DEVIL

collage_20150721232928211

Special Movie

“DEVIL”

Based From Third team The Series

Kim Woobin, Kim Minhee, Song Jiyeon

“ Jiyeon ah selamat Pagi!!!”

Minhee datang dengan senyum mengembang, membawa Kue serta bunga untuk sahabat tersayang yang sedang berulang tahun. Setelah Jiyeon menghubunginya semalam memberitahu kegagalannya melakukan rencana mereka, akhirnya Minhee memutuskan untuk datang tanpa pemberitahuan, ia bahkan tega membangunkan beberapa Maid dirumahnya  untuk mengajarinya cara membuatkan  Oreo Cheesecake Khusus untuk Woobin.

“Kenapa Sepi sekali.” Minhee memeriksa seluruh ruangan tak mendapati Jiyeon ataupun Woobin dipenjuru ruangan. Ia mengeluarkan telepone gengam dari saku belakang Hotpans miliknya menghubungi seseorang.

“Noona Wae..” terdengar suara bantal dari laki-laki yang kini diajaknya berbicara.

“Jaehyun ah.. apa kau melihat Jiyeon dan Woobin, aku berada diapartement Jiyeon namun tak bisa menemukan keberadaan Mereka.” Minhee membuka Gorden apartement Jiyeon melihat kearah Kolam renang yang terlihat jelas dari unit apartement namun ia tak bisa menangkap keberadaan keduanya.

“Mana ku tahu, aku bukan ibu mereka.. ah Noona tutup telepone nya..” Jaehyun memutuskan pembicaraan mereka sepihak, membuat Minhee mendesah kesal.

Akhirnya Minhee memilih untuk menyiapkan semuanya, menata meja makan yang terbuat dari kayu jati Indonesia khusus ia berikan kepada Jiyeon tahun lalu sebagai hadiah ulang tahunnya. Minhee menyenandungkan lagu selamat ulang tahun, meraih sebuah kotak dibungkus kertas kado berwarna merah dengan pita putih sebagai pemanis, hadiah yang sudah disiapkan khusus oleh Minhee sejak jauh-jauh hari.

“Happy Birthday Handsome” Gumam Minhee dengan senyum mengembang menghirup aroma bunga lili yang diam-diam ia ambil dari toko bunga milik Jiyeon, karena bagi Minhee, meminta izin adalah hal yang menyebalkan.

****

Minhee berlari dari dapur menuju keruang tengah begitu mendengar Security code berbunyi, senyum tak hilang dari wajahnya serta nyanyian selamat ulang tahun sudah siap ia kumandangkan, namun semuannya sirna ketika Woobin menatap dirinya dengan tidak bersahabat.

“Ya!!! Kim Minhee!!!!!!!!” bentak Woobin spontan membuat Minhee terpatku ditempatnya. “Apa Maksud mu meminta Jiyeon tidak mengucapkan selamat ulang tahun untuk ku?!” Woobin mendekati Minhee, berada di hadapannya saat ini. Minhee melirik Jiyeon yang berada dibelakang tubuh Woobin sedang menggelengkan kepalanya  terkejut.

“Woobin Ah.. Wae?!” Tanya Minhee terkejut, tak kalah terkejutnya dengan Jiyeon ketika mendengar perkataan Woobin selanjutnya.

“Apa kau berniat membuat hubungan kami renggang, becandamu kali ini tidak lucu Minhee ya!”  Minhee membulatkan matanya terkejut mendengar dugaan Woobin tentangnya, ia sungguh kecewa dengan pernyataan Woobin  tadi. Minhee mebalik tubuhnya dengan cepat, berjalan menuju meja makan untuk mengambil tas tangan miliknya kemudian meninggalkan apartement Jiyeon begitu saja tanpa sepatah katapun.

Blaam!!

Suara bantingan pintu membelah kesunyian didalam apartement, perlahan Jiyeon mendekati Woobin, mengelus punggungnya dengan lembut. “ Seharusnya Kau tak boleh seperti itu, bukan Minhee yang salah, itu adalah ide kami berdua, jadi sebenarnya aku juga bersalah.” Woobin mendesah memilih untuk duduk di ruang tengah, menyalakan Televisi yang sebenarnya tidak ia saksikan sama sekali. Dalam hatinya Woobin menyesali perkataanya, ia sadar jika  kata-katanya tadi terlalu kejam untuk didengar oleh Minhee.

“Oppa…”

Woobin membalik tubuhnya menatap Jiyeon sedang mengangkat sebuah Cake ulang tahun yang terlihat sedikit berantakan, ia pun berjalan mendekati Jiyeon, menatap kosong kearah Oreo Cheese Cake  salah satu kue favourite nya berukuran sedang, kemudian meraih kartu ucapan selamat ulang tahun dihadapannya.

“HAPPY BIRTHDAY MY HANDSOME SOULMATE, KIM WOOBIN”

THANK YOU AND I LOVE YOU

“Minhee benar-benar melakukannya, semalam aku memberitahukan padanya jika kau sudah mengetahui rencana iseng nya itu, lalu ia mengatakan akan memberikan mu hadiah special hari ini, karena itu pula aku memberi tahukan Security code apartement padanya, dan aku rasa inilah hadiah special mu itu, Kue buatannya sendiri,  bisa kau lihat sendiri dari bentuk kuenya yang jauh dari kata sempurna” Woobin mengaggukan kepalanya, tersenyum samar. Ada rasa senang melihat Kue hasil Karya sahabat yang sama sekali tidak bisa memasak Kim Minhee  diperuntukan khusus untuk dirinya bercampur rasa bersalah yang Woobin rasakan pada Minhee.

“Oppa.. Apa kau tak mau mengejarnya” tanya Jiyeon sedikit takut-takut.

“Aiishh, sejak kapan anak itu menjadi perasa seperti ini, membuat ku susah saja!” Desah Woobin semakin merasa bersalah, ia pun mencium kening Jiyeon sekilas “ Thankyou dear!, Aku akan mencari Minhee ” Sebelum berlari keluar dari Apartement malaikat hatinya itu. sementara itu tanpa Woobin ketahui Jiyeon sudah terlebih dahulu menghubungi Minhee.

Woobin menuju lantai dasar menggunakan tangga darurat, dikarenakan  pintu Lift yang akan membawa nya dari lantai 8 tak juga membuka pintunya. “Aissh Minhee yaa, jawab telepon nya” Desah Woobin.

“Minhee ya!!!!” Teriak Woobin berdiri tepat didepan Lobby Utama Gedung Apartement Jiyeon, ia mengedarkan pandangannya mencari Sosok Minhee.

“ Assih, Kemana anak itu!” Umpatnya kesal karena tak juga menemukan keberadaan sahabatnya ini, Minhee juga tak menjawab teleponnya. Ia berlari menuju taman disamping gedung Apartement setelah mendapati Kendaraan Minhee masih terparkir cantik di VIP Parking tepat dekat pintu Lobby.

Woobin akhirnya bisa bernafas lega berhasil menemukan Minhee tengah sendirian duduk disebuah Ayunan, perlahan ia mendekati sahabat kecilnya itu seraya mengingatkan dirinya jika ia siap menerima apapun yang dikatakan olehnya.

“Minhee ya…” Woobin memilih duduk diayunan bersebelahan dengan Minhee, namun gadis yang mengclaim jika dirinya adalah Soulmate nya diam tidak menanggapi panggilannya.

“Mianne…”

“Untuk apa?”

“perkataan ku padamu tadi..”

“Kau jahat..”  Minhee terisak menundukkan kepalanya, dengan cepat Woobin mendekati Minhee, berjongkok dihadapan Minhee, ia kembali dirundung rasa bersalah membuat nya rela melakukan apa saya agar Minhee berhenti menangis.

“Berhenti menangis,  Aku salah, Aku tahu, Maafkan aku, Eoh.” Mohon Woobin, namun isakan Minhee semakin kencang membuat dirinya semakin panik. “Aku akan melakukan apa saya asal kau berhenti menangis eoh.”

Perlahan Minhee menangkat wajahnya menatap Woobin “Benarkah?”  Woobin menganggukan kepalanya dengan cepat. “ kalau begitu.. Ageyo!!” Woobin membulatkan kedua matanya terkejut, Minhee meminta ia melakukan  hal yang seumur hidup tidak akan pernah ia lakukan.

“Cepat!!!” Rajuk Minhee, Woobin membatu. “Jika kau tidak melakukannya, aku akan kembali menangis..” Ancam Minhee, berpura-pura menangis.

“Hiks .. Hiks..”

“Baiklah baiklah!!!”Woobin menyerah, Minhee menyeka Air mata yang turun dari kedua matanya menunggu Woobin untuk melakukan Aegyo.

Woobin menghela nafasnya, dengan berat hati ia menggepalkan kedua telapak tangan, diangkatnya kedua kepalan tersebut  hampir menempel tepat dibawah mata kedua matanya, digerakan kedua tangannya perlahan secara bersamaan dengan senyum dipaksakan.

“Buing Buing”

Minhee menahan tawannya melihat Woobin melakukan permintaan yang hampir tidak pernah akan ia lakukan didepan siapapun termasuk Jiyeon.

“Bagaimana kau sudah puas?” Tanya Woobin, Minhee sekuat tenaga berusaha untuk tidak tertawa pun memilih untuk bungkam. “Minhee yaa.. Aku sudah melakukannya apa kau tidak juga mau memaafkan ku?? Ayolaah” rajuk Woobin yang akhirnya membuat Minhee tak kuasa lagi, Minhee pun tertawa serta menganggukan kepalanya menandakan ia sudah memaafkan Woobin, karena sampai kapan pun Minhee takkan pernah bisa bermusuhan dengan sahabatnya itu.

Minhee bangkit dari posisinya, berjalan mendahului Woobin meninggalkan taman bermain begitu saja, Woobin segera berlari menyusul Minhee, berjalan beriringan, mengalungkan lengan panjangnya pada pundak Minhee. “Terimakasih untuk Kue nya” bisik Woobin, Minhee menganggukan kepalanya tanpa mengatakan sepatah katapun.

“Hahahhaaa…” Tawa Woobin tiba-tiba, membuat Minhee kembali mengalihkan pandangannya pada Woobin.” Lihat Itu Minhee ya, ada Badut mengendarai Lamborgini biru seperti punya ku” Tunjuk Woobin, Minhee pun mengalihkan pandangannya pada Lamborgini Biru metalik dengan atap terbuka yang di tumpangi Oleh 5 orang berkostum badut bergerak mendekati mereka. tanpa sepengetahuan Woobin ,Minhee menghentikan langkahnya, menyadari sesuatu akan segera terjadi pada dirinya.

“hahahha, jika aku pemilik mobil tersebut, mungkin aku akan menuntut seluruh badut tersebut karena menggunakan mobilku tanpa izin, mobil hasil jeripayah ku, mobil dengan Velg Jutaan dolar serta Jok kulit limited edition persis seperti yang dikend-daa-raa-ii “Langkah Woobin terhenti menyadari kalimat yang keluar dari mulutnya, mengeram kesal ketika tak mendapati Minhee berada disebelahnya.

“KIM MINHEEE!!!” Woobin membalikkan tubuhnya mendapati Minhee menunjukkan deretan gigi seputih mutiara dengan kedua jari membentuk Vsign “Selamat Ulang Tahun Sahabatku sayang, kim Woobin!”

“KAU!!!” Geram Woobin perlahan berjalan mendekati Minhee, sementara Itu Minhee tak tinggal diam, ia takkan membiarkan dirinya disiksa oleh Manusia Jenius yang Phobia terhadap Badut. Gadis itu melangkah mundur sesuai dengan langkah Woobin kemudian berlari secepat mungkin dan sejauh mungkin.

“JANGAN LARI KIM MINHEEEEE!!!! KEMBALIKAN MOBIL KU!!! USIR SEMUA BADUT ITU!!!”

THE END

Bahkan di Hari Bahagianya pun ia tetap kalah dengan Sahabat seumur hidupnya Kim Minhee karena sampai kapan pun Woobin takkan pernah menang dengan Minhee. Bukan Minhee namanya yang tidak akan melakukan pembalasan dendam, bukan Minhee namanya yang akan begitu saja memaafkan Woobinnya tersayang.

Woobin yang malang… 

Advertisements
Previous Post
Next Post
Leave a comment

5 Comments

  1. liena

     /  July 23, 2015

    hahahahahahaahahah…sakit perut ak bca nyaa…
    lluucccuuu bgt..great story..
    jeongmal daebak..
    keep writing yaaaa..
    n ku tggu lho the third team series ny..
    go go go fighting…

    Like

    Reply
  2. Rhea

     /  July 23, 2015

    hahahahahha funny, meski masi shock gegara berita kim woobin setidaknya ini menghibur kak

    Like

    Reply
  3. Jiyong

     /  August 19, 2015

    penasaran dari kmrin2 mau baca ini, heheh ak udh baca Angel juga tapi komentnya ak gabung disini aj

    1. Angel >>> kalimatnya lebih puitis serasa baca Novel kkk walaupun lebih pujangga pas d FF Twilight Tears sama Witch, itu temen Unnie gak kepikiran bikin Novel?

    2. Devil >>> lebih kocak dan lebih Alicia Kim, ini pasti bikinnya sendiri gak pake campur tangan Ririn Setyo. walaupun marahnya Woobin agak lebay tapi masih OK heheh tapiii tetep Unnie lebih pas klo bikin FF tema detektif dan perang2 gitu >,< feelnya lebih berasa 3rd team, klo menurut ak sih

    Like

    Reply
    • Hahahhaha, memang aku bikin sendiri ngga pakai editan.. Emang third team itu udh nyatu bgt (apalagi minhee minhoo) twilight tears itu ide berdua si maklampir ngedit biar jadi kece aja..

      Temen aku? Ntahlah si mak lampir itu (cape nyaraninnya) biarkan dia berkarya sesuka hatinya

      Udah aku balas emailnya yaaa

      Like

      Reply
  1. ANGEL | Kim's Cinema

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: