Protected: COLOR RING – Part 9

This content is password protected. To view it please enter your password below:

DEL ARCO IRIS – Part 1

110715_0937_1.png

“DEL ARCO IRIS”

Cast :

Kim Jongwoon , Jenny Kim,

Park Chanyeol, Lee Hyukjae, Lee Donghae, Park Yura,

Kris Duizang, Kim Jonghyun , Seo dong il, Shin Min ju

 Alicia Kim and Shinrise



Seorang gadis berumur 25 Tahun baru saja menuruni tangga pesawat Korean Airlines yang membawanya dari London Inggris menuju negara asalnya Korea Selatan. Rambut hitam pendek bergelombang dibiarkan terurai begitu saja,tanpa menghentikan langkahnya ia mengeluarkan passport dari dalam tas tangan miliknya, merapihkan kemeja kotak-kotak merah hitam yang dipadu padankan dengan celana Jeans hitam semata kaki serta converse hitam putih tetap membuatnya terlihat cantik sempurna tanpa harus menggunakan make up tebal..

“Welcome home darling” ucapnya dalam hati. Gadis itu mengedarkan pandangannya tepat setelah keluar dari pintu Imigrasi terminal kedatangan luar negeri Incheon International Airport, mengeluh kesal karena tak menemukan orang yang ia yakini akan menjemputnya tepat di hari kedatangannya.

“Seriously!! Kau akan mati di tangan ku jika melupakan janji mu menjemputku” umpat nya dalam hati seraya melangkahkan kakinya menuju pintu keluar yang menghubungkan dengan car park terminal kedatangan.

 

S__4112398

 

” YA Jenny kim!!”

Gadis itu menolehkan wajahnya mencari asal suara mendengar seseorang meneriakan namanya, wajahnya ditekuknya berubah menjadi ceria melihat laki-laki yang ia kira mengikari janjinya ternata sudah berada 20 meter di hadapanya. Ia pun segera mendekati laki-laki yang selalu terlihat tampan di matanya, berdiri di depan AUDI Putih limited edition miliknya – Choi Siwon, Putera pertama dari “Choi Hyundai Group” yang masuk dalam 15 orang terkaya Korea.

“Kau benar-benar memotong rambut panjang mu?!” Siwon tak bisa menutupi rasa terkejutnya, ia memeluk Jenny sebentar, kemudian kembali meneliti penampilan sahabat kecilnya ini. Jenny menganggukan kepalanya cepat.

“Apa Daddy mu tidak marah?” Siwon berjalan menuju kursi kemudi

” Tentu saja—Marah, karena itu aku memotongnya terlebih dahulu baru menunjukannya pada Daddy” kekeh Jenny seraya memasangkan seatbelt miliknya.

“Yaaa—kau memang Jenny yang aku kenal.” Puji Siwon mulai melajukan kendaraanya meninggalkan bandara menuju hotel tempat Jenny akan menginap sementara.

Siwon dan Jenny berasal dari keluarga kaya raya, mereka adalah salah satu pewaris kuat di keluarga nya masing-masing, orang tua mereka masuk dalam deretan 100 orang terkaya di Dunia, dan persahabatan mereka di mulai sejak kedua orang tua nya bersahabat baik jauh sebelum kedua nya ada di dunia.

“Agghhhhhh”

Siwon merebahkan tubuhnya di tempat tidur hotel Suite Room Hyundai Hotel salah satu hotel milik keluarga nya, Siwon menutup kedua matanya berusaha untuk tidur karena kesibukannya, namun lagi-lagi Jenny menginterupsi waktu istirahat miliknya, membuat Siwon mau tidak mau kembali membuka matanya dan menuruti permintaan Princess Jenny Kim ini.

“Apa kau sudah mendapatkan Informasi yang aku cari?” tanya Jenny duduk disofa ruang tengah menerima secangkir teh dari pegawai hotel. Siwon menyerahkan sebuah map hitam kepada Jenny ” Hanya itu yang aku bisa temukan saat ini.” Siwon mengambil tempat bersebelahan dengannya

“Jenny ah, apa yang akan kau lakukan selama disini? Selain mencari keluarga kandung mu?”

“Aku akan bekerja, aku sudah mengirimkan lamaran ke salah satu perusahaan Design yaitu Maison Coproration, kalau tidak salah, ia juga pernah menangani salah satu hotel milik mu, bukan begitu?” tanya Jenny dijawab anggukan oleh Siwon.

“Perusahaan itu tidak buruk, dan aku rasa mereka akan sangat bersyukur bisa bekerja sama dengan mu. Lalu apa lagi?”

“Hemm, Mungkin aku akan menyewa apartement, kau tahu aku tak mungkin terus-terusan menumpang pada mu, lagi pula —” Jenny mengedarkan pandangannya keseluruh ruang kamar ” — ini terlalu berlebihan Oppa” ucap Jenny meletakkan cangkir diatas meja meraih tas tangan miliknya serta bangkit dari duduknya.

“First of all, Aku harus mencari toko yang menjual Cake-cake enak, jika aku menemukannya di dekat situlah aku akan mencari apartement untuk ku tinggali.” Kekeh Jenny berjalan meninggalkan Siwon seorang diri.

“Ya!! Kau baru saja tiba, apa kau tahu jalan-jalan korea?!” Teriak Siwon

“Aku bisa bertanyaaa!!” Balas Jenny bersamaan dengan suara pintu kamar ditutup kencang

“Cih – dasar maniak Cake!”




Two months later

Maison Corporation

“Minta Jenny untuk segera keruangan ku” perintah sorang laki-laki yang tidak lain adalah CEO Maison Corporation, Kim Jongwoon atau yang dikenal dengan Yesung kepada sekrertarisnya melalui telepone di atas meja kerjanya.

“Kau memanggilku Tuan Kim?” Jenny menyembulkan kepalanya didepan pintu masuk ruang CEO. Yesung menghentikan kegiatanya menatap Jenny yang tak juga masuk kedalam ruanganya, ia menghela nafas sudah tahu pasti alasan karyawati baru Favourite nya ini tak juga mendekat kearahnya “Aku takkan Marah dengan pakaian mu hari ini, jadi masuklah” ucap Yesung, membuat Jenny melangkahkan kakinya cepat mendekati Yesung.

“Ada yang bisa aku bantu?” kekeh Jenny.

Yesung kembali menghela nafasnya melihat pakaian yang dikenakan oleh Jenny, hanya Jenny yang berani untuk tidak mengikuti peraturan di kantornya terutama untuk hal berbicara dengan atasan dan pakaian wajib dikenakan selama bekerja—Perpaduan Kemeja panjang Hitam kebesaraan, lengan di gulung asal yang dimasukan asal kedalam celana jeans panjang biru terang serta boots hitam menjadi pilihan Jenny hari ini.

“Untuk apa kau memanggilku kesini?” tanya Jenny lagi membuat Yesung ingin memakannya bulat-bulat karena hanya dia yang berani bertanya dengan bahasa informal padanya.

“Aku hanya ingin mengucapkan selamat atas pekerjaan mu” ucap Yesung

“Memang sudah seharusnya” Balas Jenny cepat.

“Jenny Kim!” Yesung memberikan penekanan pada nadanya, ia kesal bukan kepalang menghadapi bawahannya ini.

“Araasooo.. aku sudah mengetahui, jika perusahaan kita berhasil mendapatkan tender mengenai pembuatan kantor cabang Golden Enterprise di Busan bukan?” tebak Jenny, dibenarkan oleh anggukan Yesung. ” Tentu saja karena hasil karyaku yang briliant” lanjut Jenny menyombongkan diri.

“Demi Tuhan anak ini” geram Yesung dalam hatinya, sudah sejak 2 minggu keberadaan Jenny di kantornya memuat suhu darahnya tidak normal, terkadang ia ingin sekali melempar Jenny dari lantai 13 ruangannya, bahkan tidak jarang tingkah pola Jenny membuatnya ingin pensiun dini , namun di satu sisi Jenny merupakan karyawan terbaik yang ia punya.

“Aku sudah memberikan Job desk pada anggota team untuk proyek ini, kau tak perlu khawatir semua akan berjalan sesuai yang kau inginkan, Sa-Jang-Nim” Jenny membungkukkan kepalanya, berjalan meninggalkan Yesung begitu saja.

” Ah!! –” ia membalikan tubunya menatap Yesung ” –Bukankah keberhasilan ini harus dirayakan? Sepertinya kita harus merayakannya bersama team. Bagaimana dengan makan malam di Hyundai hotel?? Kau tidak perlu khawatir aku sudah mengurusnya, kau cukup datang, menikmati dan membayar semua tagihannya” ucap Jenny seraya melambaikan tangannya meninggalkan Yesung yang terdiam tak mengedipkan kedua matanya karena terkejut.

“Huaahh.. Jenny Kim.. Kau.. benar-benar” protes Yesung menyandarkan tubuhnya kasar pada sofa kerjanya.




Two days later

Dinner Party Maison Corp

Hyundai Hotel, Seoul

Yesung tak bisa mengalihkan tatapannya dari Jenny sedang tertawa bersama teman-temannya,bukan karena pakaian Jenny kali ini, namun wajah Jenny membuat Yesung merasa ia pernah bertemu dengan Jenny sebelumnya. Kedua sahabat Yesung sengaja ia undang untuk turut hadir di perayaan kecil keberhasilan anak buahnya – Lee Hyukjae dan Lee Donghae, kedua orang sahabat sejak duduk di bangku sekolah menengah atas, sebenarnya Yesung tidak tahan berteman dengan kedua nya namun hanya merekalah yang bisa menerima ke-anehan sifatnya membuat Yesung mau tidak mau bertahan.

“Hyung….” Yesung mengalihkan pandangannya pada Donghae dan Hyukjae yang baru saja datang.

“Oh, Kalian sudah datang?” tanya Yesung pada keduanya.

“Tumben sekali kau membuat perayaan di luar kantor?” tanya Donghae heran, karena Yesung lebih suka melakukanya di kantornya sendiri, lebih efisien, tidak perlu meninggalkan pekerjaan. Yesung menolehkan kepalanya, diikuti oleh kedua sahabatnya, jari telunjuknya mengarah pada seorang gadis dengan dress tanpa lengan bermotif abu-abu muda sepanjang lutut berbalut cardingan biru muda serta heels berwarna senada dengan cardingan yang ia kenakan

“Siapa dia hyung?” tanya Hyukjae menatap Yesung.

“Jenny Kim, pegawai yang selalu membuat ku naik darah sekaligus Karyawan Favourite ku”

“Lalu apa hubungannya dengan pesta ini?” tanya Donghae meraih gelas Wine dari nampan disuguhkan oleh Waiters.

“Jadi, perayaan ini terjadi karena nya, karenanya lah kami berhasil memenangkan tender Golden enterprise, dan karena dia lah pesta ini terlaksana. Ia bahkan tengah mengatur perayaan ini tanpa sepengetahuan ku.” Yesung mendesah kesal.

“Huaahh.. sungguh –” Donghae belum selesai meneruskan kata-katanya. “Benar kan? Ia benar-benar menyebalkan” ucap Yesung yakin Donghae akan sependapat dengannya, namun perkatan Donghae selanjutnya membuat Yesung semakin kesal.

“—Sungguh Mengaggumkan.”Puji Donghae

“Yaa! Lee Donghae!!”

“Aku rasa bukan hal yang buruk jika sekali-sekali kau membuat pesta di luar kantor, kau tidak mau dibilang sebagai Bos Pelit penyiksa karyawab bukan?” Bisik Hyukjae diikuuti oleh kekehan Donghae.

“Ya.. Kalian berdua” desah Yesung.

“Eunhyuk ah –” Eunhyuk menatap Donghae disebelahnya “Bagaimana jika kita bertaruh siapa yang berhasil berkenalan dengannya?” Donghae menyeringai, ia merasa sangat percaya diri jika dirinya berhasil berkenalan dengan Jenny.

“Call”

“Ya!! Kalian jangan macam-macam dengan pegawaiku, apalagi Jenny!”

“Memangnya kenapa?” tanya Donghae penuh selidik.

“Jenny berbeda dari gadis-gadis lain di luar sana, ia menggunakan otak bukan penampilanya. Lagi pula ia adalah karyawati kesayangan ku, ia selalu tahu apa yang ku inginkan dalam hal pekerjaan” jelas Yesung panjang lebar membuat Donghae serta Hyukjae memutar kedua bola matanya memilih untuk melihat gerak-gerik Jenny.

Sementara itu Jenny bergerak menuju sebuah etalase berisikan ICE Cream dan cake, tak henti-henti nya Jenny berdecak kagum dengan Karya indah sang patisserie menghias kue-kue dengan cantik.

“Really Pretty… “gumam Jenny “Bagaimana rasanya, hemmm.. sepertinya enak, Chanyeol pasti akan suka” lanjutnya lagi mengigit bibir bawahnya.

“Yang ini untuk ku, yang itu untuk Chanyeol” Gumam Jenny menunjuk Opera Cake dan Casava Cake. ” Ah tidak yang ini saja, ini untuk ku dan ini untuk Chanyeol” Tunjuk Jenny kembali pada Pomegrane Cake dan Blueberry Cheesecake. ” Ahh semuanya terlihat enak, aku bingung harus memilih yang mana, haruskah aku membeli semuanya” gumam Jenny Bimbang, Jenny bukan typical gadis pada umunya yang terbius oleh indahnya gaun ataupun mahal nya tas limited edition dengan harga jutaan Won, ia adalah gadis unik yang hanya terbius dengan Cake.

“Cantik…” gumam Hyukjae terdengar oleh Yesung dan Donghae.

“sangat tidak feminim dan hobi sekali berteriak-teriak” timpal Yesung menggeleng-gelengkan kepalanya mengingat bagaimana Jenny sering sekali berteriak di ruang rapat.

“itu namanya dia gadis periang Hyung” bisik Hyukjae membuat Yesung meliriknya kesal.

“Ya.. Kalian!!.. Mau berapa lama lg kita mengamatinya, Eunhyuk ah, pergilah! Tunjukan kharisma mu” perintah Donghae. “Baiklah, kalian akan lihat bagaimana aku akan membuatnya terpukai dengan kharisma ku ini” Hyukjae memberikan Wink pada kedua sahabatnya.

“Kalian jangan macam-macam dengan anak buah ku!” Tegas yesung

Hyukjae berjalan menghampiri Jenny, ia tak bisa mengalihkan pandangannya dari wajah manis milik gadis yang berada tepat dihadapannya, sorot mata Jenny menunjukkna kegaguman berlebih pada hal yang ada di hadapannya – Cake.

“Sungguh unik” gumam Hyukjae tak sadar menyugingkan senyumnya.

“Ehemm..” Hyukjae berdehem untuk menyadarkan Jenny tentang keberadaan dirinya. Jenny melirik sekilas kearah Hyukjae, nemun kembali terfokus pada kue-kue cantik didepannya.

“Ehemmm.. Jenny Kim.. Perkenalkan aku Lee Hyukjae, kau bisa memanggilku Eunhyuk jika aku mau. Aku adalah sahabat atasan mu Kim Jongwoon” ucap Hyukjae panjang lebar, dengan senyum andalan miliknya, namun lagi-lagi Jenny tak bergeming, ia tidak akan mempedulikan apapun jika sudah dihadapan dengan cake.

Hyukjae menghela nafas kesal karena tak juga mendapat respon, ia membalikan tubunya menatap Yesung dan Donghae “Dia tidak menghiraukan ku” Bisik Hyukjae melangkahkan kakinya kembali mendekati kedua sahabatnya

“Hahahahha, This is my turn by the way… pastikan kau siapkan Voucher all you can eat untuk ku dari cafe mu itu” seringai Donghae kali ini berusaha menunjukkan kemampuannya. Donghae menyentuh pundak Hyukjae pelan seakan mendeklarasikan jika dirinya telah kalah.

Hyukjae dan yesung mengamati Donghae dari tempat duduk yang tak jauh dari tempat Jenny berada saat ini.

“Aku tidak percaya jika ada gadis yang tak mengindahkan ku hanya karena Cake” Ucap Hyukjae tidak percaya

“Benarkah?” tanya Yesung dijawab anggukan oleh Hyukjae, ” kau harus melihat matanya saat menatap Cake, seperti ada bintang-bintang disana”

“Aku bahkan tidak tahu jika ia tergila-gila dengan cake.. gadis yang aneh..” gumam Yesung.



“Tolong berikan blueberry Cheese cakei untuk Nona cantik di sebelahku ini..” Pinta Donghae pada pelayan. Mendengar hal itu, Jenny mengalihkan pandangannya pada pada asal suara.

“Baiklah, Tunggu sebentar” Ucap pelayan itu mulai menempati pesanan Donghae pada piring kecil.

“Hai, nama ku Lee Donghae, siapa namamu?” tanya Donghae, membuat Jenny tetap terdiam di tempatnya tak memberikan respon apapun.

“Tuan ini pesanan anda”

“Bukan untukku, tapi untuk nona cantik ini” jawab Donghae. Mau tidak mau Jenny meraih kue yang diberikan oleh pelayan padanya. “Aku dengan Blueberry Cheese Cake di sini sangat enak” ucap Donghae membuat Jenny tertarik padanya

“Benarkah?”

“Tentu saja, silahkan dicoba” ucap Donghae, Perlahan Jenny memasukan satu sendok kecil kedalam mulutnya, ia mengangkat kedua alisnya tersenyum serta menganggukan kepalanya cepat ” Kau benar, kue ini sangat enak, bagaimana kau tahu?” tanya Jenny cepat

“Banyak yang mengatakannya padaku”

“Apa kau mau menyicipinya?” tawar Jenny pada Donghae. Donghae pun mengelengkan kepalanya ” Tidak terimakasih, aku sudah cukup kenyang, untuk kau saja”

” Siapa nama mu?” tanya Donghae perlahan.

“Ah.. Jenny Kim, kau bisa memanggilku Jenny” jawab Jenny. Donghae pun tersenyum puas, mengalihkan pandangannya pada kedua sahabatnya seakan memberi tahu jika dirinya berhasil.

“Aku .. Lee Donghae, teman dari Jongwoon”

“Terimakasih untuk kue nya, Lee Donghae ssi, dan senang berkenalan dengan mu ” ucap Jenny ramah.

“Kau mau bergabung bersama kami?” Tunjuk Donghae mengarah pada Yesung dan Hyukjae diikuti Jenny.

“Boleh Juga..”

“Sebentar aku akan membayar kue mu dulu” Donghae mengeluarkan dompet dari dalam Saku Blazer merah maroon yang ia kenakan, namun gerakannya terhenti ketika sang pelayan memberi tahu jika semua sudah di bayar.

“Tidak perlu membayar, Tuan Choi sudah membayar seluruh Cake ini khusus untuk Nona Kim.” Jenny dan Donghae mengalihkan pandangannya menatap pelayan tersebut.

“Choi Siwon?” tanya Donghae memastikan.

“Benar, Tuan Siwon mengatakan berikan kue apapun yang Nona Jenny inginkan dan meminta kami untuk tidak menangih biaya nya.”

“Cih.. dasar tuan kaya raya!” Dengus Jenny tersenyum senang, ia selalu senang jika Siwon melakukan hal manis padanya, ia selalu tahu jika Jenny takkan bisa lepas dari yang namanya kue.

“Apa kau mengenal Tuan Choi?” tanya Donghae penuh selidik.

“Tidak, tapi mungkin ia mengenalku.” Jawab Jenny meninggalkan Donghae begitu saja menuju meja Yesung dan Hyukjae.

“Cih.. Percaya diri sekali dia” Dengus Donghae menyusul Jenny.

Tak butuh waktu lama untuk Jenny bisa dekat dengan Hyukjae ataupun Donghae, siapapun akan senang berbincang dan berteman dengannya, Supel, menarik, periang, membuat Hyukjae dan Donghae betah berbincang lama dengannya.




Rainbow Coffee and Bakery

Myeongdong

“Chanyeooolllliiieeeeeeee!!”

Laki-laki berkulit putih, dengan tinggi 187 itu pun segera menunjukan batang hidungnya, sebelum salah satu pelanggan reguler nya itu membuat rusuh tempat kerjanya.

“Noona –” Chanyeol segera melepas apron miliknya, menghampiri Jenny yang tersenyum mengembang. “Chan…!!” Jenny menunjukkkan dua dus kue ditangannya, Jenny menarik Chanyeol begitu saja untuk duduk bersama di sudut ruangan cafe.

“Kau harus mencoba nya.. ini enak sekali” Jenny membuka satu persatu dus kue, memerintahkan Chanyeol untuk mencoba nya.

“Bagaimana, enak bukan?” tanya Jenny bersemangat ketika Chanyeol memasukan satu sendok Blueberry Cheesecake kedalam mulutnya. Chanyeol menganggukan kepalanya cepat “Huaaahh Noona, ini enak sekali. Darimana kau membelinya.”

“Aku mendapatkannya dari tempat kantor ku mengadakan dinner party, begitu melihat kue-kue cantik ini, aku menginat mu dan menginginkan kau untuk mencobanya” jelas Jenny bersemangat. Chanyeol meletakan sendok yang berada di tangannya, menatap Jenny dengan lekat.

” Noona..”

“Wae Chanyeol ah, kenapa kau memandangku seperti itu?”

“kau tahu ini sudah jamberapa?” Jenny menganggukan kepalanya cepat. ” Ini sudah hampir jam 9 malam, dan kau sengaja datang kesini untuk mengantarkan kue-kue lezat ini untuk ku?” tanya Chanyeol dijawab anggukan lagi oleh Jenny.

“Wae?” tanya Chanyeol membuat Jenny menatap dirinya penuh tanya. “Kenapa kau melakukanya, Aku hanya seorang pegawai disini, kau adalah pelanggan, kenapa kau begitu baik padaku?”

“Dengarkan aku baik-baik Chanyeol ah, Kau adalah teman pertama ku, kau mengajarkan ku banyak hal tentang kue, kau juga mau mendengarkan semua keluh kesahku, kau bahkan orang pertama yang mengetahui tujuan ku sebenarnya kembali ke korea, kau juga membantu ku untuk mencari tempat tinggal.” Jawab Jenny tanpa ragu. ” Lagi pula—” Jenny meraih tangan Chanyeol, menggengamnya lembut “– Bagi ku kau bukanlah seorang pelayan, kau juga sahabat sekaligus adik laki-laki yang baik, dan aku menyayangi mu , Dongsaeng” Jenny tersenyum menatap Chanyeol terdiam.

“Wae? Apa kau tidak suka mempunyai kakak seperti ku?” tanya Jenny mengerutkan dahinya. Chanyeol melambaikan kedua tangan tepat d depan dada nya “Bukan begitu, hanya saja —Hanya saja kau orang pertama yang meminta ku untuk menjadi adikmu, sementara –”Chanyeol menundukan wajahnya.

“Sudah jangan pedulikan bagaimana sikap orang lain pada mu, mulai saat ini kau adalah adikku dan aku takkan membiarkan siapapun menyakiti mu,, Mengerti??!!” Chanyeol menganggukan kepalanya perlahan. ” dan Jika bos mu disini tidak memperlakukan mu dengan baik, akan ku pastikan ia menutup toko kue ini untuk selamanya!!” ucap Jenny meninggalkan Chanyeol begitu saja.




One Months Later

Maison Corporation

Jenny melambaikan tangannya pada seseorang yang ia kenal – Kim Jongwoon atau Yesung.

“Cih” Dengusnya melihat Yesung melangkahkan kakinya begitu saja tak mengindahkan Jenny yang berada tak jauh dari nya. Jenny melangkahkan kakinya cepat menyusul Yesung.

“Good Morning Bos”

“Oh.. Morning Jenny ” ucap Yesung menerima satu Hot Machiato Starbucks dari tangan Jenny.

“Good Morning Jenny, apa aku takkan mendapat jatah Kopi hangat ku ?” seseorang muncul dari samping Yesung. “uuh ~ aku tak tahu jika kau akan datang kemari, dan aku rasa sekertaris Yesung akan dengan senang hati memberikan mu kopi.” Senyum Jenny seraya meminum Machiatto miliknya.

“Ya, kau masih marah dengan ku?” tanya Hyukjae membuat Yesung tersenyum.

“No, Why?” tanya Jenny Singkat bertepatan dengan pintu lift yang terbuka. Jenny melangkahkan terlebih dahulu meninggalkan Yesung dan Hyukjae, kemudian membalikan tubuhnya tepat di depan pintu lift menatap kedua nya kesal ” Oke, Baiklah tentu saja aku marah, Jika bukan karena dirimu yang ceroboh, kita tidak mungkin kalah dari Yesung Oppa dan Donghae. Ya TUHAN, aku tidak pernah kalah sebelumnya ketika bermain Poker.” Dengus Jenny kesal, mengibas-ngibaskan tangannya seolah panas menghinggapi dirinya.

Satu Minggu yang lalu, Donghae membuat Gathering teman-teman dekat di salah satu restaurant favourite nya, mereka berbicara, bercanda tawa , hingga akhirnya memutuskan untuk bermain poker dengan taruhan yang cukup membuat tergiur. Dari mana Jenny mendapatkan uang untuk bertaruh, berterimakasih lah pada Yesung yang berbaik hati memberikan pinjaman padanya.

“Jenny ya..” panggil Yesung menahan tawanya

“Wae?!” bentak Jenny Kesal

“Pintu nya.. kau berdiri di depan lift, menghalangi yang lain.” Jenny memandang kearah sekitar, mendengus kesal, kemudian melangkahkan kakinya mundur masuk kedalam lift, di ikuti Yesung dan Hyukjae yang menahan tawanya.




” Jadi, apa yang bisa ku bantu tuan sok tampan?” Tanya Yesung baru saja duduk di kursi kebangsaanya, diikuti Hyukjae berada di hadapannya.

“Hyung.. Aku memang tampan, kau tak perlu meragukan ku”

“Aku tidak mempunyai banyak waktu untuk mendengarkan kau yang terlalu mencintai dirimu. Jadi katakan!” Yesung mulai mempersiapkan pekerjaanya, mulai membuka beberapa berkas untuk dipelajari sebelum di tanda tangani

“Aku berencana membuka cabang untuk Toko Bakery miliku, dan sebagai teman yang baik, aku rasa tidak ada salahnya jika aku meminta mu untuk membantu ku.”

“Cih kau benar-benar seperti Jenny.” Dengus Yesung menatap jengah kearah Hyukjae.

“Bagaimana? Aku rasa akan menyenangkan jika kita benar-benar dapat bekerja sama.”

Yesung menghentikan kegiatanya, menatap lekat kerah Hyukjae “Speaking of Bakery, Aku rasa aku tahu siapa yang tepat untuk menangani nya”

“Benarkah? Siapa?” Hyukjae bersemangat.

“Hemmm ….Mungkin… ” Yesung menghela nafas menatap pintu ruang kerjanya, ia mengangkat gagang telp menyambungkan dirinya untuk berbicara dengan sekertarisnya “Katakan padanya untuk masuk, God! Seharusnya aku memasang peredam suara di ruangan ku” umpat Yesung.

“Siapa Hyung?” tanya Hyukjae mengerutkan dahinya

“Kau akan tahu se-segera mungkin” Yesung menunjuk kearah pintu ruang kerjanya. Tak menunggu lama seseorang mengetok pintu, terlihat seorang wanita berambut pendek dengan pakaian semena-mena muncul dibalik pintu.

“Kau mecari ku , Sajangnim?” Jenny menunjukkan Gummy Smile nya.

“Jenny!!” Hyukjae terkejut

“Masuklah, apa kau tak punya kerjaan lain selain menguping pembicaraan orang, hah?” tanya Yesung pada Jenny yang berjalan mendekat, ia duduk di kursi bersebelahan dengan Hyukjae.

“Salahkan Donghae, ia bilang hyukjae kesini ingin membicarakan mengenai Toko kue nya, dan seperti yang kau tahu jika aku sangat tergila-gila dengan kue jadi aku takkan melewatkan menyicipi kue yang ia bawa.” Ucap Jenny panjang lebar, Yesung mendesah kesal sementara Hyukjae tersenyum menahan tawanya.

“Tapi.. Aku tidak melihat adanya kue disini” Jenny mengedarkan pandanganya “Eunhyuk ah, Mana kue nya?” tanya Jenny membuat senyum Hyukjae menghilang berlalih menatap Yesung.

“Jadi tidak ada kue?” tanya Jenny di jawab gelengan kepala Hyukjae, Jenny beralih menatap Yesung. “Tidak ada yang mengatakan ada kue disini, Cih – apa kau gadis berumur 8 tahun hah?” desah Yesung.

Jenny merengut, ia merasa di tipu, kesal karena berhasil di kelabuhi Donghae “Kalau begitu untuk apa kau memanggilku!!” umpat Jenny kesal menaikan nada bicaranya. “Ya!! Aku ini masih BOS mu dan kau masih karyawan ku, jadi bersikap sopanlah!” sungut Yesung kesal

“Masa Bodo, Aku pergi!!” Jenny bangkit dari kursinya berjalan menuju pintu. “Ya Jenny Kim Berhenti! Atau aku akan memecat mu!” Ancam Yesung. Mau tidak mau Jenny menghentikan langkahnya, berbalik menatap kesal kearah Yesung.

“Kemari..” Yesung mengibas-ngibaskan tangannya meminta Jenny untuk kembali duduk ditempatnya semula, ia tersenyum puas karena Jenny mengikuti permintaanya walaupun dengan wajah yang di tekuk.

“Jenny ssi,, Eunhyuk akan membuka cabang dari toko Bakery nya, aku masih belum tahu tempat ataupun situasi disana, namun aku akan meminta mu untuk membantu hingga siap untuk beroperasi. Bagaimana?”

“Kau Bosnya bukan, jika aku menolak juga berarti aku akan dipecat” jawab Jenny asal.

“Ya Tuhan, anak ini” gumam Yesung dalam hati.

“Tentu saja, Aku bosnya.. jadi lakukan yang terbaik, aku tahu kau sangat menyukai apapun berbau KUE jadi aku yakin ini akan sangat menyenangkan. Bukan begitu Eunhyuk ssi?” Yesung menatap Hyukjae yang menganggukan kepalanya cepat ” Mohon bantuan mu Jenny ssi” ucap Hyukjae bersemangat, ia sudah tak sabar bekerjasama dengan wanita unik penggila kue ini.

“Tapi, I have a situation.” Jenny mulai melakukan penawaran

“Pertama, aku sedang menangani beberapa Proyek, jadi aku tidak bisa terus-terusan mengurus toko mu itu. Kedua, Aku punya urusan Pribadi yang tak bisa ku tinggalkan, jadi jangan seenaknya saja meminta untuk bertemu, kau tidak perlu khawatir aku tidak akan membuat mu kecewa dengan kinerja ku, dan Ketiga, Sediakan kue setiap kalli kita bertemu, tidak ada kue pertemuan batal. Bagaimana?? CALL??” ucap Jenny panjang lebar.

Yesung dan Hyukjae membulatkan mata terkejut saling bertatapan tidak percaya. Hyukjae terkejut karena baru kali ini ia diperlakukan semena-mena oleh orang yang ia bayar, sementara Yesung,. Ia tidak percaya Jenny bisa memperlakukan Client mereka seenaknya saja

“CALL?” Tanya Jenny lagi

“CALL!” Jawab Hyukjae Cepat.

“ASSAAA!!” teriak Jenny cepat, ia bangkit dari tempat duduknya berjalan meninggalkan Yesung dan Hyukjae ” See You at first meeting tuan Lee” teriak Jenny bersamaan dengan suara pintu di tutup.

“Hyung.. Diaa..” tanya Hyukjae Speachless

“Jangan tanya aku!!” Jawab Yesung kesal.




Sudah satu bulan ini Jenny benar-benar sibuk, ia bahkan hampir melupakan tujuan utama nya untuk datang kembali ke Korea karena pekerjaanya sungguh sangat menyita waktunya, ia harus memeriksa Final Project yang sudah hampir selesai, dalam dua kali seminggu ia harus terbang Seoul Busan untuk memeriksa Team menangani kantor cabang Golden Enterprise, di sela-sela itu ia juga harus mulai memikirkan Konsep indah untuk cabang Rainbow Bakery. ia baru saja mendarat dari kunjungan kerjanya di Busan,memutuskan untuk menikmati Kue Favourite di toko Favourite bersama waiters Favourite nya.

“Selamat Malam Nona Jenny”

Jenny melambaikan tangannya pada pegawai berada dibelakang meja BAR. Ia tidak perlu lagi menuju meja kasir untuk memesan karena seluruh waiters di toko favourite nya sudah hapal menu Favourite Jenny – Red Pomegrade Velvet dan Ice Caramel Machiatto. Jenny mengedarkan pandangannya menuju sekitar, mendapati beberapa Customer sedang menikmati hidangan mereka, beberapa pegawai melakukan pekerjaan mereka namun ia tak menemukan keberadaan Chanyeol, pekerja paruh waktu favourite nya.

“Dimana Chanyeol? Apa ia sedang libur hari ini?” tanya Jenny pada Waiters laki-laki yang mengantarkan pesanannya, Jenny memberikan kartu kreditnya pada waiters untuk membayar makanannya.

“Sudah beberapa hari ini ia tidak masuk tanpa memberi kabar, Bos kami juga mencarinya” Jawab waiters tersebut sebelum undur diri. Jenny mengeluarkan telepone gengamnya untuk menghubungi Chanyeol, beruntung ia sempat memintanya beberapa minggu yang lalu.

“Kemana anak itu? kenapa Handphone nya tidak dapat di hubungi.” Gumam Jenny bersamaan dengan kedatangan Waiters mengembalikan kartu kredit miliknya.

“Apa dia mempunyai masalah?” tanya Jenny

“Aku rasa tidak, setahu ku Chanyeol anak baik , jadi aku rasa tidak mungkin ia mempunyai musuh. Kami disini menyukainya.” Jawab Waiters tersebut membuat Jenny khawatir. “Ah, apa kalian mempunyai alamat tempat tinggal Chanyeol?”

“Sepertinya ada, akan ku lihat di database Karyawan, mohon tunggu sebentar” Waiters tersebut meninggalkan Jenny. Jenny mencoba kembali menghubungi Chanyeol seraya menikmati kue di hadapannya, namun lagi-lagi tak ada jawaban.

Setelah mendapatkan alamat tempat Chanyeol tinggal, Jenny segera pergi mengendarai Red Lexus LF-FC miliknya menuju sebuah perkampungan kecil disudut kota Seoul. Ia memarkirkan mobilnya memandang kearah sekitar “Benarkah Chanyeol tinggal disini? Bagaimana bisa? Tempat ini cukup jauh dari Toko Bakery tempatnya bekerja” Gumam Jenny turun dari mobilnya. Ia berjalan kaki menelusuri jalan setapak mencari alamat yang tertera pada kertas yang ada di tangannya.

“Rasakan akibatnya jika aku menemukan mu Park Chanyeol!! Bisa-bisa nya kau tak menjawab telepone ku!!” Umpat Jenny tak menghentikan langkahnya mencari tempat dimana Chanyeol tinggal.

“Nomor 12, Nomor 13, Nomor 14, Nomor 15 – Ini dia” gumam Jenny senang. Jenny memandang rumah tempat Chanyeol tinggal, sebuah bangunan bisa dibilang cukup tua, dengan pintu seng, terlihat beberapa bagian kaca pecah akibat lemparan batu.

“Permisi!!!”

“Chanyeoliiiieee!!” Teriak Jenny tak ada jawaban, Jenny mendekati pintu tersebut,menggedor-gedor pintu seraya kembali berteriak memanggil Chanyeol

“Park Chanyeol!! YA!! Jangan bersembunyi!! Park Chanyeollll!!” Teriak Jenny lagi, ia kembali mengeluarkan telepone gengam dari saku depan celana panjang untuk menghubungi Chanyeol ” Jika aku tahu kau di dalam, lihat saja balaskan ku” geram Jenny meletakan telepone gengam pada telinga kanannya

“Permisi Eonni”

Jenny membalikan tubuhnya menatap seorang gadis tak terlalu tinggi memakai seragam Sekolah menengah atas, dengan rambut di kepang dua.

“Apa Eonni mencari Chanyeol?” Tanya gadis itu pelan sedikit takut. Jenny menganggukan kepalanya, mengembalikan telepone genggam pada saku depan celana panjangnya

“Apa kau tahu dimana keberadaanya? Apa dia tak ada di rumah?” Tanya Jenny

“Anak itu sudah tidak tinggal disini, ia kabur begitu saja tanpa membayar tunggakan uang sewa atas rumah yang ia tempati” Seorang wanita paruh baya tiba-tiba muncul di belakang tubuh anak gadis itu.

“Ibu! Jangan seperti itu, Chanyeol sedang kesulitan, ia sudah tidak punya siapa-siapa lagi di Dunia ini, kecuali kita” Rajuk Gadis itu memohon pada ibunya. Jenny menatap keduanya bergantian tidak mengeri dengan apa yang ia dengar.

“Tunggu—Tunggu, bisa ceritakan apa yang terjadi pada Chanyeol?”

“Beberapa hari yang lalu, Ibunda Chanyeol meninggal dunia akibat kanker yang sudah di derita olehnya sejak 2 tahun yang lalu, jangan tanya tentang ayahnya karena siapapun tak mengetahui keberadaannya termasuk Chanyeol sendiri. Itu yang aku dengar dari beberapa teman” jelas gadis itu. Jenny terhenyak, ia sama sekali tidak mengetahui hal buruk telah terjadi pada Chanyeol, bahkan selama ini Chanyeol tak pernah menunjukkan jika ia sedang mempunyai masalah berat.

“Dan tiba-tiba ia kabur begitu saja tanpa membayar uang sewa” timpal sang Ibu membuat Jenny tersadar dari lamunannya

“Ibu Hentikan!!”

“Apa? Kenapa kau selalu saja membela anak pembawa masalah itu, pakai otak mu, kau tidak tahu berapa banyak masalah yang ia tinggalkan untuk kita?!” umpat sang ibu.

“Kau mengatakan jia informasi mengenai ayahnya kau dapat dari teman-teman mu?” tanya Jenny dijawab anggukan oleh gadis lawan bicaranya.

“berarti kau satu sekolah dengannya?” tanya Jenny di jawab anggukan lagi

“Kirin School?” gumam Jenny melihat badge yang dikenakan oleh gadis itu, ia sedikit bingung karena setahu nya sekolah tersebut merupakan sekolah anak-anak berkecukupan, dengan kata lain Chanyeol masuk jalur beasiswa karena kepintaranya.

“Begini saja, berapa jumlah uang sewa yang tertunggak?” tanya Jenny

“sekitar 3 juta Won ” jawab sang Ibu cepat. Jenny meraih dompet dari dalam tas tangannya, mengeluarkan uang 6 lembar 500 ribu won dan diberikan begitu saja kepada sang ibu.

“Aku minta berhenti menjelek-jelekkan adikku, atau kau akan berakhir dipenjara. Dan satu lagi, jangan sentuh barang-barang miliknya, orang ku akan mengambil dan memindahkannya besok.” Ancam Jenny meninggalkan rumah itu begitu saja.

“Demi TUHAN Park Chanyeol!! Aku akan benar-benar membunuh mu jika kita bertemu nanti!!” Dengus Jenny kesal karena Chanyeol menutup-nutupi semuanya dari Jenny.

“Eooni…”

Jenny menghentikan langkahnya, membalik tubuhnya menatap gadis seumuran dengan Chanyeol.

“Kalau boleh aku tahu, anda siapa?”

“Aku Kakak nya Chanyeol dan kau tak perlu khawatir mulai saat ini dia dalam pengawasan ku” Jelas Jenny membuat gadis itu tersenyum lega.

“Sepertinya kau mengkhawatirkan Chanyeol, apa kau dekat dengannya?” tanya Jenny. Gadis itu tersenyum menggelengkan kepalanya “Hanya kebetulan saja kami satu kelas sejak pertama kali masuk sekolah.” Jelas gadis itu.

“Sebaiknya aku pergi, aku harus mencari anak nakal itu, lihat saja aku akan memberinya pelajaran” geram Jenny

“Eooni, jangan terlalu keras dengannya, dia anak yang baik.. ah, jau bisa menemui Chanyeol di kolam renang sekolah, ia selalu disana jika ada masalah ataupun sekedar tidur di ruang ganti”

“Kau tidak perlu khawatir, aku akan bersikap baik dengannya” Jenny melanjutkan langkahnya menuju kendaraan pribadinya.




Jenny mengendarai kendaraannya menuju Kirin School dengan mudah, ia menghubungi Yesung untuk memberi tahunya secara langsung jika ia tidak akan bekerja hari ini, mengabaikan teriakan Yesung yang tidak terima.

“Kirin School.. sudah lama aku tidak mampir kemari” gumam Jenny keluar dari kendaraanya, ia melangkahkan kakinya menyusuri kirin School menuju kolam renang Indor seperti informasi yang ia dapatkan.

Sementara itu disisi lain, Chanyeol sedang bersama kedua sahabatnya Sehun dan Kai tidak tahu sama sekali akan kedatangan Jenny yang tiba-tiba.

“Ya Park Chanyeol, apa kau tidak pulang lagi?” Kai mengambil tempat di kursi malas berwarna Biru panjang disamping Chanyeol. Kursi Biru tempat untuk perenang mengistirahatkan diri mereka sebelum beranjak menuju ruang ganti.

“Aku akan pulang, tapi tidak sekarang. Rasanya menyenangkan beristirahat sebentar disini” Chanyeol merebahkan tubuhnya, menutup kedua mata dengan lengan kanannya. Kai menghela nafas menatap Chanyeol, ia tahu benar jika Chanyeol sudah tidak lagi dirumah lama nya.

“Ya.. Park Chanyeol.. Kau bisa tinggal bersama ku, ibu pasti akan suka jika kau menginap” tawar Sehun baru bergabung dengan keduanya.

“Aku akan pulang.. kalian tidak perlu Khawatir.” Ucap Chanyeol tetap pada posisinya “Jika kalian ingin pulang, pulang lah , aku masih ingin disini sebentar” lanjut Chanyeol lagi.

“Kau bisa menginap dirumah ku, kasur ku cukup besar untuk ditempati kita berdua” pinta Kai membuat Chanyeol Jengah. “Ya,, kalian pulanglah!! Aku akan pulang!! Pasti! Kalian jangan khawatir” Chanyeol membuka matanya kesal menatap kedua sahabatnya “Pergilah, Aku ingin sendiri.” Chanyeol kembali menutup matanya, namun seseorang kembali menggangu keyamanan dirinya, suara yang sangat berbeda dari sebelumnya.

“YA!!!! PARK CHANYEOOLLLLLL!!!!!

To Be Contined

Hallo Iam Back with New Story (?)

Honestly this was an old –really old Story that I’ve made with my old Friend Shinrise (my first duet project ff) . Maybe you thought that these was easy and Bored Story, but since i love love and looveee this project, i thought you will love too. ^^

Enjoy!