COLOR RING – Part 7

 


Main cast :

Choi Siwon, Kim Minhee

Hwang Chansung, Choi Minho, Goo Se Young

Cho Kyuhyun, Kim Youngwoon, Shim Changmin

Introduce : Choi Seung-Hyun (T.O.P)

  By Alicia kim

 

Seorang dokter resident berlari mencari keberadaan Minho setelah melihat Minhee tiba dirumah sakit dalam keadaan tidak sadarkan diri, ia telah mencari Minho di ruang khusus resident namun tak menemukan keberadaan adik ipar dari Kim Minhee ini, dokter bernama lengkap Shim Bum So kemudian berlari menuju kantin tempat dimana para dokter biasa menghabiskan waktu bersama.

 

“ Hah! Syukurlah itu dia – Minho ssi!!” Teriaknya mendekati Minho, berusaha menormalkan nafasnya. Minho menatap malas kearah Bum So

 

“Noonaashh shhh Noonaa”  Bum So menunjukkan jari telunjukknya menuju pintu kantin, berusaha untuk meneruskan perkataanya

 

“Ada Apa?— katakan dengan benar?!” Minho mengerutkan dahinya menatap kearah Bum So yang sedang kesulitan untuk menormalkan nafasnya.

 

“Dr Kim— Aku melihat Dr Kim datang ke rumah sakit, ia diantar dalam keadaan tidak sadarkan diri?!”

 

“Apa kata mu?!!” Minho membulatkan matanya terkejut, bangkit dari tempat duduknya cepat hingga membuat suara decitan keras  dari gesekan besi kursi dengan keramik.

 

“kau tak salah lihat?!” Minho memastikan. Bum So menganggukan kepalanya “Aku benar-benar melihatnya dengan mata kepalaku sendiri!”

 

Minho berlari menuju ruang gawat darurat dengan kecepatan tinggi di ikuti oleh Bum So dibelakanganya, tak peduli dengan teriakan beberapa dokter atau suster yang tak sengaja tertabrak olehnya. “Maaf!” Teriak Minho tak mengentikan langkahnya. Ia terus belari hingga masuk kedalam Ruang gawat darurat, Minho melangkahkan kakinya perlahan menghampiri bangsal yang berada di ujung ruangan melihat beberapa dokter sibuk memeriksa kondisi Minhee.

 

“Dokter, apa yang terjadi dengan Noona ku?” tanya Minho pelan tanpa mengalihkan pandangannya dari Minhee yang tak sadarkan diri serta beberapa suster sedang memasangkan selang oksigen serta memasukan cairan infus melalui jarum yang sudah menancap di tangan kiri Minhee.

 

“Seseorang menemukan Minhee pingsan di dalam mobilnya,dan membawanya kemari”Jelas Dokter Yoo. Minho memalingkan wajahnya terkejut menatap In Na

 

“Ne? Pingsan?” Minho membeo berjalan menuju sisi sebelah kanan Minhee yang terbebas dari selang infus.

 

“Sebenarnya apa yang terjadi?” Tanya Minho kembali menatap In Na, dengan tangan kanannya mengelus lembut puncak kepala Minhee.

 

“Aku tidak tahu, sebelum nya Minhee menghubungi ku kemudian aku kehilangan dirinya, Minhee tak lagi menjawab semua perkataanku. In Na baru saja selesai mengambil sample darah milik Minhee, menyerahkannya kepada Suster untuk diperiksa di Lab rumah sakit kemudian membiarkan kedua kakak beradik ini memiliki waktu bersama.

 

“Noona” Panggil Minho melihat Minhee mulai membuka kedua matanya, tersenyum menatap adik iparnya ini, satu-satunya pria yang menyayanginya dengan tulus saat ini, seorang adik yang selalu membuatnya merasa nyaman dan aman.

 

“Aku baik-baik saja, Minho ya. Kau tak perlu khawatir” Minhee menyugingkan senyumnya. Minho mendesah “Bagaimana kau bisa mengatakan jika kau baik-baik saja?!!! – Kau bahkan di temukan tak sadarkan di mobilmu siang ini.” Minho menurunkan nada bicaranya setelah menyadari sesuatu.

 

Minho menarik kursi kecil yang berada di bawah tempat tidur rumah sakit, mendudukan dirinya disana tepat bersebelahan dengan Minhee. “Bukankah kau menemui Siwon Hyung?” tanya Minho menatap Minhee meminta jawaban. Minhee mengalihkan tatapannya, membuat Minho mencurigai sesuatu. “Apa terjadi sesuatu disana?” tanya Minho namun tak di jawab oleh Minhee. “Baiklah jika kau tak mau memberitahuku! Aku akan menghubungi Sungmin atau Siwon hyung untuk mencari tahu apa yang sesungguhnya terjadi”  Minho bangkit mengeluarkan telepone gengamnya, namun dengan cepat Minhee menyentuh lengan Minho, mengelengkan kepalanya pelan.

 

“Baiklah, aku akan menceritakannya!” Minhee menghela nafasnya. Minho membulatkan  matanya terkejut, mengepalkan kedua telapak tangannya hingga memutih menahan emosi mendengar semuanya hingga In Na menginterupsi percakapan diantara keduanya.

 

 

Dengan kemurahan hati teman-teman resident, Minho akhirnya mendapat izin untuk meninggalkan rumah sakit sebelum waktu jaga nya selesai. Minho pun memarkirkan White Aston Martin Volante miliknya yang diikuti oleh mobil derek yang membawa Red Lexus LF-LC milik Minhee di halaman rumah. Siwon yang sudah tiba lebih awal setelah kejadian di hotel tadi, terkejut ketika melihat Mobil derek masuk kedalam pekarangan rumahnya, ia berlari menuruni tangga menuju halaman rumah mendekat kearah Minho yang sedang berbicara dengan Sungmin untuk mengurus mobil Minhee selanjutnya.

 

“Ada apa ini?! Dimana Minhee?!” Siwon panik tak mendapati keberadaan Minhee di dekat adiknya, ia menatap Minho meminta jawaban, namun Minho tidak menjawab pertanyaan Siwon. Minho memilih berjalan kearah pintu kursi penumpang, membukakan pintu, perlahan membantu Minhee turun dari mobil memapahnya menuju kedalam rumah.

 

“Minhee ya! Kau kenapa? Apa yang terjadi padamu? kenapa kau bisa bersama Minho ,kenapa mobilmu harus diderek?” Siwon menghampiri Minhee dan Minho yang  berjalan mendahuluinya. Siwon ingin mengambil alih Minhee dari tangan Minho untuk membantunya menuju kamar mereka.

 

“Jangan?!” lirih Minhee, menepis tangan Siwon, beralih mengenggam baju Minho dengan erat.

 

“Biar Minho yang melakukannya, Ayo aku lelah sekali Minho ya!” Minhee dan Minho melanjutkan langkah mereka meninggalkan Siwon yang terdiam penuh rasa bersalah. Siwon bahkan menyadari Jika Minho mengetahui kejadian pagi ini di hotel keluarga mereka karena tatapan Minho yang menatapnya tajam.

 

“Istirahat lah Noona, aku akan meminta bibi untuk menyiapkan bubur untuk mu. kau harus meminum obat mu, jangan membantah dan ini adalah perintah!” Minho menyelimuti Minhee dengan selimut sampai sebatas pundak. Mengelus puncak kepala Minhee dengan lembut “tidurlah, aku akan menjaga mu” Minho mengecup kening Minhee sebelum keluar dari kamarnya.

 

Minho melangkahkan kaki menuruni tangga rumah mereka yang beralaskan karpet panjang berwarna biru, dengan ornamen mewah pada pegangannya. “Apa yang terjadi dengan Minhee?” Minho menghentikan langkahnya di 5 undakan terakhir sebelum mencapai dasar ketika mendengar pertanyaan Siwon yang berpapasan dengannya. Minho mengeraskan wajahnya tak berniat menjawab pertanyaan Siwon.

 

“Choi Minho!! aku bertanya padamu?!!!” Siwon membalikan tubuhnya menatap punggung Minho, menaikan nadanya ketika Minho memilih untuk mengacuhkan pertanyaannya. Minho menghentikan langkahnya, membalikan tubuhnya dan menatap Siwon yang menaikan nada bicaranya.

 

 

“Jangan berteriak kau akan membangunkan Minhee Noona”Minho menjawab pertanyaan Siwon dengan pelan tanpa ekspresi, kemudian melanjutkan langkahnya kembali.

 

“Choi Minho berhenti!!!” Teriak Siwon membuat Minho membalikan tubuhnya menatap Siwon.

 

“Sudah Ku bilang jangan berteriak!!! Apa kau tidak mengerti juga dengan kata-kataku?” Minho berbicara dengan nada yang tak kalah kencang, mengenggam kuat tangannya sendiri agar tidak berlari kearah Siwon dan melayangkan tinjunya untuk membalas semua yang Minhee alami hari ini.

 

“keluarlah! aku akan menceritakan semuanya padamu “ Minho menghela nafasnya berjalan menuju halaman belakang mendekati kolam renang. Siwon berjalan mengikuti Minho yang berada didepannya. “Kenapa harus disini? Kau bisa menjelaskannya padaku didalam tadi” Siwon memandang sekitar, ketika Minho menghentikan langkahya disisi kolam renang yang letaknya cukup jauh dari rumah utama.

 

 

hj

 

“Hyung! Kau  bertanya padaku bukan kenapa aku bisa datang bersama Noona?!” Minho bertanya tanpa merubah posisinya yang memungungi Siwon.
“Iya! “

 

“Kau juga bertanya tentang keadaan Noona, kenapa mobilnya harus dibawa oleh mobil derek bukan?” Minhoo kembali bertanya dengan nada rendah berusaha sekuat tenaga untuk menahan amarah yang sedari tadi ia tahan, namun ternyata Minho kalah dengan dirinya sendiri.

 

“Iya! – cepat katakan! Jangan membuat ku menunggu “ nada suara Siwon terdengar Khawatir dan sedikit menuntut.

 

“Itu Semua karena dirimu!” Teriak Minho cepat membalikkan tubuhnya dan melayang kepalan tangannya dan berhasil mendarat di wajah mulus Siwon yang  tidak siap dengan serangan mendadak dari adiknya ini.

 

“BUGGKKHH!!!”

 

Minho berusaha menormalkan nafasnya setelah berhasil meninju Siwon yang kini tersungkur akibat kerasnya pukulan yang diterimanya.

 

“Bangun Hyung!!— Cepat bangun!” Minho mendekati Siwon yang tersungkur, memegang kerah kemeja yang Siwon kenakan dan bersiap melayangkan kembali kepalan tangannya ke arah Siwon.  “Apa kau tahu apa yang terjadi dengannya setelah melihat perbuatan mu yang memalukan itu?! – HAHH??!!!”  Minho menarik kencang kerah kemeja Siwon sehingga membuat Siwon berdiri kembali.

 

“Tatap aku Hyung! – sudah pernah ku katakan bukan jika aku takkan membiarkan siapapun menyakitinya termasuk kau!!! “

 

“Dan Lihat apa yang kau lakukan haah???!! Bagaimana mungkin kau bisa bercumbu dengan wanita jalang seperti Se young sementara kau sudah memiliki Isteri berhati malaikat seperti Minhee Noona?!!

 

“Jawab aku Hyung!!! jangan diam saja, apa kau tuli hah??!!” Minho melayangkan tinjunya lagi dan membuat Siwon kembali tersungkur.

 

Siwon tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun untuk memberikan pembelaan. karena menurutnya Minho benar. Bagaimana mungkin ia bisa mengingkari janjinya sendiri, bagaimana ia bisa tergoda oleh Se Young  dan membuat Minhee yang telah berhasil mengisi kekosongan hatinya selama ini.

 

“Kau harus bersyukur karena TUHAN masih mengizinkan seseorang menemukan Noona yang tidak sadarkan diri dalam mobilnya setelah melihat kejadian memalukan itu, Jika tidak!— tidak perlu menunggu Youngwoon Hyung untuk membunuh mu, karena aku akan melakukannya terlebih dahulu” Siwon mengalihkan pandangannya menatap Minho dengan mata yang membulat dan rahang yang mengeras karena terkejut mendengar perkataan Minho.

 

“Jika Noona tidak ditemukan mungkin kau tidak hanya akan kehilangan Noona tapi juga——–“

 

“ Choi Minho!!!!!! “ Minho mengalihkan pandangannya pada sumber suara yang memanggil namanya. Minho mendapati wajah pucat Minhee menatapnya dengan tatapan memohon. Minhee mengelengkan kepalanya mengingatkan akan janji yang sudah Minho ucapkan untuk tidak memberitahukan apapun pada Siwon.

 

“Hentikan Minho ya!! Jangan teruskan perkataan mu yang tidak akan mengubah segalanya.

Aku tidak mau mendengar apapun dari mulut pria ini karena aku sudah memutuskan— Aku sudah memutuskan untuk berpisah dengannya!” Minhee meninggalkan Siwon dan Minho yang sama-sama terkejut dengan keputusan yang telah Minhee buat.

 

“Noona!!! “

 

Minho mengejar Minhee dan meninggalkan Siwon yang masih terdiam menatap rumput-rumput mahalnya. Siwon merasakan sakit pada sekujur tubuhnya, bukan karena pukulan yang Minho layangkan namun rasa sakit ketika mendengar perkataan Minhee – Memutuskan akan meninggalkannya.

 

“Apa yang kau katakan Noona!, kau tidak boleh melakukannya” Minho menghentikan langkahnya bersamaan dengan Minhee yang menghentikan langkahnya. Minhee menolehkan wajahnya menatap Minho dengan tersenyum.” Bersihkan badan mu!— sebentar lagi Ibu dan Ayah akan tiba untuk pergi bersama dengan kita.” Minhee kembali melangkahkan kakinya meninggalkan Minho yang menatap punggung Minhee yang semakin menjauh.

 

“Ah!— Aku tahu apa yang harus ku lakukan Minho ya!, dan aku pastikan inilah jalan yang terbaik untuk semuanya.” Minhee kembali meneruskan langkahnya.

 

 

Minhee melangkahkan kakinya menuju kedalam Walk In Closet mencari keberadaan Siwon. mengedarkan pandangannya mencari sosok yang sedang berulang tahun. Minhee menghentikan langkahnya mendapati Siwon duduk di kursi walk in Closet miliknya, memandang kosong ke lantai dengan pakaian yang sudah berganti. Minhee menatap nanar kearah Siwon, dalam hati Minhee merutuki dirinya sendiri yang mengeluarkan kata-kata tidak pantas dari mulutnya.

 

“Sampai kapan kau akan terus bersembunyi?”  Siwon melihat Minhee datang dengan kotak obat di tangan kirinya.

 

“Minhee-ya!” lirih Siwon saat Minhee duduk bersebelahan dengannya. Ia tak bisa melepaskan pandangannya dari wajah cantik Minhee yang terus menyugingkan senyumnya.
di
“Hmm?!”

 

Minhee mengalihkan pandangannya menatap jajaran sepatu mahal Siwon yang bisa dibilang sudah jarang atau mungkin tidak pernah dipakai, karena memang tempat mereka berada saat ini dikhususkan untuk pakaian dan beberapa keperluan Siwon tidak terpakai atau bahkan sudah terlupakan.

 

“Mianne?!” lirih Siwon lagi

 

Minhee merasakan seperti ada pisau besar menusuk dadanya mendengar nada penuh dengan rasa takut dan penyesalan terucap dari mulut seorang Choi Siwon yang  terkenal Angkuh.

 

“Aku Sudah memaafkan mu!” Minhee tersenyum, sementara Siwon belum juga menunjukkan tanda-tanda bahagia dari wajahnya ketika mendengar bahwa Minhee sudah memaafkannya.

 

“Kau belum memaafkan ku, Minhee ya!, jangan berbohong, aku bisa melihat nya dari tatapan mata mu.” Siwon mengeleng-gelengkan kepala nya mengalihkan pandangannya dari Minhee. Minhee mengeluarkan sebuah obat anti bengkak untuk mengobati wajah Siwon .

 

“Minho sungguh keterlaluan, bagaimana mungkin ia memukul mu dengan keras ” Minhee mengoleskan salep  perlahan pada ujung bibir Siwon serta pelipis kanan yang terluka tanpa menghilangkan senyumannya. Sekuat tenaga  Minhee berusaha menahan air mata nya untuk tidak keluar ketika melihat air mata turun dari sudut mata Siwon.

 

“Benarkah Siwon menangis untukku, apa benar air mata ini karena ia mencintai ku bukan karena ancaman ku untuk meninggalkannya?” Minhee bertanya dalam hati karena kejadian siang ini membuat kepercayaan akan Siwon yang mulai mencintainya pun hilang begitu saja.

Siwon mengenggam telapak tangan Minhee dengan erat. “ Aku bersalah aku tahu itu. Aku mohon maafkan aku, Jangan pernah  mengucapkan kau ingin berpisah dengan ku. AKu mohon Minhee ya!” Siwon menatap Minhee  dengan tatapan lembut khas milik Choi Siwon. Minhee tidak menemukan sebuah kebohongan dari tatapan maupun nada bicara Siwon. Perlahan Minhee menyentuh pipi Siwon, mengelus lembut penuh kasih sayang dengan senyum tulus yang menggembang.

 

“Aku akan menjelaskan semuanya padamu”

 

“Tidak perlu!”

 

“Aku percaya padamu—Selalu!” Siwon memeluk erat Minhee, begitu pun dengan Minhee.

“Terimakasih Minhee ya – Aku mencintai mu!” Siwon melepaskan pelukannya dan mencium kening Minhee dengan lembut.

 

“Bersiaplah!, aku akan menemui Minho “  Minhee meninggalkan Siwon tersenyum menatap punggung Minhee yang perlahan menghilang.

 

k


Minhee melangkahkan kakinya memasuki kamar Minho. Ia telah mengetuknya berkali-kali namun tak ada jawaban, membuat Minhee terpaksa masuk tanpa izin. Minhee mengedarkan pandangan keseluruh ruangan kamar Minho namun tak juga menemukannya , namun suara nyanyian seorang Minho membuat Minhee melangkahkan kakinya menuju Walk in closet yang sengaja Minhee rancang khusus untuk adik iparnya ini. Minhee menatap tajam, mendengus melihat pungung telanjang Minho sedang bernyanyi tak menyadari keberadaanya.

“Siapa yang suruh kau untuk bertengkar dengan kakak mu—HAH?!” Minhee memukul punggung Minho dengan tangannya, Minho terkejut, mengaduh langsung saja berlari menjauhi Minhee yang terus saja mengejarnya.

 

“Noonaa!!!—aaagghh!!! Sakiitt!!” Minho memelintir tangan Minhee ala polisi yang sedang menangkap kawanan penjahat.

 

“Yaak!! Yaakk!!! Minho!!– Sakitttt!! “ Minhee mengaduh membuat Minho seketika ingat kondisi Minhee langsung melepaskan tangannya membalikan tubuhnya menghadap Minho dengan menatapnya  tajam.

 

“Arraso!!— Maafkan aku!!” Minho menatap Minhee dengan rasa bersalah. “Minta maaflah pada kakakkmu” Minhee melemparkan salep anti bengkak pada Minho yang langsung ditangkapnya.

 

“Noona! Apa benar kau akan berpisah dari Siwon Hyung?! – Aku sangat berharap kau tidak akan melakukannya.” Minho melangkahkahkan kakinya mendekati Minhee, kemudian memeluknya MInhee dari belakang penuh kasih sayang. “Aku menyayangi mu Noona, aku tidak mau kehilangan kakak sekaligus sahabatku!” Minhee membalikan tubuhnya membalas pelukan Minho, tersenyum.

“Apapun yang terjadi nanti kita tidak akan pernah tahu. Kau adalah adik merangkap sahabat terbaikku sampai kapan pun dan apapun yang terjadi.” Minhee melepaskan pelukkanya, mengacak-ngacak rambut Minho kasar.

 

“Pergi atau tidaknya aku dari hidup kalian tergantung bagaimana kalian memperlakukan aku!!— jadi! Kau harus memperlakukan ku sangat baik!. Mengerti! “ Minhee memicingkan kedua matanya tersenyum meninggalkan Minho yang juga tersenyum.

 

Dinner Time

SeungHee JK Restaurant

Dongdaemun

 

 

“Dimana Minhee?” Choi Young Jae melihat Siwon ketika merasa Minhee tidak kunjung kembali setelah meminta izin untuk pergi ke toilet.

 

“ Aku akan menyusulnya!” Siwon bersiap untuk beranjak dari tempatnya.

 

“Biar aku aja!!” Minho beranjak dari tempat nya membuat Ayah Ibu serta Siwon memandang Minho seketika melihat tindakan mendadak yang dilakukan olehnya.

 

“Aku melakukan ini karena kau sedang berulang tahun hyung!— jangan berfikir yang tidak-tidak!” ucap Minho dingin meninggalkan meja VIP keluarga Choi yang telah di pesan khusus oleh Minhee.

 

Minho membuka pintu toilet wanita dengan perlahan ia melihat wanita sedang menundukkan badannya kearah westafle untuk mengeluarkan isi perutnya. Kegiatan yang hampir dirasakan oleh setiap wanita hamil di bulan-bulan awalnya.

 

“Noona!”

 

Minhee melihat kearah Minho dari pantulan cermin toilet. Minhee tersenyum seraya menganggukan kepalanya seakan memberi tahu bahwa dirinya baik-baik saja. Minho tersenyum membalas anggukan Minhee.

 

“Hueeekkkk!!!! Hueeekkk!!!”

 

Minhee menatap cermin, mengerakan telapak tangannya pada Minhoo seakan memintanya untuk pergi karena yang di lakukan Minhee adalah sesuatu yang menjijikan. Minho mninggalkan Minhee sebentar lalu kembali bersama seorang waitress membawakan  Minhee segelas Air hangat.

 

“Bagaimana?” Minho meraih tangan Minhee untuk membantunya berjalan kembali ke tempat mereka. “Sebenarnya apa yang kau rencanakan?— bukankah seharusnya kau memberitahukan kabar gembira ini pada Hyung dan orang tua ku” tanya Minho menghentikan langkahnya menatap Minhee. “Jangan katakan kau benar-benar akan melakukan rencana mu, benar bukan dugaanku?!” Minho menghentikan langkahnya

 

“Demi Tuhan Minho ya!—“ Bisa kau simpan untuk nanti pertanyaan mu itu?!” Minhee lepaskan lengan Minho dan berjalan menuju meja nya perlahan, namun dengan cepat Minho mengaitkan tangan Minhee pada lengannya.

 

“Aku tidak mau dikatakan sebagai adik ipar yang tidak bertanggung jawab, jadi berjalan bersama ku” Minhee tersenyum menatap Minho yang sepertinya kesal dengan  yang ia lakukan saat ini.

 

“Terimakasih Dongsaeng”

 

 

Minhee, Siwon beserta seluruh keluarga Choi, bahkan Cho Kyuhyun beserta keluarga nya pun turut hadir memenuhi undangan Makan malam untuk merayakan Hari lahir Siwon. Mereka menikmati makan malam mereka dengan suka cita, berulang kali Siwon bersyukur dalam hatinya karena masih diberikan kesempatan untuk tetap berada bersama orang-orang yang Ia cintai dan mencintainya dengan tulus. Dan untuk pertama kalinya Siwon  bersyukur karena peristiwa beberapa bulan lalu terjadi dalam hidupnya. Peristiwa yang membuat dirinya berstatus sebagai Suami seorang dokter sekaligus Istri dan Menantu terbaik menurut nya. Suami dari seorang wanita yang duduk bersebelahan dengannya, wanita yang bernama KIM MINHEE . Sementara itu MInhee yang bersebelahan dengan Siwon berusaha menunjukkan senyum terbaiknya pada semua orang untuk menutupi kondisinya saat ini yang jauh dari kata baik. Kejadian yang ia lihat di Hotel masih mengganggu pikirannya ditambah dengan kondisi mual yang ia alami dikehamilan yang masih ia rahasiakan dari Siwon maupun keluarga yang lainnya.

 

“Aku permisi!”

 

Untuk ke-empat kalinya MInhee meninggalkan meja mereka untuk sekedar menghirup udara segar,  karena aroma sashimi yang seharusnya menjadi makanan favourite nya justru menjadi makanan yang tidak bersahabat untuknya saat ini.

 

“Sayang—Apa kau tidak tahu jika Sashimi itu adalah favourit ku?” Minhee mengelus perutnya yang masih datar seraya menyandarkan tubuhnya pada dinding di luar restaurant.

 

“Kau terlihat  seperti orang gila jika berbicara sendiri seperti itu!”

“Suara itu!” MInhee menghentikan kegiatannya menatap kosong kearah lantai dan terdiam beberapa saat ketika mendengar suara yang sangat ia kenal, suara pria yang pernah mengisi ruang hatinya sekaligus pria yang telah menghancurkan semua impiannya. Seorang pria bersuara rendah bernama Choi Seung-Hyun.

 

“Bagaimana kabarmu – cantik ” Seung Hyun menyandarkan tubuhnya pada dinding tepat bersebelahan dengan Minhee. Minhee dapat menghirup aroma maskulin Seung Hyun dari Ferarri Parfum yang  entah kenapa membuat Minhee tidak merasakan mual seperti saat berada bersama Siwon.

 

“Apa kau baik-baik saja?” Seung Hyun menatap MInhee. Minhee  mengeraskan rahangnya menahan gemuruh didadanya, menahan semua luapan emosi masa lalu yang kembali teringat oleh nya.

 

“Bukan Urusan mu” jawab MInhee melangkahkan kakinya untuk kembali bersama keluarganya,  meninggalkan Seunghyun menundukkan wajahnya terseyum lalu memandang Minhee  dengan tatapan yang hanya ia sendiri yang tahu.

 

 

“ This is Special Gift for you from Us” 

 

Minhee dan yang lainnya mengalihkan pandanganya pada waiters dan seorang pria berpakaian Chef yang khusus mengantarkan dessert Greentea Souffle dan Capuchinno Parfaits terbaik yang dimiliki oleh restaurant mereka. Para waiters membagikan beberapa plate  Greentea Souffle beserta Capuchinno Parfaits pada seluruh yang hadir dimeja tersebut

 

“For someone who celebrate his birthday today” ucap Chef tersebut yang mengerti kebingungan seluruh keluar Choi. “This is Special by order from “SEUNGHEE” owner “ lanjutnya lagi

 

“Thankyou So much for this, I really appreciate it” Siwon bangkit dari tempat duduknya dan bersalaman dengan koki r “SeungHEE” restaurant  yang baru diresmikan beberapa minggu yang lalu.

 

“And this is Special for you made by me!! Berry Mix Yogurt Parfait— Silahkan dinikmati Dr Kim MInhee” ujar seseorang yang muncul dengan tiba-tiba membuat Minhee menolehkan wajahnya pada sumber suara, membuat seluruh keluarga Choi terkejut karena kedatangannya yang tiba-tiba.

 

 

c

 
“Ah! – Perkenalkan saya Choi Seung-Hyun pemilik restaurant ini,  aku mendengar bahwa salah satu tamu VVIP kami sedang berulang tahun, jadi saya memutuskan untuk sekedar menyapa dan memberikan sedikit hadiah untuk anda dan keluarga “ SeungHyun tersenyum penuh arti berjabat tangan dengan Siwon seraya mencuri pandang ke arah Minhee yang memilih tak menatapnya.

“Dr. Kim semoga anda menyukai parfait dengan buah yang saya pilihkan khusus untuk anda!” Seung Hyun tersenyum memandang MInhee yang menatapnya tajam .

 

“Terimakasih banyak Tuan Seunghyun” Minhee berusaha ramah dengan tersenyum pada SeungHyun. Senyum yang tentu saja dipaksakan untuk menutupi rasa kesal dan amarahnya pada SeungHyun yang tiba-tiba datang kembali dalam kehidupannya.

 

“Cukup panggil saya dengan TOP saja, tidak perlu sungkan”

 

Minhee mengalihkan pandangannya pada Parfait cantik yang sudah terseda dihadapannya.

ia terdiam mendengar nama TOP keluar dari mulut SeungHyun. Nama yang masih digunakan oleh SeungHyun, nama yang dulu Minhee berikan ketika SeungHyun sebagai hadiah karena selalu berada disisinya dan menjadikan SeungHyun berada diurutan puncak laki-laki yang berarti dalam hidupnya. Yaaa! Itu dahulu saat semuanya masih berjalan dengan normal.

 

“Ah! TOP Hyung! Bagaimana kau bisa tau Noona ku sangat menyukai apapun yang berhubungan dengan buah Berry?! – Bahkan Siwon Hyung saja aku rasa tidak mengetahuinya?! “ Minho menatap SeungHyun. Seunghyun tersenyum menatap Minho, dalam hatiya ia merutuki kebodohannya.

 

Siwon menatap Minho sejenak kemudian beralih menatap Minhee dan SungHyun bergantian menunggu jawaban. Siwon merasa pertanyaan yang Minho Ajukan kepada SeungHyun memang masuk akal. Bagaimana mungkin orang yang notabene nya tidak saling mengenal bisa memberikan sesuatu yang sangat disukai oleh orang tersebut.  Kecuali jika sebelumnya MInhee dan Seunghyun saling mengenal.

 

 

3 days Laters

Hollys Coffee

Hongdae

 

 
Minhee melangkahkan kakinya menuju kursi kosong tanpa melepaskan kaca mata hitam Rayban limited yang membingkai cantik wajah mungilnya, Minhee datang kemari khusus untuk menikmati kopi yang entah sejak kapan mulai ia sukai. Lagi pula ini adalah hari liburnya karena 2 hari kemarin Minhee disibukkan dengan jadwal operasi bersama Chansung dan Changmin. Minhee mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan karena merasa seseorang tengah memandanginya dengan intens kemudian menaikkan kedua bahunya bersamaan karena tak menemukan siapapun yang mencurigakan.

“Selamat datang!— Ini kopi pesanan anda” Minhee menolehkan wajahnya pada sumber suara dengan cepat, membulatkan matanya memandang seseorang yang sama sekali tidak ia harapkan kedatangannya. Seseorang yang menurutnya telah merusak hari liburnya ini.

 

“Are you following me?” Minhee melepas kaca mata hitamnya menatap lawan bicaranya dengan tajam. Sementara orang yang ditatap Minhee dengan tajam berusaha menahan tawanya yang hampir pecah seraya menarik kursi dan mendaratkan tubuhnya dengan santai tanpa memperdulikan raut wajah tidak suka Minhee padanya.

 

“No im not!, Why you think that im following you? AH!— Because we meet 2 days ago in My restaurant? And we meet again here?? “ Seunghyun menatap Minhee dengan menggoda

Minhee mengigit bibir dalam dengan kencang menahan amarah nya yang tersulut kembali.”Aku tidak meyangka kau merindukan ku sebegitunya”

 

“i think its make sense if i thought you was followed me here since our first meet. You Wish! Choi SeungHyun!” MInhee memutar kedua bola matanya kesal, menyandarkan tubuhnya pada kursi Cafe seraya menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.  Minhee mengalihkan pandangannya menatap ke luar jendela berusaha untuk menyembunyikan sesuatu yang Minhee sendiri tidak mengerti.

 

Oh Come on Kim Minhee why?!” gumam Minhee dalam hati merutuki nasibnya yang harus bertemu dengan SeungHyun serta dirinya karena Minhee sendiri tidak tahu sejak kapan jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.

 

“Because you were here sitting with me in My Coffee Shop” Minhee menoleh kan wajahnya terkejut memandang SeungHyun yang tersenyum bahagia.

 

“Tuhan Aku bisa Strooke muda jika kondisi ku seperti ini terus” Minhee menghela nafasnya secara kasar.

 

“Apa kau mengatakan sesuatu?”SeungHyun tersenyum manis memandang Minhee yang kini memandang Seunghyun malas.

 

“Aku tahu aku tampan dan kau merindukan ku bukan?’ Seunghyun memandang Minhee menggoda seraya mengelus lembut sisi kanan kepalanya hingga kebelakang telinga dengan tangan kanan .

“Jangan tatap aku seperti itu Nona Kim—“atau aku takkan pernah melepaskan mu lagi!” Ucap SeungHyun dalam hatinya.

 

“Why?!” tanya Minhee menundukkan kepalanya sejenak seakan sedang berfikir apakah ia harus melanjutkan perkataannya atau tidak. Seunghyun mengeraskan wajahnya setelah mendengar pertanyaan Minhee. Bukan pertanyaannya yang membuat perasaannya aneh, namun nada bicara Minhee yang berubah menjadi rendah bahkan sangat rendah. Membuatnya sadar jika Minhee tidak suka berada disekitarnya. SeungHyung menatap Minhee dengan tatapan sayu memancarkan kekecewaan yang menghinggapi dirinya., sementara Minhee  menatap kosong kearah Cup Caramel Macchiato yang masih berasap.

 

“kenapa kau harus muncul dihadapan ku?—“ Disaat aku berhasil melupakan rasa sakit yang pernah kau torehkan padaku, ketika aku sudah bisa memaafkan mu setelah yang apa kau lakukan padaku—Kenapa Hyun?!”

 

Ada perasaan senang hinggap di hati SeungHyun setelah mendengar Minhee memanggilnya dengan nama kecilnya, hanya Minhee yang diizinkan untuk memanggilnya seperti itu setelah kedua orang tua dan adik perempuannya.

 

“Kenapa kau harus datang lagi dalam hidupku?” Minhee kembali menatap Seunghyun kali ini dengan tatapan yang sangat tajam. Seunghyun dapat melihat air mata Minhee turun membuat rasa senang berubah sekerika menjadi marah dan kecewa, bukan terhadap Minhee namun terhadap dirinya sendiri.

 

“Braaakk!!”

 

Seunghyun berdiri dari kursinya membalikan tubuhnya bersiap untuk meninggalkan Minhee. Namun gerakannya terhenti sejenak, ia menolehkan wajahnya kesisi kanan dengan posisi tetap memunggungi Minhee. Sementara Minhee memilih untuk menolehkan wajahnya kearah jendela  seraya menyeka air matanya yang jatuh tak tertahankan.

 

“Aku kembali untuk mu Minhee-ya! untuk memperbaiki dan membayar semua yang telah ku lakukan padamu.” Jawab Seunghyun dengan suara rendah.

 

“Satu hal yang harus kau ingat Minhee ya! Jika suatu saat nanti aku mengetahui kau tidak bahagia bersama suami mu. Akan ku pastikan!! Aku akan merebut mu  dari nya untuk kembali padaku!”

 

Minhee  menolehkan wajahnya dengan cepat menatap Seunghyun yang pergi meninggalkan dirinya setelah mendengar perkataan Seunghyun yang menurutnya tidak masuk diakal bahkan terkesan gila.

 

To Be Continued

Ah! Our Seunghyun so Awesome man right .. i guess im in love with him hahaha

You must be curious where is Chansung and Gikwang right??  Heheheheh

What happen with Seunghyun when he meet Siwon , SeungHyun meet Chansung. Seunghyun meet Gikwang, and what a coversation will happen between Chansung and Siwon??

 

 

 

 

Advertisements
Leave a comment

1 Comment

  1. mala

     /  May 7, 2016

    Apa yg akan terjadi ya

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: