Color Ring – Part 5

Main cast :

Choi Siwon, KimMinhee (OC)

Hwang Chansung, Choi Minho, Goo Se Young,

Lee-Gi Kwang , Cho Kyuhyun, Kim Youngwoon, Shim Changmin


Author : Alicia Kim /@Qraelf




Previous :

“Kim Minhee!!!— Dengarkan aku baik-baik, Jauhi Chansung! aku tidak suka jika kau berhubungan atau berdekatan dengannya mengerti! ”

“Lalu bagaimana dengan mu? bagaimana jika kau meminta mu untuk menjauhi Se-Young. Bagaimana jika aku memintamu untuk menghilangkan ia dari hidupmu?” “Aku rasa akan sulit untuk mu bukan, mengingat kau sangat amat mencintainya”

“Jadi jangan pernah kau meminta ku untuk menjauhi sahabatku hanya karena ke Egoisan mu sendiri. Sebelum kau bisa menghilangkan wanita murahan itu dari hidup mu untuk selamanya!” Minhee melangkahkan kakinya meninggalkan Siwon yang berteriak kesal.



Siwon mengerutkan dahinya merasa terganngu dengan asamnya kopi yang tiba-tiba menyeruak di indera penciumanya, menyipitkan kedua matanya beradaptasi dengan sinar lampu utama kamar mereka. ia menolehkan kepalanya mendapati Minhee sudah tidak berada di sisinya, mengalihkan tatapannya pada pintu walk in closet berharap ia masih bisa melihat Minhee sebelum memulai aktifitasnya, rasa bersalah masih menghinggapi dirinya. Sudah satu minggu Minhee mendiamkannya sejak kejadian malam itu. insiden pecahnya botol beer membuat hubungan mereka menjauh. Siwon sudah bertekad untuk memperbaiki hubungannya dengan Minhee pagi ini sebelum masalah baru muncul dalam kehidupan rumah tangga mereka kemudian. Namun harapannya musnah, niatnya harus kembali di tunda karena Minhee yak Minhee tak kunjung menunjukan dirinya. Masih mengenakan pakaian tidur, Siwon memutuskan untuk turun berharap Minhee masih menghabiskan sarapan paginya di ruang makan.

“Selamat pagi Tuan muda” Sapa salah satu maid sedang menyiapkan sarapan pagi untuknya.

“Dimana Isteri ku?”

“Nyonya Muda sudah berangkat sejak pagi tadi” Siwon menghela nafas kecewa namun perkataan kepala pelayan mereka Bibi Jung membuat senyuman terbentuk dari bibir tipisnya. “Sebelum berangkat, Nyonya menyiapkan sarapan untuk anda, Nyonya juga meminta saya untuk memastikan anda memakannya tanpa tersisa.” Siwon menganggukan kepalanya mendekati meja makan, ia menahan tawanya melihat pancake sayur berwarna sedikit kehitaman.

“Sepertinya ini pertama kalinya Nyonya muda membuat korean pancake, aku sudah berusaha membantunya namun ia bersikeras untuk membuatnya sendiri. apa perlu saya buatkan yang baru tuan?”

Siwon mengelengkan kepalanya cepat, menarik kursi miliknya serta meletakkan serbet makan diatas kedua pahanya ” Aku akan memakanya. Tolong siapkan Vanilla Hot tea serta jangan lupa untuk melaporkan padanya jika aku sudah menghabiskan makanannya tanpa sisa” Ucap Siwon mulai memasukan makanan ke dalam mulutnya. Siwon selalu menahan tawanya setiap memasukan pancake kedalam mulutnya, Membayangkan bagaimana keadaan Minhee di dapur dan betapa kesalnya Minhee ketika mengetahui bahwa hasil masakannya tidak sempurna seperti yang selalu ia lakukan.



111615_0613_ColorRingPa1.jpg

Minhee memarkirkan red Lexus LF-LC miliknya tepat didepan Lobby Hotel Golden Intr Star Hotel milik keluarga Choi, setelah Seo Kang Jun detective suasta yang ia sewa beberapa minggu lalu berhasil memberikan informasi terbarunya. Minhee turun dari Mobilnya dengan handphone masih menempel di telinganya,berjalan cepat menuju meja resepsionis. Para karyawan terkejut dengan kedatangan Minhee yang tiba-tiba

“Beritahu aku dimana kamar atas nama Seo ah jung ! ” perintah Minhee seraya mengakhiri pembicaraan melalui telepone gengamnya.

“Maafkan Nyonya, tapi kami dilarang –” resepsionis laki-laki di perkirakan seumuran dengan Minho pun menatap Minhee ragu, ia tidak tahu harus bagaimana, disatu sisi peraturan Hotel melarang untuk memberikan informasi mengenai tamu mereka, tapi di sisi lain yang berada di hadapannya ini adalah isteri dari pemilik hotel tempatnya bekerja.

“Apa aku harus mengulang permintaan ku?” tanya Minhee tajam, membuat resepsionis itu semakin kelimpungan. “Baik jika itu yang kau inginkan, jangan salahkan aku jika hari ini adalah hari terakhir mu bekerja!” ancam Minhee. Minhee bukanlah typical orang yang senang melihat orang lain menderita, dia takkan setega itu, namun keadaanlah yang membuatnya harus bersikap seperti ini. Pada akhirnya resepsionis tersebut memilih untuk menyelamatkan pekerjaanya dengan memberikan kunci kamar kepada Minhee.

Minhee melangkahkan kakinya menuju lift yang akan membawa dirinya pada lantai yang ia tuju, menatap garang kearah sekitar membuat para pegawai tak berani menyapa dirinya. Minhee kembali menempelkan Iphone 6 plus nya ditelinganya ” Ini aku! tolong Blockir semua kartu kredit milik Seo ah Jung !!” perintahnya.

Minhee tersenyum sinis ketika berada tepat didepan kamar yang ia tuju, Suite Room 657 . “Benar-benar tidak tahu malu!” geram Minhee mulai mengetuk pintu kamar tersebut.

“Room Service!”




At the other side…

 

Seorang laki-laki berumur dua tahun lebih tua dari Siwon berlari masuk kedalam rumah untuk mencari keberadaan atasanya dengan panik.

“Tuan Muda- Choi!!”

Siwon melipat koran yang sedari tadi ia baca, menatap Sungmin penuh tanya. “Ada apa Sungmin ssi? Bukan kah aku masih mempunyai waktu 45 menit sebelum rapat di mulai”

“Ada masalah di Hotel” ucap Sungmin ragu. Sungmin mengendarai kendaraan pribadinya dengan kecepatan tinggi setelah mendengar peristiwa yang terjadi di hotel dari karyawannya.

“Masalah? Apa masalah besar sampai kau terlihat panik seperti ini?”

“Sebaiknya anda ikut dengan ku, aku akan menjelaskan semuanya dalam perjalanan menuju Hotel” jawab Sungmin.

“Baiklah, 5 menit lagi kita berangkat.” Siwon meninggalkan Sungmin menuju ruang kerja untuk mengambil beberapa dokumen yang sudah ia tanda tangani.




 

“Room Service”

“Sepertinya aku tidak memesan Room Service” Minhee mendengar teriakan laki-laki dari balik pintu. Minhee menyeringai, menempelkan Card Key pada sisi Pintu, membuat dirinya dengan mudah masuk ke dalam kamar tanpa harus menunggu lama.

“Heii – Siapa kau?!” teriak Laki-laki tersebut terkejut ketika melihat Minhee masuk begitu saja kedalam kamar mereka, menghampiri Minhee berusaha mengusirnya keluar dari kamarnya. Minhee tersenyum sinis, menatap rendah laki-laki di hadapannya, kemudian mendorong laki-laki itu untuk segera menyingkir dari hadapanya.

“Siapa?” Seorang wanita baru saja keluar dari kamar mengenakan baju handuk, membulatkan matanya karena terkejut namun dengan cepat dapat menormalkan kembali wajahnya seakan –akan tidak terjadi apapun.

“Hai sayang—” aku tidak tahu kau sedang berada sini?” Wanita tersebut berjalan menuju meja rias, mengeluarkan sebungkus rokok menthol dan mulai membakar rokok tersebut tanpa wajah berdosa.

” Kau mengenalnya sayang?” tanya laki-laki berjalan mendekati wanita yang sedang membakar rokoknya, meletakkan tangan nya dipinggang wanita serta mencium pipi wanita itu dengan mesra.

” Tentu saja aku mengenalnya! dia adalah putri ku satu-satunya. Cantik bukan?” Seo ah Jung tersenyum sinis menatap Minhee yang mendengus kesal.

” Cih! Siapa yang kau bilang putri mu?!”

Minhee berjalan menuju meja kayu di sudut ruang tamu di dalam kamar tersebut, melirik sisi sebelah kiri yang merupakan pintu kaca transparan, ia dapat melihat keadaan tempat tidur yang berantakan. Minhee menahan kemarahannya dengan memainkan Vas Crystal tinggi berisikan beberapa batang bunga lili segar.

“Aku bahkan tidak pernah merasa dilahirkan oleh seseorang seperti dirimu.” Cibir Minhee menatap tajam Seo Ah Jung, masih menahan diri untuk tidak mencekik leher wanita tua yang berada tak jauh dari tempatnya saat ini.

“Lalu – Untuk apa kau kemari? jika tidak rindu dengan diriku – ibu mu?” Seo ah Jung menyeringai seraya menghembuskan Asap rokok yang baru saja ia hisap.

“PRANNGGKK!!!! ”

Minhee meraih dan melempar Vas bunga yang berada disebelahnya ke arah samping membentur sebuah pintu kaca pembatas antara ruang tamu dengan kamar.

” Apa yang kau lakukan! Aku akan melaporkan nya pada pihak hotel” Ancam Laki-laki yang diperkirakan berusia lebbih tua darinya. Laki-laki berbadan tegap, cukup tampan untuk bisa bekerja di dunia Modeling, tapi persetan dengan wajah tampanya, bagi Minhee ia sama sekali tidak berharga.

” kau tidak bisa melakukannya, sayang! ” Seo ah Jung melirik laki-laki disebelahnya singkat kemudian menatap Minhee dengan tajam.

“Tapi- Dia Sudah menganggu ketentraman kita disini!!”

” Tentu saja, kau tidak bisa!!” Seringai Minhee. “Hotel ini adalah milikku, jadi kau harus bersikap manis padaku jika tak mau berakhir di penjara” ucap Minhee dengan nada mengancam.

” Jika kau melakukannya, kau akan membuat dua keluarga tercemar. Apa kau siap dengan semua itu? Bukan hanya itu, kau juga akan mencoreng nama mu sendiri sebagai salah satu dokter bedah termuda dan terbaik di korea, apa kau siap?” Ah Jung tertawa penuh kemenangan.

” Aku rasa kau tidak akan siap dengan hal itu” Ah Jung tersenyum puas melihat Minhee tak berkutik.

Minhee melangkahkan kakinya menuju meja telepone, menghubungi resepsionis ” Tahan siapapun yang ingin menuju kemari!” Minhee menaruh kembali gagang telepone dengan lembut, mencabut kabel telepone tersebut dan membantingnya kencang membuat telepone tersebut rusak.

“Braaakkk!!!”

“Kim Minheee!!” Bentak Seo ah Jung jengah menghadapi puteri bungsu nya ini.

“Kenapa? kau tidak terima jika aku datang dan mengacaukan pagi indah mu bersama laki-laki ini?!” tantang Minhee menatap penuh kebencian

” katakan!! Cepat katakan!! ” Teriak Minhee.

“Jaga kelakuan mu, kau tidak ingat jika kau telah membuat suami mu rugi besar dengan tingkah mu pagi ini?”

“Apa peduli mu!! – Jangan bertingkah seperti kau perduli dengan apa yang akan terjadi nanti padaku dan keluarga ku!!! – jika kau peduli kau tidak akan membawa laki-laki murahan ini kemari !!!! ” Teriak Minhee kehilangan kesabaran.

“Kenapa harus kemari? ” Lirih Minhee. “Kenapa kau harus membawa laki-laki murahan seperti dia kemari?!!!” Minhee kembali melemparkan sesuatu, kali ini botol Wine dihadapannya kearah jendela pembatas yang menghubungkan dengan balkon.

“Kenapa harus di hotel ini, kenapa? ” tanya Minhee, suaranya menghilang berganti isakan terdengar di telinga Ah Jung tak mampu menjawab karena terkejut mendengar Minhee menangis.

“Kenapa kau merusak cerita indah yang sudah ku karang tentang kondisi keluarga kita, aku bahkan selalu memberi gambaran jika hubungan kita dalam keadaan baik-baik saja! ”

Ah Jung menatap Minhee tanpa mengedipkan matanya, ada perasaan aneh yang menusuk hati nya. Di satu sisi Ah Jung ingin sekali memeluk Minhee namun sisi lain dari nya mengatakan lain.

“Aku Mohon Pergilah! ” Minhee berjalan beberapa langkah mendekati Ah Jung yang menatap nanar kearah Minhee. Ah Jung dapat melihat tatapan yang berbeda kali ini berupa tatapan memohon.

“Aku Mohon! pergi dari sini sebelum Suamiku datang, aku Mohon jangan membuat semuanya berantakan, aku tak mau dia memandang rendah keluarga kita.” isak Minhee, menundukkan kepalanya membiarkan air matanya mengalir dengan deras, ia dapat mendengar Ah Jung memerintah laki-laki yang bermalam dengannya untuk merapihkan barang-barang mereka dan segera meninggalkan kamar yang sudah seperti kapal pecah.

“Baiklah kau menang, aku akan pergi dari sini tapi ingat aku melakukannya bukan karena dirimu, tapi karena uang dan kartu kredit yang sudah kau blockir. Jadi hubungi pihak bank untuk membuka nya kembali” Ujar Ah Jung angkuh seraya berjalan meninggalkan Minhee menuju kamar untuk menganti baju nya.

“Terimakasih – Ibu!” Ah Jung menghentikan langkahnya, menolehkan kepalanya menatap penuh kasih Minhee yang masih terdiam di tempatnya. Ah Jung terkejut Minhee memanggilnya dengan ibu, Jika tidak salah mengingat terakhir kali ia mendengar Minhee memanggilnya seperti itu sekitar 15 tahun lalu.



Siwon terkejut mendengar penjelasan Sungmin mengenai kejadian di Hotel pagi ini, bukan hanya itu Siwon juga terkejut mendengar kisah keluarga Minhee yang berhasil di tutup rapat olehnya. Seperdetik mobil berhenti di depan pintu lobby, Siwon segera berlari menuju lift tidak mengindahkan sapaan para karyawannya, ia menggerutu karena pintu lift tak kunjung terbuka.

“Minhee-ya”

Siwon terkejut melihat keadaan Minhee yang kini sudah berada di hadapanya, bertepatan dengan pintu lift lantai dasar terbuka. Minhee melangkahkan kakinya keluar dari dalam lift tak menyadari keberadaan Siwon, terus berjalan menuju lobby utama dengan tatapan kosong, terus melangkah meninggalkan hotel seakan lupa jika ia datang menggunakan mobil miliknya yang sudah terparkir di depan lobby utama.

Siwon mengikuti kemana Minhee melangkah, ia bahkan meminta Sungmin untuk membatalkan semua kegiatannya hari ini serta meminta dirinya untuk mengikuti mereka dari belakang menggunakan kendaraanya.

“Changmin-ah!, Tolong gantikan Shift ku, aku rasa aku tidak bisa datang hari ini— tidak tidak! aku baik-baik saja, hanya ada sesuatu hal yang mendadak yang harus aku tangani— baiklah terimakasih” Minhee menghubungi seseorang melalui telepone gengamnya.

Siwon terus mengikuti kemana Minhee melangkahkan kakinya, Terlalu banyak hal yang tidak Siwon ketahui tentang seorang Kim Minhee. Minhee mengenakan kacamata hitam nya untuk menghalau pandangan orang yang ia rasa memandang dirinya dengan tatapan aneh karena make up Minhee yang berantakan.

111615_0613_ColorRingPa2.jpg

 

 

Hot Machiato Caramel please” pesan Minhee yang saat ini sedang berada didalam sebuah Coffee Shop bernama “House Coffee” terletak Cukup jauh dari hotel milik Siwon. Minhee duduk disudut ruangan memandang ke arah jalan yang ramai, sesekali menyesap Macchiato Caramel nya. Sementara disisi lain Siwon menatap Minhee dengan nanar.

“Siapa dirimu sebenarnya Nona Kim? Ada berapa banyak hal yang kau sembunyikan?” Siwon menghela nafas memandang Minhee yang masih tetap pada posisinya.

“Tuan….”

“Ada apa Sungmin-sshi” tanya Siwon tanpa melepaskan pandangannya dari Minhee

“Meeting dengan Hyundai Auto”

“Aku sudah katakan untuk membatalkannya bukan?” Siwon menatap Sungminn kesal

“Maafkan aku, namun Sekertaris Nona Jiyeon mengatakan besok pagi-pagi beliau beserta Tuan Song Jongki akan melakukan kunjungan kebeberapa negara serta melanjutkan kegiatan mereka dengan berlibur. Kita baru akan mempunyai kesempatan untuk bertemu mereka sekitar 2 bulan dari sekarang ” Jelas Sungmin membuat Siwon mendesah kesal.

“Baiklah ayo— mereka merepotkan sekali! Tolong hubungi seseorang untuk mengawasi Minhee” perintah Siwon berjalan mendahului Sungmin menuju mobil mereka.



Minhee menutup pintu taxi menatap kearah rumah besar yang ia yakini sebagai tempat yang akan membuatnya tenang. Satu-satu nya tempat dimana terdapat orang-orang yang mencintainya, menerimanya dengan tulus serta membuat dirinya merasakan kenyamanan dan keamanan setelah kakak kandungnya Kim Youngwoon yang sedang melakukan perjalanan keluar negeri untuk mengunjungi beberapa perusahaan milik keluarga nya.

“Nyonya Muda” sapa Security rumah Choi Parents membuka pintu gerbang khusus pejalan kaki.

“Ayah dan ibu?” tanya Minhee

” Tuan dan Nyonya besar baru saja kembali”

“Baiklah! Terimakasih ”

“Nyonya Muda selamat datang” ucap Salah satu maid yang membukakan pintu untuknya.

“Ayah dan Ibu?” tanya Minhee lagi.

“Nyonya dan Tuan besar sedang berada di ruang keluarga lantai dua”

Minhee melangkahkan menuju lantai dua ketempat Ayah dan Ibu mertuanya berada. Langkahnya terhenti pada anak tangga terakhir, menatap kedua orang tua berumur sedang berbincang-bincang saja sudah bisa membuat Minhee menyugingkan senyumnya. Ia menyeka air mata yang membasahi kedua pipinya.

“Minhee-ya!”

suara lembut Choi In Wha menyadarkan Minhee dari lamunannya. Choi Young Jae pun mengalihkan pandangannya, tersenyum melihat kedatangan Minhee yang tiba-tiba.

“Sedang apa kau disana, kemari sayang! ”

Minhee mengangukkan kepalanya, memasukan kaca mata yang sedari tadi berada dalam gengamannya berjalan mendekat kearah ibu mertuanya dengan senyum yang tak lepas dari bibir mungilnya, meletakkan tas hitam tersebut pada Sofa yang berada tak jauh dari keberadaan Choi In Wha.

“kenapa kau tak memberi tahu kami jika kau datang, aku bisa memasakkan Mu –” perkataan In Wha terhenti ketika Minhee tiba-tiba merebahkan kepalanya diatas pahanya, kemudian menutup kedua matanya.

“Minhee-yaa?” In Wha terkejut kemudian memandang ke arah Young jae yang tak kalah terkejutnya dengan In Wha.

“Kau kenapa sayang? – Apa terjadi sesuatu dengan mu? – Apa Siwon menyakiti mu?” In Wha mengelus lembut kepala Minhee. Minhee mengelengkan kepalanya pelan, membuka kedua matanya.

“Ibu-Ayah! Berjanjilah untuk tidak meninggalkan ku apapun yang terjadi” Minhee akhirnya membuka suaranya membuat orang tua kandung Choi Siwon dan Choi Minho khawatir dengan keadaan Minhee.

” Berjanjilah padaku – ku mohon.”

“Kami berjanji!” Jawab Choi Young Jae bersamaan dengan Choi In Wha

“Terimakasih banyak, Aku menyayangi kalian” Minhee menutup kedua matanya.

In Wha menatap Young Jae dengan khawatir ketika merasakan tubuh Minhee bergetar. Minhee menangis, Menangis dalam diam tanpa mengeluarkan suara ataupun air matanya. Nalutri seorang ibu yang dirasakan oleh In Wha mengatakan Minhee sedang menyembunyikan sesuatu namun dirinya tak berani bertanya apapun pada Menantunya ini.

In Wha menyelimuti Minhee perlahan setelah 30 Menit Minhee tertidur dipangkuannya, setelah merasa Minhee sudah tenang perlahan In Wha menaruh bantal sebagai sandaran kepala Minhee. In Wha kembali mengelus puncak kepala Minhee dengan penuh kasih sayang , menatap nanar kearah Minhee yang ia yakini sedang mengalami sesuatu yang tidak sanggup ia ceritakan kepada siapapun.

Didalam hati In Wha berharap jika Minhee seperti ini bukan karena putra sulungnya Choi Siwon. “Siwon sedang meeting dengan Hyundai Corporation bersama Sungmin dan aku sudah meminta Sungmin untuk membawa Siwon kemari setelah meeting mereka selesai” In Wha menghampiri Young Jae yang baru menyelesaikan percakapannya dengan Sungmin melalui telepone.

“Yeobo, aku sangat Khawatir dengan keadaan Minhee. Ini adalah kali pertama ia seperti ini dan aku merasakan sesuatu yang buruk akan datang padanya, bahkan lebih parah dari yang dihadapi Minhee saat ini” In Wha memandang Minhee dengan tatapan Khas Seorang ibu yang khawatir dengan anak perempuannya.

“Kita berdoa saja semoga tidak akan terjadi sesuatu padanya” Young jae menarik In Wha kedalam pelukannya seraya menatap Minhee yang masih terlelap dalam tidurnya, tatapan yang serupa dengan tatapan In Wha kepada Minhee.




Siwon berlari kedalam rumah Choi parents dengan terburu-buru setelah Sungmin menyampaikan pesan yang disampaikan oleh Ayah nya. Siwon menghela nafas lega setelah menemukan Minhee tertidur pulas di Sofa lantai dua rumah kedua orang tuanya. Siwon melangkahkan kakinya perlahan mendekati Minhee, tak ingin membuat Minhee terusik karena kedatangannya. Ia mensejajarkan wajahnya memperhatikan dengan seksama wajah Isterinya yang mencerminkan kegundahan serta kelelahan yang teramat sangat, Siwon bahkan menyeka air mata yang turun dari sudut mata Minhee.

“Daddy! Aku merindukan mu” gumam Minhee

Siwon tidak menyukai keadaan Minhee seperti ini, Siwon lebih memilih Minhee memaki-makinya seperti saat mereka sedang bertengkar dibandingkan dengan keadaan Minhee yang seperti ini.

” Siwon-ah”

Siwon mengalihkan pandangannya pada Young Jae yang berjalan mendekati Siwon diikuti dengan In Wha dibelakangnya. “Apa yang terjadi dengan Minhee?” Tanya Young Jae yang duduk di sofa yang berhadapan dengan Minhee.

Siwon Menghela nafasnya , ia sungguh tidak yakin apakah hal ini pantas diketahui oleh Ayah dan Ibu nya atau tidak. Namun In Wha berhasil membuat Siwon akhirnya buka Suara mengenai kejadian yang menimpa Minhee hari ini, lebih tepatnya tadi pagi. Young jae dan In Wha terkejut setelah mendengar penuturan yang Siwon sampaikan.

Siwon bersyukur ternyata apa yang ia ceritakan justru tidak membuat kedua orang tua nya memandang Minhee berbeda, mereka justru menginginkan yang terbaik untuk Minhee dan berniat mencurahkan kasih sayang mereka lebih besar kepada Minhee. Mereka berdua sangat salut dengan Minhee dan Youngwoon yang berhasil melakukan semua tugasnya dengan baik dibalik kisah kelam yang dialami oleh keluarganya.

Siwon merebahkan Minhee didalam kamar mereka dengan perlahan sesuai dengan instruksi dari Young Jae untuk memindahkan Minhee kedalam kamarnya.

“Kau mencintainya?” Young jae menghampiri Siwon yang sedang mengelus lembut kepala Minhee.

“Aku tidak yakin!” Jawab Siwon tak mengalihkan tatapanya dari Minhee. Siwon menghela nafasya perlahan sebelum melanjutkan perkataanya.”Aku rasa Ayah benar! wanita yang berada dihadapan ku ini adalah wanita super yang aku butuhkan untuk menjadi pendamping hidupku. Percaya atau tidak melihat nya seperti ini membuat sebagian jiwa ku ikut merasakan sakitnya.” Ucap Siwon.

“Aku bahkan harus membiarkan Sungmin untuk menjelaskan pada Tuan Song saat rapat tadi, karena seluruh pikiran ku hanya terfokus pada keadaan Minhee” Siwon tersenyum malu. Ia menatap Young Jae yang berdiri di sebelahnya.

“Syukurlah kalau begitu, penilaian ku tidak salah tentang menantu ku ini. Jaga dia seperti kau menjaga seluruh aset keluarga kita, bahkan menurutku Minhee lebih berharga dari apapun di dunia ini. Aku dan Ibu mu sepakat jika Minhee adalah malaikat yang Tuhan kirimkan untuk keluarga kita, dengan semua kelebihan serta kekurangan yang ada dalam dirinya, serta Kekurangan dan kelebihan yang kau miliki. Kalian sungguh saling melengkapi satu sama lain.”

“Aku juga merasakan hal yang sama, Ayah!” Siwon tersenyum mengelus puncak kepala Minhee dengan penuh kasih.

“Terimakasih telah memberitahukan semua yang ayah fikirkan tentang nya, Terimakasih telah membukakan jalan untuk ku untuk tidak kehilangan wanita seperti Minhee” Siwon menggengam erat tangan Young Jae.

“Bersihkan badan mu, dan turunlah, ibu sudah membuatkan makanan untuk mu. Setelah kau makan, kau bisa membantu Minhee untuk mengisi perutnya.” Young jae mengecup kepala Siwon dengan lembut sebelum meninggalkan keduanya.



Siwon menaruh nampan berisi makanan untuk Minhee pada meja kecil terletak tak jauh dari tempat tidur mereka saat ini. Siwon mengerutkan dahinya Melihat Minhee tak bergerak sedikit pun. Ia terkejut mendapati wajah Minhee pucat pasi, serta mengeluarkan keringat sebesar biji jagung . Siwon bahkan mendengar Minhee mengigau memangil-mangil Ayah kandungnya. Segera Siwon menghubungi Dokter keluarga mereka Park Jung So.

“Bagaimana keadaan Minhee Dok?! ” tanya Siwon tepat setelah Dr Park Jung So selesai memeriksa keadaan Minhee.

“Isteri mu hanya kelelahan, tekanan darahnya rendah sekal, ia membutuhkan banyak istirahat dan makanan bergizi untuk memperkuat tubuhnya, dan —–”

“Hyung!!!! ” Minho meninterupsi perkataan Dr Park “Baiklah Tuan Choi, aku akan memberikan obat untuk membuat daya tahan tubuhnya meningkat.”

“Terimakasih Dokter ” Siwon menerima resep untuk Minhee.

“Kecilkan suaramu, atau ku lempar kau dari balkon! “Siwon menatap sinis adik kandungnya. Minho segera meninggalkan rumah sakit ketika mendapat pesan singkat dari sang ibu mengenai kondisi terakhir Minhee.

“Noona! Cepat Sembuh- Eoh!—” Aku tidak suka melihat mu seperti ini” Minho mengecup kening Minhee singkat. Kemudian memeriksa cairan Infus yang mengalir kedalam tubuh Minhee yang di pasang oleh Dokter Park.

“Jika cairan Infus ini habis, tolong beri tahu, aku akan menginap disini, jadi jika kau membutuhkan sesuatu, cepat hubungi aku!” ucap Minho yang dijawab anggukan oleh Siwon



Minhee terbangun dari tidur panjangnya,ia tertegun melihat selang Infus yang masih tertancap pada tangan sebelah kirinya. Minhee menatap sekeliling ruangan dan mencoba mengingat-ngingat apa yang terjadi pada dirinya kemarin. Pandangan nya kini tertuju pada seseorang yang sedang tertidur di sisi kanannya siapalagi jika bukan Siwon. Minhee memejamkan matanya, menghela nafasnya membayangkan hal-hal yang tidak ia inginkan terjadi setelah ini. Minhee yakin Siwon dan keluarganya sudah mengetahui apa yang membuat dirinya seperti ini serta menduga-duga jika perlakuan keluarga Choi dan Siwon akan berubah pada dirinya. Minhee menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan seakan sedang mengumpulkan tenaganya untuk mempersiapkan hal-hal yang tidak diinginkan.

” Saranghae Nampyeon!” Minhee terseyum memandang Siwon yang masih terlelap, Minhee dapat melihat gurat lelah pada wajah Siwon. Jam masih menunjukkan pukul 5 pagi, dengan perlahan Minhee turun dari tempat tidur yang ia tempati bersama Siwon, melepaskan selang infus yang terpasang pada tubuhnya dan perlahan keluar dari kamar yang ia tempati agar Siwon tidak terbangun dari tidur lelapnya.

111615_0613_ColorRingPa3.png

 

Minhee melangkahkan kaki menuju halaman belakang rumah keluarga Choi yang sangat luas,memutuskan untuk sekedar berkeliling mengingat-nginat kembali apa yang ada disana. lapangan Helipad, GlassHouse , Kolam renang, Lapangan tenis, Ruangan Squash, dan taman sayur-sayuran yang indah. Langkah Minhee terhenti memandang mini Waterfallpond yang berisi ikan-ikan lucu yang menurut cerita yang ia dengar ikan – ikan ini selalu membuat seluruh pelayan sibuk untuk ketika musim dingin tiba.

Tiba-tiba Minhee dikejutkan karena seseorang memeluknya dari belakang dan melingkarkan tangan kekarnya pada perut Minhee. “Apa memandang ikan-ikan itu lebih menyenangkan dibanding dengan memandang suami mu yang tampan ini saat tidur. Eoh” Bisik Siwon membuat Minhee mendengus menahan tawanya, menyandarkan kepalanya pada dada bidang Siwon, memejamkan kedua matanya menikmati Udara pagi bercampur aroma maskulin Siwon yang memanjakan hidung nya. Minhee menahan tangan Siwon yang melonggarkan kaitannya.

“Biarkan Seperti ini, sebentar saja!” Siwon tersenyum mendegar permintaan Minhee dan semakin mengeratkan kaitan tangannya.

“Kapan oppa datang?—” kenapa kau tidak membangunkan ku?” Minhee membalikkan tubuhnya mentap Siwon. “Sore hari, dan kenapa aku tidak membangunkan mu? karena tadinya aku berniat untuk membangunkan mu dengan cara yang berbeda” jelas Siwon membuat Minhee mengetutkan dahinya.

“Dengan menyerang mu” Bisik Siwon membuat Minhee membulatkan matanya seraya memukul lengan Siwon. ” tapi sangat disayangkan semalam itu kau demam aku jadi tidak tega, sebagai gantinya kau harus membayar semua nya malam ini dikamar kita” Bisik Siwon membuat bulu kuduk Minhee berdiri. Siwon mengaitkan jemari tangannya pada Minhee untuk berjalan beriringan kembali ke dalam karena Minho dan Choi Parents sudah menunggu mereka untuk sarapan bersama.



Siwon berdecak kesal ketika mendapati sisi sebelah kirinya kosong tak berpenghuni, Ia menyingkap selimut, menarik jubah tidurnya dengan cepat kemudian berjalan menuju lantai dasar untuk mencari keberadaan Minhee, namun lagi-lagi Siwon harus merutuki kebodohannya karena tak mendapati Minhee dimana pun.

“Nyonya sudah berangkat 1 jam yang lalu, sepertinya Nyonya terburu-buru karena meninggalkan adonan pancake yang sedang dibuat olehnya setelah menerima telepone” Jelas Jeremy yang merupakan koki keluarga mereka.

Siwon menyambar telepone Wireless yang terdapat di ruang makan makan bahkan hampir disetiap sudut ruangan rumah nya untuk menghubungi Minho yang sedang betugas malam di Rumah sakit untuk memastikan keberadaan Minhee.

” Minho-ya! Apa kau noona mu sudah tiba dirumah sakit? – aisshh jawab pertanyaan ku jangan bertanya kembali” Siwon menggertutu menghadapi adiknya yang super cerewet ini.

“Arraso! Minhee sedang melakukan operasi mendadak—”baiklah kalau begitu” Siwon menghela nafas lega, mengakhiri sambungan telepone nya tanpa mengindahkan teriakan Minho yang meminta penjelasan.

Minhee sedang sibuk memeriksa berkas kemajuan data pasien, serta yang akan masuk dalam ruang operasi, serta menandatangi beberapa dokumen mengenai pasien yang sudah di izinkan untuk keluar dari rumah sakit. Ia meraih Map Kuning bersiap untuk menandatangani kolom yang tertera namanya, bersamaan dengan ketukan pintu terdengar, Minhee pun menghentikan kegiatannya.

“Dr. Kim! Jadwal Visit anda” Seorang asisten dokter yaitu Suster Shin berdiri tepat di depan pintu ruangan bergaya Modern Minimalis di design Khusus oleh Pihak Rumah sakit untuk seluruh bagian medical Surgery.

“Masuklah Suster Shin, jangan hanya berdiri disana” pinta Minhee. Suster Shin berjalan mendekat kearah meja kerja Minhee “Aku sebenarnya tak ingin menganggu mu, kau terlihat seperti kurang istirahat.” Minhee mendengarkan. Suster Shin duduk di kursi tepat di hadapan Minhee “Dokter kepala mengatakan siang nanti akan ada rapat seluruh dokter bedah. Aku takut kau tidak bisa melakukan Visit pasien seperti jadwal yang sudah tertera. Ah! Satu lagi, Pasien Lee Gikwang mencari mu kemarin, sepertinya ada sesuatu yang penting” Jelas Suster Shin panjang lebar melihat Minhee berada di depan Westafle berada di sisi kirinya mencuci kedua tangan, sedkit merapihkan penampilannya.

“Gikwang? — Aku akan menemui nya nanti, lalu bagaimana kondisi terakhirnya?” Minhee meraih kembali memakain Jas Dokter, kemudian berjalan keluar ruangan di ikuti Suster Shin. “Dari yang diberitahukan Changmin-sshi , kondisi kakinya jauh membaik, bahkan Dr. Hwang optimis ia akan kembali pulih lebih cepat dari yang diperkirakan”

Minhee menghentikan langkahnya memandang Suster Shin dengan tatapan penuh menyelidik. “Ada apa Dokter kenapa kau menatap ku seperti itu?” Suster Shin terdengar gugup.

“Justru aku yang seharusnya bertanya padamu, ada hubungan apa kau dengan Changmin, kenapa kau memanggilnya dengan tanpa menggunakan nama keluarganya, sedangkan dengan ku, kau tetap memanggilku dengan panggilan Dr.Kim” Minhee memajukan wajahnya kearah Suster Shin, memicingkan matanya, membenarkan kacamata kotak membingkai wajah manisnya untuk menggoda Suster Shin. Melihgat perubahan wajah Suster Shin yang merona membuat Minhee tertawa kencang, kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan Suster Shin yang terdiam.

“YA!! Dokter Kim” Dengus Suster Shin mempercepat jalannya mendekati Minhee.



Minhee tersenyum membalas sapaan para pasien yang tak sengaja di temuinya, menghabiskan waktu jenguknya bersama dengan keluarga masing-masing berjalan menuju lift yang akan membawanya ke lantai paling atas gedung. Tak perlu bertanya keberadaan Gikwang pada petugas, ia hanya cukup mencari keberadaan Beauty untuk mengetahui keberadaan pasiennya itu. Minhee bahkan harus menerobos keberadaan Beauty yang di halau oleh Security untuk tak mengganggu pasien lain yang sedang berada di Rooftop Garden.

“SoftDrink?”

Gikwang terkejut melihat sebuah Kaleng AW Rootbeer berada tiba-tiba muncuk tepat 2 cm di sisi kanan wajahnya. Tersenyum melihat siapa pemberi kaleng tersebut, ia kemudian meraih kaleng dari tangan Minhee, kemudian tangan sebelah kiri yang menepuk-nepuk kursi kosong disebelahnya mempersilahkan Minhee untuk duduk.

“Suster Shin mengatakan kau mencari ku, ada apa?” Minhee menatap Gikwang yang tersenyum memainkan permukaan kaleng Softdrink yang diberikan Minhee. “Aku hanya merindukan mu” Gikwang menatap Minhee yang berusaha menahan tawanya.

“Wae?—” kenapa kau tertawa, memangnya ada yang lucu?” Gikwang tidak terima dengan respon yang Minhee tunjukkan. “Kau tahu sendirikan teman-teman ku sedang sibuk berlatih koreo untuk mengganti posisi ku” jelas Gikwang.

“Bukan mengganti, mereka hanya mengisi kekosongan tempat dan perlu kau ingat mereka tidak meminta orang lain untuk menari bagian mu?” ralat Minhe. Tawa Gikwang pecah begitu melihat Minhee Gikwang tertawa setelah Minhee mengoyang-goyangkan Iphone6 plus miliknya. “hahahahahaha—Jadi kau ingin mengatakan jika kau adalah salah satu dari beauty?” perkataan Gikwang membuat Minhee memutar kedua bola matanya.

“Aku hanya mencari beberapa informasi tentang band mu itu, perlu kau ketahui seluruh wanita di rumah sakit ini selalu membicarakan kalian. Jadi tidak ada salahnya aku untuk mencari informasi juga bukan?!”

“Hahhahahaha – Kau bahkan bisa langsung bertanya padaku.” Goda Gikwang membuat Minhee mendesah memasukan kembali Iphone 6 plus kedalam saku Jas Dokter miliknya “Lu-Pa-Kan! Aku takkan pernah melakukannya!!”

Minhee semakin kesal karena Gikwang tak juga berhenti menertawakannya. “Ya!! Berhenti tertawa atau aku takkan memberikan kabar baik untuk mu!”

“Baiklah-baiklah” Gikwang berusaha menormalkan nafasnya. Menatap Minhee menunggu dokternya melanjutkan perkataanya.

” aku pastikan 2 Minggu lagi kau dapat tampil dengan Beast dalam satu panggung.” Minhee mengangguk-anggukkan kepalanya yakin. Gikwang membulatkan matanya terkejut karena senang. “Bagaimana caranya?”

.

“Asalkan kau tidak menari aku rasa tidak akan apa-apa, aku sudah membicarakannya dengan para member beast, dan sepertinya mereka menyetujui usulku” Minhee menolehkan wajanya pada member beast yang tidak sengaja ia temui di lobby rumah sakit saat jadwal visitnya selesai. Para member beast yang datang mengunjungi Gikwang membuatnya melupakan kesedihannya. Minhee tersenyum melihat kedekatan mereka dan memilih pergi secara diam-diam membiarkan Gikwang dan teman-temannya melepas rindu serta membicarakan hal-hal yang seharusnya mereka bicarakan.

Minhee kembali menuju ruang kerjanya. Beberapa suster berada di lantainya saat ini tersenyum serta bebisik-bisik membuat Minhee risih. Namun Minhee tak ambil pusing, ia memilih untuk terus melanjutkan langkahnya.

 

111615_0613_ColorRingPa4.jpg

“Dr.Kim, Annyeong!” Minhee memutar tubuhnya sesaat setelah menutup pintu ruang kerjanya, menatap terkejut melihat seseorang duduk dibalik meja kerjanya.

” Siwon ssi, Apa yang kau lakukan disini?—” kenapa bisa?”

“Aku hanya mengatakan bahwa aku adalah suami mu, dan dengan senang hati mereka mengantarkan aku kemari” Siwon mendekati Minhee yang masih berdiri dekat pintu, menatapnya dengan menggoda.

“Kau Mau apa?! Berhenti!! Jangan mendekat! ”

“Wae?! –”Kau kenapa Sayang?” Siwon meraih telapak tangan Minhee, mendekatan wajahnya membisikan sesuatu di telinga Minhee.

“Kenapa dengan tubuhmu? Kenapa tubuh mu menegang seperti itu?”Siwon semakin menakikan sentuhan tangannya serta semakin merapatkan tubuhnya pada Minhee yang tersudut pada daun pintu. Minhee mengelengkan kepalanya.

“Lalu kenapa kau merona seperti itu?—” apa kau merasakan sesuatu? Apa kau sakit? Perlu aku periksa?”bisik Siwon dengan nada Menggoda sedikit mendesah. Minhee dapat merasakan jantungnya berdetak dengan cepat bahkan lebih cepat dari manusia normal, Siwon mengelus lembut pipi Minhee yang merona dengan tatapan mesra. Minhee dapat mencium wangi parfum maskulin dipakai Siwon hari ini, membuatnya sedikit bergairah.

“Oo—Ooppaa… apa yang kau lakukan?” tanya Minhee dengan suara bergetar berusaha menormalkan tubuhnya, berusaha mendorong Siwon menjauh dari tubuhnya.

“Kenapa? apa kau tidak suka dengan yang ku lakukan.. Isteriku? bukan kah kau tak menolak saat aku melakukan hal yang sama semalam dan meninggalkan ku begitu saja?! Heemm!” Siwon mengecup pipi Minhee dengan lembut membuat Minhee semakin menegang dibuatnya.

“Opppp-ppaaaa!”tubuh Minhee melemas bersamaan dengan tawa Siwon yang menggelegar memenuhi ruang kerjanya.

“Cepatlah?! –” Jeremy membuatkan makanan khusus untuk mu, kau bahkan belum sempat memakan sarapan mu bukan?” Siwon berjalan mendekati meja kerja Minhee untuk mengeluarkan beberapa bekal makanan yang sudah dibuat oleh koki pribadi mereka.

Sementara itu Minhee memandang kesal Siwon ketika menyadari bahwa dirinya sedang dikerjai oleh Siwon. Minhee mendengus kesal terbesit keinginan untuk membalas yang Siwon lakukan padanya. Dengan cepat Minhee menarik lengan Siwon, membuat tubuh Siwon terduduk di kursi sofa putih yang terdapat didepan meja kerja Minhee.

Siwon terkejut dengan yang Minhee lakukan, terlebih lagi Minhee tiba-tiba memposisikan dirinya untuk duduk diatas paha Siwon, menatap Siwon dengan lembut namun menggoda, penuh gairah. Jantung Siwon berdetak dengan cepat, ia merutuki dirinya sendiri dengan apa yang telah ia lakukan terhadap Minhee.” Chuuppssss~~~~” Minhee mengecup bibir Siwon dengan lembut, Siwon menerjapkan matanya terkejut menerima serangan yang diberikan oleh Minhee, namun lambat laun Siwon memejamkan matanya dan mulai menikmati kecupan lembut yang diberikan Minhee dan mulai membalas kecupan kecupan lembut menjadi kecupan-kecupan penuh gairah. Tangan Siwon pun menyentuh tengkuk Minhee seakan-akan tak rela untuk melepaskan tautan bibir Minhee yang sudah membuatnya terangsang. Bahkan saat ini Tangan Siwon pun beralih turun menuju punggung Minhee membuat Isterinya ini mendesah. Suara desahan Minhee membuat Siwon semakin berani dan melupakan keberadaan mereka saat ini, tangan Siwon pun mulai menjalar masuk kedalam pakaian Minhee yang masih berbalut Jas dokter.

“Ahhh…Oppaaaa” Desah Minhee saat merasakan tangan Siwon meraba punggung Minhee dan berusaha mencari pengait Bra yang Minhee kenakan.

“Sayang…..Aku Mencintai mu! ” Desah Siwon ketika merasakan sesuatu yang menegang dibawah sana dan mengenai sesuatu milik Minhee

“Aku lebih Mencintai mu.. jangan tinggalkan tanda apapun, ku mohoon….! ” Desah Minhee saat Siwon mulai mengecup leher Minhee. tangan Siwon yang masih bermain dipunggung Minhee pun mendapati pengait bra yang Minhee kenakan, namun kegiatan mereka terhenti ketika mendengar ketukan yang lebih terdengar sebagai gedoran oleh seseorang diluar sana.

“DOK DOK DOK!”

Siwon dan Minhee menghentikan kegiatan mereka karena terkejut, pasangan Suami Isteri itu pun melihat kearah pintu dengan bersamaan dan saling menatap kembali seakan mengatakan “kita ketahuan?!” . Minhee memeluk tubuh Siwon dengan erat menyembunyikan wajah merona karena malu akibat kegiatan yang mereka lakukan saat ini sepertinya diketahui oleh mereka yang berada diluar sana. Siwon membalas Minhee dengan perlakuan yang sama sebelum suara tawa pasangan ini menggelegar mengisi ruangan.

“Hyung!!!!!!!! Noooonaaaa!!! –” buka pintunyaa.. Demi Tuhan jangan melakukan apapun” teriak suara yang sangat mereka kenal, siapa lagi kalau bukan suara Choi Minho.

“hahahahahhaaa….bhahahahhahaa” tawa Minhee dan Siwon semakin menggelegar ketika mendengar suara Minho

“Rapihkan baju mu Oppa!!” Minhee berusaha menormalkan keadaanya sebelum berjalan membuka pintu ruang kerjanya yang Minhee sendiri tidak tahu siapa yang menguncinya.

“Kau!!—” apa yang kalian lakukan didepan ruangan ku?!! ” Minhee membulatkan matanya menatap kesal kearah Minho dan beberapa dokter yang ikut menguping.

“Aku yang harus bertanya apa yang kalian lakukan? Kenapa pintu ruang kerja mu dikunci?” Dokter kepala bagian bedah berada diantara Dokter pun menerobos masuk dan terkejut mendapati Siwon yang sedang duduk manis di kursi kerja Minhee sedang memasukan sesuatu dari dalam kotak bekal yang tersusun rapih diatas meja kerja Minhee.

“Ah.. Annyeonghaseo!” Siwon berdiri seraya membungkukkan badannya ketika melihat Dokter kepala bedah Dr Song Seung Hoon berada dihadapannya.

“Annyeonghaseo! ” balas Dr Song Seung Hoon kikuk

“Maafkan aku, karena mengunci pintu nya, aku hanya ingin makan siang romantis dengan Isteri ku tanpa diganggu oleh siapapun, karena sulit sekali untuk mencocokan waktu antara kesibukan ku dan kesibukannya sebagai dokter “jelas Siwon panjang melirik kearah Minhee memberikan Wink padanya. Minhee menyembunyikan tawanya berganti senyum melihat Siwon berakting sungguh baik.


111615_0613_ColorRingPa5.png

“Tentu saja, take your time Tuan Choi”

“Terimakasih atas pengertian anda Dokter Seung.” Siwon kembali membungkukkan badannya tepat sebelum Dokter Seung meninggalkan ruangan dengan wajah bingung. Pasalanya ia benar-benar mendengar suara desahan dari dalam ruangan Minhee sehingga membuat nya harus memanggil Choi Minho untuk mencari tahu apa yang terjadi didalam ruangan Minhee.

“Demi Tuhan, bisa tidak kalian jangan berbuat macam-macam” Minho mendengus kesal ketika yang tersisa hanyalah mereka bertiga, Minho, Siwon dan Minhee. –” Kalian bahkan menganggu waktu tidurku sebelum Operasi pertama 2 jam lagi” Minho menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan yang dilakukan oleh Siwon dan Minhee.

” Ingat.. jangan lakukan macam-macam lagi, kalian bisa melakukannya dirumah! Arrasso!! ” Minho melangkahkan kakinya meninggalkan ruang kerja Minhee dengan kesal.

“Sepertinya aku salah telah memasukan obat perangsang saat itu”Gumam Minho yang dapat didengar oleh Minhee dan Siwon.

“Choi Minho!!” Teriak Minhee dan Siwon bertepatan dengan Minho yang menepuk kepalanya, merutuki kebodohannya dan lebih memilih tidak menghentikan langkahnya meninggalkan ruangan Minhee.

Tanpa mereka sadari ada sepasang mata menatap nanar kearah ruangan Minhee yang perlahan tertutup. Seseorang yang sangat terluka ketika mengetahui hubungan Siwon dan Minhee baik-baik saja. Seseorang yang tidak pernah berniat untuk merusak kebahagiaan Minhee. Seseorang yang Mencintai Minhee dengan tulus tanpa mengharapkan apapun. Seseorang yang selama ini selalu berusaha menghibur Minhee dan rela untuk menggantikan tugas Minhee kapan pun. Seorang Dokter tampan bernama Hwang Chansung.

To Be Continued

Part 5 meluncur saudara-saudara.. Kenapa sih ngga langsung aja di post semua?

Karena beberapa ada yang mengalami perombakan tapi tetep aja Typo bertebaran

Enjoy!


Advertisements
Leave a comment

1 Comment

  1. liena

     /  November 21, 2015

    Sempet kget n terharu bca pas aat minhee ktmu ibuny..
    Kget dg ekspresi n ap yg ia lkukn..
    dan diakhr crt jga ad comedy ny…
    Serrruuuu n gag bosen buat bca ny..
    Hheeehhee..keep eriting yaaaaa dtggu ksh2 slnjt ny…

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: