Kim Woobin’s Habit

Kim Woobin’s Habit

Cast :

Kim Woobin, Song Jiyeon, Kim Minhee,

Lee Minho, Ahn Jaehyun, Lee Jongsuk,  Ji Changwook, Bang Sung Joon and Cha Seungwon,




Seluruh Third team agent berkumpul di ruang rapat yang terletak di ujung lantai 1 , dengan dinding kaca berada di lantai satu secret Office third team membicarakan tentang After Action Report 6 bulan sekali yang harus mereka laporkan bukan hanya kepada Seungwon namun juga kepada Lee Bum Soo. Jarum jam menunjukan angka 1 namun tak satu pun diantara mereka yang ingin melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan tersebut, bukan karena mereka tidak lapar tapi deadline sudah mewajibkan mereka untuk menyelesaikannya hari ini juga.

Dimana Seungwon? Jangan tanya dimana ketua Third team itu berada, seluruh Agent sudah tahu ia sedang berperualang di pulau kapuk di kamar khusus Agent yang terletak di lantai dua Secret House.

Berulang kali Minhee menatap khawatir kearah Woobin dihadapanya, terlihat olehnya Woobin sedang memainkan pensil mekanik nya dengan wajah ditekuk, menandakan ia sudah sangat lapar, begitu pun dengan Jaehyun di sebelahnya, sedang merajuk kepada Woobin untuk segera mengakhiri rapat karenacacning di perutnya sudah mulai berdemo, begitu pula dengan Jongsuk yang berulang kali mendesah kesal menatap kearah sekitar mencari sesuatu yang bisa di makan. Sedangkan Minhee mengalihkan pandangannya menatap lemas Sung Joon yang sedang menjelaskan Action report miliknya berharap ia segera berhenti dari kegiatannya.

Jaehyun sudah tak sanggup lagi, menyerah setelah Woobin hanya menganggukan kepala merespon semua tingkah manja nya. mengedarkan pandangannya berharap ada seorang malaikat datang membawakan makanan. Doa nya terkabul, menyugingkan senyumannya melihat Jiyeon sang Malaikat penolong datang bersama laki-laki yang kini menjadi IDOLA kedua setelah Woobin yang selalu menempati posisi pertama.

“Noonaaa….Hyung!!”

Teriakan Jaehyun sontak membuat seluruh Agent yang sedang dalam Krisis kelaparan tingkat tinggi menghentikan kegiatannya, menolehkan kepala mereka. Jongsuk, Minhee serta Changwook pun memutar kursi mereka yang membelakangi dinding kaca ruang rapat bangkit dari kursi mereka menatap Jiyeon dan Minho dengan mata berbinar bahagia melihat keduanya datang tidak dengan tangan kosong, kecuali Woobin tetap dalam posisinya terkejut melihat kedatangan malaikat hatinya, bukan karena datang bersama dengan Minho tapi Jiyeon datang tanpa pemberitahuan dan lagi-lagi membuat seluruh pekerja Third team akan berbisik-bisik mengenai hubungan mereka. Woobin bahkan pernah mendengar orang-orang disana mengasihani Jiyeon yang cantik melebihi bidadari karena mempunyai kekasih bernama Kim Woobin berwajah datar dan tidak sensitif.

“Makan Siang ” Jaehyun berlari mendahului para agent menghampiri keduanya, mengambil alih dua tas jinjingan dari tangan Jiyeon berwarna biru dan merah muda. Jiyeon hanya tersenyum melihat tingkah Jaehyun yang kekanak-kanakkan.

“Aku membawakan makan siang untuk kalian semua, Woobin Oppa memberitahu ku jika kalian semua sedang rapat bulanan.” Jelas Jiyeon mengikuti langkah Jaehyun menuju sebuah sofa serta meja kecil tepat dibelakang meja kerja Minhee.

Sung Joon tak kalah senang, berjalan menghampiri serta memeluk Minho erat, meluapkan rasa rindu terhadap sahabat lamanya, kemudian beralih meraih makan siang mereka yang berada di tangan Minho menghampiri Jaehyun.

Minhee berdiri tak jauh dari tempat mereka, tersenyum melihat sang kekasih datang tanpa pemberitahuan, membiarkan Minho berjalan mendekat kemudian memberikan kecupan singkat di bibir, beralih mencium keningnya . “Kau selalu saja bisa membuat Mood ku menjadi baik” Bisik Minhee memeluk Minho erat.

“Kau sudah makan? Aku dan Jiyeon membawa favourite kalian” Bisik Minho melepaskan pelukannya, mengelus lembut pipi kekasih hatinya ini.

Akhirnya Woobin keluar dari ruang rapat dengan wajah di tekuk kesal menatap Jiyeon yang di kerubungi oleh para agent. Satu sisi Woobin senang, tapi di satu sisi Woobin kesal karena Jiyeon kembali menjadi pusat perhatian teman-temannya seakan melupakan keberadaanya.

Seluruh Agent Sibuk membuka tas jinjingan, mencari nama mereka di atas box makanan. Melihat kehebohan terjadi, Jiyeon mengambil alih untuk membantu membagikannya.

“Jiyeon ah, kau membawa makanan apa untuk ku?” tanya Changwook terlebih dahulu, membuat Jaehyun berdecak kesal karena di dahului. Jiyeon tersenyum melihat Jaehyun yang menekuk wajahnya, kemudian menjawab pertanyaan Changwook seraya meraih Box makanan miliknya. “Ayam teriyaki, empura udang dengan salad Kol wortel serta radish Kimchi favourite mu ” Jiyeon menyerahkan Box makanan tersebut kepada Changwook yang tersenyum senang. Changwook menerima box tersebut, duduk di kursi meja kerja miliknya di sebelah Sofa beludru.

“Bagaimana dengan ku?” tanya Jongsuk tak sabar.

“Spaghetti Carbonara dengan ekstra Keju serta daging Ham Favourite mu bukan?” Jiyeon menyerahkan satu Box pada Jongsuk. “Huaaahhh.. kau memang yang terbaik- Terimakasih” Jongsuk mengelus puncak kepala Jiyeon lembut, Jongsuk memilih untuk duduk di Sofa membiarkan Minhee dan Minho menggunakan meja kerja miliknya terletak bersebelahan dengan meja Minhee.

Woobin menatap Jengah , lebih tepatnya kesal karena Jiyeon mendapatkan perlakuan istimewa dari para sahabatnya. Jiyeon tersenyum lembut, senyum yang menurut Woobin hanya boleh di tujukan hanya untuknya. Terlebih lagi Jiyeon seakan melupakan keberadaan Woobin yang notabene nya adalah kekasih sah.

“Bagaimana dengan ku?” Tanya Sung Joon kemudian mencari kotak makan miliknya. “Punya mu ada di dalam kantong plastik berwarna biru, Double Chicken Steak dengan Saus Barbeque dan Mashpotato tanpa sayuran” jawab Jiyeon cepat seraya melirik kearah Woobin yang kesal.

Sung Joon segera meraih kotak box miliknya, mengarahkan ibu jarinya pada Jiyeon. ” Kau – Jjang!!” kemudian mengambil tempat berhadapan dengan Changwook, menggunakan meja kerja milik Cheonsa yang sedang absen karena project barunya sebagai dosen.

“Noona- Bagaimana dengan ku.” Jaehyun merengek manja. ” Punya mu —” Jiyeon berpura-pura melupakan box special kedua khusus ia bawakan untuk Jaehyun. “—Dimana ya?” Jiyeon berusaha mencari milik Jaehyun.

“Ya! Song Jiyeon!!!” Jiyeon dan Jaehyun menghentikan kegiatannya menatap takut ke arah Woobin yang memanggilnya dengan nada yang tidak biasa, ia bahkan melihat Woobin.menatapnya garang. Woobin benar-benar kesal karena sedari tadi Jiyeon sibuk mengurusi orang lain dibanding dirinya.

“Ya!! KIM WOOBBBIINN!!!” Sung Joon, Changwook dan Jongsuk menatap kesal kearah Woobin yang menyandarkan tubuhnya di salah satu pilar secret House. Woobin tak kalah terkejut mendengar Changwook, Jongsuk, Sung Joon, kini membentaknya balik dengan bersamaan.

“Ah wae?!!!” balas Woobin tidak terima. Minhee hanya bisa mengangguk-anggukan kepalanya tak mau ikut campur, memilih mengambil jatah makan siangnya dan Minho dari dalam tas berwarna Pink, kemudian kembali kepada Minho yang sudah duduk meminjam meja kerja milik Jongsuk.

Jiyeon melangkahkan kakinya perlahan mendekati Woobin dengan kotak Box berisi salah satu makanan favourite nya, namun langkahnya terhenti ketika Changwook menyebut namanya. “Jiyeon ah kemari!!” Perintah Changwook mengoyangkan telapak tanganya memanggi Jiyeon. Jiyeon terdiam hanya bisa menatap Changwook dan Woobin bergantian. Changwook berjalan mendekati Jiyeon, meraih box makan milik Jiyeon, menaruh Box berlabelkan Woobin kembali di atas meja kecil, kemudian menarik gadis manis itu untuk duduk di dekatnya, Changwook bahkan membuka kan Box makanan tersebut, memberikan sumpit pada Jiyeon yang hanya bisa pasrah mengikuti perintah Changwook.

“Makanlah, jangan hiraukan tiang listrik tak tahu diri itu.” ucap Changwook. Woobin kesal mendengar perkataan Changwook membuat emossinya naik turun, apalagi melihat Jiyeon tak menunjukkan tanda-tanda untuk mendekat kearahnya.

“Ya!! Song Jiyeon?!!” Woobin kembali memanggil Jiyeon dengan penuh penekanan. Jiyeon mengalihkan pandangannya pada Changwook memohon untuk diizinkan mendekati kekasihnya yang hampir gila, sedangkan Changwookn dengan mantap mengelengkan kepalanya memerintahkan Jiyeon tetap di tempatnya.

“Apa ini akan seru Minhee ya?” Bisik Minho pada Minhee ntah sejak kapan duduk diatas pangkuanya, menikmati makan siang favourite mereka. “Ehm.. sangat seru, tunggu saja, kau tahu sendiri bukan jika Woobin tidak suka jika Jiyeon mengabaikannya” kekeh Minhee menganggukan kepalanya.

“Ya – Kim Woobin!, kenapa kau harus berteriak seperti itu, kau merusak nafsu makan kami. Sebaiknya kau duduk dan nikmati makan siang mu itu, aku jamin kau takkan menyesal” Jongsuk membalik tubuhnya menatap Woobin berbicara dengan mulut penuh makanan, mengalihkan pandangannya pada Jiyeon “Jiyeon ah – Gomawo, Makanlah yang banyak jangan pedulikan alien seperti dia, eoh?!”

Jiyeon hanya tersenyum menganggukan kepalanya perlahan menatap takut kearah Woobin yang membulatkan matanya memberi sinyal untuk segera mendekat. Woobin berusaha menormalkan nafasnya, mengontrol rasa kesal yang sudah sampai ubun-ubun. Mendengar bagaimana Changwook dan Jongsuk membela Jiyeon, ditambah lagi dengan Jaehyun yang kini merengek manja meminta untuk di suapi.

“Nooona – Noona aku mau makanan mu – Aaaaa” Jaehyun membuka mulutnya menunggu Jiyeon untuk memberikan daging asap kedalam mulutnya. “Yak!! Ahn Jaehyun, berhenti bersikap manja pada kekasih ku” Umpat Woobin hanya mendapatkan juluran lidah dari magnae Third team.

Minho menahan tawanya, mengeleng-gelengkan melihat Jaehyun Vs Woobin yang kembali terjadi, ia mengalihkan tatapannya mendengar langkah kaki dari tangga yang tak jauh dari tempatnya berada “Ooh – Ooh Ajjhusii Ajhusii” Minho exited melihat wajah gahar Cha Seungwon menatap kesekitar. Minho penasaran apa yang akan di lakukan oleh kepala third team ini. Minhee menolehkan wajahnya mengikuti arah pandang Minho tersenyum menahan tawa melihat Minho bertingkah lucu seperti anak kecil yang sedang menonton kartun favourite nya.

“Kalian benar-benar” Geram Woobin yang sudah tak tahan lagi karena semua temannya terutama si magnae setan – Jiyeon berhasil mensatobase Jiyeon untuk kesekian kalinya. “Jiyeon ah kemari” ucap Woobin dengan nada lebih bersahabat, namun kembali Jiyeon hanya menatapnya tanpa ada pergerakan sedikit pun.

“YAA!! SONG JI—”

“PPLLLAAAAKK!!!”

“—AAAGUUHHHHH!!!” Woobin meringis menerima pukulan tepat dibelakang kepalanya. Ia menolehkan kepalanya cepat mencari tahu siapa yang berani melakukan hal keji itu padanya. Ia menahan makiannya ketika melihat Seungwon berada tepat disebelahnya “Kenapa kau hobby sekali berteriak? Membuat waktu tidur siang ku terganggu” dengus Seungwon yang baru saja turun dari lantai dua kamar tidur khusus agent, menatap sinis kearah Woobin. Seungwon mengalihkan pandanganya pada Jiyeon, tatapan sinis nya berubah jadi lembut dan menenangkan. Sementara itu Minho tertawa terbahak-bahak mendadak menutup mulutnya menggunakan kedua tanganya melihat Woobin memberikan death Glare, mengalihkan tatapannya pada Minhee.

“Jiyeon ah—apa makan siang untuk paman juga ada?” Seungwon berjalan menghampiri Jiyeon. Jiyeon menganggukan kepalanya cepat, beranjak dari kursinya untuk memberikan kotak makanan milik Seungwon.

Woobin mendesah tidak percaya mendengar nada bicara Seungwon berubah menjadu lembut, berbeda jauh saat Seungwon perbicara padanya.

“Ini paman” Jiyeon tersenyum manis. “Aigoo – Gomawo” Seungwon mengelus pipi Jiyeon lembut, mengaitkan jari tangannya pada Jiyeon, kembali menatap Sinis kearah Woobin sekilas.

“Jiyeon ah, mau makan siang bersama ku? Kebetulan sudah dua hari puteriku tidak ada dirumah, dan aku merasa kesepian – Lagi pula Woobin mu itu sudah besar. ia bisa makan bersama Minhee dan lainnya disini.” Seungwon tak mengalihkan pandangannya dari Woobin. Woobin membuka mulutnya siap untuk melarang, namun tatapan sinis, mengeluarkan kata-kata tanpa suara keluar dari mulut Seungwon membuat Woobin tak mampu membantah. “Kau mau mati hah?”

“Baiklah paman, aku bereskan tempat makan ku dulu” Jiyeon menganggukan kepalanya cepat meraih kotak makan miliknya menatap Minhee seraya berucap tanpa suara”Minhee ya- Aku titip Woobin padamu.” Minhee tertawa mengganggukan kepalanya.

Woobin mengerutu, mendesah kesal tidak terima, meletakan kedua telapak tangan pada pinggangnya berjalan mondar mandir menahan amarah. Minhee kembali menatap Minho yang berusaha menahan tawanya melihat tingkah laku sahabat dari kekasihnya ini, menganggukan kepala seperti tahu arti tatapan sang kekasih.

Minhee menghela nafasnya, meraih Box makanan berlabel nama sahabatnya di atas meja kecil dibelakang tempatnya dan Minho, membuka serta memotong daging Juicy medium well , kemudian mendekati Woobin dengan potongan kecil Sirloin Steak di tanganya.

” Demi Tuhan, si tua bangka itu mensabotase Jiyeon ku. Ya Tuhan – kenapa Jiyeon harus ikut dan meninggalkan ku sendiri, sebenarnya siapa kekasih mu hah?” Umpat Woobin tak berhenti, tak menyadari jika para agent menertawakannya.

“Woobin ah – aaaa” Woobin menolehkan kepalanya pada Minhee dan Satu potongan sirloin steak berhasil mendarat dengan indah di mulut sahabatnya ini.

“Bagaimana enak?” Minhee tersenyum pada Woobin yang mulai mengunyah makanannya, menikmati potongan daging yang meleleh di mulutnya. Woobin menganggukan kepalanya pelan mengiyakan, tanpa sadar membiarkan Minhee menarik lengannya untuk duduk bersebelahan dengan Minho menyuguhkan makan siang untuknya, membiarkan Woobin mulai menikmati makan siangnya, seakan lupa dengan apa yang terjadi sebelumnya.

Satu lagi yang kita tahu tentang Kim Woobin

Dia kalau lapar – Rese!

END

Another Story about My Lovely Agent – Kim Woobin!

Setelah berfikir keras untuk menerbitkan Mini Series akhirnya Tuhan berpihak padaku menjadikan Woobin sebagai tersangka kali ini.

Poor Woobin yang kekasihnya kembali di sabotase oleh para Agent.

ENJOY!


Advertisements
Leave a comment

4 Comments

  1. liena

     /  November 13, 2015

    Hh hh kasian bgt si woobinn…
    Wwaaaahh korban iklan nih yeeeeeee..
    Serrruuuuuu crtanyaaaaa..

    Like

    Reply
    • Hahahhahaha — sebenernya sih ceritanya ngalir sendiri tapi begitu akhir terus bingung mau nulis apa ,, yaudah deh palai tagline itu hahahah

      Like

      Reply
  2. Jiyong

     /  November 28, 2015

    Hemmm mau komen apa ya Eonn, bingung… mungkn karna harapan aku terlalu besar sebelum baca ini, jadi pas selesai, ak tanpa sadar bilang… “Loh? Udahan, gini doang?”

    Hahah maaf ya Eonni, nyawanya gak ada alias feelnya hambar, ak juga gak nangkep “resek” nya Woobin karna laper, ak malah liatna cuman seseorang yg kesel krna pacarnya di “bajak”

    Duhh udh lama gak komen, sekali komen ….. zzzzzzz hehhe

    Like

    Reply
    • Gpp — emng aku juga bikinnya iseng2 ( lagi ngelatih diri sendiri bikin ff bukan detective) hehehe
      Thankyoouuu sarannyaaaa kritiknya 😘

      Like

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: