Color Ring – Part 4

“COLOR RING”

Cast :

Choi Siwon, Kim Minhee (OC), Hwang Chansung,

Choi Minho , Cho Kyuhyun, Goo Se Young ,

Lee-Gi Kwang, Kim Youngwoon, Shim Changmin

Other Artist (Cameo)



Siwon mencari keberadaan sang Isteri di dalam kamar mereka, setelah satu jam menanti Minhee tak kunjung bergabung bersamanya serta kedua orang tua nya di ruang keluarga. Setelah tak mendapati keberadaan Minhee di dalam kamar, ia pun melangkahkan kakinya menuju walk in closet mereka. Siwon mendekati Minhee yang tak juga beranjak dari depan lemari tas limited edition koleksinya.

 


“Sepertinya ada yang menggangu pikiran mu?”

“Aku tidak ingin pergi kemana pun, aku ingin dirumah saja Aku –” Minhee menghela nafas ketika melihat Siwon dari pantulan kaca di depannya, sudah berada tepat dibelakang Minhee.

“Minhee ya!” Siwon memutar tubuh Minhee sehingga menghadap dirinya. “Ada apa? bukan kah kau selalu menyukai pergi bersama Ayah dan Ibu?” Siwon memegang kedua pipi Minhee dengan kedua tangannya, membuat Minhee mau tidak mau menatap kedua mata Siwon meminta penjelasan.

“Aku….!” Minhee menatap lantai.

“Aku apa? kenapa dengan dirimu? Katakan?! Apa kau sakit? Eum? Bagian mana?” Siwon terdengar khawatir.

“Bukan itu tapi—” Minhee kembali menatap Siwon dengan ragu “Aku malu untuk bertemu dengan ayah dan ibu, aku malu karena mereka memergoki kita tadi” Minhee mendesah kesal menyesali perbuatannya mengaku pada Siwon setelah mendengar Siwon tertawa sangat kencang, menarik Minhee kedalam pelukannya serta mengecup kening Minhee dengan singkat.

“Ayo, mereka sudah menunggu ” Siwon masih tertawa menarik Minhee yang engan untuk beranjak dari kamar mereka.




Dua mobil mewah limited edition seharga jutaan won berhenti di depan lobby International Hotel, Petugas Valley parkir sigap berlari menghampiri kedua kendaraan tersebut membukakan pintu untuk para penumpang, Choi Young Jae dan isterinya In Wha terlihat serasi mengenakan pakaian putih serta celana Jeans turun dari Bentle putih keluaran terbaru hadiah ulang tahun dari kedua anaknya Siwon dan Minho. Begitu pun dengan ketiga anak mereka mengenakan pakaian senada dengan kedua orang tua nya. Mereka memutuskan untuk makan siang bersama setelah selesai berfoto keluarga di salah satu studio ternama milik fotografer terbaik korea selatan di daerah Hongdae. Sementara itu, salah satu petugas Valley berlari membuka pintu kursi kemudi mengambil alih untuk memakirkan Range Rover Sport limited milik Siwon ke tempat Khusus VVIP.

Seluruh keluarga Choi masuk kedalam hotel berjalan beriringan. Siwon, Minhee serta Minho berjalan tepat dibelakang Choi Young Jae dan In Wha, sesekali mereka tersenyum membalas sapaan para pegawai hotel yang menunduk hormat melihat kedatangan mereka. Keluarga Choi merupakan salah satu Client serta Customer VVIP tersebut.

“Apa kita akan menemui seseorang disini?” tanya Minhee melirik Siwon dan Minho bergantian. Siwon menatap Minhee tanpa menghentikan langkahnya, mengelengkan kepala dengan pasti. Minhee beralih menatap Minho di sisi kirinya.

“Tidak Noona, Kita hanya akan makan siang di hotel ini. Makanan di sini benar-benar enak, aku pastikan kau takkan menyesal” Jelas Minho. Minhee mendesah, berhenti melangkah.

Desahan Minhee terdengar oleh Young Jae dan In wha yang mengentikan langkahnya melihat ke belakang saling menatap sekilas tidak mengerti.

” Ada apa Minhee –ya?” Young Jae melihat wajah Minhee yang kesal.

” Apa kita akan menemui salah satu Rekanan bisnis Ayah?”

“Kita hanya akan makan siang disini, sudah lama juga aku tidak membawa seluruh anggota keluarga untuk makan siang bersama, terlebih lagi sekarang keluarga ku sudah bertambah satu orang’

“Ayah — Kenapa kita harus makan siang disini, ketika kita sendiri mempunyai Hotel dengan kualitas restaurant yang tidak kalah dengan Hotel ini. Tsk Tsk Kalian sungguh senang menghabiskan uang” Minhee mengelengkan kepalanya tidak setuju, namun terus melangkahkan kakinya ke arah escalator yang akan membawa mereka menuju restaurant disusul oleh Minho yang berteriak meminta Minhee untuk menunggunya.

“Hee-Heeii” Desah Young Jae kemudian tersenyum melihat kelakuan Minhee, ia melirik kearah Isterinya. “Kau lihat menantu mu itu, dia bahkan berani protes padaku.”

In Wha menahan tawa, menyentuh lengan Suaminya seraya berbisik “Aku mengerti kenapa kau menyayanginya, dia sangat Mirip dengan mu – Ayo” In Wha mulai melangkahkan kakinya beriringan dengan Young Jae menyusul Minhee dan Minho. Sementara Siwon tersenyum manis melihat semuanya.

“Noona, Tunggu aku..!” Minho berlari menyusul Minhee diikuti dengan Siwon tersenyum melihat sikap Minhee yang manja membuat Siwon ingin sekali menghujani Minhee dengan Ciuman.

Petugas Grand Kitchen Restaurant langsung mengantarkan keluarga Choi pada meja VVIP yang sudah di pesan oleh Siwon. Meja berbentuk bulat berkapasitas 6 orang dengan ukiran pada kursi kayu jati menambah kesan mewah pada restaurant tersebut, terdapat Buffet –Buffet berisi berbagai macam jenis makan dari berbagai negara.

Minhee dan Minho sibuk memilihkan makanan yang akan mereka santap, tak lupa memberikan nya juga kepada Siwon dan kedua orang tua mereka. Keluarga Choi Young Jae benar-benar memanfaatkan moment langka ini dengan sangat baik. Berbincang mengenai banyak hal, kelucuan tentang Siwon dan Minho sewaktu kecil yang membuat Minhee tak bisa menghentikan tawanya. Membicarakan mengenai pekerjaan masing-masing, seperti Siwon serta Minhee dan Minho yang bekerja sebagai Dokter dan masih banyak lagi, tak lupa Minho yang selalu mempunyai energi lebih untuk menceritakan lelucon-lelucon sehingga membuat seluruh keluarga tertawa terpingkal-pingkal tak sadar jika pengunjung lain ikut tersenyum melihat keakraban mereka.

Seorang wanita yang baru saja selesai melakukan pertemuan yang sedari tadi ikut memperhatikan kegiatan keluarga Choi, akhirnya memutuskan untuk menghampiri tak ingin kehilangan moment kebersamaannya bersama keluarga yang sudah mengenal dirinya sejak ia duduk di bangku kuliah.

“SeYoung ah”

Seluruh Anggota keluarga terhenti ikut menatap kearah Se Young tepat setelah Young Jae menyapa nya. Minhee yang duduk bersebelahan dengan Siwon sontak menurunkan tangannya dari atas meja keatas telapak tangan Siwon, mengengamnya seakan takut kehilangan, Siwon yang menyadari perbuatan Minhee tersenyum menatap isterinya. Siwon ikut mengengam tangan Minhee membuat dirinya merasa dicintai dan diperhatikan.

“Wah!, sungguh kebetulan yang sangat menyenangkan bisa bertemu kalian disini” Go SeYoung tersenyum ramah. Lain Se Young lain pula Minho yang menatapnya dengan tatapan Sinis.

“Apa yang kau lakukan disini?” tanya In Wha

“Aku baru saja selesai makan siang dengan perwakilan agency ku, tidak sengaja aku melihat kalian dan memutuskan untuk sekedar menyapa ” Jelas Se Young.

“Jika kau tidak keberatan kau bisa tinggal sebentar dan bergabung bersama kami”

Minhee serta Minho membulatkan matanya menatap In Wha.

“Ada apa dengan kalian berdua, kenapa menatap ku seperti itu?” In wha kembali menatap Minhee serta Minho mengelengkan kepalanya bersamaan.

“Duduklah, kau bisa duduk disebelah Siwon”.

“Terimakasih paman”



Mendadak suasana hangat berubah menjadi hening cenderung mencekam, Minhee benar-benar tak melepaskan gengaman tangannya pada Siwon. Sementara Siwon tak berniat melepaskan gengamannya, ia terlalu sibuk melirik Minhee kemudian tersenyum menahan tawa melihat wajah ‘Awas’ isterinya ini.

“lalu akan kemana kah kita sesudah ini? Foto keluarga sudah, makan siang sudah.” Minho memecah keheningan.

“Bagaimana jika pergi bersantai di Coffee Shop dekat sini, Aku mempunyai kenalan yang menjual salah satu Coffee terbaik di Seoul, Bukankah kau sangat menyukai Coffee oppa?” Seyoung menatap Siwon dengan manja

“Siwon tidak boleh terlalu banyak minum kopi, tidak bagus untuk kesehatan lambungnya” ucap Minhee dingin. In Wha dan Young Jae saling melirik seakan memberi sinyal untuk segera mengakhiri percakapan yang akan membuat perang antara Minhee dan Se Young. Minho menganggukan kepalanya setuju dengan Minhee mengangkat tangannya memanggil pelayan, memesankan satu set Hot Camomile untuk seluruh keluarganya.

“Aku dan Minhee Vanilla tea saja, Apa kalian punya Twinigs Vanilla? – Isteri ku sangat menyukai Vanilla tea dari merk itu” pinta Siwon seraya menyubit pipi Minhee lembut. Minhee memicingkan kedua matanya tersenyum senang mengetahui jika Suaminya ini tahu apa kesukaanya.

“Kami memang menggunakan Twinigs Tea untuk seluruh menu Teh kami. Segera akan kami sajikan. Jadi 4 Camomile Tea dan 2 Vanilla Tea” Siwon menganggukan kepalanya pasti sesaat sebelum waiters wanita meninggalkan mereka. Se Young menatap Siwon di sebelahnya tidak suka dengan kemesraan yang di tunjukkan oleh keduanya.

“Jadi No Coffee setelah ini ? — Terimakasih” Minho menganggukan kepalanya pada waiters yang meletakkan satu teko mini berserta cangkir dengan pinggiran sepuhan emas tepat di hadapannya

Pizza Sounds Good!” Minhee memberikan Ide

“Apa kau serius?” tanya Siwon di jawab anggukan kepala oleh Minhee.

“Bagaimana Snow Ice Dessert, Musim panas akan lebih segar jika minum –minuman yang dingin.” Se Young kembali mengungkapkan Ide nya. Minho ingin sekali menyuruh SeYoung diam, terhenti ketika seseorang menginterupsi.

“Tuan Choi”

“Direktur Lee” Young Jae bangkit dari kursinya bersalaman dengan salah satu Direktur Intercontinental Hotel bernama Lee Donghwa. “Aku mendengar dari pegawaiku anda berserta keluarga datang mengunjungi kami untuk makan siang, sungguh kehormatan bagi kami anda dan keluarga menyempatkan diri untuk mencicipi hidangan kami.”

“Kau terlalu berlebihan Direktur Lee, kebetulan anak bungsu ku Minho menyukai dimsum disini, sekaligus merayakan keberhasilan Minho sebagai resident di salah satu rumah sakit. Selain itu sudah lama sekali kami tak menghabiskan waktu bersama” jelas Young Jae.

“Apakah kau dokter Kim Minhee?”

Minhee berdiri tanpa melepaskan gengaman tangannya pada Siwon, membungkuk hormat kepada Donghwa yang jauh lebih tua darinya. “Dia adalah menantu ku, isteri dari Siwon” Jelas Young Jae.

“Kau sungguh beruntung memiliki menantu sehebat dokter Kim” Puji Lee Donghwa. “Aku ingin mengucapkan terimakasih pada Dokter Kim. Beberapa bulan lalu Puteraku mengalami kecelakaan saat mengendarai motor, dan kecelakaan itu hampir saja membuat karir sebagai Athlete Basket nasional hilang karena cedera lutut yang di deritanya. Berkat dokter Kim lah anak ku bisa kembali bermain basket bahkan lebih cepat dari yang di perkirakan dokter-dokter specialis lainnya. sekali lagi aku ucapkan terimaksih Dokter Kim”

“Tak perlu sungkan, aku hanya melakukan tugasku. Berterimakasih lah pada puteramu yang mempunyai tekad kuat untuk segera sembuh”Jawab Minhee tersenyum.

“Tuan muda Choi, kau pasti sangat bersyukur memiliki Isteri cantik dan pintar seperti Dokter Kim. Jika aku seumuran dengan mu, mungkin aku akan bertarung untuk mendapatkan hatinya” Young Jae dan yang lain tertawa mendengar lelucon yang disampaikan oleh Dongwha.

“Anda bisa saja Tuan Lee” ucap Siwon melirik Sekilas wajah Minhee yang sudah merona menahan malu.

“Jaga isteri mu baik-baik anak muda dan berikan cucu-cucu yang cantik dan tampan untuk kedua orang tua mu” Siwon menganggukan kepalanya ” Jangan khawatir, kami akan memberikannya secepat mungkin, bukan begitu sayang?” Siwon menolehkan wajahnya menatap wajah terkejut Minhee mendengar pertanyaan ditujukan padanya disertai tawa oleh yang lain

” Aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua anak muda.” Ucap Dongwha. Salah satu waiters menghampiri Donghwa membisikan sesuatu di telinganya. “Baiklah kalau begitu, aku undur diri dulu. “Lee Donghwa mengundurkan diri dari hadapan keluarga Choi. Minho melambaikan tangannya pada Donghwa dengan senang, karena tanpa di duga perkataan Donghwa berhasil membuat Se Young kesal dibuatnya.

Seluruh keluarga Choi beserta Se Young mengantarkan Choi Young Jae dan Choi In Wha menuju Lobby. Mereka berdua memutuskan untuk tidak ikut acara selanjutnya.

“Kalian pergilah bersenang-senang, Kami akan pulang. kalian harus bersenang-senang sebelum memulai aktifitas esok hari, dan hanya hari ini aku memberikan izin pada Siwon untuk tidak menunaikan kewajibannya sebagai CEO, jadi gunakan sebaik mungkin” Young Jae tersenyum.

Minhee memandang tidak suka kearah Siwon dan SeYoung yang berjalan mendahului dirinya dan Minho. Minhee mengedarkan pandangannya seakan mencari sesuatu yang ia sendiri tidak tahu apa yang ia cari. Minhee membulatkan kedua matanya terkejut melihat siapa yang tertangkap oleh pupil matanya. Ia tak mengalihkan tatapanya dari wanita paruh baya yang ia kenal mengabaikan teriakan Minho yang memanggil namanya. Minhee berusaha menormalkan nafas tak ingin menunjukkan amarahnya pada siapapun, tangan kanan Minhee meraih Handphone di dalam Tas Ballenciaga biru miliknya menghubungi seseorang, meminta lawan bicaranya untuk terus membuntuti wanita itu. wanita yang tak lain adalah Ibu kandungnya- Seo Ah Jung.



“Apa benar disini tempatnya?” Siwon menurunkan kaca jendela mobil melihat ke arah restaurant Pizza dipilih Minhee dari dalam mobilnya . ” Pizza terbaik yang ada di seoul lebih tepatnya ” Sambung Minhee tidak sabar, Minhee menatap Siwon yang tidak yakin dengan keadaan restaurant tersebut.

“Kenapa kau suka sekali makan di tempat seperti ini?”

” Restaurant Pizza ini adalah salah satu yang terbaik”

“Sepertinya enak…” timpal Minho duduk dibelakang kursi Minhee menyetujui. “Tapi restaurant Pizza ini tidak bagus untuk Seyoung” Minhee mendesah kesal, sedari tadi ia berusaha mengontrol emosinya, terlebih lagi dengan penemuan terbarunya membuat semuanya semakin siap untuk di ledakan.

“Akan tidak nyaman sekali untuk artis seperti Se Young berada ditempat se-ramai ini” Siwon kembali melihat keadaan sekitar.

“Demi Tuhan Choi Siwon!” Minhee menaikan nadanya, mungkin lebih tepatnya membentak Siwon. “Bisa kau berhenti menyebutkan nama wanita itu saat kita sedang bersama?” Minhee mengeram kesal .

“kau Sungguh..!!”

“Minhee-ya” Siwon merasa bersalah.

“Kenapa harus Se young Se Young dan Se Young?!! Jika kau ingin pergi bersama wanita itu dan menikmati Dessert kalian bersama, silahkan! Lakukan apa yang ingin kau lakukan bersama wanita itu” Minhee keluar seraya membanting pintu penumpang salah satu koleksi mobil mewah milik Siwon.

“Kau benar-benar keterlaluan Hyung! ” Minho menatap Siwon tajam sebelum akhirnya menyusul Minhee

“Aaaaagghhhh!!!! Choi Siwoon!!! ” Siwon mengacak-ngacak rambutnya dengan kesal sebelum interupsi dari telepone genggam nya

“Hallo, Se Young-ah.. baiklah! ”




Minhee melangkahkan kakinya dengan Gontai masuk kedalam Lobby rumah sakit, ia berniat menginap di ruang kerjanya, sebelum itu ia butuh udara segar untuk menyehatkan hati dan pikiran dan Rooftop garden merupakan pilihannya.

“Minhee ssi!!”

Minhee menghentikan langkahnya menaiki tangga escalator, mencari sumber suara yang memanggil namanya. Ia melihat Chansung berjalan mendekat dengan kerutan di dahinya.

“Sedang apa kau disini? Bukan kah hari ini kau sedang Off?” Changsung memperhatikan dengan seksama wajah Minhee. Membulatkan matanya meduga-duga karena melihat kedua mata Minhee bengkak.

“Minhee ssi Kau…?!” Minhee mengelengkan kepalanya seraya tersenyum. ” Aku baik-baik saja, hanya ingin menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tertunda” kilah Minhee, namun bukan Changsung yang mudah di kelabuhi begitu saja.

“Apa terjadi sesuatu pada mu??” tanya Chansung bersamaan dengan bagian Informasi memanggil namanya melalui pengeras suara. “Kau tunggu aku eoh!.. jangan tinggalkan rumah sakit tanpa aku, jika kau melakukannya kau akan tahu akibatnya!” Minhee tersenyum mendengar Chansung berteriak meninggalkannya menuju Ruang Instalasi Gawat Darurat.

Minhee melihat kearah sekitar Rooftop Garden mencari tempat untuk nya sekedar menenangkan pikiran, namun langkahnya terhenti melihat pasien yang sangat digandrungi oleh gadis-gadis diseluruh penjuru korea. Gikwang beberapa kali menghela nafasnya secara kasar, mengacak-ngacak rambutnya dan menyeka sesuatu yang turun dari bola matanya.

“Boleh aku menemani mu” Gikwang mengalihkan wajahnya terkejut mendapati keberadaan Minhee. Tanpa menunggu Jawaban dari Gikwang, Minhee pun mengambil tempat bersebelahan dengan pasiennya ini. Tersenyum menatap langit Seoul yang semakin gelap berhias cahaya bintang.

“Bagaimana keadaan Mu?” Minhee bertanya tanpa mengalihkan pandangannya.

“Aku baik, semua berkat dirimu.” Gikwang tersenyum seraya menghela nafasnya. “Satu hal yang perlu kau ingat Gikwang Ssi!, kau harus mulai mengatakan apa yang kau rasakan. Suka jika kau memang menyukainya, Tidak suka jika kau merasakan tidak suka. Kau bahkan diizinkan untuk melempar barang-barang yang ada di dekatmu jika di perlukan.”

“Benarkah?”

“Tentu saja” Minhee menganggukan kepalanya, menatap Gikwang “Kau harus melakukannya demi kesehatan mu sendiri,terutama Jiwa mu. Aku tidak ingin mendengar jika ada mantan pasien ku masuk kedalam rumah sakit jiwa karena stress berlebihan” Minhee menahan tawanya.

“Bagaimana kau tahu dengan apa yang ku rasakan dokter kim?”

“Tentu saja, aku pernah merasakannya” Minhee tersenyum memandang lurus menatap pemandangan kota seoul. ” Kau hanya perlu percaya pada dirimu sendiri dan Group mu serta para Fans mu yang selalu mendukung mu saat ini”

“Jangan mengecewakan mereka dengan merutuki apa yang menimpa mu saat ini, dan bukan berarti kau harus memaksakan diri” perkataan Minhee membuat Gikwang mengerutkan dahinya tidak mengerti.

“Lakukan Prosedur pengobatan serta terapi sesuai dengan yang disarankan oleh Dokter selama proses penyembuhan mu, jika kau melakukannya dengan baik aku dapat pastikan kau bisa kembali bersama Beast diatas panggung” Minhee menganggukan wajahnya perlahan menyemangati Gikwang yang tersenyum tulus padanya

“Lalu apa yang membuat mu datang ke rumah sakit?” Minhee kembali menghela nafas mendengar pertanyaan Gikwang.

“Jangan tanya kan apapun anak muda, terlalu complicated dan aku tak ingin menceritakan apapun”

“Cih.. siapa yang ingin tahu” Gikwang mendengus mengalihkan pandangannya kearah lain.

“Sebaiknya kau kembali ke kamar mu, ingat jangan terlalu dipaksakan, jika kau ingin ikut dalam Beast Tour Concert dan bertemu dengan para Beauty yang selalu membuatku pusing dengan teriakan mereka dan memaksa ingin bertemu dengan mu” Minhee memutar kedua bola matanya kesal membuat Gikwang tertawa dengan lepas, Minhee dan Gikwang tertawa bersama melupakan kesedihan yang mereka rasakan karena masalahnya masing-masing.

“Aku pergi! Sampai bertemu dilain kesempatan” Minhee berjalan meninggalkan Gikwang yang tak melepaskan pandangan nya pada Minhee.

“Dr Kim! Terimakasih Banyak” teriak Gikwang yang dibalas oleh lambaian tangan oleh Minhee tanpa membalikkan tubuhnya.

****

Manggo Dessert

Hongdae, Seoul

Siwon dan Se Young menikmati dessert mereka masing-masing dalam keheningan. Siwon memakan snow ice seraya dengan Handphone tak lepas dari tangan kanannya, tersenyum simpul menatap foto-foto telepone gengamnya.

“Kau mencintai Minhee?” Se Young akhirnya membuka pembicaraan. Tidak suka jika Siwon mendiamkannya.

Siwon tersenyum, memainkan cangkir tea dihadapannya. “Aku tidak tahu apa yang sebenarnya aku rasakan pada Minhee, ada perasaan senang ketika melihatnya tersenyum, dan ada perasaan cemas jika melihatnya murung atau tak berada dalam jarak pandangku”

“Apakah saat bersama ku kau merasakan hal yang sama?” Siwon sontak mengalihkan pandangannya menatap Se Young. “Apakah ketika aku tak berada dalam jarak pandang mu kau merasakan kecemasan seperti yang kau rasakan saat wanita itu tidak ada didekat mu?” Siwon berusaha mengingat kembali saat-saat dirinya menjalin kasih dengan Se Young namun tidak, Siwon tidak bisa mengingat bagian itu, bagian dimana Siwon cemas ketika mendapati Se Young tidak berada di dekatnya.

“Ya Tuhan, apa yang terjadi padaku? Kenapa aku tak bisa mengingatnya, kenapa ketika aku berusaha mengingatnya hanya wajah Minhee yang muncul?” Siwon terdiam menatap Se Young dengan tatapan yang tak bisa diartikan oleh siapapun bahkan oleh dirinya sendiri.

“Kenapa kau diam saja? Katakan sesuatu, aku menanti jawaban mu!” Se Young menatap Siwon penuh menuntut.

“Aku tidak tahu, aku bahkan tidak bisa mengingat apapun Se Young Ah” Se Young membulatkan matanya terkejut mendengar jawaban dari Siwon. Seseorang yang selama ini menjadikan dirinya sebagai prioritas utama, Seseorang yang akan meninggalkan rapat penting hanya untuk menemani nya makan siang.

“Lalu bagaimana dengan ku?”

Siwon menghela nafas sebelum memulai memberikan jawaban. ” Aku memang kemari untuk memberikan sebuah kejelasan atas hubungan kita, Aku sudah menentukan dan aku memilih Minhee. Maafkan aku Se-Young ah!”

“Kau boleh membenci ku, kau boleh dan berhak, namun untuk kembali –” Siwon menghela nafasnya lagi. “—Aku rasa itu tidak mungkin, aku harus tidak mau menyakiti mereka yang menyayangi ku dan berharap lebih pada pernikahan ku dan Minhee. Mungkin memang terdengar Klise namun aku sadar Minhee telah membawa beberapa perubahan baik untuk ku. Aku tak mau kehilangan lagi , aku tidak mau merasakan kehilangan seperti saat aku tidak bisa mempertahankan dirimu yang memilih dunia mu dibandingkan dengan membangun dunia kita bersama.” Se Young menitihkan airmatanya, ada rasa terkejut, kesal , kecewa setelah mendengar penuturan Siwon. Ia mengepalkan kedua tangannya menahan kesal.

“Mulai saat ini hubungan kita tidak lebih dari hubungan pertemanan. Dan sampai kapan pun aku akan tetap menyayangi mu, sebagai teman baikku ” Siwon beranjak dari kursinya menghampiri Se Young, mengusap pucak kepalanya dengan perlahan sebelum meninggalkan nya sendiri. Menatap nanar punggung Siwon semakin menjauh, entah apa yang ada dipikiran Se-young namun kejadian ini membuat ia membulatkan tekatnya untuk merebut kembali miliknya, merebut Choi Siwon dari Kim Minhee.

****


Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, namun Minhee tetap tidak bergeming dari tempatnya saat ini, memandangi kelap kelip lampu Namsan Tower yang terletak tak jauh dari hadapannya saat ini, Sesekali Minhee menghela nafasnya ketika memandang beberapa pasangan muda hingga berumur melewati dirinya yang hanya seorang diri. “Kau sungguh Pathetic Nyonya Kim” Minhee merutuki dirinya sendiri karena terlalu percaya jika Siwon sudah mulai mencintainya.

“Kau memang Pathetic!” Minhee menolehkan kepalanya tesenyum ketika melihat siapa yang ada dalam jarak pandangnya kini – Hwang Chansung. Dokter muda baik hati nan tampan selalu dapat menemukan keberadaan dirinya.

“Bagaimana kau bisa menemukan ku?” pertanyaan Bodoh terlontar dari mulut Minhee ketika melihatnya berjalan mendekat.

“Huah – Sulit sekali” Desah Chansung mendorong kepala Minhee menggunakan sekaleng hangat vanilla tea. Minhee mengaduh meraih kaleng tersebut. “Kau lupa berapa lama kita saling mengenal, saat di amerika dulu, kau selalu mencari tempat – tempat seperti ini jika kau merasa sedih bukan?” Minhee tersenyum menganggukan kepalanya membenarkan.

“Sudah ku bilang untuk menunggu tapi kau malah meninggalkan ku begitu saja. Oke Oke ini kopi ku” Chansung mendesah memberikan kaleng Kopi miliknya kepada Minhee yang merajuk meminta Chansung untuk menukar Minumannya.

“Aku rasa aku membutuhkan kopi saat ini” Minhee membuka kaleng kopi hangat dan meminumnya sekaligus membuat Chansung mengerenyitkan dahinya, karena sepengetahuan dirinya Minhee tidak pernah menyukai Kopi.

” Apa besok kau ada jadwal Operasi?” Chansung melihat Minhee menjawab dengan anggukan.—” Kalau begitu serahkan padaku. Aku akan menggantikannya untukmu” Minhee menolehkan wajahnya menatap Chansung yang sedang menikmati kerlap kerlip namsan Tower.

“Tapi ingat! Semua itu tidak gratis, karena tidak ada yang Gratis –” Chansung menyeringai membuat Minhee memandang takut kearah Chansung.—” Hhahahahahhahaa…. kau harus melihat wajahmu itu.. hahahaha” Chansung berusaha mengontrol tawanya selama sementara Minhee kesal pergi meninggalkan Chansung yang masih tertawa.

“Yaa! Minhee-yaa.. tunggu aku..” Chansung berlari mendekati Minhee sementara Minhee mendorong Chansung menjauh. “Pergi kau!! Jangan dekat-dekat…Cih!~~ ” Minhee tertawa melihat Chansung tertawa dan tetap berusaha mendekatinya.

“Ayo masuk, akan ku antar kau sampai kerumah mu, ini sudah setengah 10 malam” Minhee mengelengkan kepalanya.” Aku bisa pulang menggunakan kendaraan umum, kau pergilah!” Minhee menolak ajakan Chansung menatap Minhee kecewa. “Tapi…..” Perkataan Chansung terhenti ketika mendengar panggilan masuk melalui hanphone nya. Minhee hanya tersenyum menunggu Chansung selesai berbicara dengan lawan bicaranya. ” bagaimana ini, aku harus kembali ke Rumah sakit” Chansung mengkhawatirkan keberadaan Minhee.

“Pergilaah!!, Aku baik-baik saja , sampai bertemu besok!” Minhee melambaikan tangannya pada Chansung yang mulai mengendarai mobilnya menjauh.

Minhee kembali menghela nafasnya berjalan menuju halte bus Namsan Tower tanpa sadar jika seseorang memperhatikan dirinya dari dalam Range rover evoque tak jauh dari tempatnya berada saat ini.



Kyunggi-do, Seoul


Minhee melangkahkan kakinya gontai masuk kedalam pintu gerbang rumahnya bersama Siwon. Para security terkejut dengan kedatangan Minhee yang tiba-tiba tanpa menggunakan kendaraan pribadinya. Minhee hanya tersenyum terus melangkahkan kakinya masuk melalui pintu utama berjalan terus menuju lemari harta karunnya. “Oh My Lemon Beer” Minhee satu botol kaca beer favourite nya, bersiap meminumnya namun teriakan seseorang menginterupsi pendengarannya.

“Darimana saja kau?” Siwon menatapnya tajam., meletakkan kedua tangannya diatas pinggang menunggu Minhee memberikan jawabannya.

“Menikmati malam” Jawab Minhee setelah meneguk setengah dari botol beer 600Ml

“Dengan Chansung?” Siwon memberikan penekanan pada pertanyaannya.

“kau memata-matai ku?” Minhee mendengus kesal, meneguk kembali beer lemon dinginnya, berjalan melewati Siwon yang kemudian menarik lengan Minhee sehingga membuat Minhee terhuyung hingga membuat Botol beer yang berada di tangannya jatuh dan pecah

“Choi Siwon!”

“Kim Minhee!!!” Bentak Siwon. “Dengarkan aku baik-baik, Jauhi Chansung! aku tidak suka jika kau menghabiskan waktumu bersamanya – Mengerti!! ”

Minhee menatap Siwon garang, tidak suka dengan permintaan suaminya ini. Menjauh dari Chansung sama saja membuat dirinya merasa sendiri dirumah sakit itu, pasalnya Chansung adalah orang yang paling mengerti dirinya melebihi siapapun.

“lepas!!! ” Minhee melepaskan tangan Siwon dari tubuhya.

“Bagaimana jika aku tidak mau?” Siwon mengeraskan rahangnya, ia sangat tidak suka dibantah oleh siapapun termasuk isterinya sendiri.

“Lalu bagaimana dengan mu? bagaimana jika kau meminta mu untuk menjauhi Se-Young. Bagaimana jika aku memintamu untuk menghilangkan ia dari hidupmu?” Teriak Minhee menahan tangisnya.

“Aku rasa akan sulit untuk mu bukan, mengingat kau sangat amat mencintainya” Minhee berusaha menormalkan nafasnya. ” Jadi jangan pernah kau meminta ku untuk menjauhi sahabatku hanya karena ke Egoisan mu sendiri. Sebelum kau bisa menghilangkan wanita murahan itu dari hidup mu untuk selamanya!” Minhee melangkahkan kakinya meninggalkan Siwon yang berteriak kesal menuju kamar utama.

Setelah berhasil untuk menenangkan dirinya, Siwon berjalan menuju kamarnya, ada perasaan takut hinggap di diri Siwon, ia takut melihat Minhee seperti tadi, Siwon dapat melihat pancaran kekecewaan di mata yang biasanya selalu memberikan kelembutan ketika sedang berbicara dengannya

Siwon membuka pintu perlahan,mengedarkan pandangannya mendapati Minhee sudah memejamkan matanya. Perlahan ia merebahkan dirinya bersebelahan dengan Minhee yang memunggunginya.

“Minhee kau sudah tidur?” tanya Siwon pelan namun tak ada jawaban. Perlahan namun pasti Siwon menelusupkan tangannya kebawah kepala Minhee dan menarik Minhee kedalam pelukannya, membuat Minhee menghadap dirinya. Siwon mengecup puncak kepala Minhee dengan penuh kasih sayang dan mulai memejam kan matanya berharap hari esok akan lebih baik dari sebelum nya.

” Maafkan Aku Minhee-ya…. Aku mencintai mu”

To Be Continued

Part 4 – Done

Enjoy!


Advertisements
Leave a comment

3 Comments

  1. liena

     /  November 20, 2015

    Hhhhaaaaaaaaahhh ksian bgt minhee…
    kyk jdf korban php…

    Like

    Reply
  2. liena

     /  November 20, 2015

    Hhhhhaaaaaaaaaaaahh ksian minheeee..
    Dy jd korban php yaaa..hheee

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: