Minhee .

 

“Aku menyelesaikan sebuah urusan yang sebenarnya tak ingin ku selesaikan.” Jawab Soo Hyuk. “Ada masalah?”  Tanya Soo Hyuk, Minhee menatapnya tersenyum sinis. “ Annio..Aku harap masalah mu telah selesai, karena aku tak ingin  pernikahan ku terganggu dengan semua masalah mu” Minhee pergi meninggalkan Soo Hyuk setelah mengantongi satu berkas yang sudah di tanda tangani oleh keduanya.

 

Lee Soo Hyuk’s Penthouse

 

 

Soo Hyuk melangkahkan kakinya menuju lemari pendingin, meraih sekaleng Beer ukuran besar, meminumnya langsung dalam sekali teguk. “Aku tidak percaya, wanita dingin itu yang akan menjadi isteri ku “desah Soo Hyuk bersamaan dengan bunyi security pada pintu masuk.

 

“Hyung!” Sung Joon menghampiri Soo hyuk, meraih Kaleng Beer dari dalam lemari pendingin. “Ya.. haruskah aku mengganti securiy code penthouse ku sendiri?” Soo hyuk meninggakan Sung Joon menuju kamarnya.

 

“Hyung…. Bagaimana?” Tanya Sung Joon menyusul Soo Hyuk kedalam kamarnya. Sung Joon merebahkan dirinya diatas tempat tidur, menunggu Soo Hyuk keluar dari dalam walk in closet miliknya. “Ah Hyunggg!!!!!” Teriak Sung  Joon kesal, karena tak mendapat jawaban atas pertanyaanya.

 

“Apanya..?”

 

“Aish.. Hyung!! Bagaimana pendapat mu tentang Kim Minhee, Calon isterimu?!”

 

“Biasa saja, memangnya kenapa? Kau menyukainya?”

 

“Aku.. kenapa aku?” tanya Sung Joon pada Soo Hyuk yang ikut merebahkan tubuhnya bersebelahan dengan adik tirinya.

 

“Aku melihat sesuatu dari cara mu menatapnya tadi..”

 

“Tentu saja, Aku harus tahu wanita apa yang akan menjadi kakak ipaku nanti..” Sung Joon menatap Soo Hyuk yang sudah menutup kedua matanya.

 

“Hyung… Mianne.. “

 

 

 

 

Secret House

Yeongcheon-si, Gyeongsangbuk-do

 

 

Setelah mengendarai mobil pribadinya Black Maserati Granturismo selama 5 jam,akhirnya Minhee sampai di rumah peristirahatan pribadi miliknya, terletak dikawasan Jacheon Forest. Sudah 2 tahun lamanya ia memiliki rumah ini dari uang pribadinya sendiri, tentu saja hasil keuntungan setiap bulan dari saham yang diberikan oleh mendiang ayah kandungnya,15% saham sudah membuatnya kaya mendadak sejak pengadilan memutuskan ia sudah berhak untuk mengatur keuangannya sendiri.

 

“Katakan saja aku sedang berlibur bersama teman-teman ku..” Minhee menghentikan kegiatan mengeluarkan koper miliknya dari bagasi mobil. “ Kau benar Sehun ssi, aku tidak punya teman, mereka hanya benalu.” Desahnya.

 

“Katakan saja aku sedang berlibur di busan, ingat jangan katakan tentang keberadaan ku disini, termasuk dengan Sungmin.” Minhee mengakhiri pembicaraanya dengan Sehun sekertaris pribadinya yang selalu menemani Minhee kemanapun.

 

Minhee melanjutkan kegiatanya, menarik kopernya masuk kedalam rumah yang tidak terlalu besar, berdinding kayu, dengan pemanas ruangan serta fasilitas pendukung lainnya, ia pun memutuskan untuk sekedar menutup kedua matanya 1 hingga 2 jam.

 

“Eughh” gadis itu melenguh, menghirup aroma manisnya Hot Caramel Chocolate,serta kecupan hangat dileher bagian belakangnya. Ingin rasanya Minhee membuka mata, namun rasanyaa sulit sekali, ia masing ingin tidur untuk waktu yang lama, melepas semua penat dan mengendurkan syaraf tegang akibat aktifitasnya beberapa minggu ini.

 

“Sung Joon ah..” Minhee berusaha melepaskan tangan Sung Joon dari perutnya. “ Aku merindukan mu Minhee ya.” Sung Joon mengeratkan pelukannya pada Minhee, ia mendesah dan mengubah posisinya duduk memunggungi  Sung Joon.

 

“Apa yang kau lakukan disini” tanya Minhee berjalan mendekati jendela

 

“Want to meet you” jawab Sung Joon, Minhee memutar kedua bola matanya, membalik tubuhnya menatap Sung Joon “Kau harap aku percaya dengan semua itu?”

 

“Sayangku…”

 

“Stop calling me like that..Aku benci mendengar kata itu keluar dari mulutmu” ucap Minhee marah. Sung Joon mendekati Minhee, menempelkan keningnya pada kening wanita yang ia cintai, perlahan namun pasti mengecup bibir pasangannya dengan lembut. Minhee mendorong tubuh Sung Joon menjauh dari dirinya.

 

“Dont.. please Dont.. “ Minhee berjalan  keluar dari kamar meinggalkan Sung Joon sendiri. Sung Joon mengepalkan kedua telapak tangannya, tidak suka akan penolakan yang ia terima.

 

“Kenapa kau bersikap dingin padaku?” Sung Joon menyusul Minhee menuju dapur.  “Kau sudah tahu jawabannya.” Jawab Minhee memainkan gelas redwine ditangannya.

 

“Sayang..” Sung Joon menarik kursi dihadapan Minhee.

 

“I said Stop!!!!” Minhee bangkit dari kursinya, berjalan menjauh dari Sung Joon. “ Jika aku benar menyayangi ku, kau takkan membiarkan mereka menikahkan ku dengan kakak mu.”

 

“Hanya satu tahun Minhee ya.. selama satu tahun, aku akan melakukan rencana kita, setelah itu kita akan menikah dan hidup bahagia.” Minhee mendesah mengelengkan kepalanya tidak percaya dengan dikatakan oleh Sung Joon.

 

“Apa yang kau cari sebenarnya?”

 

“kebahagiaan, dan kita akan segera mendapatkannya” Sung Joon tersenyum licik

 

 

 

 

 

Bang’s Family Luxury Mansion

Dining Room

 

Seluruh keluarga Bang menghadiri acara makan malam keluarga, selain Tuan dan Ny Bang, hadir pula Bang Joon Hee, anak perempuan pertama dari keluarga Bang, kakak kandung dari Sung Joon dan adik tiri dari Lee Soo Hyuk serta suami nya Park Chang Hee

 

“Bagaimana persiapan pernikahan kalian berdua?” tanya Bang Sang Joong  pada Minhee dan Soo Hyuk, kedua nya saling menatap Singkat kemudian Minhee angkat bicara. “ Sudah 85% dan kami baru saja selesai melakukan Foto Pre-Wedding, paman tidak perlu khawatir semuanya dalam keadaan terkendali”

 

“Tentu saja aku perlu khawatir, ini pernikahan anak  laki-laki pertama ku serta pernikahan ini akan mempengaruhi bisnis keluarga ku” Ucap Bang Sang Joong  tanpa menghentikan kegiatan makannya, Minhee mengenggam garpunya dengan kencang, raut wajahnya mengeras namun sesegera mungkin Minhee mengontrol dirinya dengan tersenyum.

 

“Lalu, apa yang akan kau lakukan setelah menikahi Soo Hyuk Kami?” tanya Nyonya Bang membuat Minhee sedikit terkejut. “ kau tidak berfikir menjadi ibu rumah tangga bukan? Karena dikeluarga kami wanita harus tetap bekerja untuk meyokong keuangan kami.”

 

“Tentu saja aku akan bekerja, aku tertarik dengan bisnis Franchise Sepatu serta Coffee Store milik keluarga kalian, jika aku diizinkan, aku ingin sekali mengelola toko tersebut.” Ucap Minhee datar seraya memasukan potongan daging dimututnya, kali ini seluruh keluarga Bang terkejut menatap Minhee. Lain halnya dengan Soo Hyuk yang sedikit menarik sebelah bibirnya “Ternyata kau bukan Cuma pintar tapi juga licik” Gumamnya

 

“Bukan-kah sebagai isteri dari anggota keluarga aku juga harus bekerja? Dan aku rasa itulah yang cocok dengan ku.” Minhee tersenyum memandang seluruh anggota keluarga bergantian. “ Aku akan pastikan jika kalian tidak akan menyesal menempatkan aku disana.”

 

“Baiklah Jika itu keinginan mu..”

 

“Appa…” protes Joon Hee dan sang isteri tidak terima dengan keputusan yang diambil oleh Suaminya. “ Tidak apa-apa , dengan kepintarannya aku rasa ia mampu untuk menjalani franchise Kopi milik kita.”

 

“Terimakasih Abonim.” Minhee tersenyum puas, sementara Joon Hee menatap Sinis kearah Minhee, ia tidak terima karena Minhee diberikan hak penuh sebagai pemimpin Twosome Coffee.

 

“Ah.. Apa sebaiknya kalian tinggal bersama kami setelah kalian menikah nanti?” usul Sung Joon tiba-tiba

 

“Andwe.” Ucap Minhee Spontan. “ Maksud ku, ada baiknya jika kami tinggal dirumah kami sendiri, mengingat kami adalah pasangan baru dan ingin menikmati waktu kami berdua.. bukan begitu Soo Hyuk Ssi..” Minhee menolehkan wajahnya pada Soo hyuk berada disisinya. Terlihat Soo hyuk masih sibuk dengan desert favourite nya tak menggubris perkataan Minhee.

 

“Aku rasa ide Sung Joon bagus Juga. “ ucapnya.

 

“Benar bukan, Hyung setuju dengan ide ku..” ucap Sung Joon penuh semangat, lain halnya dengan Minhee yang menatap tajam kearah Sung Joon.

 

“Kalau begitu, aku akan meminta pelayan untuk menyiapkan kamar kalian berdua.” Ucap Bang Hye Jin.

 

“Permisi..” Seluruh keluarga mengalihkan tatapannya pada Sekertaris Pribadi Minhee yang menginterupsi percakapan mereka, Oh Sehun.

 

“Nona Muda, Sudah waktunya..” Minhee menganggukan kepala tepat Sebelum Sehun pergi keluar dari ruangan.

 

“Kalau begitu, aku permisi dulu.. Terimakasih untuk makan malamnya” Minhee menyeka sudut bibirnya dengan serbet tersenyum menatap anggota keluarga.

 

“Apa kau akan pergi lagi?” tanya Sung Joon penasaran.

 

“Aku harus bertemu dengan EO Pernikahan, memastikan jika semua sudah sempurna” Minhee bangkit dari tempatnya sedikit menundukkan kepalanya  sebelum meninggalkan ruang makan kediaman keluarga Bang.

 

To Be Continued

Tangled means kusut, Cerita ini yaa sesuai sama judulnya. Aku mencoba bikin cerita berbeda dari yang sudah pernah aku bikin sebelumnya, kalau ditanya kenapa bukan Boyband ? Karena Boyband menurut aku ngga cocok sama genre ini, dan justru ide ini muncul ketika melihat hasil dari Photo Shoot para laki-laki berkaki panjang yang nampan dan rupawan..

Happy Reading !

Cast : 

a307c667b9067826c4f09a4b11a69c68

Lee Soo Hyuk

 

15865

Kim Minhee

10669dc97d71c2cf12a21133b1de4f4d

Bang Sung Joon

Kim Sang Joon

Kim Sang Joong As Bang Sang Joong

(Lee Soo Hyuk and Bang Sung Joon’s Father)

Sim Hye Jin

Shim hye Jin As Bang Hye Jin

(Bang Sung Joon’s Mother)

Advertisements
Previous Post
Next Post
Leave a comment

6 Comments

  1. wari

     /  July 15, 2015

    Ini benar complicated tapi bikin penasaran. Apalagi sm cinta segitiga mereka . dan rencana sung joon biar minhee tinggal dirumah keluarganya

    Like

    Reply
  2. desi fitriyani

     /  July 16, 2015

    masih chapter 1 jd ak masih agak bingung samaa critanyaaaa.. Dan rada nyebelin klo pke model, namanya sma orangnya ak gak hfal eonnii.. Tp gak pa2 dehhhh… Ngafalin model2 lageeee akunya

    Like

    Reply
  3. desi fitriyani

     /  July 22, 2015

    eonniii… Woobin oppaa, huwaaaaaaa… Ak gk rela dia jadiaaaannnnn huhuhu

    Like

    Reply
    • Huaaaaa… Aku juga bingung mau komenn apa.. Untung Minhee Woobin cuma sahabatan (sedih sih tapi ya gimn)
      Kmrn Minho skrng Woobin hiks

      Like

      Reply
  4. desi fitriyani

     /  July 25, 2015

    hikss… Bias pada tega ya eonniii, itu berdua kpan deketnya yaaa ?? Tau2 udah dating aja..

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: