COLOR RING – Part 2

“COLOR RING”

Main cast :

Choi Siwon ,Kim Minhee

Hwang Chansung, Choi Minho, Goo Se Young

Supporting Cast:

Cho Kyuhyun, Kim Youngwoon

Lee GiKwang, Shim Changmin

Other Artist (Cameo)

Author: Alicia kim/ Qraelf



“Dokter Kim…….”

“Minhee-sshi kau baik-baik saja?” Chansung menyentuh lengan Minhee, ia menolehkan wajahnya menghadap Chansung.

“Aku baik-baik saja! Ayo tiba-tiba aku menginginkan masakan jepang ” Minhee tersenyum seraya melangkahkan kaki meninggalkan Siwon yang masih terpaku melihat Minhee bersama teman laki-lakinya.

****

Choi Family Private House

Kyunggi-do Seoul

“Kau sudah pulang?”

Minhee mendapati Siwon sudah duduk dengan manis di sudut kamar mereka seraya membaca majalah forbes dengan wajahnya terpampang pada sampul depan majalah dengan headline “Dibalik Kesuksesan Choi Group”

“Sejak sore tadi”

101915_2035_COLORRINGPa1.jpg


Siwon memandang Minhee menggeser pintu menuju ruang Walk in closet yang mereka buat sedemikian rupa sehingga terlihat seperti lemari pakaian biasa dengan heran, Minhee sama sekali tidak membahas kejadian sore tadi, dimana ia kembali tertangkap basah sedang bersama Goo Se Young.

“Siapa laki-laki itu?”

Siwon melepaskan kaca mata baca nya menatap Minhee yang baru saja keluar walk in Closet nya dengan pakaian tidur santai serta rambut di bungkus oleh handuk menuju meja rias, mengoleskan Cream wajah untuk menjaga kesehatan kulit mulusnya.

“Chansung Oppa, Maksud mu? – Dr Hwang Chansung”

Siwon menyembunyikan keterkejutannya karena Minhee menyebutnya diakhiri dengan “Oppa” dibelakangnya, sementara Minhee tak pernah memanggilnya seperti itu. Siwon mendengus kesal, ia sendiri tidak mengerti kenapa ia kesal mendengar jawaban Minhee, walaupun ia sadar seharusnya Minhee lah yang seharusnya merasakan perasaan itu. ia menatap Minhee dengan pertanyaan-pertanyaan berdatangan dalam kepalanya.

“Apa kau sudah makan malam?? aku akan turun untuk makan malam” Minhee bangkit dari tempatnya, keluar dari kamar menuju meja makan terletak di lantai satu bersebelahan dengan Dapur bersih rumah kediaman mereka.

“Aku akan menyusul setelah selesai membaca majalah ini ” Siwon kembali mengenakan kaca matanya dan berpura-pura meneruskan kegiatan membacanya. Setelah mendengar pintu kamar mereka tertutup rapat, Siwon kembali mendengus kesal mengingat bagaimana cara Minhee memanggil laki-laki bernama Chansung tersebut.



“Jadi, siapa laki-laki itu?” Siwon mengambil tempat di ujung meja, singgasana kepala keluarga berada.

“Dr Hwang Chansung ” Minhee memberi jawaban yang sama dengan sebelumnya dengan nada malas.

“Aku tahu namanya Chansung!”

Minhee menghentikan kegiatan makanya, menatap Siwon jengah “Jika kau sudah tahu lalu apalagi yang ingin kau tahu?”

Siwon kembali mendesah kesal “Apa hubungannya dia dengan mu?!”

Siwon benar-benar membuat selera makannya benar-benar hilang, ia sudah cukup lelah menghadapi banyaknya pasien Operasi ditambah lagi dengan VVIP pasien yang cukup membuatnya hampir gila, ditambah lagi dengan kenyataan mendapati suaminya sedang bermesraan dengan selingkuhannya. Ia tak ingin membuang tenaga terakhirnya untuk hal yang sudah dapat dipastikan akan membuat rumah ini kemballi mencekam, namun akhirnya ia memilih untuk menjawab pertanyaan Siwon menghindari pertengkaran tidak penting diantara mereka.

“Chansung-Oppa adalah Sunbae ku, saat melanjutkan studi ku di Harvard. Dia adalah orang yang sangat baik dan menyenangkan—” Minhee aneh melihat Siwon gelisah, ia tak peduli, memilih untuk melanjutkan perkataanya. “—Selama ini Chansung-Oppa selalu membantuku, sejak dulu hingga sekarang. Aku bahkan tidak tahu jika kami bekerja dirumah sakit yang sama saat aku kembali ke korea dan sekarang kami berada dalam 1 team.”

Penjelasan Minhee membuat Siwon merasakan panas pada tubuhnya, berulang kali Siwon menghembuskan nafasnya dengan kasar menahan gejolak aneh yang berusaha ia sangkal, ia bangkit dari kursinya memilih untuk meninggalkan Minhee begitu saja “Aku mengantuk, jangan tidur terlalu malam.”



Metropolis International Hospital

Songpa-gu, Seoul

“Selamat Pagi…..”

“Selamat Pagi Dokter Hwang!” Dongwoon yang bertugas menemani GiKwang membalas salam yang disampaikan oleh nya, namun Gikwang terlihat mencari-cari keberadaan Minhee yang seharusnya datang bersama dengan Chansung, namun kali ini Chansung ditemani oleh Dr Shim Changmin

“Bagaimana keadaan lutut mu? apakah ada keluhan, seperti rasa nyeri lainnya?” Chansung memeriksa kondisi kaki GiKwang dengan bantuan alat khusus yang membuat kaki sebelah kanan Gi-kwang tetap dalam posisi yang seharusnya yaitu berada diatas jantung.

“Aku merasakan nyeri pada bagian lutut sampai mata kaki, mungkin lebih tepatnya rasa nyeri itu datang ketika aku merasa kedinginan.” Jelas Gikwang kembali melihat kearah pintu kamarnya berharap Dokter Kim muncul untuk bertemu dengannya.

“Kau pasti mencari Dokter Kim!”

Changmin meraih sebuah papan kayu berukuran A4 tergantung didepan tempat tidur pasien, Gikwang memandang Changmin serta Chansung bergantian berharap ada sesuatu pencerahan yang bisa menenangkan hatinya hari ini, karena jujur saja Gikwang semalaman gelisah tidak bisa tidur karena memikirkan Dokter cantik yang diam-diam berhasil mencuri hatinya.

“Setelah mengistirahatkan kaki mu selama 24 jam, kami akan memulai melakukan beberapa Tes, pertama-tama kami akan melakukan tes fisik untuk mengetahui seberapa berbahaya keadaan kaki mu, sehingga menentukan untuk tindakan selanjutnya.” Jelas Changmin pada Gikwang dan Dongwoon

“Kau tidak perlu memandangi pintu seperti itu, karena aku sendiri tidak tahu ia akan datang atau tidak” Gikwang melemas, sedih tak dapat melihat wajah dokter cantiknya kali ini. Changmin menyeringai, ia penasaran apa yang akan terjadi jika pasien menyebalkannya ini tahu jika Minhee sudah menikah.

“Dokter Hwang? Apa kau tahu jamberapa adik ipar Dokter Kim mendarat dari Amerika? Karena seingatku ia pergi ke bandara karena suaminya tak bisa menjemput adiknya, dan ia mempunyai jadwal Operasi jam 4 sore nanti”

“Apa?! Suami?!! Menikah?!! Adik Ipar?!!!”

Changmin tertawa terbahak-bahak bersama Chansung sesaat ketika menutup pintu kamar VVIP yang di tempati Gikwang. Mereka berdua melakukan Hi-five berjalan menjauh dari kamar tersebut tak sanggup menghentikan tawa mereka, beberapa suster ikut tertawa melihat keduanya. Chansung yakin perutnya yang sudah mulai membuncit akibat mengkonsumsi terlalu banyak ramen akan kembali sixpack karenanya, Changmin menyeka air mata tak sanggup berkata-kata.

****

Incheon International Airport

Incheon


Minhee tak bisa menutupi kebahagiaanya, rasa lelah akibat kurang tidur pun hilang seketika, matanya menangkap laki-laki tampan mengenakan Backpack coklat, shades andalan membingkai indah di wajah, melangkahkan kakinya keluar dari pintu kedatangan. Minhee tak bisa menghilangkan senyum dari wajahnya memandangi bagaimana laki-laki tersebut telah menjelma menjadi Pria dewasa yang tampan, perpaduan tshirt Putih berbalut Coat Creme keluaran BVLgary semakin sempurna dengan Scraft hitam menjuntai pada leher jenjangnya membuatnya terlihat tampan sempurna. Minhee melangkahkan kakinya perlahan mendekati laki-laki tersebut, ia menahan tawa melihatnya membuka kaca mata, mengacak-ngacak rambutnya asal, menggerutu karena tak mendapati orang yang di harapkan datang untuk menjemputnya.

101915_2035_COLORRINGPa2.jpg

“Elias Choi!”

Rasa kesal yang menghinggapi dirinya pun menguap seketika, mendengar namanya di panggil oleh suara khas milik wanita yang ia sayangi hampir seperti ia menyayangi dirinya sendiri, membalikan tubuhnya memicingkan kedua matanya seraya berjalan mendekati wanita tersebut.

” Noona!!”

Laki-laki bernama lengkap Choi Minho, putera kedua keluarga Choi yang berhasil lulus dengan nilai memuaskan di dua jurusan berbeda. Kedokteran dan Business International hampir diwaktu bersamaan, mengecup kedua pipi singkat serta memeluk kakak iparnya dengan erat melepas kerinduan mereka. Minho merupakan Junior 2 tingkat dibawah Minhee di Fakultas kedokteran Harvard University, Amerika serikat.

“Minho!! Aku sesak –” Minhee berusaha melpaskan diri dari tubuh kekar adik Iparnya ini, Minhee memukul-mukul punggung Minho pelan agar ia melepaskan pelukannya.

“Aku kira tidak ada yang akan menjemputku.”

“Tentu Saja aku akan menjemputmu, mengingat Hyung mu itu sangat sibuk sekali. ” Minhee akhirnya berhasil lepas dari pelukan Minho, berusaha menormalkan nafasnya beralih mengaitkan tanganya pada lengan Minho, menuntunnya berjalan ber-iringan menuju tempat parkir.

“Dimana Barang-barang mu yang lain?” Minhee memberikan kunci mobilnya pada Minho sebelum beralih menuju kursi penumpang.

“You dont have to worry noona, aku rasa barang-barang ku sudah mendarat indah di rumah mu” kekeh Minho membuat Minhee mengeleng-geleng kepalanya mengingat bahwa dibelakang rumahnya terdapat Hellipad milik Siwon yang sedang di tambah lintasan pesawat pribadi setelah berhasil membeli hampir seluruh lahan property milik Maison Property seluas 5 Ha.

“Kalian selalu saja senang menghamburkan uang untuk hal yang tidak penting.” Dengus Minhee seraya menarik seatbelt miliknya.

“Tidak ada salahnya menggunakan fasilitas yang sudah ada tanpa harus mengeluarkan biaya lainnya, ” balas Minho mulai menendarai White Aston Martin Vanquish Volante keluar dari pelataran parkir Bandara.

“Bagaimana Amerika setelah aku tinggalkan?”

“Membosankan, tak ada lagi yang mengajakku keluar untuk sekedar wisata kulier, memasakan ttopoki pedas seperti mu.” keluh Minho. Minhee hanya bisa mengangguk-anggukan kepalanya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar Ipad di tangannya. Minho memilih untuk tak menganggu Minhee yang terlihat cukup sibuk.

“Ah, Bagaimana dengan Resident mu? Apa kau sudah menyelesaikannya ?” tanya Minhee tanpa mengalihkan pandangannya.

“Aku sudah mendapatkan izin untuk melanjutkannya di Korea, pihak Universitas telah mengirimkan surat rekomendasi ke beberapa rumah sakit besar dikorea terutama Seoul, semoga saja dalam waktu dekat ini aku sudah mendapatkan kabar baiknya.” Minho memberhentikan White Aston Martin Vanquish Volante tepat di depan Lobby utama Rumah sakit tempat Minhee bekerja.

“Sudah sampai Noona.” Minhee kagum menatap Minho yang tersenyum menganggukan kepalanya.” Aku hanya cukup mengetikan nama rumah sakit tempat mu bekerja pada TV satelite ini dan disinilah kita” Jelasnya menjawab segala pertanyaan di kepala Minhee bagaimana dirinya bisa mengetahui jalan menuju rumah sakit tempatnya bekerja.

101915_2035_COLORRINGPa3.jpg

“Jadi ini rumah sakit tempat mu bekerja?” Minho menurunkan bagian atap mobil, Minhee menganggukkan kepalanya, melepaskan Safety belt bersiap untuk keluar dari mobil.

“Ingat jangan lupa mengunjungi kakak mu, kau tahu sendiri bagaimana ia jika sedang marah, sungguh menyebalkan! “Minhee menutup pintu penumpang dari luar, memutar kedua bola matanya membuat Minho tertawa.

“Sepertinya kau sudah sangat mengenal Hyung ku itu Noona, aku jadi meragukan pernikahan kalian yang berawal dari ketidak sengajaan, atau ??!!” Minho menyipitkan kedua matanya seakan-akan sedang mencurigai sesuatu.

“Ya – Choi Minho..!!”

“Baiklah-baiklah..” Minho mengangkat kedua tanganya menyerah terebih dahulu sebelum hal buruk menimpanya. “Lalu bagaimana dengan mobil mu ini? Jam berapa aku akan menjemput mu, Noona?”

“Tidak perlu menjemput ku, kau bisa membawa mobi ini sesuka hati mu, lagi pula mobil ini aku beli untuk mu, aku bisa pulang menggunakan Taxi atau kendaraan umum lainnya” Minho membulatkan matanya terkejut, segera keluar dari dalam mobil berlari memeluk Minhee tanpa mempedulikan tatapan para Dokter, Suster, karyawan rumah sakit yang seakan mendapatkan Gosip terhangat abat ini, mengingat Minhee tak pernah membawa siapapun termasuk Siwon ke rumah sakit.

“Lepaskan, kau membuat ku malu, lihat semua orang memandang kearah kita” Minhee berusaha melepaskan pelukannya. “Berterimakash lah pada Ayah karena mengizinkan kami membelikan mobil baru untuk mu.” Minho menganggukan kepalanya cepat. ” Aku akan mengunjungi ayah dan ibu setelah bertemu dengan Siwon Hyung.” Ucap Minho senang.

“Hati- Hati Di jalan Minho ya” Minhee melambaikan tanganya pada Minho yang masih dalam euphoria dengan mobil barunya, namun sayangnya tak berlangsung lama, ketika mendengar berita buruk yang disampaikan oleh Minhee

“Ahh! – Aku lupa memberi tahu mu sesuatu, beberapa hari yang lalu aku menjual Audi Sport Limited mu berjamur di garasi rumah Ayah untuk membayar kekurangan mobil itu, jadi gunakan mobil itu sebaik mungkin, tidak untuk di modifikasi dan jangan pernah berfikir untuk menjadikannya mobil balap atau aku akan menariknya serta membiarkan mu mengendarai kendaraan umum.”

“Noonaaa!!!!” teriak Minho pasrah dibalas lambaian tangan oleh Minhee yang tetap berjalan menjauh tanpa membalikan tubuhnya.



“Bagaimana hasil pemeriksaan nya?”

Minhee kedua rekanya Changmin dan Chansung sesaat setelah mereka mengambil tempat di hadapan Minhee di cafetaria bersiap untuk menyantap makan siang mereka. Changmin mendesah “Kami bahkan belum memulai makan siang, kau sudah membicarakan pekerjaan” keluhnya.

“Kau tidak makan?” Minhee mengelengkan kepalanya menatap tidak berminat pada makan milik Changsung.

“Diagnosis awal Anterior Cruciate Ligament (ACL)” jelas Chansung seraya memasukan makanan kedalam mulutnya.

“ACL? apakah separah yang aku perkirakan?” Minhee kembali menatap kedua rekanya bergantian.

“Aku sudah memelihat laporan yang diberikan oleh Suster Shin mengenai cedera yang baru saja ia alami, dan ternyata ia pernah mengalami cedera yang sama beberapa bulan lalu namun tidak separah saat ini. Mungkin saja kejadian terakhir memperparah kondisi lututnya” Minhee menghela nafas mendengar penjelasan Changmin yang disetujui oleh Chansung. Ntah kenapa ia selalu saja merasakan sedih jika mendengar pasiennya mengalami sesuatu yang buruk. Bahkan Chansung selalu mengolok-ngolok Minhee dengan mengatakan bahwa dirinya tidak pantas menjadi seorang dokter karena ia akan menjadi orang pertama yang menangis ketika melihat hasil pemeriksaan pasien yang ia tangani sebelum memberi tahu kondisi pasien yang sebenarnya pada keluarga atau kepada pasien itu sendiri.

“X-Ray dan MRI hasilnya bagaimana?” Minhee kembali menatap keduanya bergantian.

“Baru akan dilakukan pemeriksaan setelah jam makan siang usai, dan aku telah meminta suster yang sangat tergila-gila pada Changmin untuk mengurus semuanya ” Chansung dan Minhee mengekeh sudah tahu siapa yang dibicarakan.

“Yaaaakkkk!!” Protes Changmin ketika melihat kedua rekannya tertawa

****

Golden Star Enterprise

Gangnam, Seoul.

Minho melangkahkan kaki nya menuju lift setelah memberikan kunci mobilnya kepada petugas vallet. “Selamat Siang…” Minho tersenyum membalas semua saapaan para karyawan maupun karyawati pada nya ketika berjalan menuju lift yang akan membawanya menuju ruangan CEO Choi Siwon. Minho menolehkan wajahnya ketika mendengar sapaan kepada Siwon yang baru datang.

“Hyuuunngg!!!!!” teriak Minho berlari menghampiri Siwon. Siwon tak bisa menyembunyikan keterejutannya, ia mempercepat jalannya merentangkan kedua tangan bersiap untuk memeluk adik sematawayangnya ini.

“Minho!! Aku merindukan mu”

“I know that too..”

Minho tertawa melepaskan pelukannya membuat Siwon mengacak-ngacak rambut Minho asal, melingkarkan tangan dipundak Minho, menuntunnya untuk berjalan beriringan tanpa melepaskan tangannya.

“Bagaimana perjalanan mu?”

“Cih untuk apa kau bertanya padaku? Kau saja tak datang untuk menjemputku” Minho memandang kesal pada Siwon “Beruntung Minhee Noona datang untuk menjemputku” Siwon mengerutkan dahinya. Siwon dan Minho berjalan beriringan keluar dari Lift menuju ruangannya.

“Minhee?! Ia datang untuk menjemput mu?? Aku bahkan sudah meminta salah satu supirku untuk menjemput mu di bandara pagi ini. Aneh aku bahkan tidak memberitahu nya tentang kepulangan mu hari ini” Siwon membuka pintu ruangannya membiarkan Minho masuk terlebih dahulu. Minho menatap kagum ruang kerja Siwon , Warna Hitam putih minimalis mendominasi, terdapat 1 set sofa untuk menjamu tamu berwarna biru langit terlihat berbeda namun menimbulkan kesan segar, serta Sofa malas berwarna Merah, di sudut ruangan bersebelahan dengan meja kerja Siwon.

“Noona mengatakan kau sangat sibuk, jadi Noona memutuskan untuk menjempuku, sebelum jadwal prakterknya dimulai” Minho merebahkan tubuhnya pada sofa malas.

“Hyung! kau sungguh beruntung, Minhee Noona wanita yang sangat baik, kau harus menjaga nya dengan baik. ” Ucap Minho tak mendapatkan perhatian dari Siwon. “Kau tahu saat aku mengantar Noona, aku melihat banyak sekali mata menatap Noona dengan penuh Minat, bahkan ada yang menatapku ketika aku memeluk Noona tadi” Minho menceritakan dengan nada dibuat-buat sehingga menimbulkan efek “Nyata” tentu saja berhasil menarik perhatian Siwon.

“Ah, Terimakasih untuk Aston Martin Vanquish Volete nya, aku sangat menyukainya.” Siwon mengerutkan dahinya menatap Minho tak mengerti. “Noona bilang, aku harus berterimakasih padamu karena membuat Ayah mengizinkan kalian berdua membelikan mobil baru untukku” Jelas Minho mengulangi perkataan Minhee. Sementara itu Siwon hanya menganggukan kepalanya tersenyum. Dalam hatinya ia terkejut karena sejujurnya ia sama sekali tidak mengetahui tentang Mobil baru apalagi tentang meminta izin pada ayahnya.

“Hyung… setelah ini, aku akan mengunjungi Ayah dan Ibu. Mungkin Lusa aku akan mulai tinggal bersama kalian” Minho bangkit dari tempat duduknya.

“Memangnya ada apa dengan apartement mu? atau rumah ibu? ” Siwon menahan tawanya melihat Minho mendengus kesal.

“Kau tahu sendiri Apartement ku itu tidak pernah dibersihkan sepertinya sudah banyak sarang laba-laba, anak kucing atau mungkin Ular Cobra bersarang disana” jelas Minho berlebihan.

“Lalu kau meminta ku untuk tinggal bersama Ayah dan Ibu ?!” Minho mengelengkan kepalanya cepat.

“Aku lebih memilih kau untuk melempar ku kembali ke Amerika.” Siwon tertawa keras mendengar mendengar perkataan Minho, tak sabar untuk mendengar kelanjutannya “Kau tahu kan Eomma itu sangat-amat berlebihan, Apa kau tidak ingat bagaimana nasib ku saat libur musim dingin tahun lalu? Aku bahkan tidak bisa benafas dengan Scraft tumpuk 7 yang selalu ia pakaikan untukku hanya karena aku sedang terkena Flu” tawa Siwon kembali terdengar melihat bagaimana ekspresi Minho saat menceritakan kembali kejadian beberapa tahun yang lalu.

Setelah menutup kedua matanya selama 1 jam di sofa ruang kerja Siwon, ia pun memilih untuk pergi mengunjungi kedua orang tuanya. “Hyung! Aku pergi dulu, tolong jemput Minhee Noona dirumah sakit.” Pinta Minho berjalan menuju pintu ruang kerja Siwon. Minho membalikan tubuhnya, kembali menghadap Siwon.

“Hyung, sampai saat ini aku tak tahu bagaimana hubungan mu dengan Minhee Noona, tapi yang aku tahu kalian berdua sangatlah cocok. Minhee Noona adalah wanita luar biasa di mataku, begitu juga dirimu. Aku bisa pastikan kalian akan menjadi keluarga bahagia nantinya. Aku mohon jangan sakiti perasaannya, belajarlah menerima keberadaanya seperti ia menerima mu di hidupnya. aku takkan tinggal diam pada siapapun yang membuatnya bersedih” Minho melambaikan tanganya sebelum menutup pintu ruang kerjanya.

“Apa maksudnya? Aku menjaga Minhee?! Kau bercanda..!!” Siwon mendengus kesal mendengar perkataan Minho dan berusaha untuk kembali fokus pada pekerjaannya. Siwon terdiam sejenak perkataan Minho kembali terngiang di kepalanya.

“Minhee menerima keberadaan ku?”



“Bagaimana dengan test nya?”

“Semua berjalan dengan baik, hasil nya akan di kirim via email, sementara untuk hasil lainnya akan ada di meja kerjamu besok pagi bersama pasien lainnya”Jelas Chansung yang tidak sengaja bertemu dengan Minhee setelah jadwal Visit nya usai.

“Besok adalah jadwal liburku, sebaiknya kau saja yang periksa lalu kirimkan hasilnya kepadaku” Minhee menunjukkan Gummy Smile nya .

“Aku akan melihat keadaan Instalasi Gawat Darurat, Changmin mengatakan ia sedang piket bersama beberapa dokter lainnya” Minhee berjalan ber-iringan dengan Chansung.

“Tolong dengan Dokter Kim Minhee”

“Sebentar, saya akan menghubungi bagian dokter bedah.” Ucap resepsionis berada di lobby rumah sakit.

“Dokter Kim sedang ada diruang IGD, anda hanya perlu berjalan lurus, lorong pertama belok ke kiri.”

“Terimakasih”

Siwon berjalan menuju ruang Instalasi gawat darurat yang jaraknya tak begitu jauh. Siwon telah menemukan keberadaan Minhee sedang membersihkan luka seorang anak laki-laki yang ia duga berusia 17 tahun dengan rivanol kemudian memberikan plester kasa pada kening anak tersebut. entah kenapa Siwon tidak berniat untuk memberitahukan keberadaannya. ia hanya memperhatikan Minhee yang masih sibuk dengan pekerjaannya dan tanpa sadar bibir tipis Siwon membentuk bulan sabit.

“Kau perlu mengganti perban ini dua kali sehari setelah mandi” Minhee tersenyum pada anak laki-laki tersebut, kemudian berjalan menuju meja IGD seraya melepaskan sarung tangan karet pada tangannya.

“Minhee-ya..”

Minhee mengalihkan pandangannya tersenyum pada seseorang yang juga tersenyum, menggunakan Blazer berwarna serupa, dengan stetoskop menggantung bebas di lehernya. Siwon mengerutkan keningnya untuk kesekian kalinya ketika melihat Minhee tertawa bersama laki-laki tersebut. Lagi-lagi ada perasaan aneh menghinggapi dirinya sehingga membuat Siwon melupakan bahwa ia masih mempunyai Goo Se Young yang dicintainya.

“Dokter Kim…” Minhee dan lawan bicaranya mengalihkan wajah mereka pada sumber suara, tawa Minhee menghilang berganti dengan rasa terkejut mendapati siapa yang berada di dalam ruang IGD bersamanya.

“Choi Siwon ssi”

****

Metropolis International Hospital

Songpa-gu, Seoul

Minhee memarkirkan kendaraanya dengan asal di lobby utama, mendapati 5 orang dokter resident yang sepertinya baru saja selesai bertugas. Dengan cepat ia melemparkan kunci Red Lexus LF-LC pada salah satu dokter “Parkirkan mobilku! sisanya ikut aku!” Minhee berlari menuju ruang IGD di ikuti oleh dokter resident yang lain.

“Kau sudah datang?!” tanya Chansung sudah bersiap di ruang IGD, disusul oleh Changmin yang membawakan Stetoskop serta blazer dokter milik Minhee.

“Ada apa ini?” Minhee mengalungkan Stetoskop pemberian Changmin pada lehernya menggantikan Scraft hitam bercorak.

“Kecelakaan Bus Sekolah.” Jawab Changsung. Minhee, Changsung, Changmin serta beberapa Dokter resident Bersiap menunggu kedatangan ambulance membawa para Korban tepat di dalam ruang IGD.

“Pakaian mu bagus! aku tak menyangka kau mengikuti Fashion juga ” celeteuk seorang dokter Kepala bagian bedah yang bernama Song Seung Hoon tak sengaja melihat pakaian Minhee yang berbeda dari biasanya. Mengenakan kaus hitam longgar dengan Rok mini kombinasi warna hitam putih serta angkle boots hitam bertali . “Jangan salahkan aku, this is my day off dan tiba-tiba kalian memanggilku kemari” balas Minhee ketus.

101915_2035_COLORRINGPa4.png

Tak lama beberapa ambulance pun datang, keadaan ruang gawat darurat yang sunyi mendadak menjadi ramai, terdengar jerit, isak tangis , dari pasien yang berusaha menahan rasa sakit akibat luka yang terdapat pada tubuh mereka. Bukan hanya pasien namun suster serta dokter saling bersautan meminta bantuan

“Berikan aku penghilang rasa sakit?!” teriak Chansung

“Tolong Hubungi Bank darah, tanyakan persediaan darah yang masih mereka punya, aku membutuhkan AB, A, dan O !” teriak salah satu dokter pada suster yang sedang sibuk membantu suster lain menyiapkan keperluan obat-obatan dari gudang obat terletak di sudut ruang IGD

“Siapkan ruang Operasi?! Batalkan jadwal Operasi jika tidak mendesak, kita harus menyelamatkan mereka terebih dahulu” teriak Dokter Kwon . salah satu Suster langsung menghubungi bagian OR untuk megatur Jadwal Operasi .

“lakukan foto pada bagian dada, lakukan secepat mungkin, jika hasilnya sudah ada hubungi aku” Minhee memerintah kepada salah satu dokter resident yang sedang membantunya. Minhee melangkahkan kakinya menuju ruang Tindakan Trauma untuk membantu Changmin.

4 Hours Laters

“Dokter….! ”

Minhee dan Changmin baru saja keluar dari ruang Operasi, berniat untuk langsung melangkahkan kaki mereka menuju cafetaria mengisi perut mereka yang mulai berdemo. Mereka menghentikan langkahnya, menatap Suster Shin yang terlihat panik.

“Pasien bernama Lee Gikwang …”

Minhee mengeram menahan diri untuk tidak lansung menuju ruang VVIP, melemparkan Gikwang keluar dari jendela lantai 12. Changmin menyentuh pundak Minhee, mengerti perasaan yang dirasakan karena saat ini ia juga merasakan kekesalan yang sama.

“Aku akan mengganti pakaianku dahulu, temui aku di meja dokter lantai 12, bawa semua laporan hasil tes kemarin.” Desah Minhee beranjak menuju LOKER ROOM ruang Operasi diikuti Changmin dibelakangnya

Setelah mengganti pakaian serta mengisi perut mereka dengan Oat Milk Drink, Minhee dan Changmin segera menuju lantai 12, meraih hasil test dari tangan Suster Shin, membahas sebentar bersama Changmin dikarena kan Chansung masih berada di ruang Operasi.

“Selamat Siang…” Sapa Minhee dan Changmin bersamaan masuk kedalam ruangan yang ditempati Gikwang.

“Selamat Siang Dokter Kim” Gikwang tersenyum dengan manis kepada Minhee.

“Mari kita lihat bersama-sama apa yang terjadi dengan kaki anda” Minhee menganggukan kepalanya mempersilahkan Dokter Shim untuk memasang hasil X-Ray pada lampu putih berbentuk seperti Cermin berukuran 30×30 cm diperuntukan untuk melihat hasil MRI ataupun Xray tersedia diruangan pasien VVIP ini.

“Baiklah akan saya Jelaskan secara singkat, menurut hasil tes pada lutut anda, kami pihak dokter akan melakukan Operasi kami sebut Rekonstruksi ACL dimana operasi tersebut bertujuan untuk membangun kembali ligamen di tengah lutut anda dengan ligamen baru ” Minhee melihat kearah Changmin, GiKwang dan beberapa anggota Beast yang terpukau melihat cara berpakaian Minhee, bukan memperhatikan apa yang Minhee jelaskan. Beruntung ia sedang bertugas, jika tidak mungkin mereka semua sudah Minhee lempar ke dalam Sunghai Han.

“Lalu apa dengan Operasi Gikwang dapat langsung bekerja setelah keluar dari rumah sakit? Mengingat Beast akan Comback sebentar dalam waktu dekat ” Minhee tersenyum menatap manager Beast

“Sebelumnya saya akan jelaskan bagaimana proses recovery setelah operasi dilakukan. Setelah dua hari pasca operasi kami akan memberikan alat bantu berupa tongkat untuk membantu Pasien berjalan , alat bantu atau tongkat ini harus digunakan selama 2 Minggu. Dan selama 2 minggu, pasien masih harus melakukan kontrol 1 minggu sekali guna melihat perkembangan pada lututnya dan juga menentukan apakah pasien tersebut bisa terbebas dari tongkat ataupun tidak” Minhee memberikan penjelasan sedetail Mungkin.

“Namun pasien masih tetap dianjurkan untuk memakai Brace lama penggunaanya sekitar 2-3 bulan setelah operasi. Semua itu tergantung bagaimana pasien tersebut merawat dan menjaga kondisi lututnya. Anggap saja lututnya sudah dalam keadaan baik, pasien akan dizinkan untuk melepas Brace selama bekerja dengan syarat tidak melakukan kegiatan berlebih seperti olahraga atau menari secara berlebihan. Untuk keadaan yang biasa kami tangani pasien baru dapat melakukan kegiatan normal seperti sebelum operasi berkisar 4-6 bulan setelah operasi dan itu pun kami kembalikan pada pasien itu sendiri” Changmin mengambil alih untuk menjelaskan.

“Untuk mempercepat proses penyembuhan, rumah sakit ini juga menyediakan ruang therapy yang biasa digunakan untuk para atlet atau beberapa pasien kami. Tidak perlu khawatir karena kami mempunyai terapis yang terlatih dan khusus untuk menangai kasus seperti yang Tuan Lee alami” Minhee memberikan tambahan

“Panggil saja aku Gikwang, aku rasa umur kita tidak jauh berbeda” Gikwang kembali tersenyum manis.

“Baiklah Gikwang-Ssi! seperti itulah penjelasan dari kami, jika kalian setuju dengan tindakan yang akan kami lakukan, kau atau agency mu bisa mengurus semua nya dengan bantuan suster Shin atau dengan suster yang lain.

“Dokter Shim dan Dr Hwang kemungkinan besar akan bertugas mengoperasi anda, ada lagi yang akan ditanyakan?” tanya Minhee

“Kenapa bukan anda yang mengoperasi ku?”

Minhee tersenyum ramah menatap sekilas kearah Changmin yang menganggukan kepalanya. “Maafkan tuan lee, aku sudah berjanji dengan suami ku untuk mengambil libur selama dua minggu. Kami akan keliling eropa untuk merayakan Honeymoon kami yang tertunda” jelas Minhee dengan wajah berbinar. Terlihat oleh Changmin dan Minhee bagaimana kecewanya Gikwang mendengar alasan Minhee.

“Jika tidak ada lagi yang di tanyakan, Saya permisi..” Minhee menganggukan kepalanya singkat sebelum berjalan menuju pintu ruangan. “Aah! dan satu lagi, saya mohon sekali kepada kalian semua, untuk tidak membuat keributan atau melakukan sesuatu yang menggangu kenyamanan Pasien, perawat, serta para dokter, karena aku akan mengusir kalian dengan senang hati—” ancam Minhee menatap tajam kepada seluruh penghuni ruangan.

“—Tidak peduli siapa anda dan keluarga anda, saya akan tetap melakukannya” Minhee melanjutkan langkahnya, ia dapat mendengar protes dari anggota beast yang lain.

“Sebaiknya aku pulang, aku lelah sekali hari ini” Minhee melihat jam yang terdapat pada layar Iphone nya sudah menunjukkan pukul 5 sore. Minhee menghentikan langkahnya, ia membulatkan kedua matanya ketika melihat beberapa 10 panggilan tak terjawab dan 6 pesan singkat.

” Oh tidak..! ” Minhee segera berlari meninggalkan Changmin dan suster Shin begitu saja.


Choi Parents Private House

Hyundai Elite Complex

Gangnam-gu

101915_2035_COLORRINGPa5.jpg

Minhee memarkirkan kendaraannya dengan asal, berlari menuju kedalam kediaman keluarga Choi Yeong-Jae. Rumah bergaya mediteranean merupakan rumah ayah kandung dari Choi Siwon, tak lupa ia mengeluarkan paper bag berisi makanan dan buah-buahan yang seharus nya ia beli bersama Choi In Wha, sang ibu mertua dari dalam bagasi mobilnya, mendapati mobil milik Siwon sudah terparkir cantik di pelataran depan.

Minhee merutuki kebodohannya karena melupakan janji dengan sang Ibu mertua “Demi Tuhan Kim Minhee! kau terlalu sibuk dengan semua urusan mu, sampai kau melupakan janji mu sendiri pada Ibu” rutuk Minhee berusaha membawa paper bag belanjaan nya dengan susah payah. Ia pun yakin jika Siwon akan memaki dirinya saat dirumah nanti.

Kepala pelayan Song segera membukakan pintu utama meraih paper bag untuk membantu nya “Tuan , Nyonya serta Tuan Muda Siwon ada dihalaman belakang, tinggal Anda dan Tuan Muda Minho saja yang belum datang”

“Terimaksih.. aku akan menganti baju ku sebentar lalu menemui mereka”



Minhee tersenyum melihat bagaimana penampilannya di depan cermin, ia segera melangkahkan kakinya menuju Outdor Dinning bergabung bersama yang lain. Senyumnya memudar bersamaan dengan langkahnya terhenti melihat seorang wanita menempati tempat duduk yang seharusnya menjadi tempatnya- berada bersebelahan dengan Siwon.

Menatap kosong kearah Goo Se Young yang tertawa bersama Ayah dan Ibu mertuanya , serta melihat bagaimana Siwon tertawa bersamanya, tawa yang tidak pernah ia tunjukan ketika sedang dirinya, ia mengenggam ujung dress berwarna pastel sepanjang lutut, air mata mengalir begitu saja tanpa diperintahkan. Ia memutar tubuhnya membelakangi mereka, menahan isak tangisya, kedua kakinya lemas tiba-tiba membuat Minhee harus mengengam pinggiran besi tangga taman belakang membantunya untuk tetap berdiri. Ia merutuki kedua kakinya yang tak menuruti perintahnya agar ia dapat berlari kembali kedalam rumah, mencari tas tangan miliknya secepat mungkin untuk pergi dari kediaman keluarga Choi.

Minhee menormalkan nafasnya, membiarkan oksigen masuk dengan nyaman kedalam apru-paru nya, menyeka air matanya berjalan menaiki anak tangga menjauh dari mereka semua. Langkahnya terhenti mendapati seseorang berada tepat dihadapannya, ia menyeka air matanya cepat, mendongakkan kepalanya guna mengetahui siapa yang berani menghalangi langkah nya.

“Minho….!”

To Be Continued

Walaupun ini fanfiction yang di repost dari WordPress lama saya, tapi saya memberikan perubahan sedikit disetiap part nya, perubahan seperti apa? Selamat mencari tahu.. kekekkeke

Enjoy!


Advertisements
Leave a comment

2 Comments

  1. haha baru tdi baca part 1 nya eh langsung ada part 2nya…..mereka berdua menikah karna kecelakaan ? tapi apa sebelumnya mereka udh saling kenal? kog feeling ku minhee itu udh suka sam siwon ya hehehe *aku sok tau :D….oh iya mian baru komen di part ini ^^V…..next partny di tunggu loh hehe…fighting….

    Like

    Reply
  2. liena

     /  November 10, 2015

    Hhhhhhaaaaahhhh ksah yg sdikit rumiiitt….
    Keep writing yaaaaaa…

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: