Color Ring – Part 3

Main cast :

Choi Siwon , Kim Minhee

Hwang Chansung, Choi Minho, Goo Se Young

Supporting Cast:

Cho Kyuhyun, Kim Youngwoon

Lee GiKwang Shim Changmin

Other Artist (Cameo)



Hyundai Elite Complex

Gangnam-gu

“Minho….!”

Minhee menundukan wajahnya agar adik iparnya ini tidak melihat air mata yang turun dari kedua matanya.

“Kau mau kemana Noona?” Minhee memilih untuk tak menjawab pertanyaan Minho. “Ikut aku!” Minho menarik tangan Minhee dengan paksa menuju toilet yang letaknya tak jauh dari Outdoor Dinning table tak mempedulikan Minhee yang berusaha melepaskan gengaman tangan Minho pada lengannya.

“Bersihkan wajahmu! aku tidak suka melihat mu seperti ini” perintah Minho dengan ketus pada Minhee yang akhirnya menuruti semua permintaannya.”Sekarang kita kembali kesana!” Minho memandang kearah taman belakang dengan pandangan tidak suka. Minhee mengelengkan kepalanya cepat, menatap Minho memohon untuk membiarkanya sendiri.

“Minho-ya! Aku tidak apa-apa, aku mohon jangan melakukan sesuatu yang akan merusak malam ini”

“Aku takkan melakukan apapun selama kau mengikuti permintaan ku” Minho meyugingkan senyum sinisnya, meninggalkan Minhee begitu saja.

Berbalut kemeja jeans, celana berwarna Cokelat terang dengan setapu kets merah, Minho berjalan santai bak model catwalk menghampiri kedua orang tuanya, tersenyum tulus menatap Ibu dan ayahnya.

“Mommy!”

Choi In Wha sang ibu, menghentikan kegiatannya menyiapkan meja makan, merentangkan kedua tangannya untuk menerima pelukan dari putera bungsu nya. Minho mengecup kening sang ibu singkat kemudian beralih menuju sang Ayah Choi Young Jae.

“Sudah berulang kali aku minta untuk tidak memanggilku dengan panggilan ala barat sana, aku lebih suka di panggil Ibu!! ” protes In Wha menekuk wajahnya menatap Minho yang mendekati Suaminya.

“Haiii Daddy” Minho memeluk singkat kepala keluarga keluarga Choi singkat. Terkekeh mendengar protes dari ayah kandungnya ini. Minho mengalihkan pandanganya pada Minhee yang berjalan mendekat.

“Noona kau sudah datang?”

Minhee menganggukan kepalanya tersenyum, Minho berlari menghampiri Minhee, memintanya untuk mengalungkan tangan kiri nya pada lengan Minho, berjalan bersama mendekati Choi Young Jae

“Aku senang kau datang, Bagaimana kabarmu?” Young Jae memberikan Minhee pelukan hangat seorang ayah. “Hai Dad, a little bit tired but Im Happy to meet You.” Balas Minhee memeluk erat ayah mertua nya ini. Minhee selalu merasa nyaman berada dalam pelukan Young jae, mungkin karena dirinya merindukan pelukan hangat mendiang ayah kandungnya.

“Sepertinya kau harus menghampiri ibu mertua mu itu” Young Jae melepaskan pelukannya, menunjuk In Wha yang terlihat kesal dengan dagu nya. Minhee mengalihkan pandanganya menatap singkat kearah In Wha, kemudian beralih menatap takut ayah mertuanya. Minhee mengelengkan kepalaya cepat, merajuk meminta dirinya untuk di temani sang ayah.

“Pergilah, Minta maaflah pada ibu mu itu.” Minhee menganggukan kepalanya, mulai melangkahkan kakinya mendekati Cho In Wha. Dalam hatiya ia sudah siap menerima kemarahan ibu mertua nya ini.

“Ibu” panggil Minhee ragu

“Ma-af-kan- Aku” bisik Minhee menundukkan wajahnya. “ada panggilan darurat dari rumah sakit yang mengharuskan aku untuk datang” Minhee berusaha menjelaskan hal yang membuatnya lupa akan janjinya.

“Ah, Aku mendengar di radio ada kecelakaan Bus yang di tumpangi oleh Anak-anak sekolah dasar” Minhee menolehkan wajahnya pada Minho, menganggukan kepalanya cepat membenarkan, menjelaskan kondisi di IGD tadi, melupakan Cho In Wha di hadapanya.

“Benar— keadaan si rumah sakit sungguh kacau, anak-anak berdatangan, beberapa diantara mereka harus masuk ruang ICCU untuk mendapatkan perawatan intensive. Aku bersama Dokter Hwang dengan berat hati harus mengoperasi 4 orang anak-anak lucu akibat kelainan pada tulang belakang mereka karena benturan hebat. Beruntunglah semuanya selamat, termasuk supir dan guru penjaga mereka” jelas Minhee dengan mata berbinar, terlihat jelas oleh seluruh penghuni rumah Minhee sangat menikmati pekerjaannya sebagai dokter. Minhee mengalihkan pandangannya pada In Wha yang sama sekali tak menunjukkan minat, senyum Minhee pun menghilang, kembali menundukkan wajahnya.

Mendengar nama dokter Hwang di telinganya membuat Siwon sedikit resah, mendengus menahan rasa kesal menghinggapi dirinya. sementara itu Young Jae dan Minho saling menatap, tersenyum menatap Minhee mendadak diam sadar akan kesalahan yang baru saja ia lakukan – melupakan ibu mertua yang sedang marah kepada dirinya.

“Sayang, sudahlah jangan mengerjai menantu mu , kasihan dia— kau tidak lihat bagaimana takutnya dia?” Young Jae angkat bicara

“Apa Aku semenyeramkan itu Minhee ya?” In Wha mendekatkan wajahnya pada Minhee. Menatap lekat wajah menantunya ini. Minhee menggintip kearah In Wha yang kini memperhatikan wajahnya seraya mengelengkan kepala.

“Kalau begitu peluk aku?” Minhee mengangkat kepalanya dengan senyum mengembang, menghambur dalam pelukan wanita paruh baya berumur 54 Tahun.

“Mommy”

“Mommy?!, heii kautidak boleh mengikuti anak bandel seperti dirinya, aku lebih menyukai kau memanggil ku dengan ibu.” In Wha melirik Minho sinis

Minhee menganggukan kepalanya tersenyum dalam pelukan In Wha, menyembunyikan wajahnya, serta mengeratkan pelukannya. ” Aku merindukan mu – Ibu – sangat merindukan mu” bisik Minhee di jawab anggukan oleh nya “Aku juga merindukan mu sayang.” In Wha melepaskan pelukannya, menyeka air mata yang turun dari kedua mata Minhee.

“Sudah-sudah , Ayo kita teruskan pembicaraanya sambil makan, tidak enak jika sudah dingin.” In Wha mengiring Minhee untuk duduk disebelahnya diikuti yang lain. Young Jae duduk di kursi paling ujung tempat kepala keluarga berada, sebelah kiri terdapat In Wha, Minhee dan Minho, sebelah kanan di isi oleh Siwon dan Se Young

“Sekali lagi aku minta maaf Ibu, aku tidak bermaksud untuk melupakan janji ku, hanya saja kejadian ini benar-benar mendadak, aku bahkan tak sempat mengganti pakaian ku tadi” Jelas Minhee merasa bersalah. ” Aku menggerti sayang, memang tugas utama mu menolong orang yang membutuhkan tangan ajaib mu ini.”

“My Noona really Awesome” Minho menunjukan kedua ibu jari nya pada Minhee. “Aku bangga mempunyai kau, bekerja membantu menyelamatkan nyawa orang lain bahkan rela mengorbankan waktu santai mu untuk mereka, di bandingkan dengan pekerjaan yang hanya memgutamakan kecantikkan wajah dengan kualitas nol besar” Siwon menolehkan wajahnya menatap tajam kearah Minho.

Minhee menyentuh paha Minho dengan tangan kanan nya, mengelengkan kepalanya pelan meminta Minho untuk berhenti, kemudian tersenyum mengalihkan pandangannya pada Se Young.

“Ahh..! Annyeonghaseyo Seyoung-sshi ”

“Annyeonghaseo Minhee-shii, bagaimana kabarmu?” Seyoung tersenyum ramah pada Minhee. “Seperti yang kau lihat aku sangat baik” balas Minhee. Minho mendengus kesal dengan percakapan basa-basi yang Minhee lakukan dengan Seyoung.

“Bagaimana kau bisa?—” Pertanyaan Minhee dipotong oleh In Wha menjelaskan kehadiran Seyoung sore hari ini.

“Aku tidak sengaja bertemu Se Young di Supermarket saat berbelanja bahan makanan, dengan baik hati ia menawarkan untuk membantu serta mengantarkan aku pulang, jadi aku mengajaknya bergabung sebagai rasa terimakasih ku padanya.”

“Kau bisa menghubungi ku jika memang membutuhkan bantuan Ibu ku sayang!” gumam Minho Pelan mengundang tatapan tidak suka dari Siwon, dibalas tatapan tajam oleh Minho yang seakan-akan mengatakan “kenapa hyung?! kau tidak suka? kalau begitu usir dia dari sini, atau aku akan melakukan hal yang lebih buruk”.

“Lihat-lihat Sayang! anak bungsu mu cemburu karena kau dibantu oleh Se Young, waah! Sungguh kemajuan” Minho mendengus kesal, mendapat sindiran dari Choi Young Jae.

“Baiklah-baiklah! sayangku, maafkan Ibu, Jika lain kali aku membutuhkan bantuan, aku akan segera menghubungi anak ku yang tampan ini, bagaimana?” In Wha beranjak dari kursinya memeluk Minho dari belakang.

Keluarga Choi beserta Minhee dan Go Se Young menikmati makan malam mereka disertai canda tawa, namun sayangnya tidak berlaku untuk Minhee. Ia harus menahan rasa sedih melihat sikap Siwon justru lebih memperhatikan keperluan Seyoung dibandingkan diri nya, Choi Young Jae dapat melihat gurat kesedihan terpancar dari wajah Minhee walaupun anak menantunya selalu menunjukkan senyum seolah-seolah semua baik-baik saja.




Setelah makan malam Young Jae mengajak Siwon untuk menemani nya berkeliling taman belakang rumah mereka bermaksud untuk mengajak Siwon berbicara mengenai apa yang ia lihat dan rasakan saat makan malam berlangsung. Young Jae tersenyum ketika memalingkan wajahnya dari Siwon melihat Minhee sedang bercanda dengan anak bungsu nya.

“Siwon-ah… Bagaimana pernikahan mu dengan Minhee?” Choi Young Jae memulai percakapan. “Pernikahan ku baik-baik saja, kenapa Ayah bertanya seperti itu?” tanya Siwon berjalan beriringan dengan Young Jae

“I just wanna told you something Son.. listen carefully” Young Jae menghembuskan nafasnya perlahan, menatap deretan lampu taman yang memancarkan cahaya berwarna kuning keemasan. “i knew that you married her because the accident, i knew that too You are still in love with Se Young” Young Jae berbicara dengan nada tenang tak ingin Siwon merasa tertekan, sambil meneruskan langkahnya menuju sebuah kursi kayu tepat berada di ujung taman bersebelahan dengan kolam renang berukuran olympic.

“Like it or not Minhee is your Wife Now. Treat her like a husband treats his wife that he love, like how She treats you and looked you”

Siwon menolehkan kepalanya menatap Young Jae dengan mengerutkan dahinya. Ia terkejut mendengar semua yang diutarakan oleh Ayah kandungnya, terutama dibagian “How She treats you and Looked you” membuat pertanyaan demi pertanyaan muncul di kepalanya.

“She was a good wife and also a best in law for Me. She respecting you as her Husband, She Loves Our family like her Own family and the fact that SHE LOVES YOU..” Young Jae menghentikan langkahnya, duduk di sisi kursi kayu tersebut, menatap lurus kearah Dining Outdoor tersenyum melihat In Wha , Minho dan Minhee sibuk mempersiapkan dessert untuk mereka semua.

“Love Me? Tidak Mungkin” Gumam Siwon dalam hati. Duduk disebelah Young Jae, menatap kosong ke tanah, ia tidak percaya dengan yang ia dengar, ia hanya tahu bahwa Minhee sangat membenci dirinya.

“Its like nonsense to you right?” Siwon tidak merespon pikirannya masih berada di awan. Ia menolehkan kepalanya menatap ayahnya terkejut mendengar perkataan Young Jae selanjutnya. “Minhee’s Eyes told me everything, the way she looked you” Young Jae menganggukan kepalanya seakan mengatakan jika ia benar-benar melihatnya.

I can see love when she looked you but at the same time, i also see the streaks of saddness from her eyes .” Young Jae berbicara dengan nada lembut khas seorang ayah sedang memberikan nasehat kepada anaknya.

Did you know that she always send Fruits to us and check all the vitamins that we need to drink everyday??” Siwon terdiam tidak menjawab.

“kau tidak tahu bukan?” tebaknya lagi “Kami pun tidak tahu pada awalnya, sampai ibu mu bertanya pada Maid karena persediaan buah tak pernah habis. Kau pasti tidak sadar, apa yang disajikan untukmu adalah makanan favourite mu.” Siwon menganggukan kepalanya perlahan membenarkan perkataan Young Jae tetap menatap sang ayah menunggu kelanjutan dari perkataanya .

She even ask to your mom about everything you like and dislike” Siwon menolehkan kepalanya kini mencari keberadaan Minhee, ia tidak percaya dengan perkataan ayahnya, tapi di satu sisi ia tahu jika ayahnya selalu berkata jujur apalagi untuk masalah seperti ini. ada suatu perasaan yang muncul dalam benaknya, perasaan asing dan sama sekali tidak di mengerti olehnya. Mungkin terkejut karena Minhee melakukan kewajibannya dengan baik — sebagai bagian dari keluarga Choi.

I know that too Siwon-ya, its hard to married with someone that you never loved, because you know the fact that Im married with your mom because my parents told me too do so. but trust me loves will come to you when you try to accept her in your life.” Ucap Young Jae tersenyum menatap Minhee sedang berbincang serius dengan Minho di dekat perapian.

Or you will realise that you loved and need her when She already decide to leave you alone. Before its too late, Open your heart to someone who sincerely accept you in her life” Young jae menepuk pundak Siwon dengan lembut, kemudian meninggalkan Siwon seorang diri, untuk memikirkan segala perkataannya. Tepukkan Young Jae membuat Siwon tersadar, menundukkan kepalanya singkat memberi hormat kepada Young Jae yang bangkit dari kursi meninggalkan dirinya seorang diri.



Siwon menyerah dengan fikirannya yang seperti benang kusut, memutuskan kembali menuju Outdoor Dinning. langkah nya terhenti ketika ia tak menemukan keberadaan Minhee. ia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan isterinya, menghela nafas lega setelah berhasil menemukan Minhee berada tak jauh dari tempat nya saat ini, berbicara sedang bicara melalui telepone gengam. Ia memperhatikan Minhee dengan seksama, menyugingkan senyumnya saat melihat Minhee tersenyum dan tertawa, tidak menyadari tatapan tajam Se Young kearahnya, serta tidak menyadari Minho yang tiba-tiba muncul berlari mendekati Minhee.

“Nooonaaaaa…..!!!!! ”

Siwon terkejut melihat bagaimana Minho menarik pergelangan tangan Minhee dengan kencang, tak mempedulikan Minhee yang terkejut karena serangan mendadak dari adik iparnya ini.

“Minho-yaa !! ada apaa?” Tanya Minhee mau tidak mau mengikuti langkah Minho yang hanya menolehkan wajahnya menatap Senang ke arah Minhee tanpa menghentikan langkah mereka. akhrinya Minho berhenti di tengah rerumputan tak jauh dari kolam renang dan Outdoor dinning membalikan tubuhnya menghadap Minhee terdiam menatap lekat wajah cantik di hadapannya.

“Minho ya – Jangan katakan? – Benarkah?” tebak Minhee menatap Minho penuh tanya. Minho menganggukan kepalanya cepat, senyum bahagia terukir diwajah tampan miliknya, merentangkan kedua tangannya ke urdara.

“I did it… i did it.. Nooonaaa I did it!!!! – Mereka baru saja mengirimkan ku email, aku senang sekali Noona!” Jelas Minho cepat. Minhee menutup mulutnya dengan kedua tangannya untuk tidak ikut berteriak meluapkan kegembiraanya bersama Minho.

Minhee ikut merasakan kegembiraan saat tahu akhirnya Minho mendapatkan rumah sakit tempat ia akan bekerja sebagai resident. ” Terimakasih Noona, Terimakasih karena kau selalu mendukung ku! ” Minho memeluk ,mengangkat tubuh Minhee, memutar-mutar nya tak peduli dengan Minhee berteriak ketakutan, kemudian tertawa bersama bertepatan dengan alat penyiram tanaman otomatis menyemburkan cairanya membuat pakaian mereka basah.



“Kalian ini seperti anak kecil saja, ayo keringkan rambut dan tubuh kalian!” In Wha tersenyum menyerahkan handuk pada putera – puterinya ini

“Ibu bisa menyalahkan putra mu yang jahil ini” degus Minhee menatap sinis kearah Minho

“Memang ada kabar menggembirakan apa sampai kau harus menjahili kakak ipar mu, kau harus membagi nya dengan kami juga?” Young jae mengeleng-gelengkan kepalanya.

“Mulai besok aku akan bekerja sebagai Dokter resident disalah satu rumah sakit besar di seoul tentunya dan – ” perkataan Minho terhenti, menolehkan wajahnya pada Minhee.

“Haaatttccchiiiii!!!!! Haatttcchhiiii!!! Haattchhiii!!!”

“Maafkan aku, Silahkan kau teruskan.” Ucap Minhee. Minho pun berniat untuk melanjutkan perkataanya namun kembali terhenti.

“HATTTCCCHIIIII!!!!”

Tanpa sadar, Siwon membuka blazer hitam garis tipis miliknya, melangkahkan kakinya mendekati Minhee, dan memakaikannya “Cepat ganti baju mu, atau kau akan benar-benar terkena Flu!”

“Kau Juga.. ! ikut aku atau kau akan berubah menjadi pasien di hari pertama mu bekerja sebagai resident” Siwon menarik kerah belakang kemeja vancy Minho begitu saja tak mempedulikan Minho mengaduh kesakitan menjauh dari Outdoor dining, tentu saja Siwon melupakan keberadaan Se Young yang menatap ketiganya sinis.

“Ya..yaa!! Hyung!!… Hyung!!!!”



Se Young kembali menuju apartementnya dengan perasaan gusar, tangan kirinya memegang handphone yang berukang kali ia gunakan untuk menghubungi Siwon namun tak juga menjawab teleponnya.

“Demi Tuhan Choi Siwon, kau hanya milik ku – Milik ku!” geram Se Young mencengkram kemudi dengan kuat.

Siwon’s Room

Choi Parents Private House

Siwon menutup pintu kamarnya perlahan, mengedarkan pandangannya mencari seseorang wanita yang menganggu pikirannya sejak sang ayah memberi tahukan padanya tentang apa yang telah wanita itu perbuat pada keluarga nya.

“hmmm hmmm hmmm ”

Sayup-sayup Siwon mendengar seseorang bersenandung, Siwon berjalan mendekati sumber suara tersebut, menyandarkan tubuhnya pada daun pintu yang terbuka memisahkan antara kamar dan balkon tempat mereka berada saat ini. Siwon menutup kedua matanya menikmati senandung dari sebuah lagu karya Kim Dong Ryul berjudul Start yang merupakan lagu favourite nya.

“Siwon ssi! ”

Siwon membuka kedua matanya mendengar seseorang memanggilnya dengan lembut, berjalan mendekati Minhee

“Sedang apa kau disini?”

“Seperti biasa menikmati malam” Minhee mendongakkan kepalanya menikmati hembusan angin malam yang menerpa wajahnya, kedua tangan bertumpu pada pagar besi balkon

“Kau bisa sakit jika tetap meneruskan hobi mu itu” Siwon menyerahkan teh hangat yang baru saja di antar oleh pelayan Song.

“Terimakasih!”

Siwon memulai percakapan setelah beberapa saat mereka terhanyut dalam keheningan. Minhee mengerutkan dahinya, menatap Siwon sedang menyesap teh miliknya

“Terimakasih untuk?”

“Terimakasih karena kau menyayangi keluarga ku seperti kau menyayangi keluarga mu sendiri” Senyum tulus seorang Choi Siwon membuatnya terlihat 1000 kali lebih menawan dan tentu saja hampir membuat jantung Minhee keluar dari tempatnya.

Minhee menyesap teh miliknya “Kau tidak hilang ingatan bukan tuan Choi ? Sejak aku resmi menjadi Isteri mu, mereka bukan hanya keluarga mu, tetapi menjadi keluarga ku juga” Minhee tersenyum kembali menatap halaman depan rumah keluarga Choi.

“Apa kau tidak mengizinknan mereka menjadi keluarga ku?” Minhee menatap Siwon dengan tatapan jahil namun tatapan Minhee padanya diartikan lain oleh Siwon. Bagaimana pun Siwon adalah laki-laki biasa. Tak bisa dipungkiri Minhee terlihat Sexy dengan rambut setengah kering dan pakaian yang ia kenakan saat ini kemeja kebesaran serta hotpans membuat Siwon ingin melakukan kegiatan yang membuat Siwon harus menjadikan Minhee sebagai isterinya.

“Bukan! Bukan Seperti itu, hanya saja…” Siwon menggaruk kepalanya yang tidak gatal untuk menutupi kegugupannya. Minhee tertegun melihat sikap aneh Siwon tidak seperti biasanya.

“Aku benar-benar berterimakasih padamu, kau bahkan bisa melakukannya, memperhatikan mereka disela-sela waktu sibuk mu – heem, bahkan aku sebagai anak mereka pun tidak bisa melakukannya”

“Justru itulah tugas ku, melengkapi apa yang tak bisa dilakukan oleh suaminya ” Hening , kembali hening, Siwon dan Minhee memilih untuk menyesap kembali teh di tangan mereka.

“Minhee-ya!”

Minhee menolehkan wajahnya menatap Siwon. Siwon merasakan suhu tubuhnya meningkat setelah menikmati wajah Minhee tengah menatapnya saat ini, Siwon mendekatkan wajahnya kepada Minhee seraya memindahkan cangkir teh yang sedari tadi berada ditangan isterinya itu pada meja terletak didekat mereka. Minhee menundukkan wajahnya yang berubah warna ketika merasa kedua tangan kekar Siwon memegangi pinggang ramping miliknya, menariknya agar semakin mendekat pada tubuh Siwon.

Kedua tangan Minhee refleks memegang bahu Siwon ketika Siwon dengan lembut mengangkat dagu Minhee agar mau menatapnya. Perlahan Siwon mendekatkan wajahnya pada Minhee, refleks wanita itu memejamkan kedua matanya, lebih tepatnya ketika Minhee merasa ada sesuatu yang lembut menyentuh permukaan bibir nya, kecupan ringan menjadi kecupan menuntut penuh gairah, dan kali ini mereka benar-benar melakukannya, melakukan kegiatan seperti 4 bulan lalu, membuat mereka menjadi suami isteri yang sah menurut Agama dan Negara.

Sementara itu diluar kamar Siwon terdapat Minho ber Hi-5 dengan Bibi Jang isteri dari kepala pelayan Song setelah mendengar desahan dari dalam kamar kakaknya.

“Berapa kapsul yang kau campurkan pada teh hangat itu?” bisik bibi Jang menatap Minho berada di sebelahnya. Minho tersenyum licik seraya mengosok-gosok kedua telapak tangannya

“4 kapsul”

“Minho-ya… itu banyak sekali.. apa kau ingin membuat Nona muda pingsan?” Bibi Jang terkejut. ” Jika Tuan muda mengetahuinya aku akan dalam masalah besar” Protes bibi jang

“Tidak akan! Jika bibi tidak membocorkan nya, Lagi pula, aku ingin segera mempunyai keponakan dari Noona dan Hyung yang keras kepala itu” Minho meninggalkan bibi Jang begitu saja.




Minhee menerjapkan matanya takala cahaya matahari masuk melalui jendela kamar yang mereka tempati saat ini. Minhee menolehkan kepalanya kesebelah kanan mendapati Siwon masih terlelap dalam tidurnya. “Gomawoyo.. Saranghae..Nampyeon” Minhee mengecup kening Siwon perlahan agar tak menganggu tidur nya. Sesaat sebelum kembali menuju dunia mimpi rasa lelah masih menghinggapi dirinya. Namun lagi-lagi ia menerjapkan matanya merasakan sesuatu yang lembab menyentuh keningnya, membulatkan matanya terkejut ketika mendapati Siwon berada 5 cm dari wajahnya saat ini, tersenyum lembut menatap dirinya. Siwon terlihat semakin tampan dengan pakaian kerja hasil karya designer ternama, rambut tanpa Gel membuatnya terlihat jauh lebih muda dari umur aslinya. Minhee kembali mengedipkan matanya berusaha mengabungkan kembali nyawanya yang berpencar karena ketampanan seorang Choi Siwon.

“Mau sampai kapan kau seperti ini.. heum?!” pertanyaan Siwon membuat kesadaran Minhee kembali, dengan cepat ia menarik selimut yang membalut tubuh polosnya hingga menutup kepala membuat Siwon tertawa, perlahan Minhee menurunkan selimutnya sebatas hidung, menatap Siwon yang tak juga berhenti tertawa.

“Bersiaplah, bukankah kau harus kerumah sakit? Ini sudah jam 8 pagi, jika kau tak bergegas aku pastikan kita akan terlambat ” Siwon beranjak dari tempat tidurnya, menuju cermin sepanjang badan tepat di sebelah meja kerja nya. Minhee membulatkan kedua matanya , bergegas untuk beranjak dari tempat tidur. Namun kegiatan Minhee terhenti seketika, menatap Siwon dengan bingung.

“Kenapa?” tanya Siwon membalik tubuhnya melihat kearah Minhee

“heem.. itu.. hemm!”

“Ada apa Minhee-ya?” Siwon mengerutkan dahinya

“hem.. Siwon ssi, bisakah kau keluar? Aku ingin ke kamar mandi, tapi….” Minhee melirik kedalam selimut kemudian menatap Siwon sedang berusaha menahan tawa.

“hmphh..! Arrasoo!” aku akan keluar ”

“Ayah dan Ibu sudah menunggu kita untuk sarapan bersama” Siwon meninggalkan Minhee sendirian. Minhee menghela nafas lega ketika mendengar pintu kamar mereka sudah tertutup rapat, ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dengan menarik selimut untuk menutupi bagian tubuhnya.

“Ingat! kau harus bergegas karena kau sudah terlambat Nyonya Choi ” Siwon membuka pintu kamar dari luar tiba-tiba membuat Minhee membalikkan tubuhnya cepat, menarik kembali selimut menutupi tubuh telanjangnya.

“Ah! Minhee-ya! Kenapa kau menutupinya, bukan kah aku sudah melihat semuanya semalam? Bukankah 4 bulan yang lalu aku juga melihatnya” Goda Siwon segera menutup pintu kamarnya sebelum Minhee melemparkan sesuatu padanya.

“Cih- Mesum!”

****

Metropolis International Hospital

Songpa-gu, Seoul

Siwon memberhentikan mobilnya tepat didepan lobby rumah sakit , kali ini Minhee diantar oleh Siwon karena kedua ban mobilnya dalam keadaan tidak layak pakai. Tentu saja mereka berdua sangat mengetahui siapa yang melakukan ini pada mobilnya. Minhee bergegas turun dari Black Maybach Exelero seharga 8 Juta Dollar Amerika.


“Minhee-ya?! tunggu! ” Minhee menghentikan langkahnya, membalikan badanya melihat Siwon yang berlari mendekat. “Cupps!!” Minhee membulatkan matanya kerkejut mendapati kecupan hangat mendarat tepat di bibir tipisnya.

“Terimakasih banyak” Siwon memeluk Minhee begitu saja tanpa merasa mempedulikan suster dan dokter serta pasien yang menjadikan mereka sebuah tontonan. Ia tidak peduli lebih tepatnya ia tidak akan peduli jika dirinya akan menjadi perbincangan karena menurutnya adalah wajar jika Suami memperlakukan Isterinya seperti yang ia lakukan saat ini. ntah sejak kapan ia mengakui keberadaan Minhee dalam hidupnya.

“Mulai hari ini, ingatkan aku untuk selalu memberikan Morning dan Good Night kiss padamu !!” Siwon melepaskan pelukannya. Minhee menganggukan kepalanya perlahan bersamaan dengan rona pipi berubah.

“Minhee-ya!” Siwon menyentil dahi Minhee membuat isteri nya mengaduh seraya mengusap-ngusap dahinya.—” Masuklah!.. kau sepertinya sudah ditunggu oleh mereka” Siwon melirik ke arah pintu lobby, di ikuti Minhee. Para dokter resident serta suster yang sedari tadi mendapatkan tontonan Gratis langsung membubarkan diri.

“Baiklah. Terimakasih. Hati-hati “Minhee mengecup pipi Siwon singkat lalu berlari meninggalkan Siwon yang tersenyum. –” Aku akan menjemputmu untuk makan siang bersama, kali ini aku mengizinkan mu untuk memilih tempatnya ” Teriak Siwon seakan lupa dengan siapa dirinya, dan dimana dirinya saat ini. Minhee menganggukan kepala kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah sakit.

Sementara itu Siwon sudah berada dibalik kemudi, memegang dada, tersenyum, merasakan jantungnya berdetak dengan cepat, merasakan perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelum nya.

“Minhee-ya! –” Aku berjanji akan memperbaiki semuanya,belajar menerima keberadaan mu dalam hidup ku.” gumam Siwon yang mulai melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit.



“Maaf aku terlambat” bisik Minhee menerima Stetoskop dari tangan Chansung yang menyelidik memperhatikan rekan kerjanya ini. “Wae?!” tanya Minhee seraya merapihkan pakaiannya.

“Kau terlihat berbeda, sepertinya ada sesuatu yang baik terjadi padamu” Bisik Chansung dijawab senyuman oleh Minhee yang sudah memperhatikan Dr Song Seung Hoon sedang memberikan pengarahan

“Baiklah… sebentar lagi kalian untuk pertama kalinya akan bertemu dengan para dokter resident. Perlakukan mereka layaknya Dr resident yang perlu kalian bimbing. Dikarenakan Dr Hwang dan Dr Shim akan melakukan operasi, Aku dan yang lain akan menemui mereka terlebih dahulu, kalian bisa menyusul”

“kalian bisa meminta bantuan Minhee untuk memperkenalkan diri kalian kepada para resident nantinya” Dokter Song Seung Hoon melanjutkan perkataannya disetujui oleh ketiganya.

“Kim Minhee, Hak Suk Jin, Choi Sang Woo kalian ikut aku untuk menemui keluarga baru bagian bedah” Dr Seung Hoon berjalan meninggalkan bagian Bedah berjalan menuju ruang Auditorium diikuti Minhee dan yang lain.

Minhee berjalan mengikuti Dr kepala bagian bedah memasuki Auditorium pertemuan Metropolis International hospital untuk menyambut kedatangan Dokter Resident yang akan bertugas bersama para dokter spesialis lainnya. Setelah mendengarkan beberapa sambutan dan perkenalan dokter-dokter yang terdapat di Metropolis International Hospital, para dokter resident dipersilahkan untuk menempati tempat nya masing-masing sesuai dengan keahliannya.

Para Dokter resident mengikuti Minhee dan Sang woo untuk berkeliling rumah sakit untuk diperkenalkan dengan para dokter senior yang lain. Namun langkah mereka terhenti ketika mendengar panggilan dari pengeras suara ditujukan pada Dr Choi Sang Woo dan Minhee yang segera bergegas menuju ruang Instalasi Gawat darurat diikuti oleh dokter resident lainnya. Dr Choi Sang Woo adalah salah satu Dokter Specialis bedah penanganan kecelakaan dan kondisi darurat. “Tugas pertama kalian kali ini, pastikan kalian melakukannya dengan baik ” ucap Dr Choi sang Woo seraya berlari menuju ruang gawat darurat.

Minhee membulatkan matanya terkejut ketika orang yang pertama kali ia lihat adalah adik iparnya berlumuran darah. Minho sedang membantu menyelamatkan pasien, berteriak meminta beberapa obat-obatan kepada suster yang tidak berani memberikan apa ia perlukan, karena tidak ada satupun dari mereka tahu jika Minho adalah seorang dokter dan dalam buku peraturan Rumah Sakit tidak diizinkan dokter rumah sakit lain melakukan pertolongan jika tidak terdapat surat izin atau rujukan dari rumah sakit asal dokter tersebut bekerja.

“aku akan mengurus ini.. ” Sang Woo menganggukan kepalanya tanda setuju, Minhee bergegas mendekati Minho sementara Sang Woo mendekati tempat tidur pasien disebelahnya menangani pasien yang terluka sama parahnya dengan yang akan Minhee tangani.

“Minho-ya, menyingkir, aku akan memeriksanya!” Minhee mendorong Minho kasar , mulai memeriksa keadaan pasien yang tak sadarkan diri

“Mereka berdua baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas saat mereka motor yang mereka gunakan terserempet oleh minibus sehingga membuat mereka terlempar dan terhempas ke jalan.” Jelas Minho tanpa jeda.

“Aku rasa terjadi pembengkakan pada kepala sebelah kanan, aku sudah memeriksa keadaanya selama perjalanan” Minho memandang kondisi pasien itu dengan khawatir.

“Lakukan CT Scan pada anak ini.. Cepat!! laporkan hasilnya secepat mungkin padaku.” Perintah Minhee setelah memeriksa kondisi sementara pasien tersebut pada dokter resident bernama Oh Sehun dan salah satu suster yang bertugas.

Minhee menarik Minho untuk menempati sebuah tempat tidur terletak di ujung ruangan “aku akan memeriksa keadaan mu!

“Aku baik-baik saja Noona..” Minho menolak untuk diperiksa, namun Minhee tetap bersikeras. Meminta Minho untuk merebahkan dirinya di atas tempat tidur rumah sakit ” Bukan aku Noona, aku hanya menolong mereka saja, aku memberikan pertolongan pertama untuk mereka sebelum ambulance datang ” Jelas Minho melihat ke khawatiran pada wajah Minhee.

“Aku tahu..!” Jawab Minhee tak menghentikan kegiatannya, kemudian menghela nafas lega setelah yakin jika adik yang selalu dianggap tidak dewasa ini baik-baik saja. Minhee melangkahkan kakinya mendekati meja IGD setelah mendengar jika hasil CT scan pasien nya sudah keluar, di ikuti Minho dibelakangnya.

“Bagaimana Noona?” Tanya Minho.

Minhee belum menjawab, masih memperhatikan dengan seksama Hasil CT Scan. ” adanya perdarahan tapi aku rasa tidak terlalu mengkhawatirkan.” jelas Minhee menatap layar monitor dengan serius seraya mengerak-gerakan tangannya pada kursor dan keyboard komputer.

“kau benar! aku melihat pembengkakan otak yang hebat di sisi kanan, apa kau melihatnya?? bagian ini!” Minhee mengarahkan kursor pada bagian yang Minhee maksud. “kita harus lakukan operasi segera untuk pengangkatan darah dan memberikan ruang bagi otak yang bengkak ini ” Jelas Minhee pada Minho dan beberapa dokter resident yang ntah sejak kapan berada dibelakang mereka berdua.

“Tolong siapkan ruang operasi!! ” Minhee menatap salah satu suster yang berada tepat dibelakang layar komputer.

“Hubungi Dr Hak, aku membutuhkan bantuannya” Minhee meninggalkan Emergency room diikuti Minho dibelakangnya

” Noona…!” Minho mensejajarkan langkahnya dengan Minhee yang berjalan dengan cepat

“Semua akan baik-baik saja, kau bantu aku untuk memberikan penjelasan dan menenangkan orang tua mereka Eoh..” Minhee memasuki ruang Operasi , sementara Minho bergegas menemui orang tua dari anak yang sudah ia tolong.

Few Hours Laters

“Kau sudah bekerja dengan sangat baik Dr..” Minhee menolehkan wajahnya mendapati Minho yang sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian rumah sakit. “Terimakasih! kau juga sudah melakukan pertolongan pertama dengan sangat baik.” Minhee menutup kedua matanya menikmati hebusan angin menerpa wajah nya, kemudian membuka kembali kedua matanya, menyadari sesuatu, ia menolehkan wajahnya kembali menatap Minho terkejut

“Kau!!” Minhee mendengus kesal setelah kembali memperhatikan pakaian Minho yang berbeda dari sebelum nya. Minho berdiri menghadapkan tubuhnya pada Minhee “Selamat Siang Dr Kim, perkenalkan saya Choi Minho, salah satu dokter resident bedah di rumah sakit ini, Mohon bimbingan anda” ucapnya seraya membungkukkan tubuhnya

“Ciih kau ini..! Aiishhh !” Minhee melayangkan tangannya ke udara berpura-pura ingin memukul adik iparnya ini sementara itu Minho menunjukkan kedua jarinya membentuk huruf V dengan senyum mengembang, membuat Minhee semakin kesal dibuatnya

“Cih” dengus Minhee memilih meninggalkan Minho begitu saja, tak mempedulikan panggilan manja Minho.

“Noona!! Tunggu aku ” Minho berlari menyamakan langkahnya dengan Minhee, mengalungkan tangannya pada Lengan Minhee. “Noona” panggilnya manja

“Yaa.. Yaa..!! panggil Aku Dokter Kim!”




“Bagaimana?” Minhee berjalan mendekati Chansung yang baru selesai memberi pengarahan pada dokter resident baru bernama Lee Taemin untuk memberikan perhatian ekstra pada Gikwang. “Semua nya berjalan dengan lancar tak ada hambatan” Chansung menutup papan laporan yang baru ia tandatangani dan menaruhnya di meja suster.

“Apa kau sadar jika pasien mu itu dalam keadaan yang tidak baik?” Minhee membalik tubuhnya, berjalan mendekati ruang pemulihan Gikwang, melihat ke arah Gikwang masih tertidur dari luar ruangan yang dibatasi oleh kaca, sebenarnya operasi yang dilakukan oleh Gikwang tidak bisa dibilang operasi besar, namun untuk kebaikan semuanya team dokter atas izin pihak pasien memberikan Gikwang anastesi umum atau bius total.

” Apa maksudmu?”Chansung mengalihkan pandangannya pada Gikwang.

“Ia berusaha menutupi kesedihannya dengan semua perbuatan menyebalkan yang selama ini ia tunjukkan, aku bisa melihat dari kedua matanya ketika melihat ku, Gikwang adalah orang yang paling menderita dengan kondisinya saat ini.”Jelas Minhee melangkahkan kakinya kembali keluar dari ruang pemulihan dewasa menuju bagian anak-anak ,diikuti Chansung disebelahnya

“Kau sendiri?”Chansung berjalan beriringan dengan Minhee mendekati ruang pemulihan pasien yang baru saja ia operasi. “Bukan kah kau juga melakukan operasi tadi?” Minhee menghela nafasnya berhenti pada sebuah ruangan terdapat anak berumur belasan tahun.

“kau sudah berusaha sebisa mungkin, semua tinggal kita serahkan pada TUHAN dan kemauan anak itu untuk kembali bersama kedua orang tuanya ” Minhee merasa tenang mendengar perkataan Chansung, jujur saja sejak tadi pikiran Minhee tidak berada pada jalur yang benar.

“Terimakasih Chansung – Oppa !”Chansung tersenyum senang mendengar Minhee memanggilnya dengan “Oppa” dibelakang namanya.

“Apa kau ingin makan sesuatu? Sepertinya sudah waktunya kita untuk makan siang ”

” Boleh” jawab Minhee seraya mengeluarkan telepone gengam yang sedari tadi bergetar di saku blazernya. “Tunggu sebentar! ” pinta Minhee kemudian tersenyum melihat Caller-id yang tertera di layar telepone gengam nya.

“Baiklah aku akan keluar sekarang – hemm- ” Minhee mengakhiri percakapannya, tersenyum memohon maaf pada rekannya ini.

” Sepertinya aku tidak bisa menemani mu makan siang, aku lupa sudah mempunyai janji” ucap Minhee tidak enak, di jawab anggukan oleh Chansung.

“Pergilah aku akan makan siang bersama Chagmin. Hati-hati”



Penumpang MRT hari ini disuguhkan oleh pemandangan tidak biasa, hampir semua penumpang dalam gerbong 5 menatap pasangan suami isteri yang terlihat serasi dengan tatapan kagum, beberapa diantaranya saling berbisik, ada yang diam-diam mengambil foto keduanya, karena sangat jarang bahkan hampir tidak pernah mereka melihat seorang Choi Siwon, putera pertama keluarga Choi beserta isteri berada satu gerbong dengan mereka.

“Minhee ya ” panggil Siwon pada Minhee yang duduk di sebelahnya, seraya tersenyum menganggukan kepalanya membalas sapaan beberapa penumpang yang menatapnya.

“Hemm?” Jawab Minhee tetap berkutat dengan Ipad miliknya.

“Apa ini tidak keterlaluan? Kau mau menghukumku?” tanya Siwon membuat Minhee menghentikan kegiatannya beralih melihat kearah suaminya. Siwon menghela nafas melihat Minhee tidak mengerti dengan maksud perkataanya. ” Itu – Kereta ini – para penumpang ” lanjutnya lagi. Minhee menganggukan kepalanya mengerti tentang perasaan risih Siwon yang terus menerus di tatap oleh penumpang yang berada di sekitarnya.

“Kau harus membiasakanya, ternyata naik fasilitas umum tidak terlalu buruk bukan? ” ucap Minhee mendekatkan wajahnya pada telinga Siwon “Biar mereka tahu juga jika pewaris Clan Choi yang tampan ini tidak takut membaur dengan kalangan biasa.” Kekeh Minhee dijawab desahan pelan Siwon. Tak lama terdengar suara wanita dari pengeras suara memberi tahu jika perhentian selanjutnya adalah ITAEWON.


“Oppa ayo! ”

Minhee menarik tangan Siwon penuh semangat turun dari MRT. Siwon tersenyum memandang Minhee begitu bersemangat melupakan rasa risih yang sedari tadi menghinggapi dirinya. ia terus melangkahkan kakinya, saling berpengangan tangan, tak lagi mempedulikan tatapan penumpang yang terkejut melihat keberadaan mereka.

Siwon juga tidak menyangka jika Minhee sangat menikmati menggunakan alat transportasi umum yang bisa dibilang tidak senyaman menggunakan kendaraan pribadi miliknya atau Maybach Exelero milik Siwon.

“kau mau membawaku kemana? Apakah masih jauh?” tanya Siwon mulai merasa lelah karena tak kunjung sampai ke tempat tujuan. Siwon mulai terengah-engah, melonggarkan dasi nya asal, peluh kini membasahi kening akibat terik matahari siang hari yang kian menyengat.

” Tidak.. sebentar lagi kita sampai ” Jawab Minhee tersenyum menunjuk kesebuah Papan reklame kecil bertuliskan “Chili King”. Siwon berjalan kian lamban hingga menghentikan langkahnya, membulatkan kedua matanya terkejut melihat antrian super panjang dari restaurant yang bertempat di sebuah ruko. Tempat makan yang jauh dari kata Standart dalam kamus Choi Siwon.

“Sebaiknya kita cari tempat lain” Siwon membalikkan badannya bersiap meninggalkan Minhee. ” kau bilang aku boleh memilih tempat nya tadi, jadi jangan sekali-sekali mengganti tempat sesuka hati mu ” geram Minhee menariknya dengan paksa. Sementara itu Siwon tetap dengan pendiriannya tidak berniat untuk melangkahkan kakinya kedalam restaurant yang penuh sesak dengan anak-anak muda yang kira-kira berumur 16-24 tahun.

“Ayolah Tuan Choi ! berhenti menghabiskan uang ratusan ribu won hanya untuk sepiring steak ataupun Burger, Ayoolaah..!” Minhee menarik tangan Siwon dengan sekuat tenaga nya untuk masuk kedalam salah satu restaurany favourite Minhee.

“Kevin!!” Teriak Minhee membuat sang Koki sekaligus pemilik Restarurant bernama Kevin Cyr menghentikan kegiatan memasaknya, melambaikan tangan kearah Minhee “Give me the best burger that you have, i am on 3rd floor!!”

” Roger That…!” balas Kevin mengangkat ibu jarinya ke udara.

“Percaya padaku, kau tidak akan pernah menyesal mencicipi makanan yang terkenal lezat oleh siapapun” jelas Minhee yakin melangkahkan kakinya menuju lantai tiga dari tangga kayu di ujung ruangan. Siwon menatap khawatir ke penjuru ruangan yang di penuhi oleh pengunjung. Seluruh meja kayu dengan kursi bulat sudah penuh terisi, ia bahkan harus sedikit berjinjit untuk mencari tempat yang kosong.

“Tapi ini penuh sekali, bisa kita mencari tempat makan yang lain?” tanya Siwon di jawab gelengan kepala Minhee yang mengangkat tangan kirinya, membuat salah satu waiters menghampiri mereka berdua.

“Selamat Siang Dokter Kim – tempat biasa?” Minhee tersenyum mengiyakan. ” Mari silahkan, Dokter Hwang sudah memesan tempat atas namanya, namun tiba-tiba ia membatalkan nya begitu saja” jelas Waiters itu berjalan mendahului Minhee dan Siwon.

Siwon tidak suka, ia selalu tidak suka jika seseornag menyebut nama Hwang Chansung ketika dirinya sedang bersama Minhee.

“Ini tempat anda, Silahkan”

Minhee dan Siwon mengambil tempat saling berhadapan. Siwon kembali mengedarkan pandangannya.

“Ramai sekali”

” Tentu! makanan disini terkenal sangat lezat, tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh orang-orang terutama anak muda ” Minhee tersenyum melirik sekitar sedangkan Siwon menatap Minhee dengan sedikit kesal.

“Bukan kah kita sama dengan mereka?” Minhee menunjuk kesalah satu meja sepasang kekasih yang sedang bersenda gurau, Siwon mengikuti arah telunjuk Minhee ” Mereka hanya sepasang kekasih Minhe-ah.. sedangkan kita adalah sepasang suami dan isteri” Siwon mengalihkan pandangannya menatap Minhee yang tersenyum entah untuk keberapa kalinya ia lakukan hari ini.

“Anggap saja kita seperti mereka yang sedang melakukan kencan, bukan kah kita belum pernah melakukan kencan yang sesungguhnya?” Siwon mendengus seraya mengelengkan kepalanya mendengar perkataan Minhee yang menurutnya tidak wajar.

“Cih! Bagaimana mungkin wanita terlebih dahulu mengajak laki-laki berkencan” ucap Siwon membuat Minhee membulatkan matanya, dan ingin melemparkan garpu yang ada dimejanya saat ini.

“Kalau begitu, ajak aku berkencan!” perintah Minhee menatap kesal suami nya ini.

“Minhee-ya!”

“Hai, Kevin!” Minhee bangkit dari kursinya membalas pelukan dari Kevin yang telah menetap selama 13 tahun di korea. –” Perkenalkan ini Suami ku, aku pernah berjanji akan mengenalkannya padamu bukan?” Siwon dan Kevin saling berjabat tangan—” ternyata Ceo Choi lebih tampan dari yang aku lihat di televisi, sungguh serasi dengan Mu yang selalu cantik disetiap kesempatan” Puji Kevin yang dibalas senyuman oleh Minhee dan Siwon.

” Minhee ya, Apa ternjadi sesuatu dengan Chansung? Tadi pagi ia memesan dua kursi, untuk jam makan siang, tapi setengah jam yang lalu ia membatalkannya begitu saja.”Jelas Kevin.

” Aku baru saja bertemu denganya, dan dia tidak mengatakan apapun” jawab Minhee mencari keberadaan telepone gengam di dalam tas tangan yang sedari tadi bergantung di pundaknya. “Aku akan mencoba menghubunginya” ucap Minhee mengetikan sebuah pesan tak menyadari tatapan Siwon berubah tajam.

“Cih! Bagaimana mungkin ia masih memikirkan soal Changsung sedangkan aku ada di depannya saat ini” umpat Siwon kesal dalam hati.

“Baiklah, sepertinya makanan kalian sudah datang” Kevin mendapati seorang waiters mendekat kearah mereka dengan dua nampan berisi makanan.

“Selamat menikmati”




Setelah makan siang bersama, Minhee dan Siwon memutuskan untuk membeli dessert yang akan mereka nikmati saat bersantai di rumah perpaduan antara Mediteranian serta Korean House.

“Dimana Tuan Muda?” Minhee menghampiri Maid di dapur untuk mempersiapkan Tea time set setelah mandi dan mengganti pakaian kerja dengan pakaian santai.

“Tuan berada di teras belakang dekat kolam renang Nyonya”

Setelah menata Macaroon serta beberapa Kue yang dibeli oleh dirinya dan Siwon di salah satu toko desert terbaik, Minhee dibantu oleh beberapa maid membawa Tea Set menuju teras belakang menghampiri Siwon, tersenyum memandang Suaminya sibuk membolak balikkan lembaran THE NEW YORK TIMES salah satu koran terbaik dunia yang selalu terselip diantara tumpukan-tumpukan koran terbaik di kediaman mereka dengan serius. Minhee tak bisa menghilangkan senyum dari wajahnya, tak bisa berhenti untuk selalu bersyukur karena tak pernah membayangkan jika hubungannya dengan Siwon akan masuk akan membaik, bahkan jauh lebih baik dari yang ia perkirakan.


“Tea time!” Siwon menghentikan kegiatannya, tersenyum memandang Minhee yang berdiri tak jauh dari tempatnya saat ini sedang memerintahkan para pelayan untuk meletakkan nampan berisi tea set lengkap dengan snack sore hari yang telah ia siapkan.

“Vanilla tea Sound Good” Siwon tak menghilangkan senyumnya ketika melihat Minhee yang sibuk memilih jenis Teh yang akan ia sajikan, lagi-lagi Siwon merasa nyaman dengan keadaan sore ini, Duduk santai di ruang belakang rumahnya ditemani seorang wanita yang mulai bisa ia terima sebagai seorang Isteri yang melayani nya dengan baik.

“Since When? Vanilla??” Minhee menyipitkan kedua atanya menatap Siwon mengejek, mengeluarkan dua sachet Vanilla Tea bag berlabel Twinigs yang sangat terkenal di london, Minhee bahkan ia memesan langsung pada toko yang khusus menjual product tersebut.

“Since i know that you love Vanilla tea more than any kind of that tea” Minhee mendengus seraya menggelengkan kepalanya ketika memasukan tea bag tersebut pada teko tea yang sudah di isi air panas dengan suhu khusus demi menciptakan rasa yang sesuai.

“Apa yang sedang kau baca?” Minhee mengambil tempat disebelah Siwon yang mengakhiri kegiatan membacanya seraya menerima cangkir teh yang diberikan oleh Minhee. ” Hanya perkembangan politik dan dampak yang akan terjadi pada perusahaan kita” Jelas Siwon menyesap Vanilla tea nya menatap kearah Minhee yang sepertinya tidak tertarik mendengarkan penjelasan yang ia sampaikan.

Siwon tersenyum memandang Minhee sibuk menata macaroon warna warni pada piring kecil yang akan diberikan untuk nya. Dengan cepat Siwon meletakkan cangkir teh, meraih tangan Minhee menariknya membuat Minhee jatuh kedalam pelukkanya.


“Oppa!” Protes Minhee terkejut.

“Terimakasih untuk hari ini” Siwon mengecup kening Minhee singkat, membuat wajah Minhee kembali merona, menyembunyikan wajahnya dari tatapan para pelayan pada mereka berdua. “Terimakasih karena Oppa mau meluangkan waktu untuk menemani ku makan siang disela-sela waktu sibuk mu ” bisik Minhee memeluk pinggang Siwon tanpa peduli dengan tatapan para pelayan, Minhee dapat mencium parfum maskulin dari tubuh Siwon yang membuatnya seluruh tubuhnya merasa nyaman.

“Kau harus membayarnya –” Minhee terkejut mendongakkan kepalanya menatap Siwon .—” Benar!, kau harus membayarnya!—” Minhee menjauhkan tubuhnya dari Siwon, membulatkan kedua matanya ingin mengatakan sesuatu namun Siwon kembali memotong perkataan yang belum sempat Minhee katakan.”— Tidak ada yang Gratis di dunia ini Nyonya Muda Choi ” Siwon memberi penekanan pada kata GRATIS membuat Minhee menatap Siwon dengan curiga.

“Dan aku akan meminta nya malam ini? Tidak tidak..!” Siwon mengelengkan kepalanya dengan cepat memandang kearah Minhee”—” Bagaimana jika aku memintanya sekarang? Akan lebih menyenangkan jika aku memintanya sekarang bukan”bisik Siwon lembut ditelinga Minhee, bisikan dengan nada menggoda.

“Oppaaa….!!!” Minhee memukul lengan Siwon dengan kencang membuat Siwon sedikit mengaduh dan membulatkan kedua matanya. “Waaeee??!!!” protes Siwon mengusap lengannya yang dipukul oleh Minhee seraya menatap Nakal kearah Minhee.—” Apa yang ada dipikiran mu Nyonya Choi ?” tiba-tiba Siwon memajukan wajahnya pada Minhee membeku saat menatap mata dan hidung Siwon yang hanya berjarak 5 cm dari wajahnya.

“Anii.. aku tidak memikirkan apapun!” Minhee menggeser posisi duduknya menjauhi Siwon

“Aku rasa tidak masalah jika melakukan apa yang kau pikirkan!” Siwon tersenyum nakal menarik tangan Minhee dengan tiba-tiba. –” OPPA!! .. mau kemana???” Protes Minhee pada Siwon yang tak menggubris teriakkan nya, sementara para pelayan yang menatap sepasang suami isteri ini hanya bisa tersenyum melihat mereka berdua tanpa berniat untuk membantu Minhee yang menatap mereka dengan tatapan meminta pertolongan.

“Kau milikku Nyonya Choi ! Takkan ada yang bisa menolong mu ” ucap Siwon

“Tolong beri tahu Minho untuk tidak mendekati kamar ku, aku tak mau diganggu oleh apapun dan siapapun malam ini” perintah Siwon pada seluruh pelayan seraya tetap menarik Minhee mengikuti nya

” Oppaaa…..!!! ”




In The Morning

Still in Choi Siwon and Kim Minhee Private House

Minhee melangkahkan kakinya dengan malas menuju dapur yang terdapat di lantai dasar rumahnya yang terdiri dari 3 lantai. mengenakan kemeja biru kebesaran milik Siwon yang ia ambil sembarang dari walk in closset milik suaminya tersayang. Sesungguhnya Minhee masih ingin memejamkan matanya, namun keinginannya untuk membuat sarapan khusus untuk Siwon mengalahkan rasa lelah akibat kegiatan yang mereka lakukan, lebih tepatnya kegiatan yang sebenarnya ia sukai bersama Siwon.

Siwon yang terbangun dan tak mendapati Minhee disebelahnya pun beranjak untuk mencari keberadaan Minhee. Dengan kaos tanpa lengan berwarna putih dan celana boxer pendek miliknya Siwon melangkahkan kakinya mencari Minhee keseluruh penjuru ruangan yang ia yakini Minhee takkan pergi kemana pun pasalnya hari ini Minhee sedang Off-Duty dan Siwon pun memutuskan untuk tidak berangkat menunaikan kewajibannya sebagai seorang CEO.

Langkah Siwon terhenti ketika mendengar suara seorang yang ia kenal betul pemiliknya dari arah dapur bergaya modern mediteranean miliknya. Siwon berjalan mendekati sumber suara dan tersenyum melihat wanita yang sedang bersenandung lagu karya Kim Dong Ryul berjudul departure-start. Wanita yang kini sedang sibuk dengan kegiatannya sehingga tak menyadari keberadaan Siwon yang berada tak jauh darinya. Siwon memejamkan kedua matanya bersandar disalah satu pilar menikmati lagu yang disenandungkan oleh Minhee yang perlahan telah mengisi ruang di hatinya, meruntuhkan tembok yang selama ini ia bangun untuk menghalau keberadaan Minhee tersebut dalam hidupya.

“Kau berniat menggodaku Nyonya Choi ” Minhee terkejut mendapati Siwon yang tengah memeluknya dari belakang serta mencium singkat pipinya yang sudah berubah warna serta membuat jantungnya berdetak lebih cepat dari manusia normal pada umumnya.

“Lepaskan Oppa!” Minhee berusaha melepaskan diri dari Siwon namun sia-sia, Minhee merasakan Siwon mengeratkan kaitan tangannya. –” kita tidak sendiri Oppa.. lepaskan! Mereka bisa melihat kita!” Minhee kembali berusaha untuk melepaskan diri dari Siwon, namun Siwon yang keras kepala menarik Minhee menjadi menghadapnya. Siwon mendekatkan wajahnya dan berbisik dengan suara lembut yang terkesan menggoda ” Aku ingin meminta Morning Kiss ku sayang”

“Hyuunggg!!!!!”

Siwon mengerang kesal karena seseorang menggangu suasana romantis yang tercipta antara suami isteri yang sedang di mabuk Asmara. “Choi Minho!!” Siwon membalikan tubuhnya menatap terkejut kearah Minho yang ternyata tidak sendirian.

“Ommoniim!!” Minhee terkejut segera menyembuyikan tubuhnya dibalik tubuh Siwon yang jauh lebih besar dari tubuhnya.

“Good Morning Addeul-ah” In Wha menahan tawanya

To Be Continued

Advertisements
Leave a comment

1 Comment

  1. liena

     /  November 10, 2015

    Aaaahhhaaahhhaaaa…ending ny luccuuuyy…
    Dh muali ad bnih2 cntrong nih…

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: