Tangled – Eps 2

16274

 

“Tangled ”

 

Cast :

Lee Soo Hyuk, Bang Sung Joon

Kim Minhee, Park Sora

 

Supporting Cast :

Kim Sang Joong as Bang Sang Joong, Shim hye Jin as Bang Hye Jin

Lee Da Hee as Bang Joon Hee, Jae hee as Park Chang Hee

Kim Sung Ryung as Minhee ‘s Mother, Kim Jongin as Minhee’s Brother

Oh SeHun, Oh Chang Soo

 

 

By : Alicia Kim

 

 

Minhee memandang kosong refleksi wajahnya dari cermin dihadapannya, memulas perlahan bibir dengan lipstik yang telah disiapkan oleh Stylistnya hari ini. Ia  tidak mengerti perasaan apa yang menghinggapi dirinya hari ini. Disaat wanita lain akan tersenyum bahagia dihari pengucapan janji sehidup semati, sementara Minhee, hanya kebingungan dan ketidakyakinan akan keputusannya yang ia rasakan.

f1e1cfcbb333f02e5e5a86102e7d055a
Dengan balutan gaun pengantin berwarna putih simple nan elegan rancangan designer ternama dunia  membuatnya kecantikannya sebagai Puteri bangsawan tak terelakan lagi.

“Sudah selesai Nona..” Minhee bangkit dari kursinya, menuju jendela menatap kosong  kearah luar  kamar hotel tempatnya berada.

“Kalian boleh pergi, temui aku jika semuanya sudah siap.” Perintah Minhee. Para Stylist mengundurkan diri mengikuti permintaannya membiarkan sang pengantin wanita kembali memikirkan apa yang tengah ia lakukan. “Kau terlihat sangat cantik  hari ini.” Suara seseorang yang ia kenal menginterupsi waktu nya berfikir. Minhee menolehkan wajahnya menatap laki-laki dihadapannya ini. “Sung Joon ah, kita bisa mengakhiri semua nya sebelum terlambat” Lirih Minhee.

 

“ini bahkan belum di mulai, bagaimana mungkin kita akan begitu saja mengakhirnya?” Sung Joon melangkahkan kakinya kebelakang tubuh Minhee, memeluknya dari belakang, membisikan sesuatu. “ Ketika kita menikah nanti, aku ingin kau lebih cantik dari saat ini.. aku mencintai mu” Minhee menutup kedua matanya perlahan bersamaan dengan kecupan hangat diberikan oleh Sung Joon pada lehernya. Minhee membuka kembali membuka matanya, mengepalkan kedua tangannya kesal bersamaan dengan pintu dressing room ditutup.

 

“Kau tidak pernah melakukannya Sung Joon ssi..” ucap Minhee dengan raut wajah penuh kepedihan.

 

“Nona Kim..” Minhee menatap menolehkan wajahnya menatap Sehun yang terlihat tampan dengan balutan Blazer hitam serta dasi kupu-kupu membuat Minhee merasa Sehun akan membius beberapa wanita yang hadir. Sehun melangkahkan kakinya medekati Minhee, menunjukan sebuah Video padanya dari Tablet milik Sehun, sesuatu yang berhasi menbuat hati Minhee sakit. Ia mendengus, sinar matanya menunjukkan kebencian bersamaan dengan Senyum sinis muncul diwajah cantiknya.

 

“Baiklah, kita lihat siapa yang akan menang kali ini, Kau atau aku.” Ucap Minhee penuh amarah.

 

“Sehun ssi!!”  Minhee melirik Sehun seraya mengembalikan tablet miliknya. Seperti sudah tahu apa yang harus ia lakukan, Sehun pun menganggukan kepalanya meninggalkan Minhee sendirian.

ff4287cc0dd4245f0c45e237da8a3486

Sebuah acara pernikahan yang sangat sederhana untuk seorang bangsawan antara Kim Minhee pewaris pertama dari Shinwha International Group serta pemilik Rose  Beauty, Boutique and Wine dengan Lee Soo Hyuk , pewaris pertama dari BG Enterprise  serta pemilik dari SJ Group yang diwariskan oleh Mendiang ibu kandungnya.  Minhee mengatur pernikahannya sendirian, meningat Soo Hyk terkesan bahkan tidak peduli dengan apa yang akan mereka lewati.

 

Sebuah Aula  yang tidak terlalu besar disulap oleh Minhee menjadi sebuah tempat pemberkatan yang simple dan elegan, nuansa Broken White mendominasi,seluruh kain sutera melapisi dinding serta kursi tamu yang datang khusus untuk memberikan restu serta doa kepada kedua calon pengantin saat pemberkatan berlangsung, ditambah lilin Aroma therapi dipesan khusus dari Paris dipasang pada tiang disetiap barisan untuk mempercantik serta membuat para tamu merasa nyaman. Pemberkatan hanya dihadiri oleh kerabat dari keluarga serta  HyukSoo dan Minhee. Setelah penyematan cincin dijari manis keduanya menjadi penanda pemberkatan telah selesai dilakukan. Kedua pengantin beserta keluarga serta para tamu undangan pun langsung menuju tempat resepsi pernikahan yang terletak 250 Meter dari pemberkatan.

 

Masih bernuansa Broken White kali ini sebuah gazebo besar terletak di taman lantai 8 The Plaza Hotel, kembali disulap untuk kedua calon pengantin yang masih kerabat pemilik Hotel tersebut. Sekitar 40 Meja bundar dengan 6 kursi  disetiap meja,Serupa dengan atap yang dilapisi oleh Kain Sutera dibuat sedemikian rupa bersama  indahnya lampu-lampu kristal hingga terlihat sederhana namun tidak meninggalkan kesan elegant. Panitia memberikan ruang ditengah-tengah untuk para tamu serta pengantin berdansa serta membagi kebahagiaan diiringi oleh Band pengiring.

 

Suasana pesta pernikahan antara keduanya berlangsung meriah, senyum terlihat dikedua pihak keluarga, namun berbeda dengan Minhee dan Soo Hyuk, tak ada senyum bahagia dikeduanya, jika harus tersenyum pun hanya sebuah kepura-puraan demi menjaga nama baik kedua keluarga.

 

“Noona….”

 

Suara yang sangat ia kenal serta ia rindukan memasuki indera pendengarannya, Minhee pun mengedarkan pandangannya mencari-cari dimana asal muasal suara tersebut.

 

“Minhee noona..”

 

Minhee tersenyum mendapati laki—laki  berkaki panjang berwajah serupa tapi tak sama dengannya kini muncul dihadapannya, tanpa berfikir panjang Minhee mengangkat sedikit gaunnya dan berlari mendekati laki-laki yang telah merentangkan kedua tangannya bersiap menerima pelukan dari wanita Nomor satu dikehidupannya.

 

“Jongin ah!!!” teriak Minhee lompat kedalam pelukan adik bungsungnya Kim Jongin, laki-laki tampan dengan senyum manis yang selama ini memilih hidup di Amerika karena ketidak cocokannya dengan sang Ibu. Jongin memegang pinggang Minhee dengan kedua tangannya, mengangkatnya sedikit keudara serta berputar-putar membuat keduanya sedikit pusing.

 

“Huaaa… Kau terlihat sangat cantik!!! “ Jongin menurunkan Minhee, mencium keningnya, kemudian memeluknya erat melepaskan rindu selama 4 tahun tidak bertemu.

 

Seluruh keluarga Bang terkejut mendapati apa yang dilihat. Soo Hyuk yang sedari tadi berbicara dengan teman-temanya pun menolehkan wajahnya, menatap tajam kearah Minhee dan laki-laki yang bersamanya. “Cih.. belum satu hari menikah sudah seperti ini.” Sinis  Soo Hyuk dalam hatinya.

 

“Kau ini, kenapa baru datang.. aku menunggu mu dari tadi.” Minhee memajukan bibirnya seraya memukul lembut dada Jongin. “Aiigoo Noona, kau ini sudah menikah, berhenti bersikap manja dengan ku, aku tidak mau suami mu cemburu karena ku” goda Jongin.

 

“Ayo, MOM  pasti merindukan mu..” ucap Minhee membuat Jongin kehilangan senyumnya. “Aku rasa tidak, ia bahkan tak pernah menghubungi ku.” Ucap Jongin datar. “ Namun kau harus tetap menyapanya..” Minhee menarik Jongin bertemu dengan ibu mereka dan keluarga yang lain di meja VVIP

 

“Mom, Lihat siapa yang datang..” Sung Ryung menghentikan percakapannya, memutar tubuhnya terkejut mendapati Jongin ada dihadapannya kali ini. “Jongin ah… Mom merindukan mu.” Sung Ryung memeluk Jongin dengan erat namun tidak dengan Jongin, ia tahu pelukan ini hanya sebagai alibi agar orang-orang melihat mereka sebagai keluarga harmonis.

 

“Perkenalkan ini anak laki-laki ku, Kim Jongin. Sudah 4 tahun ini ia memilih hidup di Amerika untuk melanjutkan sekolah dan mengurus usaha kami disana.”

 

Jongin menundukkan kepalanya memberi salam kepada keluarga bang serta keluarga Choi yang ada dimeja VVIP. Minhee kembali mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Soo Hyuk, dengan cepat Minhee menarik Jongin untuk mengikutinya.

 

“Soo Hyuk Ssi..”

 

Soo Hyuk mengalihkan pandangannya dari teman-temannya, menatap tidak bersahabat kearah Minhee, namun Minhee tidak peduli, karena perasaan senang menghinggapi dirinya atas kedatangan adik tersayangnya.

 

“Kenalkan ini adikku Kim Jongin.”

 

“Uoh.. Hallo..Senang bertemu dengan mu”  Soo Hyuk dan Jongin saling berjabat tangan. “ Tolong jaga kakak ku dengan baik, dia memang terlihat sombong dan Angkuh namun ia adalah orang yang jujur dan menyenangkan.”

 

“Senang bertemu dengan Mu Kim Jongin ssi..”

 

Minhee memulas bedak Kose, produk jepang pada wajah didepan meja rias, ia dapat melihat Soo Hyuk dari cermin  sedang merapihkan pakaiannya pada cermin yang mengantung di dinding tak jauh dari tempatnya saat ini. Setelah dirasa penampilannya sudah cukup baik, Minhee segera beranjak dari tempatnya, meraih tas tangan miliknya dan berjalan beriringan dengan Soo Hyuk menuju pintu utama kediaman keluarga Bang.

 

“Minhee ssi, Apa kegiatan mu hari ini?” Soo Hyuk bertanya tanpa menghentikan langkahnya. “Aku akan melihat keadaan Twosome dan sepertinya aku akan membutuhkan bantuan mu nantinya.” Soo Hyuk menghentikan langkahnya memutar tubuhnya menghadap Minhee “Membutuhkan bantuan ku?” tanya Soo Hyuk, Minhee menganggukan kepalanya “ Aku membutuhkan bantuan mu untuk menimbang apakah ide ku bisa diterima atau tidak.” Soo Hyuk berfikir sejenak kemudian menganggukan kepalanya setuju, apapun yang Minhee lakukan terhadap Twosome juga akan menguntungkan dirinya.

 

“Bagaimana dengan mu?” tanya Minhee

 

“Aku akan mengunjungi Departement Store bersama Chan Soo.” Jawab Soo Hyuk tanpa ekspresi. “ Baiklah kalau begitu, sampai bertemu nanti malam.” Minhee mengecup pipi Soo Hyuk Singkat sebelum menuju mobil yang dikendarai oleh Sehun. Soo Hyuk terpaku menerima kecupan mendadak mendarat di pipinya.

 

 

89c1cb1579a031a5e993d9225a7477a9

Lee Soo Hyuk adalah salah satu sosok sempurna dibalik berdirinya BG Group perusahaan mengelola berbagai macam bidang salah satu nya adalah Departement Store dan perhotelan.  Tampan, gagah dan luar biasa dingin, benar-benar dingin, berbanding terbalik dengan Minhee yang hanya ‘terlihat’ dingin. Rautnya tegas, tenang dan semua gerakan yang dilakukannya sangat indah serta penuh kehati-hatian. Rambut hitamnya terpangkas pendek dan rapih tanpa perlu bantuan Gel yang berlebihan. Perpaduan  kemeja putih dengan setelan Blazer biru dongker,Sepatu kulit mengkilap, membuatnya terlihat intelek, membuat siapapun tau Lee Soo Hyuk merupakan pengusaha sungguhan, kelas kakap diusiannya yang baru menginjak 26 tahun.

 

“Tuan, ini adalah laporan yang anda minta.” Changsoo sekertaris pribadinya dengan cekatan meraih laporan dari tangan salah satu bagian keuangan agar Soo Hyuk tak perlu menghentikan langkahnya berkeliling BG Departement Store untuk melakukan inspeksi rutin setiap paginya. Melihat kedatangan seorang Lee Soo Hyuk, para petugas pun secara otomatis menghentikan kegiatan mereka, membungkuk sopan.

 

“Tuan, Nona muda Kim, meminta pihak Departement Store untuk menyediakan dua buah lahan” Soo Hyuk menghentikan langkahnya, menunggu Chang Soo untuk meneruskan laporannya “Aku baru saja mendapatkan kabar dari Manager Property mengenai proposal tersebut, Satu untuk Twosomeplace, satu lagi untuk Produk kencantikan”

 

“Kirimkan Proposalnya langsung kemeja ku!” perintah SooHyuk melanjutkan langkahnya.

 

“Hari ini ada rapat dengan beberapa kontraktor yang akan menangani pembangunan departement Store di Busan.” Chang Soo kembali mengingatkan.

 

“Jam ?” tanya Soo hyuk berjalan menaiki eskalator menuju lantai berikutnya, “ 2 jam dari sekarang, sebelum nya anda harus bertemu dengan perwakilan Taeyang Group guna membicarakan Join venture antara kedua perusahaan.” Jawab Chang Soo mempersilahkan Soo Hyuk untuk masuk kedalam Lift yang akan membawa mereka menuju Kantor.

 

“Baiklah, siapkan ruang meeting dan berkas-berkas untuk presentasi” perintah Soo Hyuk membuka pintu ruang kerjanya, terdiam sejenak melihat mantan kekasihnya Park Sora sudah berada didalam ruangan.

2eb4d62fccc891008480a95fa0a39c60

Deretan angka-angka pada kertas dan laptop semakin terlihat buram di mata Minhee, dengan kesal, ia melempar lembaran-lembaran laporan keuangan Twosome place ke atas meja kerjanya lalu memijit-mijit pelipis dan menenggelamkan dirinya pada kursi kebesaran sampai setengah badannya benar-benar melorot. Minhee melirik dua buah Map berwarna Hitam yang menunggu untuk ia periksa,diambilnya laporan keuangan Rose Beauty, Boutique and Wine miliknya, tersenyum puas melihat jumlah nominal laba yang berhasil ia ciptakan.

 

Telepone di meja nya berbunyi dengan keras bersamaan dengan kedipan lampu kecil berwarna merah, dengan cepat Mihee menekan tombol speaker berwarna orange.

 

“Ya?”

 

“Nyonya, Tuan muda Bang datang”

 

Minhee melihat Jam pada pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul 12 Siang,  mengikat rambutnya secara asal.” Persilahkan Masuk.”  Perintah Minhee mengakhiri pembicaraanya,namun ia menekan tombol orange dan tiga angka setelahnya yang menghubungkan lagi dirinya dengan Sekertaris, Shin Yeojin.

 

“Yeojin ah, Hubungi Sehun, minta dirinya untuk bersiap” Minhee bangkit dari kursi kebangsaanya, berjalan menuju Sofa tamu, khusus diperuntukan jika ada pertemuan-pertemuan kecil dengan pegawainya.

 

Minhee tersenyum singkat, melihat Bang Sung Joon menghampirinya, mengambil tempat tepat dihadapannya, ia pun mengangkat telapak tangannya sebagai pengganti sapaan.

 

“Hanya sekedar ingin mengunjungi kakak iparku.” Menjawab pertanyaan yang ia tangkap dari sorot mata Minhee. Minhee mendesah mendengar jawaban Klise tersebut, dilipatnya ringan kedua tangan didepan dada “Aku bersyukur akhirnya kau mengakui diriku sebagai kakak iparmu, itu berarti kau tidak perlu berada disini, atau  tak perlu mengunjungi ku atau sekedar bersikap manis padaku”

 

“Apa kau tidak merindukan ku?” Minhee meyungingkan senyum sinisnya. “Tidak, sama sekali tidak, ntah kenapa aku malah merindukan kakak mu itu.” Minhee menolehkan wajahnya menatap tajam Sung Joon yang mengeraskan rahangnya tidak suka.

 

“Jadi, Apa yang bisa ku bantu adik iparku tersayang?”

 

“Our plan—“ perkataan Sung Joon terhenti bersamaan Minhee yang bangkit dari duduknya berjalan menuju meja kerja.

 

“Our Plan??” Desah Minhee menghentikan kegiatan memasukan beberapa barang kedalam tas tangannya, melirik Sung Joon dengan sinis “ Thats your Plan not mine..! “

 

“Minhee ya”

 

“What?!!  “ Minhee membalikan tubuhnya “Like you said.. this is our plan so let me decide when and how i make him down…!!”

 

Minhee berjalan menuju pintu ruangannya “Or make you down” Seringai Minhee dalam hatinya. Tangan Minhee menyentuh gagang pintu bersamaan dengan rencana gila yang diungkapkan oleh Sung Joon, membuat Minhee membulatkan kedua matanya terkejut seraya memutar tubuhnya menatap laki-laki yang kini telah menjadi adik iparnya,

 

“Sung joon Ssi?”

 

 

Minhee tahu, seharusnya ia menenggelamkan dirinya di Kolam renang sedalam 2 meter atau di dalam samudera atlantik setelah mendengar rencana yang diutarakan Sung Joon sesaat sebelum dirinya meninggalkan ruangan, bukan berada didalam kendaraan yang dikemudikan Sehun menuju Departement Store.

 

Minhee mengeluarkan telepone gengamnya mencoba menghubungi Soo Hyuk, namun tak juga ada jawaban, ia pun akhirnya menghubungi Chan Soo menanyakan keberadaan laki-laki yang berstatus suaminya ini. Setelah mendapatkakan kabar jika Soo Hyuk ada diruangannya, dengan cepat Minhee melangkahkan kakinya menuju ruang kerja tanpa mengindahkan sapaan para pegawai.

 

“Soo Hyuk Ssi” Minhee membuka pintu ruangan tanpa mengetuknya terlebih dahulu, membuat Soo Hyuk menatap kesal kearahnya. Ia mengalihkan tatapannya pada seorang wanita yang berada di hadapan Soo Hyuk,bukannya meninggalkan ruangan karena Soo Hyuk sedang kedatangan tamu, Minhee justru berjalan mendekat kearah mereka berdua “Aku hanya ingin mengajak mu makan siang bersama, suamiku” ucap Minhee dengan nada seramah mungkin sebelum mengalihkan tatapannya pada wanita yang tidak lain adalah Park Sora.

 

“Ah, Selamat Siang Sora ssi” sapa Minhee seraya menundukkan kepalanya singkat. “Kita bisa mengajaknya makan siang bersama jika Sora ssi tidak keberatan?” tambah Minhee tersenyum.

 

“Tidak” Sora bangkit dari posisinya “ Aku hanya mampir untuk mengucapkan selamat atas pernikahan Soo Hyuk, beruntung kau ada disini jadi aku tak perlu mampir kekantor mu untuk mengucapkan hal sama. Selamat atas pernikahan kalian berdua.”

 

“Terimakasih atas ucapannya” Minhee mengalungkan lenganya pada lengan Soo Hyuk, tersenyum pada Sora sesaat sebelum Sora pergi meninggalkan mereka berdua. Minhee tak juga melepaskan kaitan lengannya hingga dirinya yakin jika mantan kekasihnya itu sudah menutup pintu ruangan Soo Hyuk dengan rapat.

 

Minhee melepaskan tautan tangannya, menekan tombol pada telepone kantor yang menghubungkan dirinya dengan sekertaris Soo Hyuk memastikan jika Sora benar-benar sudah keluar dan tak menguping pembicaraan mereka.

 

“Apa yang kau lakukan tadi?” Soo Hyuk menatap Minhee meminta penjelasan, ia tidak suka dengan sikap Minhee pada Sora. Minhee mengangkat sebelah telapak tangannya seraya menghitung mundur “5-4-3-2-1” bersamaan dengan terdengarnya ketukan dua kali pada pintu ruang kerja Soo Hyuk

 

“Apa aku mengganggu?” Kwon Sang Woo menyembulkan kepalanya kedalam ruang kerja Soo Hyuk.

 

Minhee tersenyum berjalan berjalan cepat menghampiri Kwon Sang Woo, mempersilahkan dirinya untuk masuk kedalam “ Tentu saja tidak paman, kami baru saja ingin pergi untuk makan siang, Bukan begitu Soo Hyuk ssi?” Soo Hyuk menganggukan kepalanya tersenyum menghampiri keduanya, menyadari jika Minhee menyelamatkan dirinya.

 

“Huah, kebetulan sekali, aku juga ingin mengajak kalian makan siang bersama, aku bosan jika terus makan siang berdua dengan Isteri ku.” Jelas Kwon Sang Woo. “Kalau begitu bagaimana jika paman makan bersama kami saja, tidak perlu khawatir Soo Hyuk yang akan meneraktir kita kali ini” Bisik Minhee mengalungkan tangannya dilengan Sang Woo meninggalakan Soo Hyuk  berjalan mengikuti keduanya dari belakang.

 

“Kalau begitu, mulai hari ini, aku akan menemani paman dan bibi untuk makan siang bersama, bagaimana?”

 

“Call!!” ucap Kwon Sang Woo senang.

 

Mean while, Bang Sung Joon’s Office

 

 

Sung Joon menatap sebuah gelang Emas putih dengan huruf S dan M sebagai pengikatyang diberikan oleh Minhee saat merayakan anniversary mereka ke 2 bulan saat masih duduk dibangku SMA, perjuangan Sung Joon meminta Minhee untuk menjadi kekasihnya membuahkan hasil. Masih teringat jelas olehnya bagaimana Minhee dan Sung Joon menjaga hubungannya dari gangguan luar sampai suatu ketika diawal perkuliahan dimulai. Sung Joon harus menerima kenyataan atas kedatangan seorang anak laki-laki berumur lebih tua darinya, kakak laki-laki dari Ibu yang berbeda. Membuat Sung Joon menaruh dendam pada anak tersebut karena kedatangannya telah membuat ibu kandungnya menderita. Ia bahkan rela menggunakan Minhee, gadis yang dicintainya untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.

 

Sung Joon membuka laci pertama meja kerjanya, mengeluarkan sebuah figura cantik berisikan 4 buah Foto Box Minhee dengan dirinya saat berlibur bersama di Hongkong beberapa bulan sebelum ia membiarkan atau lebih tepatnya meminta Minhee untuk menikahi Lee Soo Hyuk. Terlihat jelas raut wajah bahagia keduanya, foto pertama Sung Joon dan Minhee saling memandang satu sama lain, Foto kedua Sung Joon mencium pipi Minhee, Foto ketiga Sung Joon dan Minhee saling menempelkan pipi mereka tersenyum menatap kamera, foto terakhir mereka berdua saling menautkan bibir mereka, berciuman penuh kasih dan tepat setelah itu mereka berpisah karena mereka harus benar-benar mulai melaksanakan rencana busuk keduanya.

 

“Takkan ku biarkan dia mengambil  harta yang seharusnya jatuh seluruhnya padaku.  aku akan membuat mu menderita secara perlahan, perlahan tanpa kau sadari sampai kau terbaring kemudian mati, dan disaat yang bersamaan akan ku buat semua orang menjauhi dan membenci mu, serta membawa Minhee ku kembali. Bersiaplah Lee Soo Hyuk Ssi!!” Sung Joon menyeringai licik

 


Minhee mengengam sebuah botol biru berukuran sangat kecil, ia  menatap ragu Botol kaca berisikan air putih khusus diperuntukan untuk Soo Hyuk, dengan berat hati Minhee membuka tutup botol tersebut, menuangkan cairan tanpa warna dari botol biru secukupnya tetap terpaku berfikir apakah benar semua terhadap suami nya sendiri?”

 

“Apa yang kau lakukan?”

 

Minhee membalikan tubuhnya terkejut tak menyadari kedatangan Soo Hyuk “Aku hanya ingin meminum air putih milik mu”  ucap Minhee berusaha menormalkan kinerja jantungnya.

 

“Thats mine, and i dont like if you touch my stuff” Soo Hyuk menuju Walk in Closet miliknya.

 

“Im Sorry!” ucap Minhee masih berdiri ditempatnya semula.

“ Aku akan meminta maid membawakan minuman untuk mu” Soo Hyuk berjalan menuju pintu, Minhee mengelengkan kepalanya.”Aku bisa melakukannya sendiri, tidak perlu.”

 

“Tidak apa-apa, kebetulan aku akan bersantai sejenak di kolam renang  bersama Sung Joon  sebelum tidur.”  Soo Hyuk meninggalkan kamar mereka begitu saja.

 

Setelah memastikan pintu tertutup rapat, Minhee membuang air minum tersebut kekamar mandi, menghubungi maid didapur, meminta mereka untuk mengganti semuanya dengan yang baru, termasuk menambah tempat minum untuknya.

 

Berulang kali ia berusaha memusatkan pikirannya pada kertas-kertas yang berisikan data plan untuk membangun kembali Twosome Place yang hampir bangkrut,semuanya gagal, kepalanya tidak sanggup berfikir dengan jernih. Ia pun memilih untuk keluar kamar menuju taman belakang, namun hanya beberapa langkah dari kamar tidurnya di lantai dua kediaman keluarga Bang, Minhee menghentikan langkahnya tak sengaja menangkap Soo Hyuk dan Sung Joon yang berada di Kolam Renang.

 

Minhee menyandarkan tubuhnya pada dinding sisi jendela besar lantai dua langsung menghadap kearah kolam renang, memperhatikan Sung Joon dan Soo Hyuk yang sedang menghabiskan waktu bersama, tersenyum serta tertawa bersama. Ia tertegun, Sudah lama sekali Minhee tidak melihat Sung Joon tertawa seperti itu, ia sama sekali tidak pernah menyangka jika Sung Joon punya niat tidak baik dibalik sikap baiknya terhadap Soo Hyuk. Begitu pula dengan Soo hyuk, ia sama sekali tidak pernah melihat Soo Hyuk tersenyum lembut seperti itu membuat Minhee tanpa sadar ikut meyugingkan senyumnya. Minhee segera bersembunyi ketika menyadari Sung Joon melihat kearahnya, setelah dirasa aman, ia pun berjalan kembali menuju kamarnya.

Setelah berbincang santai dengan Sung Joon, Soo Hyuk kembali menuju kamarnya, ia mendapati Minhee sedang sibuk didepan meja tengah kamar dengan setumpuk kertas-kertas dihadapannya, tanpa memperdulikan kesibukan Minhee, Soo Hyuk terus saja melangkahkan kakinya menuju tempat tidur, berniat untuk membaringkan tubuhnya. Kegiatannya terhenti ketika kepalanya terasa sakit akibat lemparan kertas gulung yang dilemparkan oleh Minhee padanya. Soo Hyuk menatap Minhee kesal ingin mengeluarkan sumpah serapahnya, namun kalah cepat dengan Minhee.

 

“Ganti baju mu terlebih dahulu, atau paling tidak cuci kaki dan tangan mu sebelum naik ketempat tidur, Aku tidak suka jika tidur bersebelahan dengan orang yang jorok”

 

“Kau bisa tidur di Sofa!!”

 

“Cih!! Kau yang seharusnya tidur di Sofa!! Kau itu laki-laki” desah Minhee tak mengalihkan pandangannya dari kertas-kertas di hadapannya.

 

Soo Hyuk mendesah, ia lupa jika isterinya ini menyebalkan dan sangat suka untuk memerintah, dengan sumpah serapah yang ia ucapkan dalam hatinya, Soo hyuk pun mengikuti permintaan Minhee, bukan hanya mencuci kaki dan tangannya, laki-laki berwajah kaku seperti alien itu pun memilih membersihkan tubuhnya, serta mengganti pakaian.

 

“Apa kau sudah membacanya?” tanya Minhee mendengar suara pintu kamar mandi terbuka.

 

Soo Hyuk menghentikan langkahnya menuju tempat tidur, menghampiri Minhee yang masih sibuk dengan dokumen-dokumen penting di hadapanya. Tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop, Minhee menyerahkan sebuah Map pada Soo Hyuk.

 

Soo Hyuk kembali mendesah, meraih Map tersebut, dan mau tak mau ia ikut duduk di kursi berbeda terletak disisi sebelah kiri Minhee. Membuka serta mempelajari dokumen berisikan rencana Minhee untuk menyeragamkan interior, sistem, vendor coffee penyalur makanan serta biji Coffee yang akan mereka gunakan, serta membuat ekslusif Coffee Store khusus untuk kalangan atas.

 

“Apa kau yakin menggunakan AH Group sebagai pemasok kopi kita? Bagaimana kau tahu mengenai kualitas Kopi jika kau sendiri bukan penikmat kopi?” tanya Soo Hyuk seraya membolak balikkan kertas.

 

“Soo Hyuk ssi” Soo Hyuk menghentikan kegiatan membacanya beralih menatap Minhee.

 

“Kau peminum atau penikmat kopi?” tanya Minhee menatapnya

 

“Aku sudah pernah mencoba hampir seluruh kopi yang ada di dunia, jadi bisa dibilang aku peminum, tapi belum bisa dibilang sebagai penikmat kopi, karena aku belum bisa mengatakan kopi mana yang mengandung kadar keasaman tinggi sehingga cocok untuk lambung orang lain.” Jelas Soo Hyuk.

 

“ Tepat, kalau begitu luangkan waktu mu Hari sabtu ini, kita akan kedatangan Master Coffee dari Italia, Sehun sudah membuatkan Schedulle untuk kita dan aku rasa ia sudah meminta Changsoo untuk memasukannya dalam Agenda mu.”

 

“Ya !Kim Minhee!!” Protes Soo Hyuk tidak suka jika seseorang mengganggu Jadwal kegiatannya tanpa izin terlebih dahulu.

 

“Tidak terima Protes! jangan lupa keuntungan Twosome juga akan masuk kedalam rekening mu, jadi kau tahu apa yang harus kau lakukan bukan?” Minhee meninggalkan Soo Hyuk, menuju tempat tidurnya.

 

“Jangan lupa matikan lampu utama, Aku harus cepat tidur karena besok beberapa design interior akan mempresentasikan karya mereka padaku, Jika kau ingin ikut silahkan saja.” Perintah Minhee, mematikan lampu tidur yang berada disisinya.

 

“YA Tuhan!!” desah Soo Hyuk

Minhee keluar perlahan-lahan dari kamarnya dengan Soo Hyuk, setelah yakin jika Suaminya itu sudah teridur dengan pulas, ia melangkahkan kakinya menuju paviliun terletak dibelakang rumah utama, dan tanpa ia sadari seseorang dengan gelas berisi redwine menatap gerak-gerik Minhee dari balkon kamarnya.

 

Minhee menghela nafasnya ketika berada dua langkah dari pintu paviliun, mengedarkan pandangannya kesekitar memastikan tidak ada yang melihat dirinya disana, perlahan ia membuka pintu paviliun tersebut, cukup terkejut mendapati banyaknya foto seorang wanita dan Soo Hyuk terbingkai indah, terpajang dihampir seluruh sudut ruangan. Langkah Minhee terhenti didepan sebuah foto berukuran 40 R, ia menyugingkan senyumnya menatap seorang anak kecil tersenyum bahagia duduk dipangkuan seorang wanita diatas sebuah ayunan, yang Minhee yakini sebagai Ny Lee Ji Sook.

 

“Annyeonghaseo Omonim” Minhee membungkukkan badannya “Cantik dan sangat mirip dengan Soo Hyuk ssi” ucap Minhee, ia tertarik dengan sebuah meja kerja dengan laptop yang tertutup diatas meja terletak disudut ruangan, jika ada seseorang duduk disana, dapat dipastikan orang tersebut dapat melihat keseluruh ruangan.

 

“Sora?” gumam Minhee mendapati foto wanita sedang memeluk Soo Hyuk tepat didepan menara Eiffel yang ia temukan di dalam laci pertama meja kerja milik Soo Hyuk. Ia meraih sebuah album foto kecil, tersenyum sinis ketika melihat isi dari album tersebut, ia meraih telepone gengam yang sedari tadi berada sisaku miliknya, menuliskan pesan kepada seseorang untuk mencari tahu apapun tentang Sora. Setelah puas melihat-melihat isi paviliun, Minhee pun kembali kekamarnya, sedikit bernafas lega ketika melihat Soo Hyuk masih berada di tempatnya semula.Merasakan tempat tidurnya bergerak, Soo Hyuk pun membuka matanya melirik sisi tempat tidurnya kemudian kembali memejamkan mata melanjutkan tidurnya.

 

“Selamat pagi”

 

Sapa para maid sedang membersihkan ruang keluarga , menghentikan kegiatan mereka, membungkukkan badan memberi hormat pada Minhee dan SooHyuk berjalan melewati mereka dari arah tangga langsung menuju utama.

 

“ Apa kalian tidak akan memberi salam pada ayah?”

 

Soo Hyuk dan Minhee menghentikan langkah, membalikan tubuh mereka tepat 2 meter menuju pintu utama. Soo Hyuk menatap datar cenderung tak peduli kearah saudara tirinya Bang Sang Joon, sementara Minhee berusaha tersenyum manis menghadapi wanita dengan tinggi 172, potongan rambut bob miring menatap sinis kearahnya.

 

“Aku sudah memberi tahu nya jika kami takkan bergabung untuk sarapan bersama” Jawab Minhee melangkahkan kakinya kembali bersama Soo Hyuk menuju mobilnya. Namun langkah mereka kembali terhenti mendengar perkataan Sang Joon.

 

“Soo Hyuk, apa kau tidak pernah memberitahu isterimu mengenai Paviliun belakang?”

 

Soo Hyuk melirik sekilas kearah Minhee, ia tak suka jika seseorang membahas Pavilun belakang, terlalu banyak Rahasia yang ia sembunyikan disana. Sementara Minhee berusaha menutupi rasa terkejutnya menyadari Jika Sang Joon melihatnya semalam.

 

“Paviliun belakang?” Minhee memutuskan untuk berbalik menatap Sang Joon, membiarkan Soo Hyuk meninggalkanya.

 

“Minhee ssi! Kita akan terlambat!!” Minhee menganggukan kepalanya meninggalkan Sang Joon menuju Lexus ES Hybrid milik Soo Hyuk yang akan di kendarainya sendiri.

 

 

“Soo Hyuk ssi – Paviliun belakang?” Minhee meragu menatap lurus kearah Soo Hyuk yang tetap Fokus pada kemudinya. Mereka berdua akan bertemu salah satu Coffee master asal italia yang akan membantu mereka mendapatkan biji Kopi terbaik untuk Twosome place. Soo Hyuk masih diam, menajamkan tatapan matanya, Minhee dapat melihat kedua tanganya mengenggam kemudi lebih erat.

 

“Aku tidak suka jika siapapun mengusik paviliun belakang tanpa seizinku! Siapapun!! Bahkan Sung Joon yang paling dekat dengan ku saja tidak ku beri izin. Kau mengerti?!”

 

Minhee menganggukan kepalanya melihat kearah Soo Hyuk kemudian kembali menatap  jalanan. “Sepertinya tidak ada yang aneh disana, kecuali foto mendiang ibu kandung serta Park Sora. Tapi kenapa Soo Hyuk memberi perintah seakan-akan disana ada sesuatu yang rahasia?” pikir Minhee dalam hatinya.

 

Setelah selesai bertemu Coffee Master. Minhee mengajak Soo Hyuk untuk makan siang di salah  satu restaurant kecil penjual Rice Soup. Soo Hyuk menatap keseluruh penjuru ruangan restaurant kecil dengan wajah datar tanpa ekspresi. Minhee menganggukan kepalanya kepada pelayan yang membawakan dua mangkok hitam terbuat dari tanah liat berisikan Rice Soup kehadapannya dan Soo Hyuk.

 

“Soo Hyuk Ssi”

 

Minhee memberikan sendok yang sudah ia bersihkan dengan Tissue, menaikan kedua matanya bersamaan meminta Soo Hyuk mengambil sendok ditangannya. Dengan Malas Soo Hyuk mengambil sendok dari tangan Minhee, mulai mengaduk-aduk rice soup siap untuk memasukannya kedalam mulut.

 

“Hati-hati, itu masih sangat panas.” Ucap Minhee. Soo Hyuk menghentikan kegiatanya, menatap Minhee yang meniup sendok Rice Soup sejenak sebelum measukan kedalam mulutnya.

 

“Hemmm Enak sekali.” Minhee mengambil satu buah Cabai Hijau besar dan mengigitnya. Soo Hyuk memasukan Rice Soup ke dalam mulutnya, tanpa mengalihkan tatapannya dari wanita di hadapannya, mendesah melihat bagaimana cara Minhee makan yang jauh dari kata menawan khas bangsawan melainkan seperti para Proletar,

 

“Soo Hyuk ssi” Panggil Minhee tiba-tiba menghentikan makannya, menatap Soo Hyuk.

“Apa kau percaya dengan Sung Joon?”

 

Pertanyaan Minhee membuat Soo Hyuk yang mulai menikmati makannya pun menghentikan kegiatannya, meletakkan sendok di sebelah mangkok Rise Soup miliknya, balik menatap Minhee tajam “Tentu saja, dia adikku dan aku sayang padanya. Kenapa kau bertanya seperti itu?”

 

“Tidak – hanya saja “ Minhee meragu, namun rasa penasaran menghilangkan semua keraguannya. Soo Hyuk menantikan Minhee melanjutkan perkataannya, mengabaikan getaran telepone gengam di saku Celana Jeans miliknya. “ Apa kau yakin ia menyayangi mu seperti kau menyayanginya?” Soo Hyuk mengerutkan dahinya, tanpa di pungkiri Soo Hyuk merasa terganggu dengan pertanyaan Minhee. Ia semakin menajamkan kedua mata serta pendengarannya.

 

“Aku dapat melihat bagaimana kau memperlakukan Sung Joon, tak sengaja aku mendengar kalian berdua tertawa di kolam renang semalam. Aku juga dapat merasakan kau sangat menyayangi Sung Joon. Tapi –“

 

“Tapi  apa?” Suara berat SooHyuk pun terdengar di telinga Minhee.

 

“Tapi – apa kau yakin Sung Joon menyayangi mu – Karena –“ perkataan Minhee terhenti melihat Soo Hyuk tiba-tiba bangkit dari kursinya. “Jangan berasumsi yang tidak-tidak, kau membuat selera makan ku hilang.” Minhee melihat Soo Hyuk meninggalkannya begitu saja. Ia mendesah tidak berniat bangkit dari kursinya menatap nanar punggung Soo Hyuk menjauh.

 

“Kau tidak tahu apa-apa Soo Hyuk sii”ucap Minhee dalam hatinya

 

 

 

 

 

Minhee menyandarkan tubuhnya pada kursi kebesarannya, setelah ditinggal oleh Soo Hyuk begitu saja, ia memutuskan untuk kekantornya memeriksa dokumen-dokumen kantor yang tertunda. Sudah sekitar 2 jam 30 menit ia berada disini sendirian, berulang kali juga ia berusaha menghubungi Soo Hyuk , mengirimkan pesan singkat menanyakan keberadaan dirinya, namun tidak ada jawaban dari sang suami.

 

“Apa peduliku kepadanya?”Desah Minhee melangkahkan kakinya menuju Bar Cabinet setinggi 1,5 meter tempat ia menyimpan Minuman beralkolhol didalam ruang kerjanya, meraih botol Vodka dengan gelas kaca membawanya kembali keatas meja kerjanya.

04dce90f373d63d33d94218438a43ca2

 

 

Minhee adalah peminum handal , ia tidak  akan mabuk hanya dengan empat atau lima gelas vodka murni apalagi saat ini, ia hanya minum dua gelas saja, dalam kepalanya berkecamuk apa yang harus ia lakukan dengan Sung Joon serta Soo Hyuk.

 

“tok tok tok”

 

“Masuk ..”

 

“Nona,kau minum lagi?” Sehun protes kepada nona mudanya ini melihat Minhee kembali menyentuh Vodka .” Aku akan memusnahkan semua jika kau menkonsumsi mereka secara berlebihan.” Ancam Sehun menunjuk Bar cabinet milik Minhee.

 

“Dont You dare , Oh Sehun!—apa yang kau bawa untukku”

 

“Aku membawa yang aku minta, sosok mengenai Kekasih suami mu”

 

“Kekasih suami ku – tolong di ralat, Mantan kekasih”

 

“Hah …” Sehun mendengus.”Kau kira Soo Hyuk akan berhenti mencintainya dan memutuskan hubungannya begitu saja dengan wanita itu? – ayolah Nona Minhee , kau juga tetap mencintai Sung Joon bukan?”

 

Minhee terdiam mendengar perkataan Sehun. “ Aku bahkan tidak tahu apa yang ku rasakan terhadap Sung Joon saat ini” sinis Minhee membolak-balikkan kertas, berjalan kembali ketempatnya.

 

“So ?!” Sehun membuka kedua kancing blazernya dan duduk berhadapan dengan Minhee. “Apakah kau ingin aku menyingkirkan Park Sora?”

 

Minhee menggelengkan kepalanya “Dia bukan saingan ku Sehun – ah, kekayaannya saja tidak sampai seperempat kekayaan pribadiku. Aku hanya ingin kau mengawasi mereka bedua, aku tidak ingin hubungan mereka terlalu jauh yang tentu saja akan menarik minat wartawan”

 

Sehun mendesis sini. “Sayangnya sudah ada paparazi yang menikmatinya” ucap Sehun mengetikan sesuatu pada layar telepon gengamnya, bertepatan dengan bunyi notifcation pada telepon gengam Minhee.

 

“Damn You Sehun…!!” geram Minhee menatap tajam kearah Sehun, memasukan beberapa barang kedalam tas tangan miliknya, kemudian beranjak dari tempat duduknya meninggalkan Sehun yang mengelengkan kepalanya menyusul keberadaan Minhee.

 

 

 

7279f8789663d1147a41b3ef66e7f51e

Minhee menyilangkan kedua tangannya didepan dada, mengerutkan dahinya kesal menatap Soo Hyuk yang sedang tertawa bahagia bersama dengan Mantan kekasihnya.

 

“Cih.. Dasar Bodoh!!” Umpat Minhee. Sebelum melangkahkan kakinya untuk menghampiri suaminya.

 

“Hallo … Maaf menunggu lama..” Minhee memilih duduk bersebelahan dengan Soo Hyuk . Soo Hyuk bahkan tak bisa berkata-kata melihat Minhee kini berada disebelahnya, menatap Minhee dan Sora bergantian.

 

“Apa kalian sudah lama disini?”

 

“Sudah hampir 1 jam kami disini” Sora berusaha tersenyum ramah. Minhee mengaitkan tangannya pada lengan Soo Hyuk menatapnya dengan tatapan seolah Sora adalah segalanya.

 

“Sayang, bisa tolong pesankan aku American Bagels dan ice americano?” pinta Minhee manis. Soo Hyuk membulatkan matanya menatap Minhee,  dibalas hal yang sama oleh Minhee.

 

“Baiklah.. tunggu disini sebentar” Soo Hyuk pergi menuju bar.

 

“Sora, kau tunggu sebentar, aku harus menyusul Soo Hyuk” Minhee meninggalkan Sora begitu saja.

 

“Apa yang kau lakukan disini?” Bisik Soo Hyuk dengan nada kesal.

 

“Lingkarkan tangan mu pada pinggang ku..”  Soo Hyuk membulatkan matanya menatap Minhee kesal.

 

“Cepat lakukan.. apa kau tidak tahu, paparazi mengikuti mu sejak tadi?” Minhee kesal bukan kepalang karena Soo Hyuk tak menuruti perkataanya. Minhee menunjukkan telepon gengam dirinya pada Soo Hyuk sebagai pendukung perkataanya.

 

“Masih tidak mempercayaiku?”Sindir Minhee. Soo Hyuk mau tidak mau mengikuti permintaan Minhee, ia kembali diselamatkan oleh Isteri nya.

 

Setelah setengah Jam , Minhee, Sora dan Soo Hyuk terdiam 1000 bahasa, akhirnya mantan kekasih Soo Hyuk memutuskan untuk meninggalkan suami isteri ini.

 

“Demi Tuhan , Apa kau sudah gila?!!” Minhee berpindah posisi berhadapan dengan Soo Hyuk  yang menatap malas  dirinya.

 

“Apanya?”

 

“Kau bertemu dengan wanita itu disini?!”

 

“Ini bukan urusanmu, jadi  kau urus dirimu sendiri.”

 

“Dengarkan aku baik-baik Lee Soo Hyuk ssi ..  Kau adalah suamiku, dan wanita itu adalah mantan kekasihmu – Kau adalah Suami ku, Kita terikat salam suatu pernikahan dan aku berhak menjaga apa yang seharusnya ku jaga, yaitu Kau suami ku – terutama dari orang-orang yang berniat menghancurkan mu.”

 

Soo Hyuk menatap Minhee tanpa memberikan satu patah kata pun. Minhee pun kesal dibuatnya “Dengar Soo Hyuk ssi , di luar sana banyak orang yang ingin melihat mu menderita, jika kau tidak mau kalah dari mereka , maka ikuti permainan ku.” Minhee tersenyum manis menyentuh pipi kiri Soo Hyuk sebelum akhirnya pergi meninggalkan Soo Hyuk begitu saja.

 

Soo Hyuk hanya bisa terdiam memandang Minhee menjauh, mencerna semua perkataan Minhee padanya tadi, tak sepersekian detik Soo Hyuk bangkit dari tempat duduknya berlari menyusul Minhee keluar Cafe,  menarik dengan kasar lengan isterinya  hingga membuat mereka berhadapan,dan tanpa disangka Soo Hyuk mendaratkan bibir tipisnya pada bibir ranum milik Minhee, membuat yang Empunya membulatkan matanya  terkejut namun tak memberikan perlawanan. Bibir Soo Hyuk perlahan namun pasti bergerak menyesap bibirnya, bersamaan dengan Minhee menutup kedua matanya mulai menikmati perbuatan Soo Hyuk.

 

Soo Hyuk melepas tautan bibir mereka, tersenyum melihat raut wajah Minhee yang merona. Minhee membuka matanya perlahan menatap kesal merasa kehilangan sentuhan lembutnya.

 

“Kenapa aku harus percaya padamu?”

 

“Karena aku salah satu diantara mereka yang akan menghancurkan mu”  Soo Hyuk mengerutkan dahinya  mendengar perkataan Minhee. Sementara itu Minhee sedikit berjinjit, mendekatkan bibirnya pada telinga kiri Soo Hyuk “Tapi aku takkan pernah membiarkan mereka menjatuhkan Suami ku.” bisik Minhee dengan nada sedikit menggoda,  mengecup pipi Soo Hyuk lembut.

 

“Sampai bertemu dirumah..” Minhee pergi meninggalkan Soo Hyuk begitu saja. Soo Hyuk menyentuh permukaan pipi dimana Minhee mengecupnya tadi, terdiam tanpa mengedipkan kedua matanya ,  ia baru tersadar ketika Chan Soo memanggilnya untuk memberitahu jadwal kegiatan yang harus ia lakukan berikutnya.

 

TO BE CONTINUED

 

Advertisements
Leave a comment

2 Comments

  1. liena

     /  September 28, 2016

    Wwoooaaaahh akhirnya setelah mbggu lama ad updetannya jga..
    Ijin bca yaaaa

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: