COLOR RING – Part 8

 


Main cast :

Choi Siwon, Kim Minhee (OC)

Hwang Chansung, Choi Minho, Goo Se Young, Lee Gikwang, Cho Kyuhyun

Kim Youngwoon , Shim  Changmin,  Choi Seung-Hyun (T.O.P)


By : Alicia Kim

 

 

 

 

Pria tampan berbalut Jas karya perancang ternama dunia turun dari private Helicopter setelah sang pilot memarkirkannya pada helipad yang terletak di tak jauh rumah nya. Sudah hampir 2 minggu ini ia meninggalkan rumah dan Isteri yang sangat ia rindukan untuk melakukan tugas sebagai pimpinan perusahaan yang mengharuskan dirinya untuk pergi ke beberapa negara untuk melakukan Inspeksi mendadak.

Ia tersenyum ketika golf car miliknya tiba di pintu belakang rumahnya. Melangkahkan kakinya dengan semangat masuk kedalam rumah, menganggukan kepalanya membalas sapaan para pengawal serta maid yang menghentikan kegiatan ketika mendapati Tuan besar melewati mereka.

“Dimana Minhee? — Apa Minhee ada dirumah sakit? “Siwon mengedarkan pandangannya keseluruh sudut ruangan dari pintu belakang rumah mereka namun tak menemukan keberadaan Minhee

“Tidak Tuan, sudah 3 hari ini Nyonya muda tidak pergi ke rumah sakit” Siwon menatap beran kearah bibi Jung yang menerima Jas dari Siwon menyisakan kemeja panjang yang kini tengah digulung lengannya oleh Siwon.

“Apa isteri ku sakit?!” tanya Siwon khawatir. Bibi Jung tersenyum seraya menggelengkan kepalanya. “Saya sendiri tidak yakin, namun selama Nyonya muda ada dirumah, yang ia lakukan hanya makan dan tidur, semua kegiatan dilakukan dikamar kalau pun Nyonya muda turun hanya untuk membeli atau meminta saya untuk membuatkan Americano coffee tanpa gula “Jelas bibi Jung mengikuti langkah Siwon yang hendak kekamar utama.

“Americano tanpa gula?!” Siwon mengerutkan dahinya heran. Tentu saja Siwon heran karena sepengetahuan nya Minhee hanya menyukai teh terutama vanilla tea. Siwon melangkahkan kakinya menuju ruang tangga untuk menghampiri Minhee yang ia yakini sedang berada di kamarnya.

“Baru saja Dr Hwang Chansung pergi setelah memeriksa kondisi nyonya dan beliau mengatakan bahwa kondisi Nyonya baik-baik saja”
“Dokter Hwang Chansung?!” Siwon menghentikan langkahnya kembali menatap bibi Jung dengan tatapan yang membuat bibi Jung merinding. Siwon kembali melanjutkan langkahnya berharap penjelasan dari Minhee tentang kedatangan Chansung walaupun sebenarnya ia sudah mendengarnya dari bibi Jung.

 

“Tuan! — Nyonya Muda sedang berada di taman belakang”

 

“Terimakasih” Siwon menghentikan langkahnya tersenyum singkat kearah bibi Jung lalu berlari menemui Minhee, ada apa dengan Minhee sungguh aneh jika Istrinya itu memilih untuk berada dirumah dari pada dirumah sakit menolong sesama bersama teman-temannya.

Siwon membuka security Code botanical mini garden milik Minhee yang berisikan tanaman berharga ratusan hingga jutaan Won. Tanaman yang Minhee rawat dengan segenap hatinya bahkan Minhee bisa menghabiskan waktu seharian penuh untuk memberi pupuk, mengganti tanah disetiap pot nya. Setelah pintu berhasil dibuka, Siwon melangkahkan kakinya seraya mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Minhee

Siwon mengendurkan ikatan dasi yang masih melingkar erat di lehernya  mencari keberadaan Minhee. Ia menghentikan langkahnya ketika berhasil menemukan wanita yang telah menjadi Isterinya selama hampir 6 bulan belakangan ini, berdiri menghadap kolam ikan, Siwon menyungingkan senyumnya berjalan perlahan mendekati Minhee yang memunggunginya, menahan tawanya ketika mendengar Minhee berbicara dengan ikan-ikan KOI yang diberikan khusus oleh Ayahnya Choi Young Jae.

 

“Kalian harus makan dan tumbuh besar, jangan sekali-kali berani untuk jatuh sakit apalagi sampai mati. Arraso?!” Minhee kemudian tertawa sendiri menyadari kebodohannya yang berbicara dengan ikan-ikan yang takkan mengerti bahasanya.

 

Siwon melangkahkan kakinya mendekati Minhee yang masih berbicara dengan para ikan-ikan. Lagi-lagi Siwon menahan tawanya mendengar Minhee mengerutu kepada ikan-ikannya. “Apa kalian tau kapan suami ku itu akan pulang?” Minhee bertolak pinggang dengan nada kesalnya, Siwon menghentikan langkahnya menatap Minhee dengan senyum yang mengembang membuat lesung pipi muncul dikedua sisinya.

 

“Aku merindukannya–Aku bahkan belum memberikan hadiahku padanya. Apa oppa akan menyukai hadiah ku??” nada Minhee berubah menjadi sendu.

 

“Aahh!”— Minhee terkejut merasa ada sepasang tangan yang melingkar erat seraya menariknya untuk mendekat. Minhee tersenyum menikmati perlakuan Siwon padanya.

 

“Karena aku sudah datang, kau harus segera memberikan hadiah ku” Siwon memejamkan matanya menikmati aroma Vanilla yang tercium dari rambut Minhee. “Aku merindukan mu” Siwon mengecup pundak dan leher Minhee dengan rindu.

 

“Kapan kau tiba Oppa? Apa Kau sudah makan?”Minhee memutar tubuhnya menatap Siwon yang mengerutkan dahinya karena mandapati wajah Minhee yang pucat.

 

“Kau sakit?” Siwon meletakkan telapak tangannya pada kening Minhee, dengan sigap Minhee mengenggam tangan Siwon yang berada pada dahinya. ” Aku baik-baik saja, ikut aku! — Aku ingin mengatakan sesuatu padamu “Minhee menarik Siwon dengan lembut menuju kamar mereka.

 

Siwon menatap Minhee yang berjalan menuju nakas yang terdapat disebelah sisi tempat tidur mereka. Siwon melihat Minhee mengeluarkan amplop berwarna putih dari laci nakasnya kemudian mekangkahkan kakinya mendekati Siwon yang duduk di sofa yang terletak disudut kamar mereka. Jantung Siwon berdetak dengan cepat, tiba-tib ia dihantui rasa takut yang berlebihan mengingat ancaman Minhee beberapa minggu yang Lalu..

 

“Mungkinkah? — ah! Tidak-tidak Minhee takkan melakukannya” Siwon menutupi kegugupannya dengan membalas Minhee yang tersenyum padanya.

 

“Oppa– bukalah!” Minhee mengambil tempat disebelah Siwon seraya tersenyum lembut pada Siwon. Sedangkan Siwon yang menerima amplop putih tersebut dengan perasaan was was.

 

“Apa ini?!”Siwon menatap Minhee dan amplop yang berada ditangannya bergantian.

 

“Hadiah Special untuk mu, aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk memberitahukan nya padamu.” Minhee tersenyum memandang Siwon yang membalas hal yang sama.

 

“Bukalah!”

 

Dengan perasaan yang tak menentu Siwon membuka amplop tersebut. Ia membulatkan matanya terkejut setelah mendapati Surat dari rumah sakit, ia membaca nya berulang-ulang memastikan apa yang tertera pada kertas tersebut tidak akan berubah jika ia menutup dan membukanya lagi. Siwon menutup mulutnya yang terbuka ketika menemukan dua foto  terdapat di dalam amplop tersebut. Ia tidak bisa menutupi rasa bahagia dan haru yang menyelimuti dirinya secara bersamaan.

 

“Bagaimana apakah kau menyukai hadiah Ulang Tahun Mu?”

 

Siwon menatap Minhee yang tersenyum kepadanya. Minhee dapat melihat kedua mata bening Siwon berkaca-kaca yang pada akhirnya menitihkan air mata. Minhee menyeka air mata Siwon dengan lembut dan senyum yang tak hilang dari wajah cantiknya. “Kenapa kau menangis?— Apa kau tak suka dengan hadiah nya?” Minhee menjauhkan tubuhnya menghela nafas menunjukkkan wajah sedihnya. Dengan kecepatan super Siwon menarik Minhee kedalam pelukannya, mencium puncak kepala Minhee berkali-kali dengan penuh kasih sayang dan rasa bahagia yang meliputi dirinya.

 

“kau bercanda bagaimana mungkin aku tidak menyukai hadiah ini?”— Ini adalah hadiah terindah dan termahal yang pernah aku terima.”

 

”Terimakasih!—Terimakasih untuk hadiahnya, Yeobo!” Siwon meletakkan kepalanya diatas kepala Minhee yang tersenyum senang mengetahui Siwon sangat menyukai hadiah yang diberikan olehnya, bukan! Lebih tepatnya hadiah yang Tuhan berikan pada mereka.

Siwon melepaskan pelukannya pada Minhee dengan tiba-tiba membuat Minhee terkejut, namun tak lama Minhee tersenyum ketika melihat Siwon memposisikan kepalaya sejajar dengan perut Minhee. “ Tumbuhlah dengan Sehat Anakku Sayang— Daddy akan menjaga mu dan Mommy dengan baik! “ Siwon mencium perut Minhee berkali-kali meluapkan rasa bahagianya.  Minhee menyeka air mata yang turun disudut matanya , berucap syukur kepada Tuhan tentang kebahagiaan yang ia rasakan saat ini. Ingin rasanya MInhee menghentikan waktu untuk membiarkan semuanya tetap seperti ini.

 

“Aku akan memberi Tahukan kabar bahagia ini pada Ayah Ibu dan Minho” Siwon merogoh saku celana nya untuk meraih Iphone 6 miliknya, namun dengan cepat Minhee meraih tangan Siwon untuk menghentikannya. Siwon mengerutkan dahinya menatap Minhee yang tersenyum penuh arti  membuat Siwon  menyadari dan membuat ekspresi kesal yang dibuat-buat.

 

“Jangan katakan Jika aku adalah Orang terakhir yang tahu mengenai kabar bahagia ini?” Minhee  menganggukan kepalanya pelan tanpa melepas pandangannya dari wajah Siwon yang mendengus kesal mengetaui kenyataan yang ada.

 

“Cih! Kau benar-benar keterlaluan Minhee-ya!, Aku ini adalah  Suami mu dan ayah dari anakku – Bagaimana Mungkin kau membiarkan aku menjadi orang yang terakhir tahu mengenai hal ini!!”

 

Siwon memalingkan wajahnya  seraya melirik kearah Minhee yang mengigit bibir dalamnya menunjukkan rasa penyesalan. Siwon melangkahkan kakinya menjauh dari Minhee, dengan susah payah ia manahan dirinya untuk tidak tertawa melihat ekspresi wajah Minhee yang menundukkan wajahnya.

 

“Aaahhh!!”

Siwon membalikkan tubuhnya dengan cepat dan berjalan mendekati Minhee yang mengaduh seraya memegang perutnya. Tidak bisa dipungkiri Siwon sangat takut jika sesuatu yang buruk terjadi pada Minhee dan calon bayinya, bertumpu pada kedua lututnya agar sejajar dengan tubuh Minhee saat ini.

 

“Kau tidak apa-apa?!— Apa ada yang sakit?!”Minhee dapat mendengar nada khawatir Siwon membuat Minhee memutuskan untuk berhenti mengerjai Suaminya ini.

 

“Cups! Cups! ” Siwon membulatkan matanya terkejut  setelah mendapatkan kecupan di salah satu sisi pipi nya. Dalam hati Siwon merutuki dirinya sendiri yang telah berhasil dikelabuhi oleh Isteri nya ini.

 

“Apa kau sudah tidak marah padaku?!” tanya Minhee menatap Siwon tanpa rasa bersalah, membuat Siwon ingin segera menyerang MInhee jika ia tidak ingat dengan kondisi Minhee saat ini.

 

“Kau!!!—“ berani-berani nya kau mengerjaiku hah?!” Siwon menatap Minhee dengan  seringai jailnya yang kemudian membuat kamar Utama penuh dengan suara Tawa membuat seluruh Maid yang mendengar nya ikut terhanyut dalam kegembiaraan.

 

Two Days  Later

Metropolis International Hospital

 

 

Minhee berada didalam salah satu ruangan yang terdapat di IGD  memperhatikan hasil X-ray dan Magnetic Resonance Imaging (MRI) salah satu pasien baru yang sedang ditangani oleh salah satu dokter Resident bernama Oh Sehun. Sehun meminta perawat untuk memberi tahu Minhee  yang merupakan mentornya.
“Hem! “ dehem seseorang. Minhee meletakkan tangan sebelah kanannya dibawah dagu dengan tetap menatap hasil MRI yang ada di hadapannya.

 

“ on the rock Americano with  a little bit Ice here”

 

Minhee menadahkan sebelah tangannya tanpa menatap siapa yang memberikan Coffee tersebut, tetap fokus pada hasil MRI dihadapannya. Minhee pun langsung meminum Coffee tersebut tanpa mengucapkan sepatah kata pun membuat si pemberi Coffee mengelengkan kepalanya seraya mengacak-ngacak rambutnya sendiri kesal.

 

Avascular Necrosis of The Femoral Head Diagnosis (AVN)— sepertinya sudah parah! gumam Minhee

 

“Another Americano?” ucap seseorang yang ikut bergabung bersamanya.

 

“Dr Hwang! “ Minho membungkukkan sedikit tubuhnya. “Ntah sudah gelas keberapa yang sudah ia minum” lanjut Choi Minho menatap kesal kearah  Minhee. Chansung menahan tawanya melihat salah satu dokter resident terbaiknya mengeluh menghadapi Minhee.

 

“kasus apa?” Chansung bertanya pada Minho karena melihat Minhee yang tak beranjak dari tempat nya menatap hasil-hasil MRI dan X-Ray  bergantian.

 

“Tidak tahu!, aku baru saja kembali dari membeli americano pesanannya”

 

Minho dan Chansung berjalan perlahan mendekati Minhee ikut memperhatikan hasil-hasil foto yang membuat Minhee mengacuhkan keberadaan mereka berdua.

 

“Tidak ada cara lain, Sepertinya— harus melakukan Operasi Okulasi Tulang secepat mungkin   Therapy dan obat analgetic takkan membuat pasien merasa nyaman” Minhee menganggukan kepalanya seraya menyeruput Americano Ice yang dibelikan oleh Minho

 

“Jadi yang harus dilakukan adalah pencakokan jaringan tulang dengan pembulu darah secara utuh dari tempat lain lalu disambungkan antara jaringan tulang dan pembulu darah dekat pinggul agar membentuk tulang baru. – Sepertinya bukan operasi yang sulit!” ucap Minhee seraya mengangguk-nganggukan kepalanya.

 

“Benar!”  Minhee menolehkan wajahnya pada sumber suara mendapati Chansung dan Minho yang berada sangat dekat dengannya.

 

“Yak!— Apa yang kalian lakukan?” MInhee membulatkan matanya kesal menatap kearah Minho dan Chansung yang menahan tawa mereka melihat wajah terkejut Minhee.

 

“Minho Siapkan ruang Operasi dan Kau Dr Hwang temani aku untuk mengoperasi nya!. Jika semua nya sudah siap cari aku di cafetaria. Ah aku lapar “ Minhee menyerahkan data-data pasien yang akan mereka Operasi pada Chansung tanpa membiarkan Chansung untuk menolak.

 

“Cih! – Seenaknya saja! “ Chansung tersenyum melihat Minhee yang melangkahkan kakinya meninggalkan dirinya dan Minho yang mengelengkan kepalanya

 

“Ibu Hamil menyusahkan!” Minho mengelengkan kepalanya seraya berjalan meninggalkan Chansung yang berusaha tersenyum memandang wanita yang dicintai dan akan selalu ia cintainya menjauh.

 

 

Trans Continental Group

Itaewon, Seoul

 

Minhee menundukkan kepalanya membalas sapaan petugas Valley parking di kantor miliknya, Ya! Tentu saja miliknya karena Minhee mempunyai saham ke dua terbesar setelah saham yang dimiliki oleh kakak kandungnya Kim Youngwoon. Setelah menyerahkan kunci mobilnya Minhee pun melanjutkan langkahnya menuju Lift yang akan membawanya ke ruangan Youngwoon.

 

“Kim Minhee!”  panggil seseorang. Minhee menghentikan langkahnya, membalikan tubuhnya tersenyum melihat Youngwoon yang berjalan menghampirinya di ikuti oleh seseorang dibelakangnya. Tanpa menunggu lama Minhee berlari menghampiri kakak kandungnya, lompat kedalam pelukannya Youngwon mengaitkan kakinya dipinggang Youngwoon, memeluknya dengan erat. Youngwoon membalas pelukan Minhee, tanpa merasa malu di lihat oleh seluruh karyawan yang tersenyum menatap kedekatan kakak beradik Kim ini.

 

“Yakk!!!!!—Apa yang kau lakukan?!” Protes YoungWoon yang tak di gubris oleh Minhee yang tetap memeluknya dengan erat. Perlahan Youngwoon menurunkan adiknya, menatapnya kesal. Minhee lagi-lagi tak mengindahkan perkataan Youngwoon, ia tersenyum menatap kakak kandung yang sudah lama sekali tak ditemuinya.

 

“Aku merindukan Mu –Oppa!”  rajuk Minhee.

“Anak nakal,  berhenti berlari seperti itu!! “ Youngwoon meletakkan telunjuk nya pada kening Minhee dan mendorongnya perlahan.

“Kau itu sedang mengandung bagaimana jika terjadi sesuatu pada calon keponakan ku?!” Youngwoon melakukan kegiatan tersebut sekali lagi membuat  MInhee memajukan mulutnya  kesal.

 

“Apa kau tidak tahu Oppa?! bayi ku ini sangat sehat dan kuat, aku memberikannya gizi dan doa yang cukup setiap saat khusus untuknya “ celoteh Minhee membuat Youngwoon tersenyum dan seseorang yang berada dibelakang Youngwoon pun tersenyum mendengar bagaimana semangatnya Minhee membela diri nya seraya mengelus lembut perut yang mulai terlihat membuncit karena kehamilan yang sudah masuk pada bulan ke dua.

 

Minhee terdiam merasa ada orang asing kearah dirinya, Minhee menolehkan wajahnya menemukan seorang pria yang tidak pernah dilihatnya selama ini sedang menatapnya seraya menyugingkan senyum manisnya.

 

bd9676b6128270bd8b63d8ae5885c436

 

Yi Fan – Wu Yi Fan!”Minhee menatap Youngwoon yang sepertinya dapat membaca pikiran Minhee

“Kris perkenalkan ini adikku yang selalu membuat ku pusing Dr. Kim Minhee! – Minhee-ya perkenalkan ini Yi fan, namun kau bisa memanggilnya Kris. Ia yang akan menempati salah satu posisi penting di salah satu perusahaan kita” Minhee dan Kris sama-sama membungkukkan kepalanya.

 

“Posisi penting?” Minhee mengerutkan dahinya menatap Youngwoon

 

“Yup! –  Our New TransSteel Corp Managing Director! “ jelas Youngwoon menepuk pundak Kris pelan. Minhee menolehkan wajahnya menatap Kris tanpa ekspresi seraya mengangguk-angkukkan wajahnya seperti orang yang telah terkena sihir.

 

“Nyonya apakah ada salah dengan wajahku?” Kris memegang wajahnya menatap Minhee yang tak juga mengalihkan pandangannya pada Kris,

 

“Nyonya?” Dengus Minhee. “Aku masih terlalu muda untuk sebutan Nyonya!” balas Minhee

 

“Kris-ssi berapa umur mu? apakah kau sudah mempunyai kekasih?! “ tanya Minhee membuat Youngwoon mendengus kesal sementara Kris berusaha menahan tawanya.

 

“Umurku 27 Tahun dan aku belum mempunyai kekasih” jawab Kris membuat Minhee yang tersenyum senang.

 

“ Kalau begitu kau adalah Oppa ku!”

 

“Kalian seumuran! bahkan kalian lahir dibulan yang sama” protes Youngwoon memutar kedua bola matanya kesal.

 

“tidak peduli! Mulai saat ini kau adalah kakak ku aku akan mencarikan mu seorang wanita yang tepat untuk menjadi pasangan mu!” Minhee menjulurkan lidahnya pada Youngwoon menarik lengan Kris meninggalkan Youngwoon yang kesal karena ditinggal begitu saja. Kris pun terkejut, terheran-heran melihat yang dilakukan Minhee, menatap Youngwoon yang berada dibelakangnya dengan tatapan seperti minta tolong, sedangkan Youngwoon mengangkat kedua bahu nya dengan malas mengikuti langkahnya.

 

“Apa yang membuat mu datang kemari Nyonya Muda Choi!”

 

Youngwoon melangkahkan kakinya menuju meja kebesarannya, mendengus kesal menatap Minhee yang menurutnya sangat menyebalkan, bagaimana mungkin MInhee melupakannya begitu saja karena seorang Kris yang baru dikenalnya.

 

“tidak ada!— Aku hanya merindukan kakakku, memangnya tidak boleh jika aku datang??

 

Minhee menatap Youngwoon dengan tatapan yang membuat Youngwoon ingin melakukan sesuatu pada adiknya ini, namun dengan cepat Youngwoon mengurungkan niatnya mengingat Minhee yang sedang mengandung.

 

“Baiklah Jika aku menganggu— aku akan meninggalkan kalian yang sepertinya sudah tak sabar ingin berkencan!” Minhee bangkit dari kursinya berjalan mendekati pintu ruang kerja Youngwoon.

 

“ Ya Kim Minhee!” dengus Youngwoon menatap kesal kearah adiknya.

 

“Aku belum selesai meneruskan kata-kata ku Oppa! Aissh! Kenapa kakakku ini semakin tua semakin menyebalkan dan membosankan!” gerutu Minhee membuat Kris membulatkan kedua matanya menatap Minhee yang dengan santai mengatakan hal seperti itu, sementara Youngwoon bersiap untuk membalas perkataan Minhee namun terlambat karena Minhee sudah menghilang dibalik pintu ruangannya.

 

“hmpphh… bhahahahahhaa”

 

Kris memandang Youngwoon yang sedang tertawa terbahak-bahak. “ Maafkan semua tingkah laku Adikku yang manis itu  Kris “ Youngwoon berusaha menghentikan tawanya. “ Minhee memang wanita yang tidak bisa ditebak, karena itu aku menyayangi nya segenap jiwa dan raga ku” Youngwoon melanjutkan kata-katanya.

 

“Apa memang Nyonya Muda seperti itu?”

 

“ini belum seberapa— mungkin dipertemuan berikutnya adikku itu akan membuatmu pusing  dan ingin melindungi nya di waktu yang bersamaan.” Youngwoon  menjawab pertanyaan Kris seraya menyentuh bingkai foto kecil yang terdapat di sisi meja kerjanya. Foto Minhee yang sedang tersenyum bersama nya, foto yang selalu membuatnya bahagia, serta dapat  melupakan rasa lelahnya disela-sela kesibukan yang menyita tenaga dan pikirannya.

 

Kris tersenyum penuh arti menatap Youngwoon sedang tersenyum seraya menceritakan apapun tentang Minhee, setiap pertanyaan yang di lontarkan Kris tentang Minhee pun di jawab dengan mata yang berbinar menandakan bahwa Youngwoon benar-benar menyayangi Minhee. Kris tak pernah kehilangan senyum diwajahnya, menganggukan kepalanya menahan tawa yang hampir tak tertahankan ketika Youngwoon  menceritakan bagaimana Minhee selalu cemburu ketika Youngwoon mengajak seorang wanita untuk berkencan.

 

“Kau berhasil Mom! – Ia tumbuh dengan baik bersama orang-orang baik disekitarnya“ ujar Kris dalam hatinya .

 

 

YG-K Entertaiment

 

Semua karyawan bergidik ngeri ketika mendengar seseorang yang sedang meluapkan kekesalannya pada beberapa karyawan dari dalam ruangan yang bertuliskan “CEO Choi Room” . seluruh karyawan tahu jika sebenarnya CEO mereka adalah orang baik namun takkan tinggal diam jika menemukan sesuatu yang janggal apalagi yang merugikan perusahan keluarga nya.

 

“Tok Tok Tok” Seseorang membuka pintu tanpa menunggu untuk dipersilahkan masuk oleh yang punya ruangan , dan tentu saja membuat nya semakin murka.

 

“Sudah ku  katakan untuk tidak menganggu ku!”

 

“Ma—Af Tuan Choi, anda ada pertemuan dengan pemilik Hyundai Corporation jam 3 Sore nanti, janji untuk bertemu dengan Tuan Muda Lee sore ini serta  ada tamu anda yang sudah menunggu anda diruang tunggu.” Sekertaris pribadinya menginterupsi.

 

“Aku tahu! Siapkan semua keperluan ku nanti dan ingat jangan ada yang tertinggal! – Beri tahu tamu ku untuk menunggu di lobby, 10 menit lagi aku akan turun” Seunghyun melambaikan tanganya mengusir sekretaris nya untuk segera menghilang dari hadapannya, dan tanpa diminta dua kali pun sang sekertaris telah menghilang begitu saja.

 

“Bagaimana mungkin kalian membuat Konsep seburuk ini?, Jangan membuang uang ku untuk  membayar jasa kalian jika hanya menghasilkan konsep buruk yang hanya cocok dipakai oleh Boyband-boyband yang hanya menjual wajah tampannya mereka. lalu buat apa adanya Team creative jika membuat konsep untuk Boyband baru saja tidak bisa!”

 

“ Aku harus pergi!, bereskan semua masalah ini  Aku beri waktu kalian 3 hari untuk menjelaskan kepada ku konsep baru yang akan dipakai untuk debut pertama mereka?! – Jika dalam waktu 3 hari kalian tidak bisa melakukanya!, jangan salahkan aku jika aku harus memecat kalian satu per satu! “ SeungHyun mengancingkan Jas yang sudah melekat pada tubuhnya berjalan meninggalkan para anggota team Creative yang Khusus dibentuk untuk Boyband Baru YG-K Ent yang bernama Winner.

Beberapa bulan yang lalu SeungHyun sedang menghadiri sebuah rapat dengan salah satu perusahaan yang akan membantunya untuk membuka K.H Departement Store di daerah Quangzhou China. SeungHyun diberikan beberapa CV calon karyawan yang pantas untuk mengisi beberapa jabatan penting di K.H dept Store tersebut, berulang kali SeungHyun mengeluh karena dari 100 CV, 50 diantaranya tidak ada satu pun yang memenuhi kriteria nya, Hingga  pandangannya tertuju pada salah satu CV , bukan karena namanya namun karena wajah orang ini mengingatkan nya pada seseorang yang telah mengisi hatinya selama beberapa tahun terakhir.

 

“Hubungi seseorang yang bernama orang ini – Minta ia menemui ku 1 jam lagi!”  SeungHyun menyerahkan sebuah MAP pada Shin Min Ah salah satu pegawainya yang bertugas menangani project  Dept Store di  China.

 

“Bagaimana?!” Seunghyun bertanya pada pria ber JAS hitam berada disebelahnya dalam perjalanan menuju Hyundai Corporation.

 

“Cantik! Mirip sekali dengan Ibu ku. Aku seperti melihat Ibu ku pada diriny.  Senyum nya, tawanya bahkan bagaimana ia cara ia menggerutu pun sangat mirip dengan Beliau.”

 

Seunghyun menyungingkan senyum tipisnya mendengar jawaban dari pertanyaannya. “ kau tidak lupa bahwa ia adalah saudara kembar mu bukan?  bahkan karena kemiripan kalianlah yang membuat ku memanggil mu saat itu.” Seunghyun mengatakan tanpa menatap kearah Pria yang sedang tersenyum nanar.

 

“Terimakasih Tuan – terimakasih karena membawa ku kemari bersama mu dan memberiku kesempatan untuk bertemu dengannya.”

 

“Sudah berapa kali aku katakan padamu untuk berhenti memanggil ku dengan sebutan TUAN?! – aku lebih suka dipanggil Hyung atau TOP sshi “

 

“aku lebih suka memanggi mu dengan panggilan Hyung!, karena tidak bisa dipungkiri umur mu 2 tahun lebih tua dari ku” Tawa pria tersebut membuat Seunghyun ikut tertawa.

 

“lalu apa rencana mu?”

 

“Aku akan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku dan membalas apa yang sudah mereka lakukan pada ku dan ibu ku!”  Seunghyun dapat mendengar nada penuh kebencian dendam yang sudah menghantui pria tersebut selama bertahun-tahun.

 

“Walaupun kau akan menyakti saudari kembar mu?” Seunghyun menolehkan wajahnya pada pria berambut Pirang yang mengeraskan wajahnya mendengar pertanyaan yang diajukan Seunghyun.

 

 

Siwon and Minhee Private House

Kyunggi- do, Seoul
Minhee  berjalan di taman belakang rumah nya yang sangat luas, menikmati udara pagi hari yang sangat bagus untuk kesehatan kulit dan paru-paruya. Tangan kanan Minhee tak bisa berhenti mengelus lembut perutnya yang mulai terlihat membuncit seraya tersenyum bersyukur jika ia dipercaya oleh TUHAN untuk mengandung anak dari suami yang ia cintai.

 

5f0d61c52fa914550782f4315f99046a

“Baby Annyeong!— bagaimana keadaan mu pagi ini? Apakah kau baik-baik saja didalam sana? Apakah kau mendapatkan gizi yang cukup dari Mommy?”Minhee tersenyum seraya melanjutkan langkahnya perlahan-lahan takut sesuatu terjadi pada calon bayi nya ini.

 

“MinMom!!”

 

 

Minhee memutar tubuhnya mendengar seorang anak laki-laki. Senyum Minhee pun menghilang ketika melihat anak laki-laki tersebut mengambil sikap “Bersiap” menatap Minhee jahil dengan mata indahnya kemudian berlari dengan kencang seraya merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Minhee yang mengelengkan kepalanya menatap ngeri anak tersebut.

 

72de3ffb660f1aee68e6d27d6005d4c8

 

“No! No! No! — Stop! Hyunooooooo!!!!!”

 

 

To be Continued

 

Mulai saat ini yang berasal dari masa lalu akan datang dengan tanpa diduga! – menyerahkan semuanya pada TUHAN yang berkuasa untuk menentukan apakah akan ada kebahagiaan atau hanya tangis dan penderitaan yang datang menghampiri. Seperti prajurit yang menunggu waktu yang tepat untuk meledakkan BOM yang sudah disiapkan. BOM yang akan menghentikan semua kebahagian atau Justru memulai semua kebahagiaan.

 

 

 

 

Advertisements
Leave a comment

1 Comment

  1. eyle

     /  July 8, 2016

    halo! suka banget sm cerita color ring & gimana cara nulisnya
    selalu suka genre kaya gini kalo tokohnya siwon hehe berasa cocok
    &&& ini seru banget super penasaran kelanjutan gimana

    oya ini kalo mau minta password apa ada syarat tertentu? Terimakasih 🙂
    ditunggu next chapternya 😀

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: